Ekonomi
( 40465 )Indonesia Membidik Ekspor ke 12 Negara
Berharap Harga Ayam Bisa Membaik
Ruang Ritel Tumbuh di Tahun Pemilu
Trisula Textile Membidik Pertumbuhan Positif Tahun ini
Bank Besar Masih Bakal Panen Laba Jumbo
MANUVER INVESTASI INVESTOR INSTITUSI
Situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian tinggi pada tahun ini membuat investor institusi harus mengatur strategi lebih jitu, guna mencari instrumen yang aman, tetapi tetap memberikan imbal hasil yang menarik. Belakangan, ekspektasi pemburukan ekonomi global mendorong penurunan suku bunga acuan. Selain ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, bank sentral China rupanya juga mengirim sinyal yang sama. People's Bank of China (PBoC) siap menurunkan suku bunga sebesar 0,5 poin persentase pada awal Februari 2024. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sepanjang 2023, investor asing dan investor institusi lokal mengakumulasi infl ow, kecuali industri bank yang menarik dananya sebesar Rp202,24 triliun.
Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan bahwa investasi asuransi jiwa pada tahun ini menitikberatkan pada SBN. Kebijakan investasi ini mempertimbangkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada paruh kedua.
Budi mengatakan, dari sisi imbal hasil, SBN pun berada pada posisi yang menarik sehingga menjadi salah satu instrumen investasi andalan.
Dihubungi terpisah, Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan dana pensiun masih memiliki minat terhadap SBN terlepas dari kewajiban alokasi aset pada surat utang negara itu. SBN menjadi pilihan karena stabilitas imbal hasil dan risiko rendah gagal bayar.
Sementara itu, Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie mengatakan SBN tenor pendek menjadi pengaman dari risiko seiring dengan masih tingginya ketidakpastian. Sementara itu, SBN tenor panjang memberikan peluang yield tinggi di tengah proyeksi perlambatan ekonomi.
Adapun, Director & Chief Investment Offi cer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memprediksi tahun 2024 menjadi periode konstruktif bagi pasar obligasi Indonesia. Faktor-faktor makroekonomi yang mendukung termasuk inflasi yang terjaga dan potensi pemangkasan suku bunga. Tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun sebesar 6,7% dianggap sebagai titik masuk menarik bagi investor.
Pengelolaan Kekayaan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023—2027. Pelaku industri perbankan syariah di Tanah Air tentu menyambut baik dan berharap keberadaan roadmap perbankan syariah terbaru tersebut bisa lebih memperkuat daya saing dari industri ini dan pada saat yang sama turut mendorong minat konsumen lebih tinggi lagi dalam memilih layanan perbankan syariah (melalui program literasi dan insentif langsung maupun tak langsung). Sesuai dengan RP3SI tersebut, maka peningkatan aspek ketahanan dan daya saing perbankan syariah dilakukan melalui konsolidasi perbankan syariah, penguatan resiliensi dan prudensial, dan inovasi untuk memperkuat diferensiasi produk dan layanan.
Sektor perbankan syariah di Indonesia memang terus menunjukkan pertumbuhan yang makin pesat. Laporan Islamic Finance Development Indicators (IDFI) 2022 menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam peta keuangan syariah global, sekaligus posisi ketujuh untuk aset syariah tertinggi di dunia. Sementara, dari dalam negeri, data OJK Juni 2023 menunjukkan pertumbuhan keuangan syariah nasional mencapai 13,37% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Jika mengacu pada data OJK per Juni 2023, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia mencapai 7,3%. Capaian itu memang masih lebih rendah dibandingkan dengan perkembangan pada sejumlah negara lain, sebut saja Malaysia yang pangsa pasar perbankan syariahnya sudah mencapai 46% pada Mei 2023.
Selain itu perbankan Syariah juga diharapkan untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen melalui solusi-solusi keuangan yang unik.
Shariah wealth management merupakan sistem pengelolaan kekayaan yang mengusung prinsip-prinsip syariah untuk membantu masyarakat mencapai tujuan jangka panjang. Ini merupakan layanan keuangan yang unik dan komprehensif yang tidak sekadar replikasi dari layanan yang ditawarkan perbankan konvensional.
Yang menjadikannya berbeda, shariah wealth management tak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga spiritual dan sosial melalui pilar wealth purification dan wealth distribution.
Upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah tentu menjadi pekerjaan rumah bersama dari seluruh ekosistem di sektor ini.
OUTLOOK 2024 : TANTANGAN 3 PENJURU ASURANSI JIWA
Industri asuransi jiwa menghadapi tantangan setidaknya dari tiga sisi tahun ini, yakni penerapan Financial Reporting Standards (FRS) 117, pemenuhan kenaikan modal minimum, dan pemisahan unit syariah.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan penerapan FRS 117 berisiko menimbulkan dua dampak keuangan. Pertama, biaya tambahan karena perusahaan harus membeli sistem. Kedua, menggerus ekuitas perusahaan. Seperti diketahui, dengan FRS 117, perusahaan asuransi hanya mengakui margin layanan kontraktual pada standar keuangan, bukan pendapatan premi dan biaya klaim yang digunakan untuk memastikan keuntungan perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi harus mengadopsi IFRS 17 atau FRS 117 paling lambat mulai 1 Januari 2025, lebih lambat dari penerapan secara internasional yang dimulai 1 Januari 2023. Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) itu, Budi menuturkan ada kemungkinan hasil yang berbeda pada laporan keuangan perusahaan, seperti laba yang mengecil. Bahkan, profit bisa berbalik menjadi negatif dan menggerus ekuitas.
Menurut beleid baru, perusahaan asuransi konvensional harus memenuhi modal minimal Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026 dari semula Rp100 miliar. Perusahaan asuransi konvensional harus menaikkan lagi ekuitasnya menjadi minimal Rp500 miliar paling lambat 31 Desember 2028. Sementara, perusahaan asuransi syariah harus memenuhi ekuitas minimal Rp100 minimal selambat-lambatnya pada 31 Desember 2026 dan Rp200 miliar selambat-lambatnya pada 31 Desember 2028. OJK semula menetapkan ekuitas minimal asuransi syariah Rp50 miliar.
Budi mengatakan pemenuhan ekuitas minimum Rp250 miliar menjadi tantangan bagi industri asuransi jiwa. Menurutnya, masih ada 10 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI yang belum memenuhi modal Rp250 miliar.
Industri juga menghadapi tantangan dari kewajiban spin off unit syariah paling lambat 2026. Kewajiban itu juga disertai dengan keharusan menambahkan modal di anak perusahaan syariah yang nantinya dibentuk.
Pada saat yang sama, akibat infl asi medis, AAJI memperkirakan klaim kesehatan asuransi jiwa akan menembus Rp20 triliun sepanjang 2023. Hal ini terlihat dari angka klaim yang sudah mencapai Rp15,2 triliun sepanjang Januari—September 2023.
Menurut Budi, inflasi medis terjadi di sejumlah negara. Ini menunjukkan bahwa dalam jangka waktu panjang, biaya kesehatan cenderung akan semakin mahal.
KERETA CEPAT : KCIC Siapkan Rel Hingga Yogyakarta
PT Kereta Cepat Indonesia China menyatakan perpanjangan jalur kereta cepat hingga Surabaya, Jawa Timur akan melalui Yogyakarta. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menuturkan pembangunan kereta cepat melalui Yogyakarta tersebut masuk proyek tahap pertama.
Saat ini, dia menegaskan KCIC terus membahas rencana perpanjangan proyek kereta cepat hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Dwiyana menuturkan pembahasan perpanjangan proyek kereta cepat masih dibahas bersama pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan lainnya.
Dwiyana melanjutkan KCIC akan memastikan studi yang dilakukan sebelum pengerjaan fisik proyek dimulai akan dilakukan dengan optimal. Hal tersebut mencakup penentuan jalur, studi kelayakan (feasibility study) dan lainnya.
Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menyebutkan rencana studi bersama dengan China masih dalam tahap pembahasan.
KENDARAAN ELEKTRIFIKASI : Kualitas Motor Listrik Jadi Pilihan
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia memprediksi masyarakat menyerap sepeda motor listrik berkualitas menyusul besarnya potensi pasar kendaraan bermotor listrik roda dua di Tanah Air. Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengatakan bahwa produsen motor listrik memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan menggunakan jenis baterai Li-ion. Hanya saja, dia menegaskan harga motor memang akan cenderung lebih mahal.
Dia menyebut baterai jenis Lithiumion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan pada produk elektrifi kasi. Menurutnya, kepadatan dari baterai Li-ion yang lebih tinggi membuat produk menjadi lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lead acid. Terlebih lagi Indonesia memiliki sumber nikel terbesar di dunia.
Di sisi lain, dia juga mengatakan pemerintah sudah merilis standardisasi untuk baterai swap menjadi kapasitas 60 volt dan 72 volt. Hal itu bertujuan pengalaman yang didapatkan dari motor listrik tidak berbeda jauh dengan konvensional. Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan perlu upaya komprehensif untuk mematangkan ekosistem motor listrik supaya menarik minat konsumen.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memasang target kuota subsidi sepeda motor listrik sebanyak 50.000 unit bisa terserap penuh pada 2024, setelah Syarat penerima subsidi motor listrik diperluas menjadi penerima subsidi 1 NIK untuk 1 unit motor listrik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









