;

Teknologi, Mesin Uang Orang-orang Terkaya di Dunia

Teknologi, Mesin Uang
Orang-orang Terkaya di Dunia

Pada 26 Januari 2024, Forbes merilis daftar orang terkaya di dunia. Bernard Arnault, pemilik grup jenama premium dunia LVMH dengan kekayaan 207,8 miliar USD atau Rp 3.278 triliun, di urutan puncak, menyalip Elon Musk, bos Tesla dan X (bekas Twitter) yang memiliki kekayaan 204,5 miliar USD atau Rp 3.226 triliun.   Arnault juga berhasil mengalahkan para ”alumni” orang terkaya sedunia, antara lain Bill Gates, Jeff Bezos, dan Warren Buffett.  Awal Januari 2024, Musk masih duduk di singgasana manusia terkaya di dunia. Menurut Forbes, keberhasilan Arnault menjadi peringkat pertama terkaya sedunia lantaran merosotnya saham Tesla di pasar saham AS hingga 13 %, Kamis pekan lalu, yang membuat Musk kehilangan kekayaan 18 miliar USD. Di sisi lain, saham LVMH yang tercatat di bursa saham Eropa melonjak 13 % pada Jumat pekan lalu.

Posisi Arnault sebagai orang terkaya dunia hanya bertahan beberapa hari. Mengutip Bloomberg Billionaires Index (BBI), Senin (29/1) orang terkaya kembali direbut oleh Musk. Arnault turun ke peringkat ketiga, peringkat kedua diduduki Bezos. Berdasarkan BBI, 8 dari 10 orang terkaya di dunia berasal dari perusahaan teknologi. Selain Musk (1) dan Bezos (2), ada Bill Gates (4), Mark Zuckerberg (5), Steve Ballmer (6), Larry Page (7), Sergey Brin (8), dan Larry Ellison (10). Hanya Arnault (3) dan Buffett (9) yang berlatar belakang usaha di luar teknologi, masing-masing dari industri barang konsumsi dan konglomerasi beragam industri. Zuckerberg, pada 2024 sudah mencatat tambahan kekayaan 14,1 miliar USD sehingga kekayaannya menjadi 142 miliar USD. Raja media sosial dari Meta Grup ini tercatat sebagai miliarder dengan penambahan kekayaan terbesar sejauh ini pada 2024. Pentolan Google, Larry Page, juga mencatat tambahan kekayaan 10,1 miliar USD.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan, para miliarder pendiri perusahaan teknologi dunia ini berhasil mendapatkan keberlimpahan harta lantaran membuat produk yang menjawab kebutuhan masyarakat modern akan teknologi. Tak heran saat ini ada idiom code is the new gold, bahwa kode-kode sistem pemrograman teknologi adalah emas baru. ”Seperti halnya rumus dasar ekonomi, yakni permintaan dan pasokan, mereka berhasil memberikan jawaban (pasokan) atas kebutuhan yang ada,” ujar Esther yang dihubungi Senin. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :