Ekonomi
( 40733 )Langkah Tegap BSI Menjaga Bertumbuhan Berkelanjutan
Perbankan Perbesar Kredit Berbasis ESG
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas
Gagal Bayar Pinjaman Online
Gemerlap Mal Baru Melawan Fenomena Redupnya Pusat Belanja
Sejumlah pusat perbelanjaan modern baru dijadwalkan segera
beroperasi di Jakarta pada awal tahun ini. Knight Frank Indonesia dalam laporannya
tahun 2021 menyatakan, selama 2022-2023, di Jakarta akan ada tambahan enam mal
baru. Dua tahun kemudian, sumber yang sama menyebut ada tiga mal baru hadir di
Jakarta dan lima mal lain di Bodetabek. Namun, perencanaan sepertinya tidak
berjalan sesuai harapan. Tiga mal di kawasan Jalan MH Thamrin, Cempaka Putih,
dan Kemayoran di Jakarta Pusat baru ditargetkan buka awal tahun ini. Pengelola menggunakan
momentum sebelum dan selama Idul Fitri untuk menarik pengunjung. Data dari
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), pada 2022 di Jakarta saja
berdiri 96 mal. Jumlah itu menjadi 99 pusat belanja tahun ini. Dikutip dari Kompas.id,
7 April 2023, hingga triwulan I-2023, total luas mal di Jakarta 4,86 juta meter
persegi, sedangkan di Bodetabek 2,92 juta meter persegi.
Merespons dinamika masyarakat, ekonomi, dan tren dunia seusai
wabah global Covid-19 berlalu, saat ini kemegahan mal berkembang mencapai level
berbeda. Mal masa kini ditandai dengan tersedianya ruang luas lega. Selalu ada
anchor tenant ternama dan tempat makan yang menyuguhkan menu tradisional,
internasional, serta perpaduannya yang memenuhi selera masyarakat sekarang. Pendek
kata, menyediakan berbagai pilihan rekreasional. Sebuah mal di Sentul, Bogor,
menggratiskan siapa saja yang ingin menikmati ruang terbuka di lantai paling
atas pada hari-hari tertentu. Mal lain
di bilangan Senayan, Jakpus mewajibkan pengunjung memperlihatkan bukti belanja
dengan nominal tertentu sebelum diperbolehkan naik ke rooftop-nya untuk melihat
pemandangan dari atas atau membuat konten. Mal-mal teranyar kini di- lengkapi
sentuhan teknologi digital, seperti televisi raksasa, videotron, dan iklan 3D
yang menjadi atraksi tersendiri. Di beberapa mal tersedia toilet duduk canggih
ala Jepang dan Korsel.
Mau menyiram, membersihkan bagian tubuh, hingga
mengeringkannya tinggal pencet tombol. Kios atau toko di dalam mal pun kian
beragam. Gerai-gerai ritel ditata sedemikian rupa bak di tepian jalan, menghadirkan
suasana berbelanja di pertokoan ternama di kota-kota di Eropa. Berbagai
komunitas direngkuh untuk berkumpul dan berkegiatan di mal. Para penggemar
cosplay, gim daring, Lego, dan banyak lagi terwadahi. Semua dilakukan untuk
menghadirkan keramaian yang mengundang semakin banyak orang, yang
ujung-ujungnya agar berbelanja. Hampir semua permainan luar ruang telah
diadopsi untuk bisa dimainkan secara leluasa di mal. Pencinta go kart bisa
ngebut di wahana khusus di mal minus debu, panas, apalagi kehujanan. Akuarium
raksasa kembaran Sea World di Ancol tak ketinggalan merambah masuk pusat belanja
dengan tarif tertentu untuk dapat menikmatinya. (Yoga)
PROSPEK KONSERVATIF EKONOMI RI
Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diproyeksikan berada di bawah target yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,3% (year-on-year/YoY). Konsensus ekonom Bloomberg menyatakan, laju produk domestik bruto (PDB) pada 2023 berkisar 4,6%—5,1% dengan estimasi rata-rata sebesar 4,9%. (Lihat infografik). Selain lebih rendah dibandingkan dengan target dalam APBN 2023, ekspektasi tersebut juga turun dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang berada pada level 5,3%. Di sisi lain, pemerintah optimistis capaian pertumbuhan yang direncanakan akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan depan mampu sedikit berada di atas 5%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, optimisme itu berpijak pada sejumlah indikator ekonomi yang masih cukup tangguh meski dihadapkan pada tantangan daya beli dan perlambatan ekspor. Di antaranya adalah inflasi yang terkendali stabil, yakni 2,6% pada pengujung 2023 yang menandakan adanya geliat konsumsi rumah tangga. Kemudian juga manufaktur nasional yang terus ekspansif yakni 52,2 pada Desember 2023. Selain itu, ketegangan geopolitik serta perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan China juga memengaruhi aktivitas ekspor. Tercatat hanya investasi yang berkinerja cukup baik dengan realisasi penanaman modal senilai Rp1.418,9 triliun, tumbuh 16,2% dibandingkan dengan 2022.
Sementara itu, tak jauh berbeda dengan Airlangga, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2023 berada di kisaran 5%, dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Sementara itu dari sisi fiskal, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro, mengatakan APBN telah berperan maksimal dalam menjaga ekonomi sepanjang tahun lalu. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan automatic adjustment atau penyesuaian anggaran dalam rangka merespons dinamika global terhadap aktivitas ekonomi di dalam negeri. "Kebijakan automatic adjustment terbukti ampuh menjaga ketahanan APBN pada 2022 dan 2023," katanya. Di sisi lain, kalangan ekonom memandang pertumbuhan ekonomi sebesar 5% merupakan capaian yang cukup menggembirakan mengingat selain ketidakpastian global Indonesia juga dihadapkan pada dinamika Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menuturkan bahwa aktivitas pemilu bakal mendorong pengusaha untuk wait and see sehingga aktivitas investasi juga sedikit tertahan.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2023 sebesar 5,04% yang bersumber dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,99% dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 4,94%.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, memperkirakan laju PDB pada tahun lalu bertahan di zona aman yakni sebesar 5% yang ditopang oleh tingginya realisasi penanaman modal.
Ancang-Ancang Memacu Laju Ekonomi
Salah satu capaian yang cukup penting sepanjang Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yang mulai efektif dalam periode 2015—2023, adalah pengendalian inflasi.Pada sembilan tahun terakhir, rata-rata inflasi tercatat hanya sebesar 3,05%. Saat baru memerintah secara efektif pada 2015, Jokowi berhasil menurunkan laju inflasi tahunan, dari sebelumnya 8,38% pada 2014 menjadi hanya 3,35%. Sepanjang 2015—2023, laju inflasi tertinggi tercatat di level 5,51% pada 2022. Selebihnya, laju inflasi berada di bawah level 3,61% pada 2017. Adapun, level inflasi terendah di level 1,685 pada 2020.Tingginya inflasi pada 2013 dan 2016 yang berada di atas level 8% tampaknya menghantui Pemerintahan Jokowi sejak awal sehingga Presiden fokus untuk mengendalikan inflasi dengan menitikberatkan arah pembangunan pada pemerataan pendapatan.
Ibarat mesin mobil, ketika pedal gas diinjak terus, maka kecepatan meningkat dan lebih cepat sampai ke tujuan, tetapi mesin akan kepanasan dan bukan tak mungkin harus turun mesin. Sebaliknya, jika pedal gas diinjak secukupnya, maka butuh waktu agak lama mencapai tujuan, tetapi panas mesin masih cukup terjaga demi menambah umur mesin itu sendiri. Pelan tetapi pasti.
Apalagi dengan pilihan kebijakan yang diusung oleh Jokowi untuk membawa pemerataan perekonomian agar tingkat inflasi terkendali.Tak heran jika pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprediksi berada di bawah target APBN yang sebesar 5,3%. Konsensus ekonom Bloomberg bahkan memperkirakan estimasi rata-rata pertumbuhan ekonomi 2023 hanya di kisaran 4,9%—5%.
Persyaratan untuk meraih pertumbuhan ekonomi 7% sejatinya sudah disadari, misalnya menarik investasi asing dengan perbaikan regulasi, peningkatan penerimaan pajak hingga peningkatan produktivitas domestik.
KINERJA PERBANKAN : MENANTI DIVIDEN BESAR BANK JUMBO
Tingginya kinerja laba di kalangan bank-bank jumbo sepanjang 2023 lalu membangkitkan harapan bakal tinggi pula pembagian dividen pada tahun ini bagi para pemegang saham.
Bank-bank jumbo yang tergabung dalam Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) IV terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).Keempat bank ini telah menerbitkan laporan kinerja akhir tahun 2023 mereka pada Januari 2024 lalu. Hasilnya, masing-masing bank sukses mencetak pertumbuhan kinerja yang tinggi, bahkan menyentuh rekor laba sepanjang sejarah berdirinya masing-masing bank. Bank Mandiri telah membukukan laba bersih sebesar Rp55,06 triliun pada 2023, naik 33,73% secara tahunan. Sementara itu, BCA meraup laba bersih Rp48,63 triliun pada 2023, naik 19,4% YoY. Kemudian, BRI membukukan laba bersih konsolidasi Rp60,09 triliun, naik 17,43% YoY. Selain itu, BNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp20,9 triliun, naik 14,14% YoY.
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan bahwa dengan outlook pertumbuhan bisnis positif, serta melalui strategi pertumbuhan yang prudent, perseroan yakin dapat mencapai profi tabilitas yang sehat dan berkelanjutan.BNI pun memungkinkan pembagian dividen menarik untuk tahun buku 2023. Hal tersebut sejalan dengan komitmen BNI dalam memberikan value yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama para pemegang saham.Lalu, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa untuk tahun ini, perseroan mengkaji rasio tebaran dividen dengan mempertimbangkan permodalan yang kokoh, pengembangan bisnis bank, maupun entitas anak tetap seimbang.
Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan bahwa BRI masih memproyeksikan tebaran dividen yang jumbo untuk investor pada tahun ini. Optimisme BRI didasarkan pada tingkat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang sudah lebih dari ketentuan minimum.
CAR BRI telah mencapai 25,23% pada periode yang berakhir 31 Desember 2023.
Sementara, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, mengatakan bahwa rasio tebaran dividen atau dividend payout ratio tahun buku 2023 pada dasarnya merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas.
Adapun, dalam menetapkan tebaran dividen, Bank Mandiri akan mempertimbangkan kondisi permodalan.
Pada tahun lalu, BRI membagikan dividen tunai senilai Rp43,5 triliun, mencapai 85% dari total laba bersih 2022.
BCA juga telah membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun pada tahun buku 2022 dengan rasio 62,1%. BCA pun mengalami peningkatan rasio dividen mereka dalam 5 tahun terakhir. Pada 2018, bank menetapkan rasio dividen 32%, lalu naik menjadi 62,1% pada tahun buku 2022. Kemudian, Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp24,7 triliun atau 60% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2022.
Hanya BBNI yang menebar dividen dengan rasio di bawah 50%. Untuk tahun buku 2022, bank telah menebar dividen Rp7,3 triliun atau 40% dari total laba bersih.
KCI IMPOR KERETA CHINA : Faktor Pemeliharaan Jadi Tantangan
Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi Deddy Herlambang mengatakan bahwa keputusan impor kereta dari Tiongkok akan mempengaruhi sisi pemeliharaan ular besi tersebut. Menurutnya, SDM yang dimiliki KAI Commuter lebih berpengalaman dalam perawatan KRL buatan Jepang. Dia menilai, rangkaian kereta buatan China bakal memiliki sejumlah komponen dan teknologi yang berbeda dibandingkan dengan kereta Jepang. Dia mengingatkan, KAI Commuter wajib meningkatkan pemahamannya terhadap teknologi rangkaian kereta dari Negeri Tirai Bambu. Dari rencana itu, KAI Commuter dipandang perlu memastikan kedatangan rangkaian kereta baru tidak akan mengganggu layanan KRL Jabodetabek. Salah satu aspek penting lain yang harus dicermati perusahaan adalah konsumsi listrik atau voltage rangkaian kereta baru tersebut. KCI dipandang perlu mengoptimalkan serta menyetarakan konsumsi listrik rangkaian kereta buatan China dengan kapasitas yang ada. Menurutnya, rangkaian kereta eksisting yang mayoritas berasal dari Jepang memiliki tingkat konsumsi listrik yang tidak membebani kapasitas. Kendati demikian, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Aditya Dwi Laksana meyakini perbedaan sarana kereta tidak akan mempengaruhi pelayanan kereta rel listrik ke depan. Sementara itu, Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan dalam proses pengadaan KRL ini, KAI Commuter melalui tahapan-tahapan dan pembahasan teknis yang panjang, dan mengikuti prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dia menjelaskan, trainset KRL yang dipesan KAI Commuter, yaitu seri KCI-SFC120-V, sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). KAI Commuter harus memenuhi persyaratan dengan mengajukan terlebih dahulu ke Ditjen Perkeretaapian.
KUNJUNGAN WISMAN 2024 : TARGET TAK MUDAH PARIWISATA
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipandang perlu melakukan sejumlah strategi promosi dan penebaran insentif kepada pelaku industri untuk mencapai target kunjungan wisatawan asing pada 2024.
Pakar Strategi Pariwisata Indonesia Taufan Rahmadi menilai kunjungan wisatawan mancanegara yang dipatok Kemenparekraf pada tahun ini cukup berat. Kedatangan pelancong asing pada tahun ini ditargetkan menyentuh 14,3 juta kunjungan. Bidikan tersebut meningkat sekitar 22,54% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu di level 11,67 juta kunjungan.
Selain itu, eksekutif perlu memberikan insentif kepada maskapai penerbangan luar negeri yang banyak membawa wisman, hingga pembenahan pada sejumlah destinasi wisata terkait kenyamanan dan keamanan turis. “[Pemerintah juga harus membenahi] sumber daya manusia, infrastruktur ke destinasi wisata, dan tiket pesawat murah,” kata Taufan kepada Bisnis, Jumat (2/2). Di samping itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Industri Pariwisata (Gipi) Hariyadi B. Sukamdani menilai, wacana pemerintah membentuk Indonesia Tourism Fund atau dana abadi pariwisata tidak cukup maksimal untuk mempromosikan sektor parekraf dalam negeri.
Menurut informasi yang diterima Hariyadi dari kementerian tersebut salah satu dana abadi pariwisata akan diambil dari dana Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Artinya, anggaran tersebut terbatas hanya untuk event bertema lingkungan. Sumber lainnya yakni dari dana BUMN.
GIPI menilai pemerintah perlu menganggarkan dana Rp6 triliun untuk promosi kegiatan Parekraf.
Sepanjang tahun lalu, sebagian besar wisman masuk ke Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan proporsi sebesar 44,94% dan rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia hingga 8,5 malam. Pada tahun ini, Kemenparekraf masih menargetkan Bali sebagai destinasi unggulan dengan cakupan hingga 50% dari target wisman yang ditetapkan pemerintah.
Turis yang berkunjung ke Bali sebelumnya diwajibkan membayar biaya retribusi wisata senilai Rp150.000 atau setara dengan US$10. Pemberlakuan retribusi Wisata ini merupakan inisiatif baru oleh pemerintah provinsi untuk membantu melestarikan alam dan budaya Bali melalui pelestarian, revitalisasi, dan konservasi.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan sebanyak 406.470 wisatawan mancanegara (wisman) asal Amerika Serikat (AS) berkunjung ke Indonesia di 2024. Target tersebut meningkat 226% dari target 2023 yang tercatat sebesar 124.700 kunjungan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









