;

Raungan Alarm Disrupsi Perdagangan Dunia

Ekonomi Yoga 30 Jan 2024 Kompas
Raungan Alarm Disrupsi
Perdagangan Dunia

Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB atau UNCTAD menyalakan alarm disrupsi perdagangan dunia. Disrupsi terjadi tidak hanya akibat hambatan perdagangan maritim di Laut Hitam, tetapi juga di Laut Merah dan Terusan Panama. UNCTAD menyebutkan, krisis perdagangan di Laut Hitam akibat perang Rusia-Ukraina masih belum berakhir sejak 2022. Belakangan ini muncul krisis baru di sektor perdagangan maritim di Laut Merah dan Terusan Panama. Laut Merah yang terhubung dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez menjadi arena perang Houthi melawan AS dan Inggris. Serangan Houthi terhadap kapal-kapal dagang dan komersial berbendera negara pendukung Israel itu mulai diladeni AS dan Inggris. Adapun di Terusan Panama, penurunan ketinggian air Danau Gatun, yang merupakan sumber utama air kanal akibat dampak El Nino, menyebabkan jumlah kapal yang melintas dikurangi.

Dari rerata 36 kapal per hari, hanya 24 kapal yang diizinkan lewat pada Januari 2024 dan 18 kapal pada Februari 2024. Kepala Logistik Perdagangan UNCTAD Jan Hoffmann mengatakan, transportasi laut berperan penting dalam perdagangan internasional. Sektor tersebut menjadi urat nadi pergerakan 80 % barang global. Krisis perdagangan maritim di Laut Hitam, Laut Merah, dan Terusan Panama bakal mendisrupsi perdagangan global. ”Krisis di Laut Merah, misalnya, akan menyebabkan volume perdagangan melalui Terusan Suez turun 42 %. Padahal, terusan sepanjang 164 kilometer itu menangani 12-15 % perdagangan global tahun 2023,” ujarnya dalam konferensi pers harian PBB pada 26 Januari 2024. UNCTAD mencatat, indeks pergerakan kapal barang di Terusan Suez per 23 Januari 2024 sebesar 89,27 atau berada di bawah ambang batas 100. Kapal-kapal itu mencakup kapal kargo curah, kapal tanker, dan kapal kontainer. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :