Ekonomi
( 40465 )Raungan Alarm Disrupsi Perdagangan Dunia
Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB atau UNCTAD
menyalakan alarm disrupsi perdagangan dunia. Disrupsi terjadi tidak hanya
akibat hambatan perdagangan maritim di Laut Hitam, tetapi juga di Laut Merah
dan Terusan Panama. UNCTAD menyebutkan, krisis perdagangan di Laut Hitam akibat
perang Rusia-Ukraina masih belum berakhir sejak 2022. Belakangan ini muncul
krisis baru di sektor perdagangan maritim di Laut Merah dan Terusan Panama. Laut
Merah yang terhubung dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez menjadi arena
perang Houthi melawan AS dan Inggris. Serangan Houthi terhadap kapal-kapal
dagang dan komersial berbendera negara pendukung Israel itu mulai diladeni AS
dan Inggris. Adapun di Terusan Panama, penurunan ketinggian air Danau Gatun,
yang merupakan sumber utama air kanal akibat dampak El Nino, menyebabkan jumlah
kapal yang melintas dikurangi.
Dari rerata 36 kapal per hari, hanya 24 kapal yang diizinkan
lewat pada Januari 2024 dan 18 kapal pada Februari 2024. Kepala Logistik
Perdagangan UNCTAD Jan Hoffmann mengatakan, transportasi laut berperan penting
dalam perdagangan internasional. Sektor tersebut menjadi urat nadi pergerakan 80
% barang global. Krisis perdagangan maritim di Laut Hitam, Laut Merah, dan
Terusan Panama bakal mendisrupsi perdagangan global. ”Krisis di Laut Merah,
misalnya, akan menyebabkan volume perdagangan melalui Terusan Suez turun 42 %. Padahal,
terusan sepanjang 164 kilometer itu menangani 12-15 % perdagangan global tahun
2023,” ujarnya dalam konferensi pers harian PBB pada 26 Januari 2024. UNCTAD
mencatat, indeks pergerakan kapal barang di Terusan Suez per 23 Januari 2024
sebesar 89,27 atau berada di bawah ambang batas 100. Kapal-kapal itu mencakup kapal
kargo curah, kapal tanker, dan kapal kontainer. (Yoga)
Teknologi, Mesin Uang Orang-orang Terkaya di Dunia
Pada 26 Januari 2024, Forbes merilis daftar orang terkaya di
dunia. Bernard Arnault, pemilik grup jenama premium dunia LVMH dengan kekayaan
207,8 miliar USD atau Rp 3.278 triliun, di urutan puncak, menyalip Elon Musk,
bos Tesla dan X (bekas Twitter) yang memiliki kekayaan 204,5 miliar USD atau Rp
3.226 triliun. Arnault juga berhasil mengalahkan para
”alumni” orang terkaya sedunia, antara lain Bill Gates, Jeff Bezos, dan Warren
Buffett. Awal Januari 2024, Musk masih
duduk di singgasana manusia terkaya di dunia. Menurut Forbes, keberhasilan
Arnault menjadi peringkat pertama terkaya sedunia lantaran merosotnya saham
Tesla di pasar saham AS hingga 13 %, Kamis pekan lalu, yang membuat Musk
kehilangan kekayaan 18 miliar USD. Di sisi lain, saham LVMH yang tercatat di
bursa saham Eropa melonjak 13 % pada Jumat pekan lalu.
Posisi Arnault sebagai orang terkaya dunia hanya bertahan beberapa
hari. Mengutip Bloomberg Billionaires Index (BBI), Senin (29/1) orang terkaya
kembali direbut oleh Musk. Arnault turun ke peringkat ketiga, peringkat kedua
diduduki Bezos. Berdasarkan BBI, 8 dari 10 orang terkaya di dunia berasal dari
perusahaan teknologi. Selain Musk (1) dan Bezos (2), ada Bill Gates (4), Mark
Zuckerberg (5), Steve Ballmer (6), Larry Page (7), Sergey Brin (8), dan Larry
Ellison (10). Hanya Arnault (3) dan Buffett (9) yang berlatar belakang usaha di
luar teknologi, masing-masing dari industri barang konsumsi dan konglomerasi
beragam industri. Zuckerberg, pada 2024 sudah mencatat tambahan kekayaan 14,1
miliar USD sehingga kekayaannya menjadi 142 miliar USD. Raja media sosial dari
Meta Grup ini tercatat sebagai miliarder dengan penambahan kekayaan terbesar sejauh
ini pada 2024. Pentolan Google, Larry Page, juga mencatat tambahan kekayaan 10,1
miliar USD.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance
(Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan, para miliarder pendiri perusahaan
teknologi dunia ini berhasil mendapatkan keberlimpahan harta lantaran membuat
produk yang menjawab kebutuhan masyarakat modern akan teknologi. Tak heran saat
ini ada idiom code is the new gold, bahwa kode-kode sistem pemrograman
teknologi adalah emas baru. ”Seperti halnya rumus dasar ekonomi, yakni
permintaan dan pasokan, mereka berhasil memberikan jawaban (pasokan) atas
kebutuhan yang ada,” ujar Esther yang dihubungi Senin. (Yoga)
Inflasi 2025-2027 Ditarget Sebesar 2,5 Persen
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat tim pengendalian inflasi pusat menyepakati sasaran inflasi 2025 hingga 2027 sebesar 2,5 % plus-minus 1 %. Pada 2023, inflasi di Indonesia tercatat sebesar 2,61 %, lebih rendah dari realisasi 2022 yang 5,51 %. Upaya menjaga inflasi berfokus pada pengendalian harga pangan dan penyaluran bantuan langsung tunai Rp 11,25 triliun. Tahun ini, pemerintah menetapkan langkah kebijakan moneter dan fiskal guna mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pengendalian harga pangan bergejolak (volatile food) ditargetkan terjaga di bawah 5 %. Fokusnya pada komoditas beras, aneka cabai, dan aneka bawang.
”Kemudian menjaga ketersediaan pasokan dengan distribusi pangan untuk mitigasi risiko jangka pendek dan antisipasi pergeseran musim panen, serta menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (29/1). Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) Teuku Riefky, menyatakan, target inflasi pemerintah 2024-2027 dapat dipahami. Tren ini berkaca dari perkembangan global dan dinamika perekonomian Indonesia saat ini. ”Jadi ini cukup masuk akal diturunkan ke 2,5 % (dari 3 % plus-minus 1 persen). Apalagi, tingkat inflasi Indonesia dan global belakangan ada di lower bound target BI sebelumnya. Ini revisi target yang realistis dan relevan,” tuturnya. (Yoga)
Sultra Ekspor Perdana Pinang ke Iran
Whoosh Akan Menerapkan Tarif Dinamis
Pengembang Minta Kenaikan Tarif PBB Ditunda
Harum Energi Akuisisi 60% Saham Westrong Rp3,4 Triliun
Operator Telko Siap Jual Internet Kabel 100 Mbp
Angkutan Barang PT KAI Ditargetkan Tumbuh 7%
Revolusi Maju untuk Perikanan Berkeadilan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









