;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Kian Ekspansif! Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 15,1 Triliun Pada 2023

01 Feb 2024

Bank Mandiri dengan strategi bisnis yang konsisten untuk focus pada pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem serta didukung strategi digitalisasi, berhasil mencetak pertumbuhan gemilang sepanjang 2023 dengan membukukan laba bersih Rp 55,1 triliun, tumbuh 33,7 % secara year on year. Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan “Dari berbagai tantangan yang ada di tahun 2023, kondisi ekonomi Indonesia masih resilien didorong peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi dan inflasi yang masih terjaga. Di sisi lain, ruang kinerja fiskal Indonesia masih besar untuk mendukung perekonomian,” katanya di Jakarta, Rabu (31/1).

Hal ini diselaraskan oleh Bank Mandiri dengan strategi yang tepat untuk menghasilkan bisnis berkelanjutan. Terbukti sepanjang 2023 Bank Mandiri mampu meningkatkan volume bisnis pada semua segmen dan memperkuat efisiensi perseroan. Terlihat dari total asset Bank Mandiri yang berhasil menembus Rp 2.174,2 triliun pada akhir 2023, naik 9,12 % dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.992,5 triliun (Yoga)

Mitigasi Risiko Ketidakpastian Global

01 Feb 2024

Belum reda tekanan akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, saat ini perekonomian global kembali dihadapkan pada ketidakpastian baru yang disebabkan perang Israel-Palestina. Krisis Timur Tengah yang menyeret AS dan sekutunya ini langsung membuat harga minyak dunia bergejolak. Keterlibatan AS dan sekutunya dalam pusaran konflik dengan menyerang Yaman langsung menaikkan harga minyak dunia jenis Brent sebesar 4 % menjadi 80 USD / barel dan jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,79 % menjadi 74,03 USD / barel. Kenaikan tertinggi terjadi pada harga gas alam, sekitar 25 % pada 12 Januari 2024. Sebelumnya, ekonom Bank Investasi AMP di Australia, Shane Oliver, mengingatkan, serangan AS dan sekutunya terhadap Yaman meningkatkan peluang Iran terlibat langsung dalam konflik di kawasan (Kompas, 13/1/2024).

Akibatnya, pasokan minyak global akan terancam sehingga menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan dan inflasi global. Berakhirnya era suku bunga tinggi yang ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha dan konsumen kembali buyar. Proyeksi bahwa inflasi AS akan turun signifikan sehingga memberi ruang bagi The Fed dan bank sentral secara global melonggarkan suku bunga acuan pada semester pertama 2024 mengalami ketidakpastian. Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings memperkirakan harga minyak dunia akan meningkat pada 2024 akibat perang Timteng yang dimulai dari konflik Hamas-Israel. Kenaikan harga minyak dunia akan mendongkrak inflasi dan menggerus pertumbuhan ekonomi global. Hasil simulasi Fitch Rating (2023) menunjukkan kenaikan harga minyak dunia sebesar 10 % akan menurunkan pertumbuhan ekonomi global 0,4 % menjadi 2,7 % pada 2024, dan 0,1 % tahun 2025 ke level 3,0 %.

Proyeksi ini didasarkan pada asumsi rata-rata harga minyak dunia 75 USD / barel tahun 2023 serta 70 USD / barel tahun 2024 dan 2025. Terhambatnya produksi minyak dunia dan gangguan pada rantai distribusi akibat meluasnya perang di Timteng dapat membuat harga minyak dunia naik  signifikan, menjadi 120 USD / barel pada 2024 dan 100 USD / barel pada 2025 (Fitch Rating, 2023). Kenaikan harga minyak dunia akibat perang Timteng membuat arah pergerakan suku bunga global menjadi tidak menentu. The Fed dan bank sentral negara-negara EMEs berpotensi menunda menurunkan suku bunga acuan hingga semester kedua 2024. Respons kebijakan dari otoritas moneter EMEs, khususnya BI, adalah tetap konsisten pada kerangka kebijakan inflation targeting (IT) dengan target inflasi 2,5 % plus-minus 1 %. Dengan demikian, BI dituntut berhati-hati melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuan. (Yoga)

Pemerintah Dorong Tingkat Kesejahteraan

01 Feb 2024
Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia telah menyebabkan tidak tercapainya sejumlah target-target kinerja ekonomi. Namun, dengan berbagai kebijakan pemerintah upaya pemulihan telah membuahkan hasil. Tahun 2024, Pemerintah Presiden joko Widodo telah mematok sejumlah target, antar lain rasio. Gini bisa turun ke kisaran 0,374 dan angka kemiskinan sebesar 6-7% pada 2024. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik  (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai  7,86 juta orang pada Agustus 2023. Jumlah ini berkurang sekitar 560.000 orang atau 6,77% dibanding Agustus 2022. Kondisi perekonomian dan ketenagakerjaan juga terus menuju ke arah perbaikan, dimana tingkat  pengangguran terbuka sebesar 5,32%. Angka tersebut turun 0.54% dibandingkan tahun lalu dan semakin mendekati angka sebelum pandemi. Executive Director at Center of Reform on Economics  (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan dari jumlah penduduk yang bekerja  sebanyak 139,85 juta orang, sebagian besar atau 59% bekerja disektor informal. (Yetede)

Optimisme Pelaku Usaha Cetak Rekor Tertinggi

01 Feb 2024
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2024 mencapai 52,35 atau menguat 1,03. Pencapaian di awal tahun politik tersebut juga naik 0,81 poin bila dibandingkan IKI pada periode sama tahun lalu. Optimisme pelaku usaha pada Januari 2024 terhadap kondisi usahanya enam bulan ke depan juga meningkat menjadi 67,6%, lebih tinggi dibanding 62,4% pada Desember 2023. Persentase optimisme pelaku usaha ini merupakan rekor tertinggi sejak IKI dirilis pada November 2022. "Dibandingkan kinerja IKI pada januari 2023, ada peningkatan sebesar 0,81 poin yang sebesar 51,54," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko SA Cahyanto saat merilis IKI di Jakarta, Rabu (31/01/2024). Sama  seperti perhitungan pada Purchasing Managers' Index (PMI) Manufakture Indonesia, nilai indeks di atas 50 menandakan level ekspansi. Sebaliknya, ketika nilai indeks di bawah nilai 50, maka terjadi perlambatan atau kontraksi. (Yetede)

Empat Bank Jumbo Raup Laba Rp190,24 Triliun

01 Feb 2024
Empat bank papan atas atau kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 sepanjang 2023 mengantongi total laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 190,24 triliun. Keuntungan tersebut meningkat 22,27% dibandingkan dengan periode 2022 yang  sebesar Rp 155,59 triliun. Apabila dilihat dari laporan keuangan yang dipublikasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan total laba bersih sebesar Rp 60,42 triliun pda akhir Desember 2023, meningkat 17,52%  secara tahunan (year on year/yoy). BRI masih menjadi bank dengan pencapaian laba terbesar di Indonesia. "Kunci yang menjadikan BRI labanya tumbuh atraktif dan nominalnya impresif tidak lain karena BRI dikelola oleh tim profesional yang menerapkan GCG yang baik, risk management memadai sehingga kami menikmati hasilnya laba Rp 60,4 triliun," ujar Sunarso. Bank bersandi saham BBRI masih menjadi jawara dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebilai Rp 60,1 triliun, meningkat  17,45% (yoy) sepanjang tahun lalu. (Yetede)

Goto Siap Buyback Saham

01 Feb 2024
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham, seiring dengan arah profitabilitas dan perbaikan arus kas perusahaan. Langkah strategis  tersebut ditempuh setelah emiten teknologi ini merampungkan mega transaksi senilai Rp33 triliun dengan TikTok Pte Ltd, perusahaan platform entertainment global asal China. Direktur Utama Group Go To Patrick Walujo mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan transaksi kerja sama dengan TikTok, yang akan terus memberikan manfaat kepada Indonesia dengan para pelaku UMKM. Ini juga merupakan langkah besar bagi Grup Go To. 

Setelah berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif  pada kuartal IV-2023, perusahan  mengakselerasi pertumbuhan, salah satunya melalui dukungan dan kerja sama dengan ekosistem mitra bisnis Go To. "Seiring dengan arah profitabilitas dan perbaikan arus kas GoTo, perusahaan akan mengoptimalkan  penggunaan modal dan sedang menyusun rencana alokasi modal ke depan. Rencana tersebut mencakup beberapa inisiatif, termasuk kemungkinan  dilakukannya buyback saham, di mana hal ini akan bergantung pada persetujuan regulator dan pemegang saham," kata Patrick Walujo. (Yetede)

Bauran Kebijakan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 5,5%

01 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi  Indonesia tahun ini  di atas 5% dengan kisaran target 4,7-5,5%. Untuk itu, BI terus memperkuat bauran kebijakan  dengan mensinergikan  upaya menjaga stabilitas dengan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan untuk mewaspadai dampak rambatan dari gejolak perekonomian dunia terhadap perekonomian domestik.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas, sedangkan keempat kebijakan makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif hijau, diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ikhtiar menjalankan bauran kebijakan dilakukan secara sinergis dengan  seluruh pemangku  kepentingan  terkait mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga akademis. (Yetede)

50 Investor Finlandia Incar Peluang Investasi IKN

01 Feb 2024
Sebanyak 50 perusahaan asal Finlandia mengincar peluang investasi IKN. Hal tersebut disampaikan Menteri Perekonomian Finlandia, Wille Rydman usai bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Basuki Hadimuljono di jakarta pada Senin lalu (29/01/2024). "Sebagai salah satu  negara yang paling terdigitalisasi, kami yakin Finlandia memiliki keahlian yang diperlukan oleh Indonesia dalam membangun IKN dengan fokus smart city. Oleh karena itu, kami semua yang tergabung dalam Team Finlandia ini berkomitmen  penuh dan siap bekerja sama sebagai satu  tim dengan Indonesia dalam pembangunan smart city," kata Willy. Adapun Menteri Basuki menyambut baik komitmen Finlandia. Menurutnya, selain terkenal sebagai negara maju  dengan konsep digitalisasi perkotaan, Finlandia juga terkenal sebagai negara maju dengan pemanfaatan teknologi energi terbarukan. (Yetede)

2024, Penjualan Rumah Ditaksir Tumbuh 12%

01 Feb 2024
Kalangan pengembang properti dan perbankan memprediksi penjualan rumah komersial dan subsidi tahun 2024 tumbuh berkisar 10-12%. Pertumbuhan itu didorong oleh stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI), selain itu dipicu  oleh kebutuhan konsumen pengguna (end user) yang masih tinggi. Menurut Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu, pemicu pertumbuhan terutama  didorong oleh stimulus pemerintah mulai dari kebijakan Pajak Pertambahan Nilai  (PPN DTP) hingga harga rumah Rp 5 miliar. Lalu, insentif biaya administrasi pengurusan rumah murah   untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebesar Rp 4 juta dan pelonggaran rasio LTV/FTV Kredit/Pembiayaan Properti menjadi maksimal 100% untuk semua jenis property. Selain itu, masih adanya KPR subsidi. "Stimulus-stimulus ini yang menyebabkan pertumbuhan penjualan rumah yang tahun ini kita harapkan mencapai 12%," kata Nixon. (Yetede)

Menambah Porsi Kredit UMKM

01 Feb 2024
Sejumlah bank berupaya mengerek pertumbuhan kredit untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun ini. Pembiayaan bagi sektor tersebut sempat tersendat pada tahun lalu. Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit UMKM hanya tumbuh 7,9 persen pada 2023, lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit UMKM sepanjang 2022 yang sebesar 10,2 persen.  Menurut bank sentral, penyaluran kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah turun masing-masing sebesar 2-8 persen dan 3,5 persen pada 2023. Sementara itu, penyaluran kredit untuk segmen usaha mikro naik 24,5 persen. Meski meningkat, pertumbuhan kredit usaha mikro pada tahun lalu masih di bawah pertumbuhan pada 2022 yang sebesar 38,4 persen. 

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Yuddy Renaldi menuturkan perlambatan penyaluran kredit UMKM merupakan bentuk kehati-hatian bank nasional menjelang berakhirnya masa pelonggaran restrukturisasi kredit macet. Otoritas Jasa Keuangan memutuskan program restrukturisasi kredit buat nasabah yang terkena dampak Covid-19 berakhir pada Maret 2024.  Yuddy mengimbuhkan, BJB sendiri masih mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit buat UMKM. Pada 2023, nilainya naik 20 persen. "Tahun ini, kredit untuk segmen UMKM akan terus bertumbuh, ditambah kredit UMKM nonprogram yang juga disalurkan BJB," katanya kepada Tempo, Rabu, 31 Januari lalu. Emiten dengan kode BJBR ini mendorong pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12-15 persen. (Yetede)