Ekonomi
( 40465 )Presiden dan Menteri Boleh Kampanye Asal Tak Gunakan Fasilitas Negara
Syanology Hadirkan Solusi Backup Data untuk UMKM
Perbankan Raup Laba Rp221,63 Triliun
Dukungan Konsisten Agar Industri Manufaktur Tumbuh 5,6%
Skema KPR 35 Tahun Jadi Solusi Atasi ”Backlog” Rumah
Skema kredit pemilikan rumah dengan tenor hingga 35 tahun dinilai menjadi solusi pembiayaan untuk menjangkau rumah yang semakin mahal. Saat ini, generasi Z dan milenial mendominasi pasar perumahan. Pemerintah melalui Kementerian PUPR tengah menggodok skema kredit pemilikan rumah (KPR) dengan jangka waktu hingga 35 tahun, yang ditujukan terutama bagi kalangan gen Z dan milenial untuk bisa membeli rumah. CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, tenor KPR yang semakin panjang memberikan manfaat lebih besar bagi konsumen karena angsuran pinjaman menjadi lebih ringan. Konsumen dengan daya beli dan pendapatan terbatas berpeluang menjangkau rumah idaman.
”KPR tenor 35 tahun membuka peluang masyarakat untuk bisa punya rumah. Selama bisa punya rumah, jangka waktu tidak masalah. Rumah menjadi aset masa depan dengan kenaikan nilai properti yang semakin tinggi,” kata Ali, saat dihubungi, Selasa (23/1). Di negara tetangga seperti Singapura, hunian yang dibangun pemerintah melalui Housing & Development Board (HDB) dapat dimiliki melalui KPR dengan tenor hingga 30 tahun. Sementara tenor KPR di Australia mencapai 40 tahun. Perumahan HDB mendapatkan kucuran dana pembangunan yang cukup besar dari Pemerintah Singapura. Hunian murah itu diperuntukkan bagi warga negara dengan sejumlah kriteria.
Meski demikian, skema KPR berjangka 35 tahun di Indonesia perlu mempertimbangkan sumber dana jangka panjang. Diperlukan bauran anggaran, meliputi APBN, dana kelolaan Tabungan Perumahan Rakyat, hingga optimalisasi sumber dana dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF melalui pasar pembiayaan sekunder perumahan. Skema cicilan perlu ditetapkan dengan matang dan mengedepankan prinsip kehati-hatian perbankan. Beberapa opsi di antaranya suku bunga tetap (fix rate) selama beberapa tahun dan selanjutnya diikuti suku bunga mengikuti pasaran (floating rate), di samping itu pola cicilan berjenjang. ”Kuncinya di dana pembiayaan jangka panjang. Skema pembiayaan dan sumber dana perlu disusun matang oleh lintas kementerian serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ali. (Yoga)
Pengaduan Jasa Keuangan di YLKI Didominasi Masalah Pindar
Sepanjang 2019-2023, pengaduan terkait jasa keuangan, terutama pinjaman daring atau pindar, selalu berada di urutan atas pengaduan yang diterima oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Permasalahan pindar yang terus dan jamak dikeluhkan masih berkaitan dengan cara penagihan utang.
Kabid Pengaduan dan Hukum YLKI, Rio Priambodo, saat konferensi pers pengaduan sepanjang 2023, Selasa (23/1) di Jakarta, mengatakan, khusus tahun 2023, pengaduan pindar mencapai 128 pengaduan, membuat pengaduan pindar berada di urutan pertama. Lima besar permasalahan pindar yang diterima YLKI berturut-turut ialah cara penagihan utang, permohonan keringanan pembayaran yang susah, pembobolan/penipuan, penawaran produk terus-menerus dan tak meminjam, tapi ditagih.
”Pengaduan masalah pindar berkontribusi setengah dari total pengaduan jasa keuangan,” ujar Rio Priambodo. Pengaduan jasa keuangan lainnya berupa masalah layanan perbankan, uang elektronik, sewa guna usaha (leasing), asuransi, dan lembaga keuangan nonbank lainnya. Dari klasifikasi pelaku usaha pindar, YLKI menemukan 55 % pindar daring ilegal, 35 % legal, dan 10 % tidak teridentifikasi.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi berpendapat, di negara lain, keberadaan pindar jauh dari keluhan masyarakat. Sementara di Indonesia, pindar yang semestinya bisa membantu inklusi keuangan malah cenderung problematik. Jika keluhan masalah layanan jasa pinjaman,terutama pindar, relatif tinggi, dia menduga ada persoalan pengawasan pemerintah pada operasionalisasi pindar yang tidak optimal. ”Dugaan lainnya adalah literasi (digital dan keuangan) masyarakat masih rendah,” kata Tulus. (Yoga)
Memperbaiki Kehidupan Petani
Debat cawapres pada Minggu (21/1) malam membahas, antara lain, pangan dan pertanian. Sayang tak satu pun calon wakil presiden menggunakan data Sensus Pertanian 2023 Tahap I BPS. Sensus mengonfirmasi petani semakin menua, berkurang jumlahnya, dan menggurem. Sementara ada tuntutan mandiri pangan. Menurut Sensus Pertanian (SP) 2023-I, dipublikasi 15 Desember 2023, jumlah usaha tani perorangan (UTP) turun 7,45 % dibandingkan dengan 2013 menjadi 29.342.202 unit. Komoditas yang diusahakan sebagian besar tanaman pangan.
Fakta lain, jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) gurem bertambah 2,64 juta unit atau naik 18,54 %. RTUP gurem adalah rumah tangga yang menguasai 0,5 hektar atau kurang untuk lahan pertanian dan rumah tinggal. Proporsi RTUP gurem terhadap semua RTUP adalah mayoritas; 55,33 % (14,25 juta unit) pada 2013 dan 60,84 % (16,89 juta unit) pada 2023.
Pada saat bersamaan, lahan pertanian subur, terutama di Jawa, terus beralih fungsi. Perubahan iklim juga mengubah pola cuaca yang memengaruhi pertanian on farm. Indonesia dan banyak negara lain menghadapi masalah penyediaan pangan yang berhubungan dengan perubahan cepat akibat iklim, teknologi, sistem dan usaha agribisnis global di tatanan baru yang multipolar.
Meski demikian, terdapat banyak peluang meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani. Intinya, petani perlu dipersiapkan dan dibantu. Infrastruktur harus terus dibangun dan ditingkatkan kualitasnya, baik fisik, sosial, maupun ekonomi. Infrastruktur fisik seperti jalan, irigasi, listrik, pasar, telekomunikasi, dan transportasi. Infrastruktur sosial berupa pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan.
Infrastruktur ekonomi misalnya kredit, asuransi, jaminan pasar, dan harga. Pemerintah perlu menjamin harga terendah yang diterima petani untuk komoditas pangan penting dan strategis agar petani tertarik memproduksi. Dalam jangka pendek, petani perlu pelatihan dan penyuluhan mengenai dampak dan cara menangani perubahan iklim, pengenalan dan penyediaan teknologi modern, serta respons cepat terhadap pasar.
Pemerintah perlu menyediakan fasilitas serta layanan sarana dan produksi pertanian, seperti pupuk dan benih tepat waktu dan jumlah, serta pembiayaan dengan kredit murah. Insentif penting lain: harga yang baik dan stabil untuk kepastian berusaha. Dalam jangka panjang, sekolah khusus petani perlu ada untuk mengubah perilaku agar menjadi petani andal. Intinya, petani dibekali pengetahuan dasar, memahami usaha taninya hingga pasar. (Yoga)
Penyaluran Kredit Triwulan I-2024 Melambat
OJK Luncurkan Peta Jalan Modal Ventura
PROSPEK PENDAPATAN FANTASTIS GTA 6 BIKIN INVESTOR ”NGILER”
Penjualan seluruh waralaba Grand Theft Auto atau GTA yang dikembangkan Rockstar Game terus meroket. GTA 6 yang baru dirilis ”trailer”-nya pun sudah ditunggu penggemar. Semua tidak datang dengan tiba-tiba, tetapi dirancang dengan matang. Selasa (5/12) jagat maya dihebohkan dengan kemunculan trailer atau video promosi resmi Grand Theft Auto 6 di sejumlah kanal resmi milik pengembang gim asal AS, Rockstar Game. Video ini hanya membutuhkan waktu 24 jam untuk ditonton 94 juta kali di kanal Youtube Rockstar Game.
Pihak pengembang menjadwalkan perilisan trailer resmi GTA 6 pada awal 2024. Namun, karena pertengahan September lalu potongan tampilan visual dari gim bergenre open world action-adventure ini bocor di media sosial X, perilisan trailer resmi dilakukan lebih cepat. Seiring perilisan video trailer GTA 6, Take-Two Interactive, perusahaan induk dari Rockstar Games, pada laman resminya mengumumkan, gim GTA 6 mulai dipasarkan pada 2025 untuk konsol PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan komputer pribadi (PC).
Akhir tahun lalu, Take-Two Interactive merilis data penjualan GTA V dalam rentang September 2013-September 2023, mencapai 190 juta unit, menjadikan penjualan seluruh waralaba GTA yang dikembangkan Rockstar Game, antara lain GTA III yang rilis 2001, GTA Vice City (2002), GTA San Andreas (2004), dan GTA IV (2008), untuk berbagai platform dan konsol telah mencapai 410 juta unit. Adapun versi GTA online, yang rilis di tahun yang sama dengan GTA V, punya tingkat rata-rata jumlah pemain yang stabil, 200.000 pemain setiap bulannya. Alur dan interaksi dalam permainan GTA 6 yang dipastikan brutal membuat peredaran gim ini berpotensi dilarang di sejumlah negara. Kendati demikian, data penjualan dan keuntungan yang mampu dihasilkan waralaba GTA seolah membutakan mata investor dari unsur kekerasan yang ada di setiap seri gim ini.
Berdasarkan data histori Nasdaq, sejak tampilan visual GTA 6 bocor di media sosial, harga saham Take-Two Interactive melonjak signifikan dari 133,81 USD per lembar pada 1 November 2023 menjadi 163,89 USD per lembar pada 13 Desember 2023. Sentimen utama yang membuat harga saham Take-Two Interactive melonjak pasca kepastian waktu rilis GTA 6 adalah profit bisnis yang dihasilkan dari seri pendahulunya.
Mengutip data Statistia, ongkos produksi dan pemasaran GTA V mencapai 265 juta USD. Dari penjualannya, gim ini menghasilkan pendapatan 7,7 miliar USD. Pakar industri memperkirakan GTA 6 akan menghasilkan 1 miliar USD dalam 24 jam pertama penjualan. Maka ekspektasi tinggi juga digantungkan para investor, baik institusi maupun ritel, karena potensi bisnis dari GTA. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









