;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Merayu Kaum Elite Naik Bus

27 Jan 2024

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memperluas rute layanan bus Jabodetabek Residence atau JR Connexion (JRC). Langkah ini untuk memfasilitasi warga di permukiman sekitar Ibu Kota menuju pusat Jakarta dan sebaliknya. JR Connexion telah beroperasi sejak 2017 di beberapa wilayah Bodetabek. Akan tetapi, belum semua warga Jabodetabek mengetahui keberadaan bus eksklusif ini. Salah satunya warga Bekasi, Jabar, Nur Shalihah (35) yang sering melihat bus besar di Mega City Bekasi. Namun, ia tidak tahu bus tersebut bisa mengantarkan warga hingga Jakarta. Warga Bekasi lainnya, Dwi Arini (32), sudah tahu ada JR Connexion. Ia beberapa kali naik bus ini dengan rute Grandhika City Jatiwarna-Kuningan dengan ongkos Rp 25.000 sekali jalan.

Menurut Dwi, fasilitas di dalam bus cukup lengkap. Terlebih ada untuk mengisi daya ponsel dan akses wi-fi. Bus juga sudah dilengkapi AC yang sangat dingin. Meski demikian, Dwi tetap tidak menggunakan JR Connexion sebagai moda transportasi sehari-hari. ”Kalau ke kantor harus naik moda transportasi lainnya lagi. Jadi, saat ini masih sering pakai mobil untuk sehari-hari,” kata perempuan yang bekerja di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/1). Bus JR Connexion merupakan angkutan umum massal premium untuk melayani kebutuhan masyarakat di kawasan permukiman Bodetabek menuju simpul transportasi utama di DKI Jakarta. Bus ini termasuk angkutan umum dalam kategori point to point, yakni melayani langsung kebutuhan masyarakat dari titik keberangkatan menuju lokasi tujuan dan tidak banyak berhenti di halte.

 Besaran tarif JR Connexion adalah Rp 20.000-Rp 25.000 sekali jalan, yang tergolong mahal dibandingkan KRL Jabodetabek atau Transjakarta. Sejak diluncurkan pada 2017, JR Connexion telah melayani 23 permukiman di Bodetabek. Saat ini, BPTJ Kemenhub berencana menyediakan bus JR Connexion di 117 titik kawasan permukiman di Jabodetabek. Tahun ini ditargetkan ada 40 titik terlayani. Pada 2024, BPTJ menargetkan penambahan rute pelayanan JR Connexion di 40 perumahan Bodetabek, antara lain, Morizen, Discovery Bintaro Jaya, Kota Harapan Indah, dan Alam Sutera. (Yoga)

WAJAH BARU PARIWISATA TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS

27 Jan 2024

Setelah lebih dari dua tahun ditutup akibat pandemi Covid- 19, Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, kembali dibuka untuk umum. Pariwisata TNWK kali ini mengedepankan kesejahteraan satwa, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan. Adila Zakia (10) mengelus belalai gajah   dengan lembut di area Pusat Latihan Gajah, TNWK, Kamis (18/1/). Ia lantas memandikan seekor gajah jinak dengan selang air, didampingi sang pawang. Adila yang datang jauh-jauh dari Riau mengaku senang bisaberkunjung ke TNWK dan melihat gajah-gajah jinak di sana. Sang ayah, Sunu Istiqomah Danu (47), mengatakan, keluarganya sengaja berwisata ke TNWK untuk melihat gajah-gajah jinak yang dipelihara di taman nasional tersebut.

Ia penasaran mendengar kabar TNWK buka dengan konsep baru. ”Kami kebetulan sedang pulang kampung ke Lampung. Kami ke sini karena ingin mengenalkan anak-anak dengan alam,” kata Sunu. Sunu dan keluarganya membeli beberapa paket wisata di TNWK, seperti memandikan gajah seharga Rp 150.000 per orang dan paket berfoto dengan gajah Rp 20.000 per orang. Selain itu, wisatawan juga membayar tiket masuk ke dalam TNWK Rp 5.000 per orang. Sunu senang bisa mengajak anaknya berwisata ke TNWK. Meski begitu, ia merasa fasilitas yang disediakan di TNWK masih terbatas, antara lain, tempat bersantai untuk wisatawan masih terbatas. Ia berharap, pengelola TNWK bisa meningkatkan sarana dan prasarana agar wisatawan lebih nyaman.

Selain itu, pengalaman yang ditawarkan dalam konsep baru wisata alam TNWK juga dinilai masih terbatas. Pengelola perlu menyiapkan pengalaman yang lebih seru untuk wisatawan. Annisa Putri (23), wisatawan asal Lampung mengatakan ”Sekarang sudah enggak kayak dulu, kita bisa lihat gajah main sirkus dan atraksi. Sekarang hanya bisa berfoto dengan gajah atau memandikan gajah,” ucapnya.Ia sebenarnya berharap bisa menaiki gajah jinak yang ada di TNWK. Namun, ternyata hal itu sudah tidak diperbolehkan karena dianggap tidak memperhatikan kesejahteraan satwa.

Rudi Hartono (35) warga Desa Labuhan Ratu IX, yang juga pelaku usaha jasa wisata, mengatakan, dengan konsep baru tersebut, tarif wisata di TNWK menjadi lebih mahal. Ia mengaku kesulitan menawarkan paket wisata kepada para agen travel. ”Kalau dulu paket wisata TNWK bisa saya jual Rp 90.000 per orang, sudah termasuk kendaraan, tour guide, makan dan minum, serta paket wisata berkeliling satu hari di TNWK dan desa penyangga. Kalau sekarang, kita tawarkan di harga Rp 150.000-Rp 190.000 per orang, tapi belum deal semua, masih banyak yang pikir-pikir,” kata Rudi. Sukatmoko, Humas TNWK mengatakan, konsep baru wisata alam di TNWK dilakukan dengan mengintegrasikan wisata desa yang dikelola oleh masyarakat. Desa-desa penyangga yang ada di sekitar TNWK dilibatkan untuk menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata di TNWK. (Yoga)

Ekonomi AS Lampaui Estimasi, Rupiah Melemah

27 Jan 2024
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) mencapai 3,3% secara tahunan year on year (yoy) pada kuartal IV-2023, melampaui estimasi kalangan analis Wall Street sebesar 2%. Ini memperkuat prediksi The Federal Reserve (The Fed) tidak jadi menurunkan suku bunga acuan pada Maret 2024. Sejalan dengan itu, rupiah terkapar dan menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah. Berdasarkan kurs JISDOR BI, rupiah melemah 0,3% ke level Rp 15.829 per dolar AS, Jumat (26/1/2024), dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu, di pasar spot, rupiah turun 0,09% ke level Rp 15.810 per dolar AS, berdasarkan data RTI. IHSG anjlok 0,57% ke level 7.137, melanjutkan tren sejak Rabu. Asing mencetak net sell Rp1,05 triliun. Selama ini, musuh pasar saham Indonesia adalah kebijakan suku bunga tinggi di AS. (Yetede)

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 21 Triliun

27 Jan 2024
PT bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI dan perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 20,9 triliun sepanjang 2023. Raihan tersebut meningkat 14,2% secara year on year (yoy). Direktur keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, perolehan laba bersih tersebut dicapai dari dukungan pendapatan non bunga (non interest invome) yang tumbuh 6,6% (yoy) mencapai Rp21,47 triliun. "Kebutuhan transaksi dari segmen bussines banking dan costumer dapat dijawab oleh berbagai channel digital, sehingga memberikan konstribusi pendapatan yang konsisten bagi BNI," ujar Novita.  Dia menjelaskan, kredit sepanjang 2023 tumbuh sebesar 7,6% (yoy), mencapai Rp695 triliun, yang didorong oleh ekspansi di segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, kredit konsumer, dan perusahaan anak. (Yetede)

Presiden Minta Pernyataan soal Kampanye Tidak Ditarik Kemana-mana

27 Jan 2024
Presiden Jokowi meminta pernyataan beberapa waktu lalu mengenai Presiden boleh berkampanye beberapa waktu lalu tidak ditarik atau diinteprestasikan kemana-mana, karena dirinya hanya menyampaikan ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Peraturan terkait dengan diperbolehkannya presiden mengikuti kampanye, tertuang dalam Pasal 299 poin pertama yang menyebutkan bahwa presiden dan wakil presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye. Presiden menegaskan pernyataannya soal kampanye dilontarkan untuk menjawab pertanyaan wartawan dan sesuai ketentuan undang-undang. Presiden kemudian menunjukkan sebuah kertas yang  yang menunjukkan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dia menegaskan apa yang disampaikannya beberapa waktu lalu terkait presiden boleh melakukan kampanye adalah ketentuan yang sudah ada dalam pemilu. (Yetede)

Mitra Pack Masuk LQ45, Penilaian BEI Dipertanyakan

27 Jan 2024

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor sejumlah indeks pada bulan ini. Salah satu rebalancing indeks yang cukup menyita perhatian pelaku pasar adalah LQ45. Sebab, Saham PT Mitra Pack Tbk (PTPM)  tiba-tiba merangsek masuk menggeser emitan milik Prajogo Pangestu seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan emiten menara, PT Towers Bersama Infrastucture Tbk (TBIG). Selain dua emiten tersebut, rebalancing indeks LQ45 juga mendepak PT Indika Energy Tbk (IND) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dari daftar saham likuid. Sebagai gantinya, BEI kemudian memasukkan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MTEL), dan PT Pertamina Geothormal Energy Tbk (PGEO), disamping PTMP. Masuknya PTMP sebagai konstituen LQ45 layaknya kuda hitam yang mendadak memunculkan perbincangan di kalangan  para pelaku pasar. Sebab, diukur dari sisi likuiditas dan fundamental, PTPM dinilai tidak layak menjadi penghuni indeks LQ45. Bahkan yang paling ekstrem, kehadiran PTPM dibarisan saham-saham unggulan dipandang seabagai pesenan. (Yetede)

Gandeng Fintech, Bank Mandiri Kuncurkan Kredit Rp 3,58 Triliun

27 Jan 2024
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen mendukung UMKM dengan memberikan pembiayaan. Salah satu yang dilakukan adalah bekerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech) dan perusahaan digital untuk menyalurkan kredit yang tidak bisa dijangkau. Hasilnya, sampai dengan Desember 2023, total penyaluran kredit Bank Mandiri melalui kerja sama dengan perusahaan digital dan fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp3,58 triliun kepada lebih dari 266 ribu debitur. Terbaru, Bank Mandiri menyiapkan fasilitas kredit talangan kepada pelaku UKM yang menjadi costumer Meratus Group berkolaborasi dengan perusahaan fintech PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat) menjalin kerja sama Tripartit dalam menyediakan solusi keuangan bagi pelaku industri transportasi laut. (Yetede)

Ada Saham Lapis Tiga Masuk LQ45

27 Jan 2024
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang sejumlah indeks konstituen, salah satunya indeks LQ45. Penilaian BEI kali cukup mengagetkan pelaku pasar. Ada empat penghuni baru Indeks LQ45. Mereka emiten yang baru melantai di bursa tiga tahun terakhir. Mereka adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP). Nama terakhir ini menjadi perhatian pasar. Perdagangan saham PTMP tak terlalu istimewa. Kriteria pemilihan saham LQ45 di antaranya mempertimbangkan likuiditas, kapitalisasi pasar, minimal 3 bulan terdaftar di BEI, serta aktivitas transaksi di pasar reguler, yang dilihat dari volume, nilai, dan jumlah transaksi. 

Dihitung kasar, nilai kapitalisasi pasar PTMP tak sampai Rp 1 triliun, tepatnya cuma Rp 900,05 miliar per 26 Januari 2024. Artinya, emiten yang bergerak di bisnis kemasan ini masuk kategori saham third liner. Setahun terakhir (25 Januari 2023 - 25 Januari 2024) nilai perdagangan saham PTMP hanya Rp 2,2 triliun. Jumlah yang diperdagangkan sekitar 12,7 miliar saham. Otoritas bursa bersikukuh dengan keputusannya. 

Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI menyebut, BEI menggunakan parameter kuantitatif dan kualitatif termasuk nilai, volume, frekuensi, rasio fundamental dan parameter lain dalam penetapan konstituen suatu indeks. Ia enggan membeberkan metodologi rebalancing indeks. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan dari pihak-pihak tertentu. "BEI tidak bisa buka secara penuh, supaya tidak ada pihak yang melakukan upaya tertentu untuk bisa mengikuti rumus perhitungannya," katanya, Jumat (26/1). 

Perubahan susunan LQ45 biasanya diikuti rebalancing portofolio manajer investasi. Tapi, Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment Indonesia mengatakan, belakangan, karakteristik LQ45 berbeda dengan IHSG, karena ada perubahan metode pembobotan. "Masuknya PTMP cukup membuat kaget pasar, market cap yang kecil," katanya. Belum memenuhi kriteria masuk reksadana Pinnacle.

SAMF Memupuk Kinerja Tumbuh 7%

27 Jan 2024
Produsen pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium atau NPK, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berharap mampu melanjutkan kinerja bisnis positif sepanjang tahun 2024. Yahya Taufik, Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur menyampaikan, pada dasarnya SAMF selalu mengincar pertumbuhan kinerja yang positif secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 7% dari tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, penjualan SAMF naik 56,1% year on year (YoY) menjadi Rp 3,82 triliun per kuartal III-2023. Adapun laba bersih SAMF sepanjang sembilan bulan pertama 2023 meningkat 55,8% YoY menjadi Rp 355,98 miliar. 

Salah satu faktor pendorong utama yang dapat mendongkrak kinerja SAMF adalah, peningkatan permintaan pupuk dari konsumen eksisting yang secara konsisten melakukan ekstensifikasi dan perluasan lahan, sehingga membutuhkan konsumsi pupuk yang lebih banyak. Adapun,  konsumen pupuk NPK milik SAMF selama ini sebagian besar berasal dari kalangan perkebunan sawit, kakao, dan karet. “Selain itu, konsumen baru yang beralih menggunakan pupuk NPK juga terus bertumbuh,” ujar Yahya kepada KONTAN, Rabu (25/1). Dalam penerapan strategi bisnis, manajemen SAMF juga mewaspadai risiko volatilitas harga bahan baku pupuk. 

Oleh karena itu, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan perusahaan tersebut. Pasokan bahan baku ini memang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan perseroan.  Pasalnya, pasokan dan harga bahan baku pupuk menjadi faktor eksternal yang perlu terus dimonitor. Seperti diketahui, harga bahan baku pupuk NPK seperti fosfat naik hingga 125% pada thun 2022 lalu, terutama setelah kondisi geopolitik global memanas akibat perang Rusia dan Ukraina. 

Terkait dengan kapasitas produksi, SAMF telah menuntaskan agenda penambahan lini produksi pupuk di pabrik Mojokerto pada 2023 lalu. Alhasil, saat ini SAMF memiliki kapasitas produksi pupuk sebanyak 700.000 ton. Kapasitas tersebut terbagi atas Pabrik Mojokerto I sebesar 100.000 ton, Pabrik Mojokerto II (200.000 ton), Pabrik Medan I (80.000 ton), Pabrik Medan II (160.000 ton), dan Pabrik Sampit (160.000 ton).

TENAGA BARU INDEKS UTAMA

27 Jan 2024

Perubahan konstituen sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia pada awal Februari 2024 menjadi angin segar bagi para pelaku pasar modal di tengah tren kinerja yang terlihat mulai melemah seiring dengan kian dekatnya momentum Pemilu 2024.Pasar modal Indonesia cukup lesu pada pekan ini. IHSG turun 3 hari beruntun dan ditutup di level 7.137,09 kemarin. Gerak IHSG yang berbalik melemah 1,25% dalam sepekan bertolak belakang dengan kinerja awal tahun yang sempat mencetak rekor di posisi 7.359,76.Di tengah tren ini, BEI mengumumkan hasil evaluasi mayor tiga indeks besar, yakni LQ45, IDX30, dan IDX80 pada Kamis (25/1). BEI mengganti sejumlah emiten di ketiga indeks tersebut dengan nama-nama baru, yang tentu dinilai lebih layak menjadi penghuni. Di LQ45, misalnya, akan kedatangan empat emiten baru, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), dan PT Mitra Pack Tbk. (PTMP). Keempat emiten ini juga turut menjadi penghuni di IDX30 dan IDX80. PGEO menjadi pendatang baru di kedua indeks tersebut, sedangkan MBMA dan PTMP hanya masuk di IDX80. Sementara itu, MTEL sudah lebih dahulu menjadi penghuni lama di IDX80. Sementara itu, di IDX80, saham AUTO justru turun 3,88% ke level Rp2.230. Lalu GJTL turun 1,42% ke level Rp1.045, TRON turun 0,82% menjadi Rp242, dan WIFI turun 1,29% menjadi Rp153. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan besar kecilnya daya dongkrak emiten-emiten baru ini terhadap kinerja setiap indeks akan bergantung pada bobot emiten masing-masing dalam indeks tersebut. Secara khusus, dia menyoroti MBMA, MTEL, dan PGEO di LQ45 yang menurutnya memiliki potensi kenaikan valuasi di masa depan. Sementara itu, ACES dan ICBP menjadi dua emiten baru yang positif di IDX30. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai saham-saham calon penghuni baru ketiga indeks tersebut tergolong undervalue dan menarik untuk menjadi watchlist trading maupun investasi. Sementara itu, BEI memastikan penetapan konstituen indeks ini sudah mengikuti parameter kuantitatif dan kualitatif yang ketat guna memastikan ketiga indeks ini dapat menopang pertumbuhan portofolio manajer investasi yang lebih optimal.Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, secara khusus menyoroti polemik yang beredar ihwal masuknya saham PTMP ke dalam jajaran penghuni indeks LQ45 dan IDX80, padahal emiten ini relatif kecil di pasar, baik secara valuasi maupun aktivitas transaksinya. Terkait dengan saham PTMP ini, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakannya sedang berada di fase uptrend. Kabar masuknya PTMP ke dalam dua indeks utama sekaligus menjadikan volume transaksinya memang meningkat signifikan.