;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Asing Masuk Rp 8,51 Triliun di Akhir Januari 2024

05 Feb 2024
Aliran modal asing tercatat masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan kelima Januari 2024. Berdasarkan data transaksi dari Bank Indonesia (BI) periode 29 Januari hingga 1 Februari 2024, nonresiden membeli neto Rp 8,51 triliun di pasar keuangan domestik. Asisten Gubernur BI Erwin Haryono bilang, dana asing masuk ke pasar surat berharga negara (SBN), pasar saham, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). "Nonresiden beli neto Rp 5,51 triliun di pasar SBN, beli neto Rp 2,46 triliun di pasar SBN, dan beli neto Rp 540 miliar di SRBI," terang Erwin dalam keterangannya, Jumat (2/2). Meski ada aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri, premi risiko investasi di Indonesia tampak naik tipis. Tercatat, premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun per 1 Februari 2024 sebesar 75,15 basis poin (bps), atau naik tipis dari 75,12 bps pada 26 Januari 2024. Dengan perkembangan tersebut, data setelmen dari awal 2024 hingga 1 Februari 2024 menunjukkan, arus modal asing yang masuk secara neto ke pasar SBN, pasar saham, maupun SRBI.

Kinerja Reksadana Belum Bertaji

05 Feb 2024
Kinerja reksadana cenderung mendatar di bulan Januari 2024. Berdasarkan data Infovesta, beragam  jenis reksadana masih mencatatkan pertumbuhan positif di periode itu. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat pertumbuhan imbal hasil produk reksadana di periode tesebut  cenderung tipis. Ini mencerminkan pasar berada di fase konsolidasi. Ditengarai penyebabnya terkait geopolitik hingga soal suku bunga acuan global. Arjun memaparkan penurunan tipis IHSG di bulan Januari sebesar -0,89% turut mempengaruhi performa reksadana saham. Ini terlihat dari Infovesta 90 Equity Fund Index & Infovesta Equity Fund Index yang hanya  mencatat pertumbuhan  tahunan 0,29% dan 0,05% secara bulanan. Sedangkan Direktur Batavia Prosperindo Asset Manajemen (BPAM) Eri Kusnadi mencermati kinerja reksadana pasar uang lebih stabil dan konsisten di tengah volalitas yang terjadi selama Januari 2024. Sementara reksadana berbasis saham ataupun obligasi sedikit terpengaruh volatilitas yang membayangi pasar di awal tahun. Selain itu reksadana pendapatan tetap juga bisa dilirik. Ini berdasarkan ekspektasi pemangkasan suku bunga mulai kuartal kedua tahun 2024 yang bisa memicu kenaikan harga obligasi. Namun, pilihan reksadana, sebut Eri, tetap tergantung profil investasi investor.

Kredit Himbara Deras ke Perusahaan Pelat Merah

05 Feb 2024
Ketergantungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kucuran kredit bank himpunan milik negara (himbara) masih besar. Contoh, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Pada 2023, BNI menyalurkan kredit ke perusahaan BUMN sebesar Rp 114,39 triliun, naik 20,39% secara tahunan. Pertumbuhan kredit BNI ke perusahaan BUMN itu terbilang paling tinggi di antara bank-bank Himbara. Sebagian besar aliran kredit BNI ke BUMN mengucur ke perusahaan pelat merah yang tergolong blue chip. Jika dirinci, Perum Bulog dan PT Jasa Marga Tbk menjadi perusahaaan BUMN dengan porsi kredit terbesar, masing-masing Rp 15,68 triliun dan Rp 13,97 triliun di 2023. Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir mengungkapkan, penyaluran kredit ke BUMN jadi salah satu pendongkrak kredit bank berlogo 46 ini di  2023. Dari catatan KONTAN, NPL kredit BNI ke BUMN mencapai 0,3% dari total pinjaman BUMN. Sedangkan LaR kredit BNI ke BUMN menurun dari 26,6% pada akhir 2022 menjadi 21,1% per September 2023. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit yang disalurkan ke pihak berelasi. Salah satunya sektor BUMN, dengan porsi mencapai 19,46% secara tahunan. Pada 2023, total kredit untuk pihak berelasi sebesar Rp 238,19 triliun. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris bilang, saat ini pihaknya paling banyak memberi kredit ke BUMN di sektor infrastruktur, seperti jalan, konstruksi, transportasi laut dan ketenagalistrikan, dengan portofolio 40% dari total kredit ke BUMN. Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat penurunan dalam penyaluran kredit ke BUMN. Tahun lalu, kredit BRI untuk BUMN turun 3,89% secara tahunan jadi Rp 61 triliun. Kredit paling besar disalurkan ke Perum Bulog, naik 186,88% jadi Rp 8.05 triliun. Terbesar kedua, ke PT PLN senilai Rp 7,22 triliun.  

Kelas Menengah Menahan Laju Ekonomi

05 Feb 2024

Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat  menjelang Pemilu 2024. Perlambatan terjadi akibat seretnya sumber pertumbuhan domestik maupun eksternal. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 sebesar 5,05% year on year (yoy). Angka ini meleset dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang sebesar 5,3%. Realisasi pertumbuhan ekonomi 2023 juga di bawah pertumbuhan ekonomi tahun 2022 yang sebesar 5,3%. Melandainya kinerja ekonomi dipicu sejumlah faktor. Pertama, pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat, yakni dari 4,94% yoy di 2022 menjadi 4,82% yoy pada 2023. Kelompok ini menyumbang 53,18% produk domestik bruto (PDB) tahun lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga terutama terjadi pada kelompok menengah atas. Indikasinya, pertumbuhan pajak pertambahan nilai atas barang mewah (PPnBM) dan jumlah penumpang angkutan udara yang tumbuh melambat. Juga, penjualan mobil yang tak sebesar tahun sebelumnya. Sebaliknya, investasi finansial seperti simpanan berjangka justru menguat.

Kedua, melambatnya pertumbuhan kinerja ekspor dari 16,23% yoy (2022) menjadi hanya 1,32% yoy (2023). Ini sejalan dengan perlambatan ekonomi global. Kabar baiknya, konsumsi pemerintah tumbuh positif 2,95% yoy setelah terkontraksi 4,47% pada 2022. Pun dengan kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) alias investasi yang tumbuh 4,4%, sedikit di atas pertumbuhan 2022 sebesar 3,87% yoy. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky menyoroti berbagai macam bantuan sosial (bansos) yang digelotorkan pemerintah pada tahun ini. Menurut dia, bansos tak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sebab, bansos diberikan untuk masyarakat miskin dan rentan. Sementara daya dorong ekonomi dari kelompok ini tidak signifikan. Ia juga menilai, pemerintah perlu mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru agar tak bergantung pada kinerja perdagangan. Sebab, kinerja ekspor, terutama komoditas, tergantung fluktuasi harga. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mewanti-wanti, tantangan perekonomian, terutama di semester I-2024. Mulai dari risiko lonjakan inflasi pangan akibat berlanjutnya El Nino, pemilu yang menyebabkan investor wait and see, hingga risiko melemahnya ekspor akibat perlambatan ekonomi global. 

Pilih Tunggu Hasil Pemilu Sebelum Tancap Gas

05 Feb 2024

Dalam dua pekan ke depan fokus pelaku pasar tertuju ke hajatan rakyat pemilihan umum presiden (pilpres) yang bakal digelar 14 Februari 2024. Pelaku pasar diprediksi cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham. Pengamat Pasar Modal CSA Insitute David Sutyanto menilai, investor asing masih berpotensi melanjutkan capital inflow, tapi dengan nilai yang lebih terbatas. David merujuk hasil survei dari Capital Sensitivity Analysis (CSA) Index untuk bulan Februari 2024. Dari data yang dikumpulkan pada 16–29 Januari 2024, CSA Index Februari berada di level 59,7 yang mengindikasikan penurunan tingkat optimisme dibandingkan bulan Januari yang mencapai angka 83,7. Indikasi penurunan gairah pelaku pasar ini terutama didorong oleh pemilu dan pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam CSA Index Februari, pelaku pasar melihat ketidakpastian akibat pemilu cukup tinggi. Jika selesai dengan satu putaran, maka cenderung menjadi hal positif. Dengan demikian pelaku pasar dapat segera mengalokasikan dananya menyesuaikan dengan hasil pilpres.

Tetapi, jika berlangsung dua putaran, maka ketidakpastian masih akan berlanjut. Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan mengatakan, pasar cenderung berharap pilpres kali ini hanya berjalan satu putaran saja. Tapi, jika terjadi dua putaran, dampaknya ke IHSG pun tak terlalu signifikan, sepanjang pilpres berjalan lancar. Sementara itu, pengamat pasar modal & founder WH-Project William Hartanto justru punya pandangan berbeda. Menurut dia, aksi beli justru berpotensi lebih marak terjadi sebelum pilpres. Langkah antisipasi dari investor ini dapat menjadi penyokong stabilitas pasar. Di samping efek pemilu, jangan lupa juga kalau pekan ini adalah pekan pendek di pasar saham. Masa efektif perdagangan hanya pada Senin hingga Rabu (5, 6 dan 7 Februari) karena libur peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Head of Research Mega Capital Sekuritas (Investasiku) Cheril Tanuwijaya mengatakan, kendati transaksi pasar saham berpotensi lebih sepi, volatilitas bisa tetap tinggi lantaran pelaku pasar akan mencerna data-data ekonomi yang banyak rilis pada pekan ini. Salah satunya, data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023.

KEMISKINAN GLOBAL : FIABCI Tawarkan Solusi Rumah Terjangkau

05 Feb 2024

Federasi Realestat Dunia menawarkan solusi konkret mengatasi kemiskinan global dengan menawarkan solusi akses kepemilikan rumah yang terjangkau. Presiden Federasi Real Estat Dunia (International Real Estate Federation/FIABCI) Budiarsa Sastrawinata mengatakan FIABCI menawarkan sejumlah gagasan inovatif untuk pengentasan kemiskinan, mulai dari konsep perumahan terjangkau hingga rekomendasi kebijakan. Adapun, konsep perumahan terjangkau harus dilandaskan dari berbagai aspek dan bervariasi antarwilayah dan lanskap ekonomi. Tawaran gagasan inovatif itu disampaikan Budiarsa dalam agenda Partnership Forum of the Economic and Social Council 2024 (ECOSOC) di Kantor ECOSOC, Markas Besar PBB, New York pada akhir Januari 2024. Dia menyebutkan FIABCI juga memberikan rekomendasi kebijakan, advokasi kebijakan global untuk perumahan yang terjangkau dengan menekankan prinsip berkelanjutan secara finansial dan sosial. Di sisi lain, Budiarsa menyatakan pendekatan holistik dan berkelanjutan juga penting dengan mempertimbangkan keberlanjutan komunitas dan kota secara lebih luas, mendorong persaingan, inovasi, dan keunggulan pasar. Dalam acara tersebut, Presiden Dunia FIABCI diundang untuk berkontribusi pada diskusi panel mengenai Aksi Nyata SDG 1, yang mengangkat tema Memperkuat Agenda 2030 dan Memberantas Kemiskinan Pada Saat Krisis: Penyampaian Solusi berkelanjutan, berketahanan, dan inovatif. Diskusi membahas tiga tren utama yakni konsentrasi kemiskinan dan kesenjangan geografis, meningkatnya konflik, serta transformasi demografis.

KOMODITAS PERTANIAN & PERKEBUNAN : URGENSI PENGHILIRAN SUMUT

05 Feb 2024

Provinsi Sumatra Utara berpotensi mengerek angka pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun-tahun mendatang dari sektor pertanian. Syaratnya, wilayah ini perlu melakukan transformasi perekonomian dari sektor agraris menjadi sektor industri pengolahan melalui penghiliran. Besarnya potensi sektor pertanian Sumatra Utara (Sumut) tak lepas dari peran subsektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang PDRB (produk domestik regional bruto) wilayah ini. Data data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada kuartal III/2023 tercatat sebesar 4,94% (year-on-year/YoY). Pada periode tersebut, lapangan usaha yang memiliki andil besar terhadap PDRB adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi mencapai 23,71%, disusul oleh sektor perdagangan dan sektor industri pengolahan. Pada sektor pertanian, di dalamnya terdapat subsektor perkebunan a.l sawit, karet, dan kopi. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut IGP Wira Kusuma memandang bahwa secara tahunan, pertumbuhan sektor pertanian yang didalamnya termasuk subsektor perkebunan per November 2023 termoderasi, meskipun kontribusinya masih menjadi yang terbesar bagi PDRB. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumut Agus Tripriyono mengatakan bahwa perekonomian suatu daerah bahkan belum dapat dikatakan cukup kuat jika basisnya masih dari sektor pertanian. Hal ini, imbuhnya, lantaran produktivitas dan kualitas sektor ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cuaca. Menurutnya, kontribusi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai komoditas utama Sumut pada kuartal III/2023 tercatat sebesar 35,4% dengan nilai ekspor mencapai US$2,6 miliar. 

Padahal, nilai ekspor CPO Sumut pada 2022 mencapai US$4,1 miliar. Dia berpandangan bahwa sektor pertanian dapat didorong dengan meningkatkan produktivitas tanaman pangan maupun melalui program peningkatan penghiliran. Agus mengatakan bahwa industri hilir pangan dari sektor pertanian yang dapat dikembangkan a.l pasta cabai, cabai kering, pasta tomat, termasuk buah-buahan, seperti markisa dan jeruk yang produksinya melimpah di provinsi ini. Adapun, komoditas kopi, karet, serta sawit merupakan beberapa komoditas perkebunan primadona ekspor Sumut yang penghilirannya cukup berkembang pesat di wilayah ini. Di sisi lain, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan bahwa sejumlah anggota Kadin Sumut tercatat bergerak di sektor hilir produk pertanian dan perkebunan. Dia juga mengungkapkan bahwa besarnya peluang industri hilir pertanian maupun perkebunan di kawasan ini sejalan dengan tingginya produksi komoditas tersebut. Sementara itu, ekonom dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin sepakat bahwa penghiliran produk pertanian (perkebunan) diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Apalagi, imbuhnya, untuk komoditas yang memiliki ratusan potensi turunan seperti sawit. Riset PalmOil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menunjukkan bahwa terdapat tiga jalur penghiliran kelapa sawit yakni jalur oleopangan (oleofood complex) dengan mengolahnya menjadi (contohnya) margarin, jalur oleokimia (oleochemical complex) yang menghasilkan produk oleokimia dasar, dan jalur biofuel atau bioenergi. Gunawan mengungkapkan bahwa bentuk dukungan itu bisa dengan memberikan insentif, keringanan pajak, maupun bentuk-bentuk kemudahan berusaha lainnya seperti akses infrastruktur, yang membuat pelaku usaha (swasta) tertarik untuk berinvestasi. Dia juga memberi catatan pada upaya pemerintah untuk mendorong penghiliran tanaman pangan demi menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis.

PROGRAM MINYAK GORENG RAKYAT : SETUMPUK JANJI BERESKAN RAFAKSI

05 Feb 2024

Keputusan pemerintah pada awal 2022 dengan menggulirkan program minyak goreng kemasan rakyat merek Minyakita, membawa misi menciptakan harga minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat. Hanya saja, sejak program Minya kita bergulir, tercecer berbagai persoalan yang hingga kini tak kunjung usai. Selisih harga produksi atau rafaksi yang mestinya dibayarkan pemerintah ke pelaku usaha, justru berujung kasus hukum. Selain itu, regulasi penetapan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita Rp14.000 per liter, sekadar manis di atas kertas. Konsumen dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), harus merogoh kocek lebih tinggi untuk membeli Minyakita. “Kalau minyak goreng ada gejolak lagi, kami tidak mau lagi menjalankan penugasan pemerintah untuk ikut menstabilkan harga lagi seperti 2022. Karena sampai sekarang saja yang itu [rafaksi] masih belum selesai,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey kepada Bisnis. 

 Utang rafaksi merupakan buah dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 3 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan Untuk Kebutuhan Masyarakat Dalam Kerangka Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Kebijakan tersebut lahir di era Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi . Dalam regulasi itu, pemerintah memberikan penugasan peritel untuk menjual minyak goreng kemasan satu harga sebesar Rp14.000 per liter pada 19 Januari 2022. Regulasi ini kemudian dicabut dan digantikan dengan beberapa kebijakan. Mulai dari Permendag No. 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit yang akhirnya digugurkan oleh Permendag No. 11/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Curah, serta Permendag No. 49/2022 tentang Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat. Kedua peraturan yang terbit pada era Mendag Zulkifli Hasan itu selisih umurnya belum sampai setengah tahun dari kebijakan lama. 

 Menurut Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika, pemerintah perlu menjaga iklim usaha dengan menuntaskan pembayaran selisih harga atau rafaksi Minyakita kepada pengusaha. Menurutnya, program terse\but sudah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan dinilai oleh surveyor independen. Alhasil secara mekanisme dan teknik sudah memenuhi kaidah pemenuhan barang dan jasa. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim memastikan utang rafaksi minyak goreng kepada pelaku usaha masih berlaku meskipun ada pergantian regulasi.“Setelah Permendag No. 3/2022 dicabut, dimintalah legal opinion dari Kejaksaan. Hasilnya, meskipun Permendag No. 3 dicabut, tapi kewajiban membayar utang masih ada,” kata Isy kepada Bisnis. Pemerintah, kata Isy, berharap persoalan utang rafaksi minyak goreng itu bisa segera diselesaikan. Meskipun tidak menjamin rampung sebelum Oktober 2024 seperti yang ditargetkan pelaku usaha. Ekonom sekaligus Pendiri Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini menyatakan minyak goreng menjadi salah satu contoh kegagapan pemerintah menangani isu pangan strategis. Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufi kurahman menekankan isu ketidakpastian harga minyak goreng jangan sampai terulang lagi pada awal tahun ini, khususnya menjelang Ramadan.

Langkah Antisipasi Risiko Ekonomi Global 2024

05 Feb 2024

Baru saja kita memasuki 2024 dengan penuh optimisme karena prospek ekonomi nasional makin membaik dibandingkan sebelumnya. Hal ini terlihat dari beberapa indikator makroekonomi antara lain pertumbuhan ekonomi dengan trend meningkat, inflasi yang stabil serta terjaganya stabilitas eksternal. Namun, pada 2024 situasi ekonomi global tampaknya masih belum sepenuhnya pulih. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia akan menyusut menjadi 2,9% (year-on-year/YoY) pada 2024, lebih rendah dari proyeksi 2023 yang tumbuh sebesar 3,00% (YoY). Fenomena risiko penurunan ekonomi global beserta dampaknya telah dipotret oleh World Economic Forum (WEF) melalui “The Global Risks Report 2024”. Dalam laporannya, disebutkan bahwa economic downturn masuk sepuluh besar risiko global yang akan berdampak pada peningkatan ketidakpastian dalam dua tahun ke depan. Salah satu pemicu yang menurunkan kinerja ekonomi global saat ini yaitu gejolak perekonomian di dua raksasa ekonomi dunia yang sedang mengalami masa transisi pascapandemi yaitu Amerika Serikat (AS) dan China.

 Di sektor keuangan, terjadinya gagal bayar utang pemerintah akan mendorong peningkatan imbal hasil US treasury untuk menjaga pasar keuangan tetap menarik. Kenaikan yield tersebut dapat memicu terjadinya capital outflow portfolio modal asing yang pada akhirnya berdampak pada pelemahan nilai tukar mata uang negara berkembang termasuk Indonesia. Bloomberg mencatat, imbal hasil US treasury saat ini untuk tenor 10 tahun berada di kisaran 4,1% atau masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya di kisaran 3,5%, meskipun mulai turun secara bertahap. Fenomena ini menunjukkan bahwa masih adanya risiko tekanan nilai tukar yang dipicu oleh naiknya yield US treasury meskipun sudah mulai melandai.Pada periode yang sama, di China sedang mengalami penurunan konsumsi rumah tangga dan kinerja investasi sebagai dampak lanjutan dari krisis properti yang terjadi sejak 3 tahun terakhir. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi China membawa konsekuensi terhadap turunnya permintaan komoditas dan bahan baku impor di Negara Panda. Selanjutnya, kondisi ini akan berdampak pada penyusutan permintaan ekspor bahan baku termasuk dari Indonesia. Data BPS menunjukkan nilai ekspor nonmigas nasional pada Desember 2023 sebesar US$242,90 miliar, mengalami penurunan 11,96% (YoY) dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai US$275,91 miliar.Perlu dicermati, porsi ekspor komoditas nonmigas nasional sebesar 25,66% bertujuan ke China pada 2023. 

 Di sisi regulasi, pemerintah telah mengatur penempatan devisa hasil ekspor dari pengelolaan dan/atau pengolahan sumber daya alam (DHE SDA) untuk meningkatkan likuiditas valas dalam negeri melalui PP No. 36 tahun 2023. Bank Indonesia juga menerbitkan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUKBI). Kedua jenis sekuritas tersebut merupakan instrumen operasi pasar valas yang pro-market untuk mendukung pendalaman pasar keuangan sekaligus menarik capital inflows dan mendukung stabilitas nilai tukar.

NASA Membangun PLTN di Bulan

05 Feb 2024

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) siap membangun pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN pertama di Bulan. Pembangkit ini akan menyediakan energi bersih, aman, dan andal guna menopang kolonisasi manusia secara berkelanjutan di Bulan. Jika semua berjalan lancar, PLTN ini akan mulai beroperasi pada awal dekade 2030-an. Penggunaan energi nuklir dalam misi eksplorasi luar angkasa makin masif. Sejak 1961, nuklir sudah digunakan sebagai sumber daya sejumlah wahana antariksa yang melakukan perjalanan ke tepian tata surya, atau satelit yang mengorbit Bumi. Saat ini NASA dan Badan Riset Pertahanan Maju AS (DARPA) juga sedang menyiapkan roket peluncur berbahan nuklir untuk diluncurkan pada 2026. NASA juga tengah menuntaskan rencana pembangunan reaktor nuklir pertama di Bulan. Energi nuklir ini akan dikonversi menjadi energi listrik demi menopang misi saat di Bulan sedang malam hari.

Disebabkan panjang waktu siang atau malam di Bulan mencapai 14 hari. Panjangnya malam di Bulan membuat energi Matahari tak bisa diandalkan sebagai penghasil energi listrik. Diperlukan energi alternatif yang andal, bersih, dan aman, mengingat pembangkit ini akan beroperasi di lingkungan yang secara hukum internasional harus dijaga keasliannya. ”Malam hari di Bulan memberikan tantangan teknis tersendiri. Keberadaan reaktor nuklir yang beroperasi secara independen terhadap Matahari menjadi pilihan paling memungkinkan, baik untuk kepentingan ilmiah maupun eksplorasi jangka panjang di Bulan,” kata Direktur Program Misi Uji Teknologi NASA Trudy Kortes, Rabu (31/1), seperti dikutip Livescience, Jumat (2/2).

Sekarang, pembangunan reaktor ini dalam tahap pengembangan konsep. Mengutip situs NASA, dari dua pilihan teknologi pembangkit nuklir yang biasa digunakan dalam misi luar angkasa, pilihan jatuh pada reaktor dengan teknologi fisi (FPS), mirip dengan yang digunakan pada PLTN di Bumi. Teknologi ini mengandalkan proses fisi (pembelahan inti berat secara berkelanjutan) dengan menggunakan isotop uranium-235. Proses ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas mulai dari rentang kilowatt hingga megawatt. NASA mematok reaktor tersebut mampu menghasilkan energi listrik sebesar 40 kilowatt. Selain itu, reaktor juga diharapkan mampu bekerja setidaknya selama 10 tahun. Pembangkit ini berbahan bakar uranium dengan pengayaan rendah, yang bobot bahan bakarnya dibatasi maksimal 6.000 kg. (Yoga)