Dolar AS Makin Perkasa, Mata Uang Global Tertekan
Dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi akan semakin perkasa di tahun ini terhadap mata uang global. Ini seiring dengan realisasi data ekonomi AS yang lebih baik dan sikap hawkish The Federal Reserve (The Fed) sehingga mendorong penguatan indeks dolar. Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, indeks dolar stabil di sekitar 103,5 pada Rabu (24/1), mendekati level tertinggi dalam enam minggu. Sebelumnya, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly menyatakan, ia yakin perekonomian dan kebijakan moneter AS berada dalam posisi yang baik dan terlalu dini untuk berpikir penurunan suku bunga akan segera terjadi.
Anggota Dewan Gubernur Fed Christopher Waller juga mengatakan bahwa para pengambil kebijakan akan mengambil kebijakan dengan hati-hati dan perlahan. Pada saat yang sama, penjualan ritel pada Desember 2024 lebih kuat dari perkiraan. Lalu indeks sentimen konsumen sesuai hasil survei Universitas Michigan melonjak menjadi 78,8 pada Januari 2024 atau tertinggi sejak Juli 2021. Alhasil, sejumlah mata uang utama masih tertekan dalam sebulan terakhir. Melansir Bloomberg, EUR/USD turun 0,83% ke 1,091; AUD/USD turun 2,72% ke 0,664; dan USD/JPY naik 3,21% ke 146,92. Hanya GBP/USD yang naik sebesar 0,50% ke posisi 1,274.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Lukman Leong melihat GBP masih bisa bertahan didukung oleh data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan minggu lalu. Hanya saja ke depan akan bergantung pada data-data ekonomi AS. Lukman memperkirakan, EUR/USD di akhir tahun di 1,0500, GBP/USD di 1,230 dan AUD/USD ke 0,6100.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023