;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Bola Salju Utang Pemerintah

26 Jan 2024
Peningkatan utang pemerintah tidak menjamin pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menyebutkan tidak ada hasil istimewa dari utang pemerintah yang menembus Rp 8.114,9 triliun per Desember 2023. Tingginya utang yang selaras dengan kenaikan beban bunga utang, kata dia, justru membebani APBN serta mengurangi belanja negara. Kenaikan jumlah utang membuat anggaran untuk kepentingan publik tersedot bagi pembayaran bunga utang. 

Berkurangnya ruang fiskal ini, kata dia, melemahkan kemampuan negara untuk mengurangi tingkat kemiskinan, termasuk progam menurunkan angka stunting. “Ini menjadi masalah utama yang sangat memprihatinkan akibat melemahnya kemampuan APBN,” katanya, Kamis, 25 Januari 2024.  Anthony menilai kebijakan fiskal lebih berpihak kepada pemilik modal dan masyarakat menengah-atas. Dia mempertanyakan perbaikan kondisi masyarakat miskin. Tingkat kemiskinan hanya turun dari 10,96 persen pada 2014 menjadi 9,22 persen pada 2019, dan naik lagi menjadi 9,36 persen pada Maret 2023. “Tidak ada peningkatan kesejahteraan yang berarti, tidak ada pengurangan angka kemiskinan yang berarti,” katanya. (Yetede)

Penanda Kerentaan Utang Negara

26 Jan 2024
Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) kerap dijadikan tolok ukur tingkat kesehatan kepemilikan utang Indonesia. Berdasarkan konsensus internasional yang kemudian diadopsi oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, batas aman rasio utang terhadap PDB adalah tidak lebih dari 60 persen.

Pada akhir 2023, total utang Indonesia menembus Rp 8.145 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 38,59 persen. Angka itu lebih baik dibanding pada akhir 2022 yang mencatatkan rasio utang terhadap PDB sebesar 39,70 persen dengan total utang kala itu sebesar Rp 7.734 triliun. Dengan standar stok utang terhadap PDB tersebut, Indonesia dapat dikatakan masuk ke dalam negara dengan kinerja utang yang baik. Terlebih jika dibanding negara maju, seperti Jepang dan Amerika Serikat, yang rasio utang terhadap PDB-nya masing-masing menembus 200 persen dan 100 persen.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto memastikan pemerintah mengelola utang dengan sangat hati-hati serta akuntabel. “Rasio utang Indonesia tergolong rendah jika dibanding negara-negara peers,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Dia mencontohkan Malaysia memiliki rasio 66 persen, Filipina 60,9 persen, Thailand 61 persen, Argentina 85 persen, Brasil 72,87 persen, serta Afrika Selatan 67,4 persen. (Yetede)

Siap-Siap Tarif Pajak Tinggi Mengintai UMKM

26 Jan 2024
Puluhan juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mesti bersiap merogoh kantong lebih dalam. Jika selama ini UMKM menikmati skema tarif pajak penghasilan (PPh) final 0,5%, mulai tahun 2025 mereka harus membayar pajak sesuai aturan Undang-Undang Nomor 36/2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh). Dengan kata lain, tarif pajak UMKM bakal naik tahun depan. Sebagai gambaran, tarif PPh final UMKM sebesar 0,5% yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 55/2022 dapat digunakan wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan dalam negeri yang memiliki nilai peredaran bruto dari usaha di bawah Rp 4,8 miliar per tahun. Namun tarif PPh final 0,5% tersebut paling lama tujuh tahun bagi wajib pajak (WP) orang pribadi, empat tahun untuk WP badan berbentuk koperasi dan CV, serta tiga tahun untuk WP badan berbentuk perseroan terbatas. Jangka waktu itu terhitung sejak wajib pajak yang terdaftar sebelum maupun setelah tahun 2018. 

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencontohkan, Tuan A sebagai wajib pajak orang pribadi terdaftar tahun 2015, maka dia bisa menggunakan fasilitas tarif PPh final 0,5% mulai dari 2018 hingga 2024. Sementara Tuan B, terdaftar tahun 2020, maka dia bisa memanfaatkan tarif PPh final 0,5% mulai tahun 2020 hingga tahun 2026. Sampai berita ini naik cetak, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo, Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kemkeu Yon Arsal serta Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemkeu Dwi Astuti tidak menjawab pertanyaan dan permintaan penjelasan yang diajukan KONTAN. 

Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai, pemberlakuan tarif normal memang membuat wajib pajak orang pribadi UMKM merasa terbebani. Untuk itu, mereka sering diarahkan untuk memakai NPPN. Konsultan Pajak di PT Botax Consulting Indonesia Raden Agus Suparman bilang, penggunaan tarif PPh final 0,5% memiliki untung rugi. Bagi perusahaan yang laporan keuangannya rugi, tentu akan mengalami rugi jika menggunakan PPh final 0,5% lantaran tetap membayar pajak. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal berpendapat, pemberlakuan tarif PPh normal akan membebani UMKM. Khususnya mereka yang belum pulih dari efek pandemi Covid-19. Apalagi bila dibebankan biaya produksi yang masih tinggi.

Pelemahan Ekonomi Bisa Menahan Setoran Pajak

26 Jan 2024
Pemerintah ingin melanjutkan tren positif penerimaan pajak selama tiga tahun terakhir. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) membidik penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 1.988,9 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 6,4% dari realisasi 2023 yang mencapai Rp 1.869,23 triliun. Direktur Jenderal Pajak Kemkeu, Suryo Utomo optimistis penerimaan pajak tahun ini mencetak quattrick atau meraih prestasi selama empat tahun berturut-turut. Pada tahun lalu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemkeu berhasil mengumpulkan penerimaan pajak Rp 1.869,23 triliun. Realisasi ini melampaui target 108,8% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 dan 102,8% dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2023. 

Kendati begitu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai kinerja penerimaan pajak tahun ini akan menemui sejumlah tantangan. Pertama, pajak yang bersumber dari komoditas seperti tambang, migas dan perkebunan yang diperkirakan pada tahun ini melambat dan terkontraksi. Kedua, pajak dari sektor industri manufaktur yang menyumbang 30% dari total penerimaan pajak nasional akan berhadapan dengan lemahnya permintaan industri berorientasi ekspor, hingga tekanan biaya produksi dan bahan baku impor. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono optimistis target penerimaan pajak pada tahun ini bisa tercapai. Adapun faktor pendorongnya adalah konsumsi dalam negeri yang tetap terjaga kondusif. Dari total penerimaan pajak di APBN 2024, pajak dalam negeri dipatok Rp 2.234,96 triliun dan pajak perdagangan internasional Rp 74,90 triliun. Adapun komposisi pajak dalam negeri terdiri dari pajak penghasilan (PPh), PPN & pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), pajak bumi dan bangunan (PBB), cukai dan pajak lainnya. 

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengakui rasio pajak (tax ratio) Indonesia masih rendah, meski target penerimaan pajak senantiasa tercapai dalam tiga tahun terakhir ini. Dia bilang, rasio pajak Indonesia saat ini masih berkisar 10%. Bahkan pada 2020, rasio pajak melorot ke level 8,3% akibat pandemi Covid-19. Namun, isu data dan informasi masih menjadi tantangan DJP Kemkeu dalam mengumpulkan penerimaan pajak. Wajar saja, sistem perpajakan di Indonesia sendiri menganut sistem self-assessment. 

Indonesia Membidik Ekspor ke 12 Negara

26 Jan 2024
Pemerintah Indonesia berupaya memperluas pasar ekspor. Langkah ini sejalan dengan kinerja ekspor yang diramal semakin melemah, sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan moderasi harga komoditas. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah tengah memetakan negara tujuan ekspor di luar negara tradisional. Saat ini, pihaknya telah berdiskusi dengan dunia usaha dan mendapatkan setidaknya 12 negara yang potensial, seperti negara-negara di Amerika Latin, Afrika, Asia Selatan juga Timur Tengah. 

Adapun selama ini, China, Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura, juga Korea Selatan menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Sayangnya, ekonomi China diperkirakan tumbuh melambat ke kisaran 5% pada tahun 2023. Susiwijono juga mengatakan, pemerintah akan memperdalam kerja sama perdagangan yang sudah dijalin oleh Indonesia. Misalnya, perjanjian komprehensif dan progresif untuk kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Juga, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), hingga kerja sama yang aktif dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Sebelumnya pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 24 tahun 2023. Pasca dibentuknya Satgas tersebut, lanjut Susiwijono, sudah ada pertemuan yang dilakukan dengan kementerian dan lembaga (K/L), hingga asosiasi pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini sebelumnya menyebut, Indonesia telah menjalin kerja sama yang baik dengan negara lain. Negara tersebut bisa menjadi mitra dagang potensial untuk Indonesia. Negara yang dimaksud adalah Jepang dan Korea Selatan dengan komoditas ekspor nonmigas berupa bahan bakar mineral serta biji logam terak dan abu, Filipina berupa bahan bakar mineral dan kendaraan serta bagiannya, serta Malaysia berupa bahan bakar mineral serta lemak dan minyak hewan atau nabati.

Berharap Harga Ayam Bisa Membaik

26 Jan 2024
Harga jual ayam hidup di tingkat peternak saat ini masih menghadapi tantangan. Menurut Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) harga jual ayam saat ini masih di rentang Rp 16.000–17.000 per kilogram. Harga tersebut masih jauh dari biaya produksi yang dikeluarkan peternak. Yakni rata-rata Rp 20.500–Rp 21.500 per kilogram. Salah satu kendala utama adalah kenaikan pakan ternak. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto melihat anjloknya harga ayam saat ini bisa mempengaruhi kinerja emiten perunggasan. "Jika harga harga ayam terus anjlok maka kinerja emiten pakan ternak diprediksi akan turun pada tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (25/1). 

Sementara Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan menambahkan, emiten perunggsan dan pakan ternak tahun ini memang menghadapi tantangan. Ini akibat gejolak harga bahan baku pakan. Terutama kedelai yang lebih banyak diimpor. "Harga ayam yang anjlok juga berpengaruh pada kinerja emiten pakan ternak, karena menurunkan daya beli peternak," ujar Reza kepada KONTAN Kamis (25/1). Terlihat dari kinerja emiten perunggasan seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) pada 9 bulan pertama tahun 2023 yang cenderung bervariasi. Maka ia rekomendasi JPFA targetnya Rp 1.700–Rp 1.750. CPIN hold di harga Rp 7.300, dan buy MAIN dengan target Rp 930. Sementara Pandhu masih wait and see saham tersebut meski secara valuasi sudah menarik.

Ruang Ritel Tumbuh di Tahun Pemilu

26 Jan 2024
Momentum pemilihan umum (pemilu) bisa menjadi pendongkrak kinerja emiten ritel. Lonjakan perputaran uang dan daya beli berpotensi mengangkat omzet. Head of Legal & Corporate Secretary PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Amelia Allen menyampaikan optimisme peritel datang dari perekonomian yang kondusif. Pesta demokrasi ini diharapkan mendorong daya beli masyarakat. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) juga ingin menangkap peluang dari momentum ini. Hanya saja, Head of Corporate Communications ACES Melinda Pudjo menegaskan pihaknya akan lebih berhati-hati dan mempersiapkan segala kemungkinan di tengah tahun politik ini. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah mengamati secara historis konsumsi rumah tangga selama Pemilu 2014 dan 2019 sudah meningkat sejak enam bulan sebelum penyelenggaraan, dan mencapai puncaknya pada saat Pemilu. Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Janice Kohar menambahkan, tingkat inflasi yang rendah ikut memperkuat daya beli konsumen. Kondisi ini membawa kecenderungan yang mendukung pertumbuhan penjualan dan profitabilitas peritel. 

Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey menyoroti kencangnya perputaran uang menjelang pemilu. Mulai dana kampanye hingga kucuran bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai. Hal ini akan menjadi katalis pendongkrak daya beli masyakarat, yang utamanya dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Dus, peritel penyedia kebutuhan primer akan terpapar sentimen positif. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda menimpali, pemilu memang menyediakan ruang bagi emiten ritel untuk menumbuhkan kinerja. Tapi dampaknya tidak begitu signifikan atau tidak berlaku sama untuk semua emiten ritel. Vicky melihat momentum pemilu  membawa peluang lebih banyak bagi emiten dengan jaringan distribusi luas dan menyediakan produk yang dibutuhkan rutin masyarakat. Dengan tingkat daya beli saat ini, emiten ritel yang menyasar segmen menengah-atas juga bisa diuntungkan. 

Selain pemilu Associate Director Erdikha Sekuritas Yunia Lie menyoroti sejumlah hari libur pada Februari. Adanya libur panjang akan membawa dampak positif untuk meningkatkan penjualan, terutama ritel kategori F&B.

Trisula Textile Membidik Pertumbuhan Positif Tahun ini

26 Jan 2024
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini. Optimisme emiten tekstil tersebut berkaca dari hasil kinerja hingga kuartal III-2023. Di periode tersebut, BELL mencatatkan pendapatan Rp 359,45 miliar, naik 15% dari periode serupa tahun lalu. BELL membukukan laba yang diatribusikan ke pemilik sebesar Rp 8,79 miliar, tumbuh 23,57% dari periode September 2022. 

Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja optimistis, kinerja  anak usaha PT Trisula International Tbk (TRIS) ini bakal tumbuh tahun ini dibandingkan periode 2023. Untuk itu BELL sebutnya, terus berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Misalnya melakukan pembelian mesin-mesin baru untuk menopang produksi BELL. Trisula Textile sendiri merupakan perusahaan tekstil yang menyasar segmen menengah atas. 

Perusahaan ini membuat beragam merek produk pakaian. Yakni Jobb dan Jack Nicklaus. Karsongno menjelaskan jika sebelumnya pihaknya sudah bisa memproduksi kain yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Lantas saat pandemi lalu, BELL  membuat jaket dari kain anti bakteri dan anti air. Dengan upaya tersebut, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan speculative buy saham BELL, dengan support di Rp 71 per saham dan resistance di Rp 78 per saham. Sementara Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto merekomendasikan wait and see untuk saham BELL.

Bank Besar Masih Bakal Panen Laba Jumbo

26 Jan 2024
Musim rilis laporan keuangan kinerja bank 2023 sudah dimulai. Bank besar masih berpotensi mencetak rekor laba, kendati pertumbuhan laba tidak akan setinggi tahun sebelumnya. Bank Central Asia (BCA) mengawali musim rilis kinerja keuangan dengan mengumumkan mencetak laba bersih Rp 48,6 triliun, tumbuh 19,4% secara tahunan. Ini laba tertinggi BCA sepanjang masa. Tapi laju pertumbuhannya melambat dari 2022, yang tumbuh 29,6%. Capaian laba BCA ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 75,4 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan. Sedang pendapatan non bunga hanya tumbuh 5,5% menjadi Rp 23,9 triliun. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih terjadi seiring ekspansi kredit yang tumbuh 13,9%. Pertumbuhan solid terjadi di semua segmen. Kredit korporasi tumbuh 15%, kredit komersial tumbuh 7,5%, kredit UMKM naik 16% dan kredit konsumer meningkat 14,8%. 

Jahja Setiatmadja, Presiden Direktur BCA, mengatakan, BCA optimistis bisa mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor di 2024, ditopang kondisi likuditas yang memadai. "Kredit tahun ini kami targetkan tumbuh 8%-10," ujarnya, Kamis (25/1). Perolehan laba BCA tersebut masih berada di kisaran proyeksi konsensus analis, yakni Rp 48,95 triliun. Menurut konsensus, Bank Rakyat Indonesia (BRI) bakal jadi jawara pencetak laba, mencapai Rp 58,87 triliun. Sedang Bank Mandiri diprediksi meraih laba Rp 51,25 triliun dan BNI sebesar Rp 21,15 triliun. Jika mengacu laporan bulanan per November 2023, perolehan laba BRI, Mandiri dan BNI sudah mendekati proyeksi konsensus tersebut. 

Direktur Utama BRI Sunarso juga sudah jauh hari buka suara terkait target laba tahun 2023. Ia optimistis laba BRI bisa mencapai Rp 55 triliun. Dalam sebelas bulan di 2023, laba BNGA sudah mencapai Rp 5,58 triliun, naik 24,13% secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan optimistis laba 2023 akan tumbuh tinggi. "Pasti laba kami akan meningkat cukup baik," ujarnya. Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe memproyeksi rata-rata laba bersih bank KBMI 4 di 2023 tumbuh antara 5%-10% secara tahunan. "BRI tetap jadi jawara karena jaringannya paling luas," kata dia.

MANUVER INVESTASI INVESTOR INSTITUSI

26 Jan 2024

Situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian tinggi pada tahun ini membuat investor institusi harus mengatur strategi lebih jitu, guna mencari instrumen yang aman, tetapi tetap memberikan imbal hasil yang menarik. Belakangan, ekspektasi pemburukan ekonomi global mendorong penurunan suku bunga acuan. Selain ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, bank sentral China rupanya juga mengirim sinyal yang sama. People's Bank of China (PBoC) siap menurunkan suku bunga sebesar 0,5 poin persentase pada awal Februari 2024. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sepanjang 2023, investor asing dan investor institusi lokal mengakumulasi infl ow, kecuali industri bank yang menarik dananya sebesar Rp202,24 triliun. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan bahwa investasi asuransi jiwa pada tahun ini menitikberatkan pada SBN. Kebijakan investasi ini mempertimbangkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada paruh kedua. Budi mengatakan, dari sisi imbal hasil, SBN pun berada pada posisi yang menarik sehingga menjadi salah satu instrumen investasi andalan. Dihubungi terpisah, Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan dana pensiun masih memiliki minat terhadap SBN terlepas dari kewajiban alokasi aset pada surat utang negara itu. SBN menjadi pilihan karena stabilitas imbal hasil dan risiko rendah gagal bayar. Sementara itu, Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie mengatakan SBN tenor pendek menjadi pengaman dari risiko seiring dengan masih tingginya ketidakpastian. Sementara itu, SBN tenor panjang memberikan peluang yield tinggi di tengah proyeksi perlambatan ekonomi. Adapun, Director & Chief Investment Offi cer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memprediksi tahun 2024 menjadi periode konstruktif bagi pasar obligasi Indonesia. Faktor-faktor makroekonomi yang mendukung termasuk inflasi yang terjaga dan potensi pemangkasan suku bunga. Tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun sebesar 6,7% dianggap sebagai titik masuk menarik bagi investor.