Ekonomi
( 40465 )Program Bantuan Pangan Dievaluasi Secara Berkala
Pergerakan Ekonomi KEN 2023 Capai Rp 12,38 T
Subsidi Angkutan Perintis dan PSO Naik menjadi Rp 12,2 T
Sejumlah Stimulus Membuat Sektor Properti Cerah
Awas, Rupiah Terkena Serangan Sentimen Ganas
Sektor Batubara Masih Sengsara
Potensi Penyaluran Kredit Hijau Semakin Besar
KUCURAN SERET PERUSAHAAN RINTISAN
Pendanaan ke perusahaan rintisan atau start-up pada 2023 terjun bebas. Selain terpengaruh ekonomi global yang melambat, situasi internal yang dihadapi oleh start-up dirasa cukup berat karena tidak bisa tumbuh sesuai dengan harapan.Lembaran baru bagi perusahaan rintisan dibuka lagi pada tahun ini. Sejumlah sektor yang terkait dengan energi baru terbarukan dan kesehatan, diperkirakan menjadi incaran para venture capital.Peluang bagi start-up mendulang pendanaan cukup terbuka. Namun, tantangannya seberapa mampu mereka menjaga tata kelola bisnis agar tak terjerembab dalam kerugian atau justru berujung masalah hukum.
Seksinya Bisnis untuk Pemakan Tumbuhan
Veganisme dan vegetarianisme yang semakin digandrungi
menyuburkan pertumbuhan kafe, pemesanan makanan daring, hingga penjualan
kosmetik. Mulai dari isu lingkungan, kesehatan, sampai kesejahteraan hewan
memantik kesadaran pelaku untuk mengubah gaya hidup. Kafe di sudut Cilandak, Jakarta
Selatan, itu nyaman dengan kapasitas 10 pengunjung di ruang ber-AC. Interior berkonsep
industrial dilaburi warna-warni netral dengan lantai semen. Konsumen juga bisa menempati
lantai atas dan ruang belakang yang terbuka dengan 50 kursi. Mad For Coffee,
demikian lokasi kongkow sejumlah mahasiswi berpenampilan modis itu, Kamis (25/1).
Sudah pukul 15.30, tapi pembeli masih berdatangan untuk memesan makanan, kopi,
sampai camilan.
Makanan andalan, nasi empal, dibanderol 52.000. Hidangan lain seperti nasi dendeng
rica balado, burger ayam krispi, dan pempek komplet. Menu daging-dagingan lumrah
mencuatkan anggapan Mad For Coffee seragam dengan kafe lain, tapi tak kurang
terkejutnya sebagian tamu mendapati hidangan itu terbuat dari tumbuhan. Pelanggan
bergaya trendi yang asyik berswafoto seraya tak henti mencerocos mengabsahkan masifnya
veganisme hingga dilakoni generasi muda. Chandra Revo (33) memang mengincar
segmen itu dengan mendirikan kafenya sejak 2021. Prospek yang berkilap ia ungkapkan
dengan peningkatan penjualan. ”Kecenderungannya naik dari rata-rata 1.500 transaksi
per bulan waktu awal dibuka. Sekarang 3.000 transaksi per bulan,” ucapnya.
Larisnya penjualan makanan hingga produk kecantikan dan perawatan
diri untuk vegan atau vegetarian turut dicecap Tokopedia. Pemesanan kategori itu
secara daring merupakan salah satu yang paling tinggi pada kuartal III-2023. ”Sepanjang
tahun lalu penjualan makanan vegan naik hampir dua kali lipat,” ujar Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio
Nelwan. Ia membandingkan peningkatan pada Januari-September 2023 dengan periode
yang sama dari tahun 2020. Khusus makanan vegetarian seperti sayur-mayur,
penjualannya juga naik tiga kali lipat. Sementara penjualan tahu melonjak atau
lebih dari empat kali lipat. Produk kecantikan dan perawatan diri ramah vegan
pun kian diminati. ”Terbukti dari kenaikan transaksinya, termasuk makeup
(kosmetik) dan skincare (perawatan kulit) lebih dari 10 kali lipat,” ucapnya. (Yoga)
Rindu Harum Cendana di Tanah Timor
Generasi muda Timor merindukan cendana yang harum. Selama
ini, mereka hanya mendapat cerita bahwa tanah Timor punya cendana atau Santalum
album yang terancam punah di Timor, NTT. Eka Saul Manunel (22), pemimpin
kelompok tani muda di Dusun Tuamese, Kecamatan Taebenu, Kupang, NTT, mengaku
belum melihat pohon cendana berusia di atas 30 tahun. Cendana dengan usia itu
bisa mengeluarkan aroma wangi menggoda. Selama ini, ia hanya menyaksikan cendana
berusia di bawah lima tahun yang belum menghasilkan harum yang kuat. Eka
berbicara mewakili 20 anggota kelompok tani ”Mambers” di Dusun Tuamese. Ia juga
mewakili generasi muda saat peluncuran pemulihan ekosistem cendana Timor
berbasis rakyat yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi)
NTT dan Green Justice Indonesia di Kupang, Jumat (26/1).
Sebanyak 100 anakan cendana ditanam di areal pertanian warga
seluas 1.000 meter persegi. Puluhan warga Dusun Tuamese bersama Walhi, Green
Justice Indonesia, Pemprov NTT dan Pemkab Kupang, tokoh agama, tokoh
masyarakat, petani, dan tokoh pemuda terlibat. Penanaman simbolik itu menandai gerakan
menanam cendana di daratan Timor. Kegiatan itu merupakan upaya mengembalikan
harum cendana yang hilang sejak 1990-an. Seiring menghilangnya cendana, punah
pula sejumlah pabrik pengolah cendana di Kota Kupang, Soe, dan Kefamenanu hingga
hari ini. Sejumlah usaha kerajinan cendana berupa ukiran patung, tasbih, dan Rosario
pun hilang.
Kabid Pembinaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi
NTT Rudi Lismono yang membuka peluncuran kegiatan itu mengatakan, cendana
sangat rentan mati pada usia 1-2 tahun. Tanaman terkadang mati mendadak, diawali
keringnya bagian pucuk, karena terjadi perkawinan inses. Mestinya cendana
ditanam dengan cendana dari pohon lain agar perkawinan silang terjadi,” kata
Rudi. Usia ekonomis cendana 35 tahun. Itu untuk pohon dengan kualitas terbagus.
Pada usia ini, harga cendana bisa mencapai Rp 800.000 per kg. Namun, bagian teras
atau inti dari batang kayunya dihargai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per kg. Tapi,
kebanyakan cendana di Timor sudah ditebang sebelum usianya 20 tahun. Santalum
atau minyak cendana sudah muncul pada usia 12-13 tahun, tetapi secara ekonomis
dinilai kurang menguntungkan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









