;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Indonesia Membidik Ekspor ke 12 Negara

26 Jan 2024
Pemerintah Indonesia berupaya memperluas pasar ekspor. Langkah ini sejalan dengan kinerja ekspor yang diramal semakin melemah, sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan moderasi harga komoditas. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah tengah memetakan negara tujuan ekspor di luar negara tradisional. Saat ini, pihaknya telah berdiskusi dengan dunia usaha dan mendapatkan setidaknya 12 negara yang potensial, seperti negara-negara di Amerika Latin, Afrika, Asia Selatan juga Timur Tengah. 

Adapun selama ini, China, Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura, juga Korea Selatan menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Sayangnya, ekonomi China diperkirakan tumbuh melambat ke kisaran 5% pada tahun 2023. Susiwijono juga mengatakan, pemerintah akan memperdalam kerja sama perdagangan yang sudah dijalin oleh Indonesia. Misalnya, perjanjian komprehensif dan progresif untuk kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Juga, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), hingga kerja sama yang aktif dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Sebelumnya pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 24 tahun 2023. Pasca dibentuknya Satgas tersebut, lanjut Susiwijono, sudah ada pertemuan yang dilakukan dengan kementerian dan lembaga (K/L), hingga asosiasi pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini sebelumnya menyebut, Indonesia telah menjalin kerja sama yang baik dengan negara lain. Negara tersebut bisa menjadi mitra dagang potensial untuk Indonesia. Negara yang dimaksud adalah Jepang dan Korea Selatan dengan komoditas ekspor nonmigas berupa bahan bakar mineral serta biji logam terak dan abu, Filipina berupa bahan bakar mineral dan kendaraan serta bagiannya, serta Malaysia berupa bahan bakar mineral serta lemak dan minyak hewan atau nabati.

Berharap Harga Ayam Bisa Membaik

26 Jan 2024
Harga jual ayam hidup di tingkat peternak saat ini masih menghadapi tantangan. Menurut Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) harga jual ayam saat ini masih di rentang Rp 16.000–17.000 per kilogram. Harga tersebut masih jauh dari biaya produksi yang dikeluarkan peternak. Yakni rata-rata Rp 20.500–Rp 21.500 per kilogram. Salah satu kendala utama adalah kenaikan pakan ternak. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto melihat anjloknya harga ayam saat ini bisa mempengaruhi kinerja emiten perunggasan. "Jika harga harga ayam terus anjlok maka kinerja emiten pakan ternak diprediksi akan turun pada tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (25/1). 

Sementara Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan menambahkan, emiten perunggsan dan pakan ternak tahun ini memang menghadapi tantangan. Ini akibat gejolak harga bahan baku pakan. Terutama kedelai yang lebih banyak diimpor. "Harga ayam yang anjlok juga berpengaruh pada kinerja emiten pakan ternak, karena menurunkan daya beli peternak," ujar Reza kepada KONTAN Kamis (25/1). Terlihat dari kinerja emiten perunggasan seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) pada 9 bulan pertama tahun 2023 yang cenderung bervariasi. Maka ia rekomendasi JPFA targetnya Rp 1.700–Rp 1.750. CPIN hold di harga Rp 7.300, dan buy MAIN dengan target Rp 930. Sementara Pandhu masih wait and see saham tersebut meski secara valuasi sudah menarik.

Ruang Ritel Tumbuh di Tahun Pemilu

26 Jan 2024
Momentum pemilihan umum (pemilu) bisa menjadi pendongkrak kinerja emiten ritel. Lonjakan perputaran uang dan daya beli berpotensi mengangkat omzet. Head of Legal & Corporate Secretary PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Amelia Allen menyampaikan optimisme peritel datang dari perekonomian yang kondusif. Pesta demokrasi ini diharapkan mendorong daya beli masyarakat. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) juga ingin menangkap peluang dari momentum ini. Hanya saja, Head of Corporate Communications ACES Melinda Pudjo menegaskan pihaknya akan lebih berhati-hati dan mempersiapkan segala kemungkinan di tengah tahun politik ini. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah mengamati secara historis konsumsi rumah tangga selama Pemilu 2014 dan 2019 sudah meningkat sejak enam bulan sebelum penyelenggaraan, dan mencapai puncaknya pada saat Pemilu. Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Janice Kohar menambahkan, tingkat inflasi yang rendah ikut memperkuat daya beli konsumen. Kondisi ini membawa kecenderungan yang mendukung pertumbuhan penjualan dan profitabilitas peritel. 

Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey menyoroti kencangnya perputaran uang menjelang pemilu. Mulai dana kampanye hingga kucuran bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai. Hal ini akan menjadi katalis pendongkrak daya beli masyakarat, yang utamanya dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Dus, peritel penyedia kebutuhan primer akan terpapar sentimen positif. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda menimpali, pemilu memang menyediakan ruang bagi emiten ritel untuk menumbuhkan kinerja. Tapi dampaknya tidak begitu signifikan atau tidak berlaku sama untuk semua emiten ritel. Vicky melihat momentum pemilu  membawa peluang lebih banyak bagi emiten dengan jaringan distribusi luas dan menyediakan produk yang dibutuhkan rutin masyarakat. Dengan tingkat daya beli saat ini, emiten ritel yang menyasar segmen menengah-atas juga bisa diuntungkan. 

Selain pemilu Associate Director Erdikha Sekuritas Yunia Lie menyoroti sejumlah hari libur pada Februari. Adanya libur panjang akan membawa dampak positif untuk meningkatkan penjualan, terutama ritel kategori F&B.

Trisula Textile Membidik Pertumbuhan Positif Tahun ini

26 Jan 2024
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini. Optimisme emiten tekstil tersebut berkaca dari hasil kinerja hingga kuartal III-2023. Di periode tersebut, BELL mencatatkan pendapatan Rp 359,45 miliar, naik 15% dari periode serupa tahun lalu. BELL membukukan laba yang diatribusikan ke pemilik sebesar Rp 8,79 miliar, tumbuh 23,57% dari periode September 2022. 

Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja optimistis, kinerja  anak usaha PT Trisula International Tbk (TRIS) ini bakal tumbuh tahun ini dibandingkan periode 2023. Untuk itu BELL sebutnya, terus berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Misalnya melakukan pembelian mesin-mesin baru untuk menopang produksi BELL. Trisula Textile sendiri merupakan perusahaan tekstil yang menyasar segmen menengah atas. 

Perusahaan ini membuat beragam merek produk pakaian. Yakni Jobb dan Jack Nicklaus. Karsongno menjelaskan jika sebelumnya pihaknya sudah bisa memproduksi kain yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Lantas saat pandemi lalu, BELL  membuat jaket dari kain anti bakteri dan anti air. Dengan upaya tersebut, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan speculative buy saham BELL, dengan support di Rp 71 per saham dan resistance di Rp 78 per saham. Sementara Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto merekomendasikan wait and see untuk saham BELL.

Bank Besar Masih Bakal Panen Laba Jumbo

26 Jan 2024
Musim rilis laporan keuangan kinerja bank 2023 sudah dimulai. Bank besar masih berpotensi mencetak rekor laba, kendati pertumbuhan laba tidak akan setinggi tahun sebelumnya. Bank Central Asia (BCA) mengawali musim rilis kinerja keuangan dengan mengumumkan mencetak laba bersih Rp 48,6 triliun, tumbuh 19,4% secara tahunan. Ini laba tertinggi BCA sepanjang masa. Tapi laju pertumbuhannya melambat dari 2022, yang tumbuh 29,6%. Capaian laba BCA ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 75,4 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan. Sedang pendapatan non bunga hanya tumbuh 5,5% menjadi Rp 23,9 triliun. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih terjadi seiring ekspansi kredit yang tumbuh 13,9%. Pertumbuhan solid terjadi di semua segmen. Kredit korporasi tumbuh 15%, kredit komersial tumbuh 7,5%, kredit UMKM naik 16% dan kredit konsumer meningkat 14,8%. 

Jahja Setiatmadja, Presiden Direktur BCA, mengatakan, BCA optimistis bisa mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor di 2024, ditopang kondisi likuditas yang memadai. "Kredit tahun ini kami targetkan tumbuh 8%-10," ujarnya, Kamis (25/1). Perolehan laba BCA tersebut masih berada di kisaran proyeksi konsensus analis, yakni Rp 48,95 triliun. Menurut konsensus, Bank Rakyat Indonesia (BRI) bakal jadi jawara pencetak laba, mencapai Rp 58,87 triliun. Sedang Bank Mandiri diprediksi meraih laba Rp 51,25 triliun dan BNI sebesar Rp 21,15 triliun. Jika mengacu laporan bulanan per November 2023, perolehan laba BRI, Mandiri dan BNI sudah mendekati proyeksi konsensus tersebut. 

Direktur Utama BRI Sunarso juga sudah jauh hari buka suara terkait target laba tahun 2023. Ia optimistis laba BRI bisa mencapai Rp 55 triliun. Dalam sebelas bulan di 2023, laba BNGA sudah mencapai Rp 5,58 triliun, naik 24,13% secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan optimistis laba 2023 akan tumbuh tinggi. "Pasti laba kami akan meningkat cukup baik," ujarnya. Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe memproyeksi rata-rata laba bersih bank KBMI 4 di 2023 tumbuh antara 5%-10% secara tahunan. "BRI tetap jadi jawara karena jaringannya paling luas," kata dia.

MANUVER INVESTASI INVESTOR INSTITUSI

26 Jan 2024

Situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian tinggi pada tahun ini membuat investor institusi harus mengatur strategi lebih jitu, guna mencari instrumen yang aman, tetapi tetap memberikan imbal hasil yang menarik. Belakangan, ekspektasi pemburukan ekonomi global mendorong penurunan suku bunga acuan. Selain ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, bank sentral China rupanya juga mengirim sinyal yang sama. People's Bank of China (PBoC) siap menurunkan suku bunga sebesar 0,5 poin persentase pada awal Februari 2024. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sepanjang 2023, investor asing dan investor institusi lokal mengakumulasi infl ow, kecuali industri bank yang menarik dananya sebesar Rp202,24 triliun. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan bahwa investasi asuransi jiwa pada tahun ini menitikberatkan pada SBN. Kebijakan investasi ini mempertimbangkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada paruh kedua. Budi mengatakan, dari sisi imbal hasil, SBN pun berada pada posisi yang menarik sehingga menjadi salah satu instrumen investasi andalan. Dihubungi terpisah, Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan dana pensiun masih memiliki minat terhadap SBN terlepas dari kewajiban alokasi aset pada surat utang negara itu. SBN menjadi pilihan karena stabilitas imbal hasil dan risiko rendah gagal bayar. Sementara itu, Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie mengatakan SBN tenor pendek menjadi pengaman dari risiko seiring dengan masih tingginya ketidakpastian. Sementara itu, SBN tenor panjang memberikan peluang yield tinggi di tengah proyeksi perlambatan ekonomi. Adapun, Director & Chief Investment Offi cer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memprediksi tahun 2024 menjadi periode konstruktif bagi pasar obligasi Indonesia. Faktor-faktor makroekonomi yang mendukung termasuk inflasi yang terjaga dan potensi pemangkasan suku bunga. Tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun sebesar 6,7% dianggap sebagai titik masuk menarik bagi investor.

Pengelolaan Kekayaan Syariah

26 Jan 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023—2027. Pelaku industri perbankan syariah di Tanah Air tentu menyambut baik dan berharap keberadaan roadmap perbankan syariah terbaru tersebut bisa lebih memperkuat daya saing dari industri ini dan pada saat yang sama turut mendorong minat konsumen lebih tinggi lagi dalam memilih layanan perbankan syariah (melalui program literasi dan insentif langsung maupun tak langsung). Sesuai dengan RP3SI tersebut, maka peningkatan aspek ketahanan dan daya saing perbankan syariah dilakukan melalui konsolidasi perbankan syariah, penguatan resiliensi dan prudensial, dan inovasi untuk memperkuat diferensiasi produk dan layanan. Sektor perbankan syariah di Indonesia memang terus menunjukkan pertumbuhan yang makin pesat. Laporan Islamic Finance Development Indicators (IDFI) 2022 menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam peta keuangan syariah global, sekaligus posisi ketujuh untuk aset syariah tertinggi di dunia. Sementara, dari dalam negeri, data OJK Juni 2023 menunjukkan pertumbuhan keuangan syariah nasional mencapai 13,37% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Jika mengacu pada data OJK per Juni 2023, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia mencapai 7,3%. Capaian itu memang masih lebih rendah dibandingkan dengan perkembangan pada sejumlah negara lain, sebut saja Malaysia yang pangsa pasar perbankan syariahnya sudah mencapai 46% pada Mei 2023. Selain itu perbankan Syariah juga diharapkan untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen melalui solusi-solusi keuangan yang unik. Shariah wealth management merupakan sistem pengelolaan kekayaan yang mengusung prinsip-prinsip syariah untuk membantu masyarakat mencapai tujuan jangka panjang. Ini merupakan layanan keuangan yang unik dan komprehensif yang tidak sekadar replikasi dari layanan yang ditawarkan perbankan konvensional. Yang menjadikannya berbeda, shariah wealth management tak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga spiritual dan sosial melalui pilar wealth purification dan wealth distribution. Upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah tentu menjadi pekerjaan rumah bersama dari seluruh ekosistem di sektor ini.

OUTLOOK 2024 : TANTANGAN 3 PENJURU ASURANSI JIWA

26 Jan 2024

Industri asuransi jiwa menghadapi tantangan setidaknya dari tiga sisi tahun ini, yakni penerapan Financial Reporting Standards (FRS) 117, pemenuhan kenaikan modal minimum, dan pemisahan unit syariah. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan penerapan FRS 117 berisiko menimbulkan dua dampak keuangan. Pertama, biaya tambahan karena perusahaan harus membeli sistem. Kedua, menggerus ekuitas perusahaan. Seperti diketahui, dengan FRS 117, perusahaan asuransi hanya mengakui margin layanan kontraktual pada standar keuangan, bukan pendapatan premi dan biaya klaim yang digunakan untuk memastikan keuntungan perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi harus mengadopsi IFRS 17 atau FRS 117 paling lambat mulai 1 Januari 2025, lebih lambat dari penerapan secara internasional yang dimulai 1 Januari 2023. Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) itu, Budi menuturkan ada kemungkinan hasil yang berbeda pada laporan keuangan perusahaan, seperti laba yang mengecil. Bahkan, profit bisa berbalik menjadi negatif dan menggerus ekuitas. Menurut beleid baru, perusahaan asuransi konvensional harus memenuhi modal minimal Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026 dari semula Rp100 miliar. Perusahaan asuransi konvensional harus menaikkan lagi ekuitasnya menjadi minimal Rp500 miliar paling lambat 31 Desember 2028. Sementara, perusahaan asuransi syariah harus memenuhi ekuitas minimal Rp100 minimal selambat-lambatnya pada 31 Desember 2026 dan Rp200 miliar selambat-lambatnya pada 31 Desember 2028. OJK semula menetapkan ekuitas minimal asuransi syariah Rp50 miliar. Budi mengatakan pemenuhan ekuitas minimum Rp250 miliar menjadi tantangan bagi industri asuransi jiwa. Menurutnya, masih ada 10 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI yang belum memenuhi modal Rp250 miliar. Industri juga menghadapi tantangan dari kewajiban spin off unit syariah paling lambat 2026. Kewajiban itu juga disertai dengan keharusan menambahkan modal di anak perusahaan syariah yang nantinya dibentuk. Pada saat yang sama, akibat infl asi medis, AAJI memperkirakan klaim kesehatan asuransi jiwa akan menembus Rp20 triliun sepanjang 2023. Hal ini terlihat dari angka klaim yang sudah mencapai Rp15,2 triliun sepanjang Januari—September 2023. Menurut Budi, inflasi medis terjadi di sejumlah negara. Ini menunjukkan bahwa dalam jangka waktu panjang, biaya kesehatan cenderung akan semakin mahal.

KERETA CEPAT : KCIC Siapkan Rel Hingga Yogyakarta

26 Jan 2024

PT Kereta Cepat Indonesia China menyatakan perpanjangan jalur kereta cepat hingga Surabaya, Jawa Timur akan melalui Yogyakarta. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menuturkan pembangunan kereta cepat melalui Yogyakarta tersebut masuk proyek tahap pertama. Saat ini, dia menegaskan KCIC terus membahas rencana perpanjangan proyek kereta cepat hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Dwiyana menuturkan pembahasan perpanjangan proyek kereta cepat masih dibahas bersama pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan lainnya. Dwiyana melanjutkan KCIC akan memastikan studi yang dilakukan sebelum pengerjaan fisik proyek dimulai akan dilakukan dengan optimal. Hal tersebut mencakup penentuan jalur, studi kelayakan (feasibility study) dan lainnya. Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menyebutkan rencana studi bersama dengan China masih dalam tahap pembahasan.

KENDARAAN ELEKTRIFIKASI : Kualitas Motor Listrik Jadi Pilihan

26 Jan 2024

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia memprediksi masyarakat menyerap sepeda motor listrik berkualitas menyusul besarnya potensi pasar kendaraan bermotor listrik roda dua di Tanah Air. Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengatakan bahwa produsen motor listrik memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan menggunakan jenis baterai Li-ion. Hanya saja, dia menegaskan harga motor memang akan cenderung lebih mahal. Dia menyebut baterai jenis Lithiumion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan pada produk elektrifi kasi. Menurutnya, kepadatan dari baterai Li-ion yang lebih tinggi membuat produk menjadi lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lead acid. Terlebih lagi Indonesia memiliki sumber nikel terbesar di dunia. Di sisi lain, dia juga mengatakan pemerintah sudah merilis standardisasi untuk baterai swap menjadi kapasitas 60 volt dan 72 volt. Hal itu bertujuan pengalaman yang didapatkan dari motor listrik tidak berbeda jauh dengan konvensional. Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan perlu upaya komprehensif untuk mematangkan ekosistem motor listrik supaya menarik minat konsumen. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memasang target kuota subsidi sepeda motor listrik sebanyak 50.000 unit bisa terserap penuh pada 2024, setelah Syarat penerima subsidi motor listrik diperluas menjadi penerima subsidi 1 NIK untuk 1 unit motor listrik.