Kategori
Ekonomi
( 40600 )Jelang Akhir Restrukturisasi, Perbankan Tekan LAR
29 Jan 2024
Mendekati berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit akibat Covid-19, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mencatatkan loan at risk (LAR) dan kredit macet (non performing loan/NPL) yanag membaik. Hal ini didukung dari pencadangan yang telah dipupuk jauh-jauh hari. Seperti pada BCA, total LAR per Desember 2023 sebesar Rp52,2 triliun, turun 24,8% dibandingkan posisi Desember 2022 yang senilai Rp69,4 triliun. Menurutnya kredit yang berisiko tersebut juga turut memperbaiki rasio LAR menjadi 6,9% pada 2023, turun 3,5% dari LAR 2022 di level 10,4%. Di sisi NPL, bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatat Rp 14,1 triliun kredit macet sepanjang 2023 atau dengan rasio NPL gross 1,9%. Apabila dibandingkan dengan 2022, ada sedikit kenaikan NPL BCA dari 1,7%. Perseroan juga membentuk NPL coverage sebesar 234,1%, lebih rendah dari 286,9% pada 2022. (Yetede)
Investasi ke IKN Diproyeksi Tembus Rp 100 Triliun
29 Jan 2024
Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menargetkan investasi yang masuk ke IKN hingga akhir 2024 tembus angka Rp 100 triliun. Sedangkan per Januari ini, total nilai investasi yang telah masuk mencapai Rp 47,5 triliun. Kepala OIKN Bambang Susantono menjelaskan, target investasi di IKN pada 2024 yang mencapai Rp 100 triliun tersebut termasuk dalam bentuk pembangunan fasilitas publik yang telah dilakukan hingga saat ini, diantaranya empat unit rumah sakit, enam unit hotel, dan empat unit pusat perbelanjaan. "Target investasi 2024 itu Rp 100 triliun, bisa publik atau swasta. Publik itu contohnya ada BUMN juga yang akan investasi kemudian ada lembaga yang non pemerintah," kata Bambang. Sementara total investasi publik dan swasta yang masuk ke IKN dari tahun lalu hingga seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) keempat pada Januari 2024 sekitar Rp47,5 triliun. Sedangkan untuk investasi swasta saja yang sudah groundbreaking dan sekarang berproses sekitar Rp35,9 triliun. Sisanya dari sektor publik yakni mencapai Rp11,6 triliun. (Yetede)
Nasib Saham Emiten Nikel di Tengah Ancaman Baterai LFP
29 Jan 2024
Komoditas nikel sebagai bahan baku utama pembuatan kendaraan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berjenis Nickle Cobalt Manganese (NMC) menghadapi tantangan berat, dengan makin berkembangnya beterai alternatif berbasis tanpa nikel, Lithium Ferro Phosphate (LFP). Popularitas LFP yan terus menanjak dikhawatirkan berdampak pada performa saham emiten-emiten penambang bijih nikel, diantaranya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Vale Indonesia Tbk (VALE), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle. Tim analis Indo Primier Sekuritas yang terdiri dari Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya menyebutkan bahwa kemajuan teknologi baterai seperti LFP, Lithium Manganese Ferro-Ion (Na-Ion) terus menimbulkan risiko terhadap kelangsungan baterai berbasis nikel untuk kendaraan listrik. (Yetede)
Capital Outflow Masih Terkendali
29 Jan 2024
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik sebesar Rp3,20 triliun selama periode 22-25 Januari 2024. Hal ini tidak terlepas dari ekspektasi investasi asing mengenai sikap Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, terjadinya capital outflow karena adanya sentimen global terkait menurunnya ekpektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve segera menurunkan suku bunga acuan. Prediksi terkait sikap Federal Reserve ini ditopang rilis data ekonomi yang memberikan sinyal bahwa ekonomi Amerika Serikat masih cukup resilen, ditambah beberapa kondisi di Jepang dan Eropa. Sementara itu, data kurs jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 15.829 per dolar AS pada Jumat (26/1/2024)
Program Bantuan Pangan Dievaluasi Secara Berkala
29 Jan 2024
Pemerintah terus melanjutkan penyaluran Program Bantuan Pangan di seluruh wilayah untuk menjaga stabilitas dan menanggulangi kenaikan harga pangan. Dengan berlanjutnya program ini hingga juni 2024, evaluasi Program Bantuan Pangan dilakukan secara berkala. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bantuan Pangan tahap pertama yang disalurkan sejak April hingga Juli 2023 dan tahap kedua yang dimulai pada September 2023, telah mampu turut menjaga level inflasi nasional. Secara nasional untuk tahun 2023, Perum Bulog telah menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk Program Stabilitas Pasokan Harga Pasar (SPHP) sebanyak 1.182.717 ton beras untuk Program Bantuan Pangan sebanyak 1.489.286 ton beras. Khusus untuk Provinsi Jambi, penyaluran beras CBP tahun 2023 untuk Program SPHP sebanyak 28.297 ton beras dan Program bantuan Pangan sebanyak 1.983 ton beras. "Pemerintah telah memutuskan membantu untuk melepaskan bantuan pangan kepada 22 juta Penerima Bantuan Pangan," kata Airlangga.
Pergerakan Ekonomi KEN 2023 Capai Rp 12,38 T
29 Jan 2024
Pergerakan ekonomi pada Karisma Event Nusantara (KEN) 2023 mencapai Rp12,38 triliun. Pada KEN 2024, Pemerintah menargetkan pergerakan ekonomi bisa tumbuh 20-25% dari tahun lalu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) Sandiaga Uno mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, penyelenggaraan KEN 2023 telah berkontribusi terhadap peningkatan nilai produksi barang dan jasa (output) di Indonesia mencapai Rp212,2 miliar serta Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp198,6 miliar. Sementara itu, nilai perputaran uang atau pergerakan ekonomi dari 7,36 juta pengunjung (lokal, domestik, maupun asing) pada acara KEN 2023 mencapai Rp12,38 triliun. "Targetnya tahun ini terdapat peningkatan pergerakan ekonomi hingga bisa mencapai 20-25% dari tahun lalu. Dan harapannya juga ikut menopang 1,2 miliar sampai 1,5 miliar pergerakan wisnus di 2024," kata dia. (Yetede)
Subsidi Angkutan Perintis dan PSO Naik menjadi Rp 12,2 T
29 Jan 2024
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun ini mengalokasikan subsidi angkutan perintis dan public service obligation (PSO) sebesar Rp12,2 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 9,1 triliun. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik dengan tarif terjangkau melalui angkutan eprintis dan kewajiban layanan publik pada semua moda transportasi. "Subsidi dan PSO ini berarti tarif yang dibayarkan penumpang menjadi lebih terjangkau. Karena sebagian biaya operasional dan operator transportasi telah dibayarkan oleh pemerintah," kata Adita Irawati. Adita menjelaskan saat ini masih banyak daerah di Indonesia yang membutuhkan dukungan layanan transportasi publik yang terjangkau, untuk membuka ketersolasian wilayah dan melancarkan pergerakan penumpang maupun barang atau logistik. (Yetede)
Sejumlah Stimulus Membuat Sektor Properti Cerah
29 Jan 2024
Praktisi properti dan perbankan menilai bahwa sektor properti masih cukup cerah pada 2024. Faktor pendorong pertumbuhan tahun ini selain masih tingginya kebutuhan hunian, juga dipicu oleh sejumlah stimulus yang digulirkan pemerintah dan otoritas perbankan. Menurut Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Oni pihaknya optimisme sektor properti cerah dan dapat memberikan kontribusi banyak terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia sepanjang tahun 2024. Kondisi tersebut ditunjang dengan masih dilanjutkannya sejumlah stimulus yang dilakukan pemerintah untuk mendorong permintaan rumah sejak 2023, seperti pelonggaran rasio LTV/FTV Kredit/Pembiayaan Properti menjadi maksimal 100% untuk semua jenis properti. "Besarnya dukungan pemerintah ini dapat terlihat pada pertumbuhan KPR Nasional hingga triwulan III/2023 telah tumbuh mencapai 12,66% yoy, sehingga pertumbuhan KPR hingga triwulan III/2023 telah tumbuh mencapai 12,66% yoy, sehingga pertumbuhan KPR terus mencapai dua digit sejak triwulan II/2023. Hal ini menjadikan sektor properti pada 2024 masih menjadi sektor yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia," kata Oni Febriarto di Jakarta. (Yetede)
Awas, Rupiah Terkena Serangan Sentimen Ganas
29 Jan 2024
Nilai tukar rupiah terus melemah menuju level psikologis Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Narasi suku bunga acuan AS akan bertahan lebih lama di level tinggi menimbulkan tekanan pada mata uang global, termasuk mata uang Garuda. Dikutip dari Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp 15.615 per dolar AS pada awal pekan lalu terjun bebas hingga hingga menembus level terendah Rp 15.826 dalam sepekan pada Kamis (25/1). Pada perdagangan Jumat (26/1), rupiah di pasar spot naik tipis ke posisi Rp 15.825. Dalam sepekan, rupiah sudah turun 1,34%. Sejak awal tahun, rupiah sudah terkoreksi 2,76% terhadap dolar AS. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, ekspektasi suku bunga acuan AS bakal dipangkas pada bulan Maret 2024 mulai runtuh. Ini tercermin dari probabilitas The Federal Reserve memotong suku bunga pada Maret turun hingga ke bawah 50%. Sementara itu, stimulus China yang diharapkan berdampak positif untuk pasar Asia, belum mampu mengangkat rupiah. "Nilai tukar rupiah sangat mudah menembus level harga Rp 16.000 per dolar AS apabila Bank Indonesia (BI) tidak rutin intervensi," ujar Lukman, Minggu (28/1). Research And Development Handal Semesta Berjangka, Alwi Assegaf melihat, rupiah tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, indeks dolar AS baru-baru ini mencapai level tertinggi enam pekan terakhir. Pemicunya adalah sentimen yang menguatkan aset safe haven seperti dolar AS dan ekspektasi The Fed memangkas suku bunga di awal tahun ini yang perlahan memudar. Penguatan dolar AS juga berkat dorongan dari kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun yang kini berada di atas 4%. Tingginya imbal hasil (yield) obligasi AS dapat menarik lebih banyak dana investasi ke negari Paman Sam sehingga yang berdampak pada penguatan dolar AS.Pergerakan USD/IDR secara teknikal sudah overbought, sehingga memberi peluang rupiah bakal menguat. Hanya saja, Alwi mengamati, level 16.000 mungkin bakal menjadi area psikologis rupiah pada akhir kuartal I-2024, seiring narasi suku bunga tinggi masih membayangi pasar.
Sektor Batubara Masih Sengsara
29 Jan 2024
Sektor batubara masih dibayangi sejumlah sentimen pemberat. Perayaan tahun baru Imlek di China yang biasanya mengangkat permintaan batubara, diperkirakan tak terlalu berdampak ke harga komoditas ini. Secara historis konsumsi energi biasanya akan meningkat pada tahun baru China. Sebagai gambaran, Imlek 2575 Kongzili akan jatuh sebentar lagi, yakni pada 10 Februari 2024. Namun, menjelang tahun baru kalender lunar itu, harga batubara masih cenderung terkoreksi. Head of Business Development FAC Sekuritas Indonesia, Kenji Putera Tjahaja menilai, faktor perayaan imlek masih belum cukup mendongkrak harga batubara.Pasalnya, sentimen yang menjadi penekan harga masih cenderung dominan. Dari dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun peta jalan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Yang pasti, ada dua PLTU yang akan dipensiunkan dini, yakni PLTU Cirebon-1 dan Pelabuhan Ratu. Di sisi lain, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, sentimen datangnya Imlek bisa saja mendongkrak harga batubara. Tapi, sifatnya cuma jangka pendek atau minimal hanya bisa menstabilkan harga batubara dari kejatuhan secara langsung. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo meyakini harga batubara akan tetap berada di atas US$ 100 per ton untuk tahun ini, dengan perkiraan rata-rata US$ 130 per ton. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diyakini menghasilkan yield dividend sebesar 9,5%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan estimasi yield sebesar 15,3%, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan perkiraan yield sebesar 9,0%.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









