Ekonomi
( 40600 )Pemilu Damai Gairahkan Pasar Saham
Pelaksanaan pemlihan umum (Pemilu) tinggal beberapa hari lagi. Para analis pasar modal, pelaku usaha, dan para investor berharap pemilu berlangsung aman, damai, dan lancar, sehingga mampu menggairahkan pasar saham dan roda pereokonomian di dalam negeri. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEI) diperkirakan bergerak konsolidatif dipekan pencoblosan pemilu 2024 ini. Pada pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,17% ke posisi 7.235,15 dengan LQ45 justru menguat 2,51 poin (0,26%) ke 983,14. Sebanyak 18,952 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp 9,65 triliun, termasuk Rp 1,40 triliun di pasar negosiasi.
Tercatat, 203 saham menguat dan 316 saham terkoreksi, serta 246 stagnan. "Para investor lebih cenderung menghendaki adanya faktor terjaminnya stabilitas politik dan keamanan. Sebab jika hal itu tercipta maka stabilitas pertumbuhan ekonomi relatif bisa makin kuat dan makin solid karena didukung fundamental makro ekonomi domestik. Selama pemilu terlaksana dengan aman, damai, jujur, adil, dan berhasil, maka ini bisa memberikan katalis positif untuk menguatkan IHSG," kata Analis Senior Invesment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily. (Yetede)
Regulasi Publisher Rights Pastikan Keberlanjutan Industri Media
Kemenperin Bidik Peningkatan Kontribusi Manufaktur ke PDB
Inilah Bank Pemberi Cuan Paling Tinggi ke Investor
Krisis Pelayaran Niaga Global Belum Berakhir
Sejak triwulan IV-2023, gangguan terhadap pelayaran niaga
global meningkat. Ketidakpastian situasi akibat krisis di Laut Merah dan dampak
El Nino pada Terusan Panama diperkirakan berlangsung sampai beberapa bulan ke depan.
”Ketidakpastian masih seputar berapa lama dan berapa parah gangguan di Laut
Merah,” sebut perusahaan pelayaran Maersk, Kamis (8/2) yang dikutip kantor berita
AFP. Para pemimpin Maersk mengatakan, tahun 2023 diakhiri dengan banyaknya
serangan terhadap kapal kargo di Laut Merah dan Teluk Aden, termasuk kapal
mereka. Mereka khawatir, eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak besar pada
pelayaran global. Kelompok Houthi di Yaman sejak November 2023 menyerang
kapal-kapal kargo di Laut Merah, yang disebut sebagai dukungan bagi Hamas yang
tengah berperang melawan Israel. Houthi terutama menyasar kapal-kapal milik
Israel dan sekutu-sekutunya, atau memiliki kaitan dengan Israel. Tak hanya
menggunakan roket, Houthi pun meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone)
saat menyerang targetnya, dari kapal pengangkut peti kemas hingga tanker.
Melansir data Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB
(UNCTAD), sejak November 2023 hingga Januari 2024 terjadi 34 serangan terhadap kapal-kapal
komersial yang melintas di Laut Merah. Jalur itu menjadi jalur berbahaya.
Sampai awal 2024, setidaknya 300 kapal niaga mengubah jalur pelayaran meski memerlukan
waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Lembaga kemanusiaan di Yaman memperingatkan,
membengkaknya biaya pelayaran dan pengiriman akibat serangan di Laut Merah
memperburuk krisis kemanusiaan di negara itu. ”Seiring memburuknya situasi
keamanan di Laut Merah, WFP (Program Pangan Dunia) menghadapi peningkatan biaya
dan penundaan pengiriman. Keamanan pangan diperkirakan memburuk dalam beberapa
bulan ke depan,” sebut pernyataan WFP, Kamis (8/2).
Lalu lintas di Terusan Panama juga terganggu. Fenomena El
Nino menyebabkan kemarau di Panama lebih panjang. Normalnya musim kemarau berlangsung
dari Januari hingga Mei. Danau Gatun yang menjadi sumber air bagi operasionalisasi
Terusan Panama mengalami kekeringan parah. Suhu tinggi membuat air waduk
menyusut. Padahal, dibutuhkan 50 juta galon air untuk setiap manuver
perpindahan kapal melalui Terusan Panama. The New York Times edisi 26 Januari
2024 melaporkan, Otoritas Terusan Panama (PCA) telah mengurangi lalu lintas
kapal hingga 40 % dibanding jumlah normal, yang mengakibatkan penurunan pendapatan
hingga 100 juta USD per bulan sejak Oktober 2023. Sama seperti di Laut Merah, perusahaan
pelayaran yang selama ini menggunakan jasa Terusan Panama terpaksa mengubah
rute pelayaran menjadi lebih jauh. Tujuannya supaya barang-barang bisa sampai
ke konsumen meski ongkos kirim naik. (Yoga)
Krisis Pembiayaan Pendidikan
Biaya pendidikan yang kian mahal menjadi keprihatinan
masyarakat, selain harga barang kebutuhan pokok. Warga mencemaskan masa depan
anak mereka. Di level pendidikan tinggi, keluhan kian tak terjangkaunya uang
kuliah terus disuarakan mahasiswa dan orangtua setiap tahun. Dukungan pemerintah
yang mengecil karena keterbatasan kemampuan APBN membuat perguruan tinggi dituntut
mandiri. Hal ini menuntun pada komersialisasi yang membuat biaya pendidikan
kian melambung dan sulit dijangkau kelompok menengah ke bawah. Kondisi ini
memperlebar ketimpangan, membatasi mobilitas vertikal sosial-ekonomi masyarakat
bawah. Dengan rasio penduduk berpendidikan S-2 dan S-3 terhadap populasi produktif
0,45 %, sulit bagi kita bicara transformasi menuju Indonesia Emas.
Upaya mengatasi ketertinggalan terus dilakukan, termasuk
memperbanyak program beasiswa dan hibah serta pengiriman mahasiswa belajar di
dalam dan luar negeri. Namun, jumlahnya masih jauh dari mencukupi. Tahun 2018,
Presiden Jokowi mendorong perbankan lebih banyak lagi menyalurkan kredit
pendidikan, termasuk menjajaki skema student loan, seperti diterapkan di AS, namun
tak jelas perkembangannya. Yang muncul justru solusi pragmatis kerja sama
perguruan tinggi dengan lembaga pinjaman daring, yang kemudian memicu polemik
dan aksi protes mahasiswa karena memberatkan dan tak etis atau berpotensi
memunculkan problem baru.
Penyaluran pinjaman pendidikan sebenarnya sudah dilakukan
segelintir bank besar, tetapi masih terbatas. Selain karena belumada
payunghukum, keengganan terhadap skema student loan juga karena ada
kekhawatiran apa yang berlangsung di AS akan terjadi di Indonesia, yaitu tingginya
gagal bayar atau kredit macet yang bisa mengancam perekonomian. Pemerintah pun
dipaksa melakukan penghapusan, penangguhan, atau keringanan utang pendidikan bermasalah
ratusan miliar dollar AS. Pinjaman pendidikan bisa dikatakan tak memberatkan
jika skemanya sederhana, syaratnya mudah, bunga rendah, dan tenor panjang.
Swedia, Jerman, Finlandia, Norwegia, Denmark, dan Perancis adalah contoh negara
yang mengenakan bunga rendah, bahkan 0 %, untuk utang pendidikan. (Yoga)
INOVASI BISNIS, Bahagia Itu Mahal
Singapura mengadakan konser Coldplay selama enam hari. Mereka
juga mengundang Taylor Swift untuk berkonser dengan jumlah hari yang sama.
Bruno Mars bakal tampil tiga hari di negara itu. Ekonomi konser dan acara lain
tumbuh luar biasa pascapandemi. Bisnis konser, olahraga, nonton film, dan lain-lain
menggerakkan ekonomi baru ini. Kini, ekonomi tak lagi digerakkan dengan
kepemilikan barang. Di satu sisi, semakin banyak orang yang tertarik mengeluarkan
uang untuk mendapatkan pengalaman langsung ketimbang kepemilikan barang-barang
mewah. Penjualan beberapa produk
tak lagi melonjak karena rasa memiliki barang sudah mulai berkurang di kalangan
konsumen usia muda. Akan tetapi, kita akan menemukan banyak orang mendatangi
tempat konser dan juga acara-acara olahraga. Mereka mulai menggeser pengeluaran
ke acara yang bisa dinikmati sebagai pengalaman langsung.
Anak-anak muda memilih menabung, menunda membeli barang
kebutuhan, dan tak sedikit meminjam uang untuk menonton berbagai pertunjukan. Mereka
tak hanya dari keluarga kaya, tetapi juga dari keluarga kebanyakan yang ketika
mengetahui ada acara yang diincar, berusaha mendapatkan uang
dengan berbagai cara agar bisa mendatangi acara itu. Kalangan ekonom
menyebutnya sebagai funflation. Kenaikan harga akibat permintaan aktivitas
untuk bersenang-senang yang meningkat. Istilah ekonomi terbaru yang beredar ini
mengacu pada tren konsumen lebih cenderung mengeluarkan uang untuk pengalaman
yang menyenangkan dibandingkan dengan produk yang biasanya dibeli untuk digunakan
di rumah, seperti televisi dan komputer. Kita juga bisa melihat fenomena ini di
Indonesia. Acara lari maraton laris manis. Penjualan tiket bisa ludes hanya dalam
waktu kurang dari satu jam. Berbagai perusahaan telah merasakan dampak ekonomi
dari acara-acara yang diadakan. Mereka juga melakukan riset untuk memastikan
besaran dampak ekonomi dari berbagai acara itu.
Laporan Business Insider menyebutkan, Bank of America
baru-baru ini merilis laporan penelitian yang menunjukkan bahwa Eras Tour milik
Taylor Swift memiliki dampak ekonomi yang serupa dengan kompetisi sepak bola AS,
Super Bowl, di kota-kota yang dikunjungi, seperti Pittsburgh, di mana rata-rata
pengeluaran rumah tangga untuk makan di restoran meningkat 77 USD selama bulan
konser Taylor Swift. Di Philadelphia, pendapatan hotel disana mencapai angka
tertinggi sejak pandemi pada Mei 2023 ketika dia tampil dalam tiga pertunjukan.
Mastercard juga merilis laporan serupa, dengan menggunakan frasa ”The Swift
Lift” yang menggambarkan peningkatan penjualan ke bisnis local yang dibawakan
Taylor Swift dengan penampilan tour miliknya. Studi tersebut menunjukkan bahwa dalam
radius 2,5 mil (4 km) dari stadion di kota-kota yang dikunjungi Taylor Swift,
pertumbuhan belanja di restoran meningkat 68 % per hari dan pertumbuhan belanja
di akomodasi meningkat 47 %. (Yoga)
Menimang Potensi Muka Baru LQ45
Arah Rupiah Masih Sideways
Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









