;

Restrukturisasi Bukan Solusi Emiten BUMN Karya

Ekonomi Hairul Rizal 25 Jan 2024 Kontan (H)
Restrukturisasi Bukan Solusi Emiten BUMN Karya
Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya tengah berupaya keluar dari persoalan utang yang membelit. Upaya restrukturisasi utang  menjadi opsi utama menyehatkan kinerja BUMN karya. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendapat angin segar dari upaya restrukturisasi utang. Pada 23 Januari 2024 kemarin, Wijaya Karya dan sebelas lembaga keuangan, yang di antaranya terdapat beberapa bank BUMN,  menyepakati Master Restructuring Agreement (MRA) dengan nilai outstanding mencapai Rp 20,58 triliun. Nilai  tersebut setara  87,1% dari total utang WIKA yang direstrukturisasi per posisi 23 Januari 2024.  

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito optimisitis, kesepakatan tersebut bisa   hal itu bisa menjadi langkah maju dalam proses restrukturisasi keuangan WIKA. Selain WIKA, BUMN karya lain juga tengah berjuang melakukan restrukturisasi utang. Salah satunya PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Dalam keterbukaan Jumat (19/1), WSKT akan melakukan rapat umum pemegang obligasi (RUPO) terhadap beberapa pemegang obligasi berkelanjutan III WSKT pada pertengahan Februari nanti. KONTAN telah menghubungi manajemen WSKT dan WIKA untuk mendapat keterangan detail restrukturisasi, namun kedua BUMN tersebut tidak memberikan keterangan lebih lanjut. 

Menurut Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani, finalisasi MRA WIKA tidak akan berpengaruh ke kinerja WIKA, terutama kinerja saham. Penyebabnya adalah karena saham WIKA hingga saat ini masih dalam status disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI). Nasib WIKA saat ini dinilai juga sudah mirip dengan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Sebab, tren kinerja saham dua emiten BUMN karya ini ada kemiripan dalam waktu yang cukup lama. Arjun menilai  prospek jangka panjang emiten BUMN Karya juga masih negatif. Sebab, para emiten  tersebut  secara umum mengalami segudang masalah. 

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy melihat, restrukturisasi hanya bisa menyelamatkan BUMN karya untuk jangka pendek. Ia menyarankan, BUMN karya perlu memperbaiki fundamental keuangan. Mulai likuiditas, beban bunga dan rasio utang untuk jangka menengah. Jika tidak, WIKA  bisa bernasib seperti WSKT.
Download Aplikasi Labirin :