Ekonomi
( 40600 )Austindo Mengincar Kenaikan Produksi CPO Tahun Ini
Ceruk Pasar Mineral Kualitas Tinggi
Pelemahan harga komoditas pertambangan tidak menyurutkan PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) untuk mencari pendanaan di pasar modal. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan batubara dan nikel ini resmi menjadi emiten kesembilan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. SMGA adalah anak usaha dari PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), perusahaan perdagangan batubara di pasar ekspor dan domestik dengan sistem pemasok batubara satu atap. Sebagai perusahaan perdagangan (trading) komoditas, SMGA lebih berfokus pada produk nikel dan batubara yang berkualitas tinggi. SMGA menjual nikel dengan kadar sebesar 1,5%-1,9%. Sedangkan untuk batubara, SMGA menjual dengan kalori sebesar 3.400-5.300 kka per kg. Kondisi ini memposisikan SMGA sebagai trader nikel dan batubara yang memiliki segmentasi pasar tersendiri. Didukung tingginya permintaan nikel dan batubara berkualitas baik, SMGA bekerjasama dengan pemilik Izin Usaha Penambangan Operasional Produksi (IUP-OP) dan Izin Usaha Penambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK) untuk memastikan kontinuitas produktivitas dan pasokan ke pengguna akhir. Ke depan, SMGA berencana mengakuisisi tambang nikel, sehingga bisa memproduksi bijih nikel (ore) sendiri. Direktur Utama Sumber Mineral Global Abadi, Julius Edy Wibowo mengatakan, tambang nikel yang akan dicaplok tersebut berlokasi di Morowali Utara. Tambang tersebut akan memproduksi 50.000 ton sampai dengan 100.000 ton nikel ore per bulan.
Julius memproyeksi, akuisisi ini akan rampung pada kuartal II-2024, dan diproyeksikan bakal mulai beroperasi pada kuartal III-2024. Meski tidak menyebutkan angka pasti, yang jelas nilai dari akuisisi ini bersifat material dengan nilai di bawah 50% dari ekuitas SMGA. SMGA juga tengah menggarap potensi bisnis batu gamping. SMGA menjalankan usaha pertambangan batu gamping secara tidak langsung melalui penyertaannya di entitas anak, yaitu PT Jasatama Mandiri Sukses. Tahap kegiatan operasi produksi ini meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian atau pengembangan dan/atau pemanfaatan, serta pengangkutan dan penjualan. Kegiatan pertambangan Jasatama Mandiri Sukses berlokasi pada Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas wilayah 85,73 hektare (ha). Berdasarkan hasil eksplorasi yang telah dilakukan, cadangan batu gamping yang dimiliki oleh Jasatama Mandiri Sukses saat ini sebesar 300 juta ton dengan perkiraan usia tambang sekitar 150 tahun. Julius menyatakan, secara industri permintaan nikel diprediksi naik dari 2.340 kiloton (KT) pada 2020 menjadi 6.250 KT pada tahun 2040. Meningkatnya permintaan akan nikel terutama didorong oleh naiknya kebutuhan dari industri kendaraan listrik (EV) dan baterai.
Februari, Pencairan Aset Wanaartha Life
Budidaya Ikan Kembali Memeluk Teluk Ambon
Februari hingga Maret menjadi waktu yang tidak disukai warga
Ambon, atau umumnya Maluku. Tanpa membaca perhitungan BMKG, warga meyakini
gelombang tinggi dan embusan angin kencang mengganggu aktivitas di perairan.
Bagi pembudidaya ikan di perairan Teluk Ambon, Kota Ambon, perasaan waswas
menghantui karena ombak sering menghantam dan merusak keramba kayu sehingga
ikan yang hendak dipanen kabur. Banyak dari mereka memutuskan berhenti. Namun,
sejak bantuan pemerintah datang, potensi sektor budidaya ikan kembali dilirik.
Saat sector perikanan tangkap menurun, permintaan ikan budidaya mulai tumbuh.
Daerah yang dahulu sepi kini mulai ramai. Pembudidaya ikan berangsur kembali ke
Teluk Ambon
Anang Divinubun (42), pembudidaya ikan di Teluk Ambon,
menceritakan, meski tumbuh, perlu nyali besar menekuni budidaya ikan. Ketua
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Baronang ini stres memikirkan ratusan ikan
lepas karena ombak menghantam keramba kayunya pada 2017. ”Dari 700-an ikan yang
mau dipanen, hanya sisa 10, seng bisa tidur ingat kejadian itu,” kata Anang di
kerambanya, Senin (29/1). Kala itu, Anang berbudidaya ikan setelah berhenti
pada 2015. Anang yang kerap merugi berganti pekerjaan menjadi penjaga kapal
asing. Namun, pekerjaan ini hanya bertahan sesaat. Takdir baik mendatangi Anang
saat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku memberikan bantuan keramba
high-density polyethylene (HDPe) pada 2021. Keramba berbahan dasar plastik
dengan daya tahan kuat dan bisa digunakan hingga 20-25 tahun. Bisnis budidaya
ikan yang tumbuh membuat Anang mampu mendirikan restoran apung pada awal 2024.
”Sekarang bisa tidur dengan tenang. Restoran hampir selalu penuh setiap hari,”
ujarnya.
Jusuf Tanamal (41) memutuskan kembali menekuni budidaya ikan
di Teluk Ambon. Sejumlah ikan, seperti bubara (Caranx ignobilis), baronang
(Siganus sp), kakap putih (Lates calcarifer), bahkan lobster (Nephropidae),
dipelihara untuk dijual atau diolah di restoran. Sebelumnya, Jusuf bekerja
sebagai sopir di Universitas Pattimura, Ambon. Pada 2017, Jusuf membangun
keramba kayu untuk memulai bisnis budidaya ikan. Ketekunan Jusuf didengar DKP
Provinsi Maluku yang mendorong budidaya ikan di Maluku. Bantuan keramba HDPe pun
ia dapatkan. Jusuf tak perlu lagi khawatir merugi karena ombak Februari.
Sekarang, Jusuf memiliki 16 keramba, 14 keramba HDPe dan sisanya keramba kayu.
Kabid Perikanan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP
Provinsi Maluku Karolis Iwamony menjelaskan, nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi)
relatif meningkat meski menurun di era pandemic Covid-19. (Yoga)
Toyosu, Kebangkitan Wisata Pasar Ikan Tokyo
Pasar Ikan Toyosu di kota Tokyo, Jepang, membuka sayap baru
yang ditunggu-tunggu, khusus untuk menarik wisatawan agar mau datang dan menikmati
pasar ikan bersejarah tersebut. Tokyo ingin mengembangkan tempat-tempat wisata
yang masih aktif digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat setempat. Gubernur
Tokyo Yurike Koike meresmikan Toyosu Senkyaku Banrai pada Kamis (1/2), tempat
pujasera yang dirancang dengan gaya Edo, yaitu periode sejarah Kekaisaran
Jepang tahun 1603-1868. Pada zaman itu, keadaan di Jepang relatif aman dan
sejahtera di bawah Shogun Tokugawa. ”Saya percaya kemampuan Tokyo menyajikan
hidangan laut yang segar dan nikmat akan menarik wisatawan datang kemari. Ini keunikan dan kekayaan Tokyo yang
bisa kami bagi kepada dunia,” kata Koike.
Pasar Ikan Tokyo sebelumnya berada di Tsukiji. Menurut CNN
Travel edisi 8 Oktober 2018, omzet harian Pasar Tsukiji mencapai 28 juta USD. Pada
2018, pasar ini digusur dan dipindah ke Toyosu, karena gedung Pasar Tsukiji
sudah terlalu tua untuk kapasitas kegiatan sesibuk itu. Jepang kala itu juga tengah
berbenah untuk Olimpiade 2020 dan wilayah Tsukiji terletak di dekat pusat kota
sehingga pemerintah berencana memanfaatkannya untuk kegiatan pendukung. Lokasi
baru pasar ikan itu, Toyosu, berada di lahan reklamasi Teluk Tokyo di bagian
timur kota. Ukurannya dua kali lipat dari Tsukiji, dengan gedung yang lebih
modern. Akan tetapi, warga lokal dan wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara
yang berkunjung ke Toyosu tidak sebanyak di Tsukiji. Mereka pun kini berbenah.
”Tokyo menargetkan Pasar Toyosu bisa mendatangkan rata-rata
2,6 juta wisatawan setiap tahun,” ujar Koike. Di pujasera Toyosu ada 65 kios
menyajikan boga bahari segar, hasil tangkapan nelayan setiap subuh. Aneka
sushi, sashimi, dan belut bakar siap menyambut siapa pun yang hendak mencicipi.
Sebagai pasar modern, semua ikan di Toyosu melewati proses pengendalian mutu
yang ketat. Ini mencakup pengendalian mutu ikan yang ditangkap di perairan
Fukushima yang merupakan tempat pembuangan air olahan reaktor nuklir yang rusak
pada 2011. Pasar Toyosu ingin mendulang ketenaran ataupun omzet seperti pasar
ikan yang paling terkenal di dunia, yaitu Pasar Ikan Pike Place, yang terletak
di kota Seattle, Negara Bagian Washington, AS. Setiap tahun, rata-rata pasar
itu dikunjungi 10 juta wisatawan. (Yoga)
Disrupsi Otomotif Jepang
Industri otomotif Jepang telah lama melihat ketertinggalan
mereka dalam industri kendaraan. Langkah drastis belum juga muncul. China
bertahan sebagai juara otomotif global. Ekspor mobil China lebih banyak dari
Jepang, negara yang selama ini menjadi eksportir otomotif terbesar. Pengumuman
Asosiasi Produsen Otomotif Jepang (JAMA), Rabu (31/1) mengonfirmasi itu.
Sepanjang 2023, Jepang mengekspor 4,42 juta unit kendaraan. Sebaliknya,
berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil China, Beijing mengekspor 4,91 juta
unit kendaraan (Kompas.id, 31/1/2024). Sekian tahun lalu ancaman terhadap
industri otomotif Jepang sudah muncul saat kendaraan listrik diluncurkan. Publik
bisa memperkirakan bahwa mereka akan terdisrupsi ketika terus mempertahankan
kendaraan ber BBM. Kini orang makin mudah mendapati kendaraan listrik di jalanan.
Fenomena ini akan makin mendorong orang untuk membeli kendaraan listrik. Permasalahannya,
perusahaan otomotif Jepang telanjur berinvestasi untuk pabrik-pabrik kendaraan ber
BBM.
Di Indonesia, mereka menempati kawasan industri di Karawang,
Jabar. Mereka juga membangun pelabuhan untuk ekspor di Kabupaten Subang. Investasi
ini tentu sudah diperkirakan untuk pasar beberapa tahun ke depan. Tidak mudah
bagi produsen otomotif Jepang untuk melakukan perubahan. Sebaliknya, produsen
mobil Korsel sangat mudah melakukan investasi karena relatif tidak terbebani
dengan masalah ini. Industri otomotif China juga demikian. Sejak lahir beberapa
perusahaan China sudah memproduksi mobil listrik. Sesuatu yang tengah terjadi
adalah disrupsi industri otomotif Jepang. Situasi ini tidak beda ketika
disrupsi digital yang hadir beberapa tahun lalu. Pemain-pemain lama (incumbent)
kelimpungan untuk menghadapi perubahan. Mereka yang menolak berubah terbukti
punah. Mereka yang mampu bertransformasi terbukti bisa bertahan dan meraih
pasar baru. Ancaman terbesar terhadap perusahaan yang lambat bertransformasi,
sekali lagi, bakal musnah. (Yoga)
Beras Picu Inflasi 6 Bulan Berturut-turut
Harga beras yang masih bertahan tinggi, bahkan cenderung naik
lagi, telah memicu inflasi selama enam bulan berturut-turut. Bantuan dan
intervensi pasar beras serta gerakan pangan murah hanya mampu meredam harga
tidak semakin melonjak tinggi. BPS, Kamis (1/2) merilis, tingkat inflasi pada
Januari 2024 sebesar 0,04 % secara bulanan dan 2,56 % secara tahunan. Beras
menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi. Tingkat inflasi bulanan
dan tahunan beras pada Januari 2024 masing-masing sebesar 0,64 % dan 15,65 %. Andil
komoditas pangan pokok itu terhadap inflasi bulanan sebesar 0,03 % dan inflasi
tahunan 0,56 %. Inflasi beras itu terjadi sejak Agustus 2023, sebesar 1,43 %
secara bulanan. Pada September 2023, inflasi beras berada di level tertinggi, yakni
5,61 %, pada Oktober, November, dan Desember 2023 tingkat inflasinya
masing-masing 1,72 %, 0,43 %, dan 0,48 %.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, beras
mengalami inflasi lantaran harganya masih tinggi dan naik secara bulanan dan
tahunan. Beras di tingkat eceran, misalnya, harga rerata nasional pada Januari
2024 sebesar Rp 14.380 per kg atau naik 0,63 % secara bulanan dan 16,24 persen
secara tahunan. ”Harga beras masih tinggi karena neraca produksi dan kebutuhan
beras di dalam negeri defisit, terutama pada Januari-Februari 2024, akibat dampak
El Nino yang berkepanjangan. Selain itu, sejumlah negara produsen beras masih membatasi
ekspor beras sehingga menghambat impor beras dan membuat harga beras internasional
masih tinggi,” tuturnya. (Yoga)
Menanti Integrasi ”BTS” di Jabodetabek
Setelah Kota Bogor, program pembelian layanan (buy the
service/BTS) akan menjangkau Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok di Jabar
yang juga tetangga DKI Jakarta. Masyarakat tak sabar menanti beroperasinya
layanan transportasi publik ini. Sejak penandatanganan kerja sama dan peresmian
layanan bus BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor dengan sistem BTS, November
2021, layanan BTS seolah berhenti di ”Kota Hujan”. Baru beberapa bulan belakangan
Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok ikut dalam layanan BTS. Program
BTS merupakan program subsidi berbasis skema remunerasi berjangka untuk
melaksanakan standar pelayanan minimal yang sudah ditetapkan. Saat memilih Kota
Bogor sebagai kota percontohan program BTS, Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan
bahwa kawasan Jabodetabek merupakan satu wilayah aglomerasi dengan pergerakan
masyarakat yang besar setiap hari. Oleh karena itu, program seperti BTS diperlukan
untuk menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi, kemacetan, polusi, dan
masalah lain.
Menurut Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
(BPTJ) Suharto, dengan adanya layanan angkutan umum massal, ada penghematan
biaya transportasi hingga 50 % yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. ”Masyarakat
menengah ke bawah menghabiskan 25-30 % pendapatan per bulan untuk biaya
transportasi. Sementara Bank Dunia merekomendasikan maksimal persentase biaya
transportasi 10 % dari pendapatan,” ujar Suharto, Jumat (26/1). Berdasarkan BPS
2022, jumlah penduduk di Jabodetabek mencapai 31,6 juta jiwa. Hasil analisis
BPTJ pada 2023 menunjukkan, potensi jumlah penduduk terlayani angkutan umum
(jika tersedia halte/bus stop kurang dari 500 meter dari lokasi berangkat)
mencapai 7,9 juta jiwa atau 25 %. Potensi ini yang terus didorong melalui
berbagai strategi kebijakan dengan menghadirkan layanan transportasi umum
massal. Lewat program BTS di Kota Bogor, misalnya, sejak beroperasi akhir 2021,
jumlah penumpang terlayani relatif banyak. Pada dua bulan pertama beroperasi,
tercatat 335.034 penumpang. Lalu, sepanjang 2022 tercatat total 5,16 juta penumpang.
(Yoga)
Agar Tak Tumpang Tindih Mengelola Industri Sawit
Plt Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat
Sinaga mengatakan, Indonesia punya potensi untuk terus mengembangkan industri
sawit. Dengan tanah yang subur dan kebun yang masif dan luas, masih banyak
potensi yang bisa terus dikembangkan. Namun, potensi pengembangan itu sering
kali tidak maksimal, salah satunya terhambat masalah kelembagaan di Indonesia.
Tak kurang ada 30 kementerian dan lembaga negara yang membina dan meregulasi
industri ini. Kementerian tersebut seperti Kemenperin, Kementan, Kemendag,
serta KLHK. Setiap lembaga mempunyai tugas pokok dan fungsi berbeda sehingga banyak
sekali regulasi yang harus dipatuhi pelaku industri sawit. Pembinaan industri
sawit, berada di bawah pengawasan Kemenperin, namun, peremajaan dan tata kelola
tanaman berada di bawah Kementan. Lantas, persoalan ekspor dan hambatan
perdagangan internasional berada di bawah Kemendag.
”Banyak sekali kementerian dan lembaga yang ikut cawe-cawe
dan meregulasi industri sawit, membuat pengambilan keputusan kurang cepat dan sering
tumpang tindih satu sama lain,” kata Sahat dalam lokakarya wartawan tentang
industri hilir sawit, Bandung, Kamis (1/2). Ia mengusulkan, sebaiknya dibentuk
badan khusus untuk membina dan meregulasi industri sawit, mulai dari hulu
hingga hilir. Menurut dia, Indonesia bisa belajar dari Malaysia yang memiliki
Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang menata dengan baik kebijakan soal sawit
sehingga tidak lagi semrawut. Ketua Kompartemen Relasi Media Gabungan Pengusaha
Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fenny Sofyan mengatakan, tantangan pengembangan
industri sawit ini dihadapkan pada kepastian hukum dan kebijakan yang kerap
berubah, karena banyaknya kementerian dan lembaga yang punya ketentuan dan
aturan untuk industri sawit. (Yoga)
PARLEMEN AS, Perusahaan Medsos Lalai Lindungi Anak
Komite Kehakiman Senat AS, Rabu (31/1) memanggil lima
direktur utama atau CEO perusahaan media sosial (medsos). Mereka adalah CEO
Meta Mark Zuckerberg, CEO X Linda Yaccarino, CEO Snap Inc Evan Spiegel, CEO
Tiktok Shou Zi Chew, dan CEO Discord Jason Citron. Kelima CEO itu dicecar
sejumlah gugatan, tudingan, dan pertanyaan dari para senator tentang upaya
mereka mencegah eksploitasi seksual anak secara daring. Kelima CEO itu
menghadapi gelombang kemarahan publik karena dianggap tidak berupaya keras
melindungi anak dari predator seksual dan dari isu bunuh diri remaja. Para
aktivis hak anak dan anggota parlemen satu ide dan satu rasa, mereka menggugat
perusahaan-perusahaan pengelola medsos karena lalai melindungi anak. ”Mereka
harus bertanggung jawab karena menempatkan anak-anak pada ancaman bahaya saat daring.
Pilihan desain mereka, kegagalan mereka dalam berinvestasi untuk urusan
keamanan dan kepercayaan, serta upaya terus mencari untung dibanding keselamatan, menempatkan anak dan cucu kita dalam bahaya,” kata Ketua Komite Kehakiman dari
Partai Demokrat Dick Durbin.
Durbin mengutip statistik dari Pusat Nasional untuk Anak Hilang
dan Tereksploitasi. Data itu menunjukkan lonjakan kasus predator yang menipu anak
di bawah umur agar mengirimkan foto dan video mereka. Fenomena meresahkan ini
didorong perubahan teknologi, termasuk medsos. Sidang dimulai dengan rekaman
kesaksian anak-anak dan orangtua yang menyatakan bahwa mereka atau anak-anak
mereka dieksploitasi di medsos. ”Saya dieksploitasi secara seksual di Facebook,”
kata seorang anak yang tampil dalam bentuk siluet. Akan tetapi, kelima CEO
sama-sama membela dan mempertahankan opini bahwa fitur keselamatan yang
dipasang dalam platform mereka sudah bekerja dengan baik karena dilakukan
bersama dengan organisasi nirlaba dan penegak hukum demi melindungi anak di
bawah umur. Tiktok menegaskan tetap menerapkan kebijakan yang melarang anak dibawah
13 tahun menggunakan aplikasi ini. Sementara X menyatakan bahwa mereka tidak
melayani anak-anak. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









