;

Potensi Penyaluran Kredit Hijau Semakin Besar

Ekonomi Hairul Rizal 29 Jan 2024 Kontan
Potensi Penyaluran Kredit Hijau Semakin Besar
Perbankan semakin gencar meningkatkan kontribusi pembiayaan hijau bagi kinerja. Jumlah portofolio hijau bank-bank besar tercatat tumbuh positif sepanjang tahun 2023. Tahun ini, pertumbuhan diperkirakan akan berlanjut, didukung oleh semakin tingginya kepedulian korporasi menjalankan prinsip berkelanjutan. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya, telah mencatatkan total kredit berkelanjutan sebesar Rp 202,6 triliun per akhir 2023, tumbuh 10,6% secara tahunan. Kredit berkelanjutan menyumbang 24,8% terhadap total kredit BCA. Sementara itu, kredit hijau telah mencapai Rp 87 triliun terhadap kredit berkelanjutan, tumbuh 7,4 %. Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengatakan, kredit berkelanjutan BCA tahun ini diperkirakan akan tumbuh sekitar 8%. Menurut dia, potensi pertumbuhan kredit berkelanjutan, termasuk kredit hijau, masih besar. Salah satu pendorongnya adalah sektor kendaraan listrik. Sementara BNI mencatatkan portofolio pembiayaan hijau mencapai Rp 67,9 triliun per akhir 2023. Realisasi ini tumbuh sebesar 13,6% dari tahun sebelumnya. BNI memiliki perhatian khusus pada risiko transisi yang dihadapi debitur dan telah menerapkan sustainability linked loan (SLL). Hingga akhir 2023, BNI telah menyalurkan SLL Rp 4,6 triliun. Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai inisiatif dalam implementasi ESG. Per September 2023, kredit hijau Bank Mandiri telah mencapai Rp 122 triliun. "Kami memperkirakan jumlah dan volume pembiayaan keberlanjutan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan akan terus tumbuh secara sindikasi," kata Susana Indah Kris Indriati, Direktur Korporasi Bank Mandiri.
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :