;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

ALARM PERIKANAN INDONESIA

31 Jan 2024

Praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur kian mengancam perikanan global. Hasil studi terbaru yang dirilis Global Fishing Watch menemukan, 75 % kapal-kapal penangkapan ikan berskala industri di dunia tak terpantau publik. Global Fishing Watch bekerja sama dengan peneliti Universitas Wisconsin-Madison, Duke University, UC Santa Barbara, dan SkyTruth menganalisis citra satelit selama periode 2017-2021. Mereka mendeteksi kapal dan infrastruktur lepas pantai di perairan pesisir pada enam benua yang sebagian besar merupakan wilayah aktivitas industri. Hasil analisis menunjukkan, aktivitas kapal-kapal itu tidak terdokumentasi dengan baik dan tidak terdeteksi sistem pemantauan publik.

Organisasi konservasi laut internasional, Oceana.Org, yang juga pendiri Global Fishing Watch, menyebut, jumlah kapal perikanan skala industri di dunia mencapai 440.000 kapal. Hasil tang kapannya 72 % total penangkapan ikan di laut. ”Pemerintah tidak akan bisa mengelola apa yang mereka tidak bisa lihat,” kata Jacqueline Savitz, Chief Policy Officer Oceana, dalam keterangan pers, Rabu (3/1). Hasil penelitian Global Fishing Watch juga menemukan banyak kapal penangkap ikan gelap beroperasi di kawasan perlindungan laut. Kehadiran armada gelap itu menimbulkan tantangan besar bagi dunia dalam upaya melindungi dan mengelola sumber daya ikan.

”Revolusi industri baru telah muncul di lautan kita tanpa terdeteksi sampai sekarang,” ujar David Kroodsma, Director of Research and Innovation Global Fishing Watch, dalam rilis Global Fishing Watch. Penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (ilegal, unreported, unregulated/IUU fishing), yang juga dikategorikan sebagai kejahatan transnasional terorganisir, menjadi pemicu utama terkurasnya sumber daya laut yang mengancam ketahanan pangan dunia dan memukul rasa keadilan bagi pelaku usaha perikanan yang selama ini patuh regulasi. Bentuk IUU fishing, antara lain, penangkapan ikan tanpa izin, pelanggaran batas wilayah tangkapan, penangkapan ikan berlebih, dan penggunaan alat tangkap ikan yang terlarang dan merusak ekosistem.

Kerugian dari IUU fishing itu ditaksir berkisar 10 miliar USD - 23 miliar USD (Rp 158 triliun - Rp 363,4 triliun). Lemahnya tata kelola perdagangan komoditas perikanan menyebabkan penurunan stok dan kualitas perikanan, selain berdampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Peneliti Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Felicia Nugroho, dalam konferensi pers, pekan lalu, mengungkap, laporan Indeks Risiko IUU Fishing perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sebab, laporan itu menjadi rujukan pasar internasional untuk memilah produk perikanan laut yang terhindar dari praktik perikanan ilegal. Badan-badan perdagangan juga menggunakan laporan itu untuk menghindari risiko masuknya ikan dari sumber ilegal ke negara. ”(Laporan) ini akan sangat berdampak jika pembuat kebijakan tidak melihat ini sebagai langkah-langkah (perbaikan) ke depan,” ujarnya. (Yoga)

JALAN PANJANG MENJAGA RASA KUE KERANJANG TUKANGAN

31 Jan 2024

Mariyem (64) dengan cekatan memotong plastik di sekeliling kue berwarna coklat dengan wujud bundar yang telah selesai dibuat dan akan dikemas di industri kue Bak Cang Kue Mangkuk di Kampung Tukangan, Danurejan, Yogyakarta, Selasa (30/1). Ia rutin membantu produksi di tempat itu sejak tahun 1973. Pabrik kue keranjang itu, tahun ini mempekerjakan enam pekerja harian lepas, termasuk Mariyem. Pembuatan kue di tempat usaha yang dirintis warga keturunan Tionghoa, Siauw Boen Tyhauw, sekitar tahun 1960 itu hanya dilakukan setiap setahun sekali menjelang hari raya Imlek. Kue yang dalam Bahasa Mandarin bernama nian gao itu menjadi penganan khas yang banyak disantap warga keturunan Tionghoa saat perayaan Imlek.

Cita rasa manis dari makanan yang dibuat dari beras ketan dan gula awalnya dipercaya sebagai hidangan yang ditujukan untuk menyenangkan Dewa Tungku (Cau Kun Kong) agar membawa laporan yang menyenangkan kepada Raja Surga perihal warga yang mempersembahkannya. Meningkatnya permintaan kue tersebut menjelang Imlek menghadirkan peluang rezeki bagi sejumlah tempat usaha di Yogyakarta. UMKM Bak Cang Kue Mangkuk yang kini dikelola kakak beradik Sulistyowati (78) dan Sianywati (75), putri Siauw Boen Tyhauw, termasuk salah satu yang rutin memproduksi kue keranjang dengan produk yang banyak dicari. ”Kami terus membuat kue keranjang sejak awal berdiri dan hanya berhenti produksi satu kali saat pandemi (Covid-19) lalu,” ujar Sianywati. Kue keranjang yang diberi label Lampion dan Naga tersebut tahun ini dijual dengan harga Rp 52.000 per buah. Dalam sehari, tempat usaha itu memproduksi 200 kg kue keranjang.

Bak Cang Kue Mangkuk terus berjuang menjaga perputaran roda ekonominya dengan mempertahankan pelanggan. ”Pelanggan kami terus berkurang karena sudah banyak yang meninggal,” ucap Sianywati. Upaya agar pelanggan tak hilang adalah dengan mempertahankan cita rasa kue keranjang. Menurut Sianywati, pengukusan kue keranjang harus dilakukan dengan api yang konstan melalui penggunaan kompor minyak tanah agar kue memiliki rasa yang serupa seperti ketika dibuat oleh ayahnya setengah abad lalu.Tradisi hiruk-pikuk membuat kue keranjang hanya berlangsung dua pekan dalam setahun di Bak Cang Kue Mangkuk ketika mendekati Imlek. Bangunan bekas rumah makan Seneng yang berjaya pada tahun 1970-an dengan menu andalan bakso dan berjarak 300 meter dari Stasiun Lempuyangan itu akan kembali sepi sesudah Imlek. (Yoga)

Ekonomi RI Tahan Banting

31 Jan 2024
Perekonomian global masih menghadapi sejumlah tantangan berat pada 2024, sehingga diprediksi tumbuh melambat. Namun, di tengah kondisi itu, ekonomi Indonesia diprediksi tetap tahan banting atau resilien, ditopang oleh permintaan domestik yang bisa meredam pelemahan eksternal. Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 5,2%. Motor pertumbuhan  ekonomi tahun ini adalah penyelenggaraan pemilu serta berlanjutnya proyek strategis nasional (PSN). Solidnya ekonomi Indonesia bakal berimbas positif ke pasar keuangan. Tahun ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa melaju ke level 7.600, sedangkan imbas hasil investasi obligasi diprediksi 9,8%. Menteri Keuangan (Kemenkeu) sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, dalam laporan Global Economic Prospect January 2024, bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat dari 3% pada tahun 2022 menjadi 2,6% tahun 2023. (Yetede)

Minat Investasi Tinggi, Lelang SUN Serap Rp24 Triliun

31 Jan 2024
Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 24 triliun dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (30/1/2024). Hal ini dengan mempertimbangkan yield Surat Berharga Negara  (SBN) yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2024, dan kondisi kas negara terkini. Lelang SUN tersebut untuk seri SPN03240501 (new inssuance), SPN12250116 (reopening), FR0101 (reopening), FRSDG001 (reopening) FR0100 (reopening) FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening) melalui sistem lelang  Bank Indonesia. Total penawaran yang masuk sebesar Rp73,24 triliun. Adapun sesuai dengan kalender penerbitan SBN selanjutnya tahun 2024, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada 12 Februari 2024. Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan menjelaskan, market SUN bergerak positif  setelah pengumuman estimasi net borrowing bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed untuk kuartal I-2024 lebih rendah dari yang diumumkan bulan Oktober. (Yetede)

Paruh Kedua, DPK Perbankan Tak lagi Tersendat

31 Jan 2024
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan per Desember 2023 tumbuh 3,73% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, pada paruh kedua tahun ini diproyeksi pertumbuhan  DPK sudah kembali normal, di kisaran 6-7% (yoy). Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja perbankan hingga akhir Desember 2023 masih terjaga dengan kecukupan likuiditas yang juga memadai, meskipun pertumbuhan DPK cenderung tertekan di kisaran 3,73%. Dia menilai, seretnya pertumbuhan DPK ini juga sejalan dengan korporasi yang ekspansi usahanya, namun enggan meminjam kredit  kepada perbankan lantaran bunga kredit yang disebut naik. Hal ini terlihat dari data simpanan jumbo dengan tiering di atas Rp 5 miliar yang anjlok. "Simpanan di atas Rp 5 miliar turun terus, dari akhir tahun lalu (2022) 14-15%, sekarang tumbuh 3,51% (2023), dugaan kami ini korporasi trennya mereka beralih ekspansi pakai uang sendiri dari pada pinjam bank. (Yetede)

Mitigasi Risiko Pangan, Meredam Inflasi

31 Jan 2024
Pemerintah menegaskan, bantuan sosial (Bansos) dalam bentuk bantuan  langsung tunai (BLT) mitigasi risiko pangan pada kuartal I-2023 sebagai upaya untuk meredam inflasi. Adapun komponen inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) mencapai 6,73% year on year (yoy) pada Desember 2023. Hal ini harus diantisipasi agar dampak komoditas pangan tidak berpengaruh langsung kepada masyarakat. "Inflasi volatile food itu nilainya mash 6,73% secara yoy, dari sisi pemerintah karena volatile food domain-nya pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam upaya meredam inflasi voletile food dilakukan melalui sinergi Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah  (TPIP) dan TPID) dan Penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino. Ke depan, kebijakan moneter yang pro stability dan sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah (pusat dan daerah) terus diperkuat guna memastikan  inflasi tahun 2024. (Yetede)

Saham Astra Internasional Bangkit

31 Jan 2024
Saham PT Astra Internasional  Tbk (ASII) menguat (rebpund)  170 poin (3,45%) ke posisi Rp5.100 pada Selasa (30/10/2024), setelah mengalami tren penurunan sejak awal tahun ini. Penguatan itu disebut analis berpotensi menjadi momentum kebangkitan bagi saham raksasa otomotif Tanah Air ini untuk menuju Rp 7.000. Apalagi, harga saham ASII saat ini terbilang sudah sangat murah, dengan PER 6X dan PBV di bawah 1x. "Rebound hari ini bisa saja menjadi titik balik. Momentum kenaikan sudah dekat. Begitu laporan keuangan keluar, investor sudah bisa menghitung dividen yang akan dibagi Astra. Target ASII akan menuju Rp7.000, untuk selanjutnya ke Rp7.500," kata Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe kepada Investor Daily, Selasa (30/1/2024). Kiswoyo menambahkan, isu skandal mesin diesel kendaraan Toyota (Hilux, Fortuner, Innova) tidak berdampak signifikan terhadap ASII. "Tidak ada pengaruhnya ke Astra. Kontribusi jenis kendaraan itu ke penjualan Astra juga kecil. Buktinya, saat isu mesin diesel itu mengemuka hari ini, sahamnya justru rebound," tutur dia. (Yetede)

2023, Pelindo Catat Pendapatan Rp 30,9 Triliun

31 Jan 2024
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo  sepanjang tahun 2023 membukukan pendapatan sebesar Rp 30,9 triliun  atau tumbuh 4% jika dibandingkan pendapatan 2022 yang mencapai Rp 29,7 triliun (unaudited). Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengungkapkan, Pelindo tetap optomistis pertumbuhan bisnis perseroan pada 2024 akan melesat lebih bagus dibandingkan 2023. "Alhamdulillah Pelindo realisasi bisa meningkatkan dan bertumbuh, saya tentu senang karena secara kinerja sangat jauh meningkat secara kinerja sangat jauh meningkat sejak merger dilakukan perusahaan sangat sehat," kata Arif kepada Investor Daily di pelindo Tower Jakarta, Senin (29/01/2024). Arif menuturkan kinerja perseroran terutama ditopang dari empat entitas layanan bisnis yakni non-petikemas, petikemas, layanan logistik dan jasa fasilitas kepelabuhan. (Yetede)

Tarif Penyebrangan Merak-Bakauheni Naik 8,72%

31 Jan 2024
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)  akan menerapkan penyesuaian  tarif angkutan pada Layanan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Penyebrangan Merak dan Bakaueheni mulai Kamis (1/2) pukul 00.00 WIB. Penyesuain tarif layanan ekspress ini mengacu pada Surat Menteri Perhubungan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: PR.302/4/16 PHB 2023 tanggal 15 November 2023 tentang Persetujuan Penyesuaian Tarif Jasa Kepelabuhan Pada Penyebrangan Merak dan Bakauheni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan penerapan penyesuaian tarif angkutan layanan dermaga eksekutif di Merak dan Bakauheni dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan angkutan penyebranan, keselamatan dan keamanan pelayaran. Selain itu, hal ini juga dilakukan  demi menjaga kelangsungan industri angkutan  penyebrangan dan peningkatan daya asing dengan model lain. (Yetede)

Bertumpu pada Impor Kedelai

31 Jan 2024
Stok kedelai nasional menjadi perhatian karena sebagian besar pasokannya masih bergantung dari impor. Pemerintah memastikan gelombang kedelai impor segera masuk untuk mengantisipasi kelangkaan di pasar. "Keterlambatan kedatangan kedelai ini kan dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang terjadi, sehingga mengganggu kelancaran logistik internasional. Namun ini terus kami dorong untuk segera masuk sehingga ketersediaannya stabil," kata Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi kemarin, 30 Januari 2024.

Berdasarkan neraca pangan nasional, produksi kedelai nasional baru 301 ribu ton, sedangkan kebutuhannya mencapai 2,8 juta ton. Defisit kedelai sekitar 2,5 juta ton tersebut diisi dengan kebijakan importasi. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menuturkan penyebab masalah transportasi kedelai impor, yakni pendangkalan Terusan Suez serta konflik di Israel dan Palestina. Keduanya menjadi kendala bagi kapal kontainer dan hambatan impor kedelai dari negara produsen, Amerika Serikat dan negara di Amerika Latin. Gangguan tersebut membuat kapal pengangkut memutar hingga ke Tanjung Harapan, selatan Afrika, dan menyebabkan keterlambatan hingga tiga pekan.

Bayu mengatakan terbatasnya pasokan kedelai juga disebabkan Bulog pada tahun lalu tidak melakukan importasi. Alhasil impor kedelai sudah dilakukan oleh swasta, dan sudah masuk ke Indonesia. “Sepengetahuan saya, yang sudah masuk kedelai yang diimpor swasta,” kata Bayu. Saat ini kedelai impor sudah tiba di sejumlah daerah, seperti di Jawa Timur dan Banten. Bayu berharap kehadiran kedelai impor dapat menstabilkan harga menjelang Ramadan. Menyitir Data Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga kedelai impor secara nasional hari ini berada di level Rp13.180 per kilogram atau turun 1,05 persen dari harga sebelumnya. (Yetede)