;

Memperbaiki Kehidupan Petani

Ekonomi Yoga 24 Jan 2024 Kompas
Memperbaiki Kehidupan Petani

Debat cawapres pada Minggu (21/1) malam membahas, antara lain, pangan dan pertanian. Sayang tak satu pun calon wakil presiden menggunakan data Sensus Pertanian 2023 Tahap I BPS. Sensus mengonfirmasi petani semakin menua, berkurang jumlahnya, dan menggurem. Sementara ada tuntutan mandiri pangan. Menurut Sensus Pertanian (SP) 2023-I, dipublikasi 15 Desember 2023, jumlah usaha tani perorangan (UTP) turun 7,45 % dibandingkan dengan 2013 menjadi 29.342.202 unit. Komoditas yang diusahakan sebagian besar tanaman pangan. 

Fakta lain, jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) gurem bertambah 2,64 juta unit atau naik 18,54 %. RTUP gurem adalah rumah tangga yang menguasai 0,5 hektar atau kurang untuk lahan pertanian dan rumah tinggal. Proporsi RTUP gurem terhadap semua RTUP adalah mayoritas; 55,33 % (14,25 juta unit) pada 2013 dan 60,84 % (16,89 juta unit) pada 2023.

Pada saat bersamaan, lahan pertanian subur, terutama di Jawa, terus beralih fungsi. Perubahan iklim juga mengubah pola cuaca yang memengaruhi pertanian on farm. Indonesia dan banyak negara lain menghadapi masalah penyediaan pangan yang berhubungan dengan perubahan cepat akibat iklim, teknologi, sistem dan usaha agribisnis global di tatanan baru yang multipolar. 

Meski demikian, terdapat banyak peluang meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani. Intinya, petani perlu dipersiapkan dan dibantu. Infrastruktur harus terus dibangun dan ditingkatkan kualitasnya, baik fisik, sosial, maupun ekonomi. Infrastruktur fisik seperti jalan, irigasi, listrik, pasar, telekomunikasi, dan transportasi. Infrastruktur sosial berupa pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan.

Infrastruktur ekonomi misalnya kredit, asuransi, jaminan pasar, dan harga. Pemerintah perlu menjamin harga terendah yang diterima petani untuk komoditas pangan penting dan strategis agar petani tertarik memproduksi. Dalam jangka pendek, petani perlu pelatihan dan penyuluhan mengenai dampak dan cara menangani perubahan iklim, pengenalan dan penyediaan teknologi modern, serta respons cepat terhadap pasar. 

Pemerintah perlu menyediakan fasilitas serta layanan sarana dan produksi pertanian, seperti pupuk dan benih tepat waktu dan jumlah, serta pembiayaan dengan kredit murah. Insentif penting lain: harga yang baik dan stabil untuk kepastian berusaha. Dalam jangka panjang, sekolah khusus petani perlu ada untuk mengubah perilaku agar menjadi petani andal. Intinya, petani dibekali pengetahuan dasar, memahami usaha taninya hingga pasar. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :