Ekonomi
( 40733 )Kian Ekspansif! Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 15,1 Triliun Pada 2023
Bank Mandiri dengan strategi bisnis yang konsisten untuk focus pada pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem serta didukung strategi digitalisasi, berhasil mencetak pertumbuhan gemilang sepanjang 2023 dengan membukukan laba bersih Rp 55,1 triliun, tumbuh 33,7 % secara year on year. Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan “Dari berbagai tantangan yang ada di tahun 2023, kondisi ekonomi Indonesia masih resilien didorong peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi dan inflasi yang masih terjaga. Di sisi lain, ruang kinerja fiskal Indonesia masih besar untuk mendukung perekonomian,” katanya di Jakarta, Rabu (31/1).
Hal ini diselaraskan oleh Bank Mandiri dengan strategi yang tepat untuk menghasilkan bisnis berkelanjutan. Terbukti sepanjang 2023 Bank Mandiri mampu meningkatkan volume bisnis pada semua segmen dan memperkuat efisiensi perseroan. Terlihat dari total asset Bank Mandiri yang berhasil menembus Rp 2.174,2 triliun pada akhir 2023, naik 9,12 % dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.992,5 triliun (Yoga)
Mitigasi Risiko Ketidakpastian Global
Belum reda tekanan akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, saat ini perekonomian global kembali dihadapkan pada ketidakpastian baru yang disebabkan perang Israel-Palestina. Krisis Timur Tengah yang menyeret AS dan sekutunya ini langsung membuat harga minyak dunia bergejolak. Keterlibatan AS dan sekutunya dalam pusaran konflik dengan menyerang Yaman langsung menaikkan harga minyak dunia jenis Brent sebesar 4 % menjadi 80 USD / barel dan jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,79 % menjadi 74,03 USD / barel. Kenaikan tertinggi terjadi pada harga gas alam, sekitar 25 % pada 12 Januari 2024. Sebelumnya, ekonom Bank Investasi AMP di Australia, Shane Oliver, mengingatkan, serangan AS dan sekutunya terhadap Yaman meningkatkan peluang Iran terlibat langsung dalam konflik di kawasan (Kompas, 13/1/2024).
Akibatnya, pasokan minyak global akan terancam sehingga menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan dan inflasi global. Berakhirnya era suku bunga tinggi yang ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha dan konsumen kembali buyar. Proyeksi bahwa inflasi AS akan turun signifikan sehingga memberi ruang bagi The Fed dan bank sentral secara global melonggarkan suku bunga acuan pada semester pertama 2024 mengalami ketidakpastian. Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings memperkirakan harga minyak dunia akan meningkat pada 2024 akibat perang Timteng yang dimulai dari konflik Hamas-Israel. Kenaikan harga minyak dunia akan mendongkrak inflasi dan menggerus pertumbuhan ekonomi global. Hasil simulasi Fitch Rating (2023) menunjukkan kenaikan harga minyak dunia sebesar 10 % akan menurunkan pertumbuhan ekonomi global 0,4 % menjadi 2,7 % pada 2024, dan 0,1 % tahun 2025 ke level 3,0 %.
Proyeksi ini didasarkan pada asumsi rata-rata harga minyak dunia 75 USD / barel tahun 2023 serta 70 USD / barel tahun 2024 dan 2025. Terhambatnya produksi minyak dunia dan gangguan pada rantai distribusi akibat meluasnya perang di Timteng dapat membuat harga minyak dunia naik signifikan, menjadi 120 USD / barel pada 2024 dan 100 USD / barel pada 2025 (Fitch Rating, 2023). Kenaikan harga minyak dunia akibat perang Timteng membuat arah pergerakan suku bunga global menjadi tidak menentu. The Fed dan bank sentral negara-negara EMEs berpotensi menunda menurunkan suku bunga acuan hingga semester kedua 2024. Respons kebijakan dari otoritas moneter EMEs, khususnya BI, adalah tetap konsisten pada kerangka kebijakan inflation targeting (IT) dengan target inflasi 2,5 % plus-minus 1 %. Dengan demikian, BI dituntut berhati-hati melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuan. (Yoga)
Pemerintah Dorong Tingkat Kesejahteraan
Optimisme Pelaku Usaha Cetak Rekor Tertinggi
Empat Bank Jumbo Raup Laba Rp190,24 Triliun
Goto Siap Buyback Saham
Bauran Kebijakan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 5,5%
50 Investor Finlandia Incar Peluang Investasi IKN
2024, Penjualan Rumah Ditaksir Tumbuh 12%
Menambah Porsi Kredit UMKM
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









