;

Indonesia Membidik Ekspor ke 12 Negara

Ekonomi Hairul Rizal 26 Jan 2024 Kontan
Indonesia Membidik Ekspor ke 12 Negara
Pemerintah Indonesia berupaya memperluas pasar ekspor. Langkah ini sejalan dengan kinerja ekspor yang diramal semakin melemah, sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan moderasi harga komoditas. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah tengah memetakan negara tujuan ekspor di luar negara tradisional. Saat ini, pihaknya telah berdiskusi dengan dunia usaha dan mendapatkan setidaknya 12 negara yang potensial, seperti negara-negara di Amerika Latin, Afrika, Asia Selatan juga Timur Tengah. 

Adapun selama ini, China, Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura, juga Korea Selatan menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Sayangnya, ekonomi China diperkirakan tumbuh melambat ke kisaran 5% pada tahun 2023. Susiwijono juga mengatakan, pemerintah akan memperdalam kerja sama perdagangan yang sudah dijalin oleh Indonesia. Misalnya, perjanjian komprehensif dan progresif untuk kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Juga, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), hingga kerja sama yang aktif dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Sebelumnya pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 24 tahun 2023. Pasca dibentuknya Satgas tersebut, lanjut Susiwijono, sudah ada pertemuan yang dilakukan dengan kementerian dan lembaga (K/L), hingga asosiasi pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini sebelumnya menyebut, Indonesia telah menjalin kerja sama yang baik dengan negara lain. Negara tersebut bisa menjadi mitra dagang potensial untuk Indonesia. Negara yang dimaksud adalah Jepang dan Korea Selatan dengan komoditas ekspor nonmigas berupa bahan bakar mineral serta biji logam terak dan abu, Filipina berupa bahan bakar mineral dan kendaraan serta bagiannya, serta Malaysia berupa bahan bakar mineral serta lemak dan minyak hewan atau nabati.
Download Aplikasi Labirin :