Ekonomi
( 40600 )PEMILU 2024 Hitung Cepat dan Ikhtiar ”Kompas” Ikut Menjaga Demokrasi
Dalam sejarahnya, hitung cepat dipergunakan sebagai data
pembanding hasil pemilihan untuk mencegah terjadinya manipulasi hasil pemungutan
suara. Hitung cepat ini menghitung hasil pemilu langsung dari daerah sasaran
dan tidak berdasarkan pendapat responden seperti yang biasa diterapkan pada
survei prapemilihan dan pasca-pemilihan. Karena itu, hasil hitung cepat jauh
lebih akurat dan dapat mewakili populasi pemilih. Untuk negara-negara seperti
Indonesia, hitung cepat diperlukan karena proses penghitungan manual yang
dilakukan KPU membutuhkan waktu beberapa hari bahkan minggu. Dengan adanya
hitung cepat, proporsi perolehan suara calon pemimpin dan partai yang dipilih
dapat diketahui pada hari yang sama dengan pemungutan suara. Pada Pemilu 2024
ini, Kompas kembali melakukan hitung cepat, yang merupakan suatu metode
verifikasi hasil pemilu yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil akhir
perolehan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS).
Sebelumnya, Litbang Kompas sudah melakukan 16 kali hitung
cepat, yaitu sejak Pilkada DKI Jakarta 2007 hingga Pemilu Presiden 2019. Pengalaman
terbaru Litbang Kompas adalah melakukan hitung cepat parlemen Timor Leste pada
Mei 2023, bekerja sama dengan lembaga Matadalan Survey and Research Institute
(M-SRI). Dalam hitung cepat Pemilu 2024, Litbang Kompas melaksanakan dua
kegiatan, yaitu proses hitung cepat dan survei pasca-pemilihan (exit poll)
dengan menggunakan 2.000 sampel TPS. Sampel TPS ini berbasis populasi daftar
pemilih tetap (DPT) yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Secara umum,
proses hitung cepat dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di
sejumlah TPS yang dipilih secara acak dengan metode statistik.
Data hasil penghitungan suara ini lalu dikirim ke pusat sistem
pengolahan data melalui perangkat elektronik. Sebagai bukti verifikasi,
pengiriman teks data harus disertai foto hasil lembar C1 di lokasi TPS sampel.
Data itu akan dikonfirmasi ke tenaga lapangan dan ke panitia TPS untuk
memastikan keakuratannya. Dengan pengawalan ketat pada proses pemilihan responden,
maka hasil dari survei ini dapat mendekati hasil pemilu. Untuk menjaga
kredibilitas dan independensi, rangkaian survei pemilu dan hitung cepat Kompas
ini dilakukan secara mandiri. Segenap kegiatan ini, pendanaannya bersumber dari
anggaran Kompas. Kegiatan hitung cepat Kompas ini juga terdaftar di KPU. Untuk
melakukan hitung cepat, semua lembaga wajib mendaftar ke KPU. Keterbukaan
proses hitung cepat Kompas juga diwujudkan dalam publikasi. Pergerakan hasil
hitung cepat Kompas dapat diikuti sejak pagi hari pada 14 Februari 2024 di
harian Kompas, Kompas.id, Kompas TV, Kompas.com, Kontan, Tribunnews.com, dan
Radio Sonora. (Yoga)
Berburu Diskon ”Si Kelingking Ungu”
Guna menekan angka golongan putih atau golput pada Pemilu
2024, para pengusaha di bidang kuliner hingga wisata di Jakarta memersuasi
warga untuk menggunakan hak pilih dengan memberikan beragam promosi berupa tawaran
diskon atau potongan harga berbagai produk yang hanya bisa didapat warga yang memiliki
”tinta ungu” di kelingkingnya. Sejumlah gerai makanan, busana, dan kosmetik di
Mal Grand Indonesia, Jakpus, Selasa (13/2) telah mengeluarkan seruan diskon pemilu
pada Rabu (14/2). Salah satunya di depan restoran Haraku Ramen, lantai 3A. Di tempat
tersebut sudah terpasang spanduk bertuliskan semangkuk ramen gratis bagi pembeli
yang menunjukkan tinta ungu di jari kelingking seusai pemilu. Promo pada 14-16
Februari 2024 ini berlaku dengan pembelian satu kali ramen dan untuk makan di
tempat. ”Pembeli bisa mendapatkan chicken chashu tori paitan ramen,” ujar Sandra,
penjaga outlet.
Di Dunkin Donat, pembeli bisa membeli enam buah Donut Classic
hanya dengan Rp 14.200 pada hari pemilu. Syaratnya, pembeli terlebih dahulu
membeli enam Donut Classic. ”Total harga seluruhnya 12 buah donat menjadi sekitar Rp 70.000 saja,” kata
Ina, salah satu penjaga gerai. Restoran Wingstop menyediakan menu serba Rp
19.000 saat hari pemilu. Ada promo bertajuk ”Spesial Menu Coblos” dengan tiga
pilihan paket berbeda. Bukan hanya produk makanan, perusahaan lain juga ikut
menawarkan diskon menggiurkan. Toko kosmetik Peripera memberi diskon 20 % dan
gratis satu maskara bernilai Rp 190.00 untuk mempercantik alis penggunanya.
Konsumen bisa mendapatkan fasilitas ini dengan membeli produk apa saja, selain
masker wajah. Gerai iBox juga memberi diskon Rp 50.000 untuk pembelian minimal
Rp 1.999.000.
Ancol menawarkan diskon pemilu bagi pengunjung untuk masuk ke
berbagai wahana di Ancol, mu lai dari Dufan, Atlantis, Samudra, Jakarta Bird
Land, hingga Sea World Ancol. ”Program khusus ini merupakan apresiasi kami bagi
masyarakat yang telah menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi lima
tahunan di Indonesia sehingga bisa menikmati rekreasi lebih hemat setelah mencoblos,”
ujar Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Eddy Prastiyo. Harga
untuk tiket masuk Dufan yang semula Rp 275.000 menjadi Rp 140.000 per orang.
Tiket masuk Atlantis yang biasanya Rp 110.000 per tiket menjadi Rp 55.000 saja.
Begitu pula tiket Samudra dari sebelumnya Rp 110.000 menjadi Rp 55.000. Untuk
memasuki Jakarta Bird Land, pengunjung cukup membayar Rp 45.000 dari harga
normal Rp 85.000. Tiket Sea World Ancol dari Rp 125.000 menjadi Rp 65.000. Syaratnya,
promo hanya untuk pembelian tiket luring pada hari ini, satu jari tinta pemilu
hanya berlaku untuk satu tiket promo Pemilu 2024. Promo belum termasuk tiket masuk
gerbang Ancol, baik gerbang khusus orang maupun untuk kendaraan. (Yoga)
Pilu Nasib Buruh di Hilirisasi Morowali
Puluhan ribu buruh industri hilirisasi nikel di Morowali
bertarung dengan mimpi setiap hari. Mereka memenuhi kamar sumpek di atas laut,
jalanan penuh sampah, hingga debu yang tiada habisnya. Kecelakaan kerja yang
mengancam nyawa membayangi tak kenal waktu. Di tengah rinai hujan yang
mengguyur Bahodopi, Morowali, Sulteng, Amin (40) beranjak pulang. Ia satu dari
puluhan ribu karyawan hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) yang pada Rabu (7/2) sore itu telah selesai kerja. Sebagian lainnya
masih lembur atau baru masuk. Kamar kosnya berukuran sekitar 4x7meter dengan
satu sekat ruangan serupa ruang tamu dan satu kamar tidur dengan sewa Rp
700.000 per bulan. Ia menetap di tempat ini sejak dua tahun lalu setiba dari
Palopo, Sulsel, untuk mengadu nasib di Morowali. Industri pemurnian dan
pengolahan nikel PT IMIP menjadi tujuan utamanya. Bertani di kampung dianggapnya
tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga.
Sebelum berangkat, Amin kursus dan membuat SIM B2 untuk alat
berat. Ia menghabiskan modal sekitar Rp 10 juta. Amin langsung diterima sebagai
operator yunior dengan gaji pokok Rp 2,9 juta. Ditambah uang perumahan, bonus
produksi, tunjangan, dan lembur, ia mendapatkan Rp 6 juta. Tak lama, ia jadi
operator permanen dengan upah Rp 7,9 juta. Upah itu jauh dari harapan Amin,
sebesar Rp 10 juta. Irsan (27), buruh lainnya, punya pengalaman pahit saat bekerja.
Pada 2021, ia terkena pelat baja di perut saat bekerja di mesin pengemasan.
Pemuda asal Sulsel ini mendapatkan 18 belas jahitan akibat kejadian itu. ”Saya
harus istirahat sebulan. Yang lebih heran, saya kena surat peringatan (SP) 1.
Di dalam (perusahaan) begitu, yang korban dan yang terlibat kena sanksi semua,”
tuturnya.
Kawasan IMIP adalah daerah hilirisasi nikel dengan tenaga kerja
mencapai 80.000 orang. Perusahaan yang mengelola 6.000 hektar lahan ini
mengolah bahan baku nikel menjadi tiga kluster besar, yaitu baja nirkarat, baja
karbon, dan komponen baterai. Investasi di kawasan ini mencapai 21 miliar USD
pada 2022. Hasil ekspor triliunan yang sebagian besar dikirim ke China itu
menjadi bagian nilai tambah nikel yang rutin disampaikan pemerintah. Akan
tetapi, kecelakaan kerja memang menjadi momok di kawasan ini. Dalam penelitian
Trend Asia, sepanjang 2015-2022, kecelakaan kerja telah memakan 53 korban jiwa dan
76 korban luka di 15 lokasi smelter nikel di Sulawesi dan Maluku. Di IMIP saja
telah terjadi 18 insiden kecelakaan yang memakan 15 korban jiwa dan 41 korban
luka. Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashof Birry mengatakan, nasib buruh di
program hilirisasi nikel pemerintah sangat miris. Mereka terancam dalam
keselamatan kerja, upah, dan kecelakaan berulang. Situasi ini, ia melanjutkan, terjadi
akibat struktur kerja sama yang cenderung potong ongkos sana-sini. (Yoga)
Panen Energi Terbarukan di Uruguay
Saat negara-negara di berbagai belahan dunia tengah berupaya
keras meningkatkan energi terbarukan, Uruguay, negara di Amerika Selatan yang
luasnya 1,5 kali Pulau Jawa, seakan tinggal memanen energi terbarukan,
setidaknya pada sektor ketenaga listrikan. Dengan memanfaatkan sumber energi
alam yang “gratis”, lebih dari 90 %
pasokan listrik mereka dari energi terbarukan. Bahkan, pada tahun-tahun
tertentu mencapai 98 %. Mengutip laporan Kementerian Industri, Energi, dan Pertambangan
Uruguay (MIEM), sepanjang 2022 total pasokan energi secara keseluruhan di negara
itu masih didominasi minyak dan produk minyak sebanyak 43 %, lalu disusul biomassa
39 %. Setelah itu ada hidro (air) 9 %, angin 7 %, serta gas alam dan energi
surya (solar) masing-masing 1 %. Namun, khusus sektor ketenagalistrikan, energi
terbarukan jadi juaranya. Dari total pasokan listrik 2022 sebesar 14.759
gigawatt-jam (GWh), kontribusi hidro mencapai 39 %, angin 32 %, termal biomassa
17 %, termal fosil 9 %, dan surya 3 %. Uruguay bahkan mengekspor listrik 1.416
GWh karena kebutuhan dalam negeri sebesar 13.343 GWh terpenuhi.
Awalnya, pada 2008 terjadi krisis energi di Uruguay akibat
lonjakan harga minyak mentah yang mencapai 145 USD per barel pada Juli 2008. Sebagai
negara pengimpor minyak, hal itu jadi masalah. Apalagi, permintaan energi naik
8,4 % dari tahun sebelumnya. Tidak hanya energi fosil, tetapi juga impor
listrik. Di tengah kondisi itu, Ramón Méndez Galain, seorang ilmuwan dan
fisikawan, mencoba mendalami persoalan energi yang kompleks dan punya banyak
dimensi. Ia menggagas negara mesti focus pada transisi energi dengan target
ambisius, termasuk pengembangan tenaga angin. Oleh Presiden, Galain ditawari
posisi sebagai Direktur Nasional Energi Uruguay dan segera mengimplementasikan
gagasan-gagasan yang ia miliki. Menurut dia, tantangan terbesar yang
dihadapinya ialah mengubah narasi tentang energi terbarukan. Dengan penguatan
narasi secara nasional, Pemerintah Uruguay memengaruhi masyarakat yang skeptis
akan energi terbarukan, terutama potensi warga yang kehilangan pekerjaan.
Hasilnya, 50.000 pekerjaan tercipta dan gagasan transisi
energi yang adil, tidak ada satu orang pun tertinggal, menjadi kebijakan
sentral. Galain, dalam monolognya pada program TED Talks yang disiarkan di
Youtube, Oktober 2023, mengatakan, saat hasil dari programnya belum sepenuhnya
terlihat, pada 2009 berlangsung pemilihan umum di Uruguay. Untungnya, José Mujica,
presiden baru, mempertahankan Galain dan idenya tentang energi terbarukan. Transformasi
itu juga butuh model bisnis baru yang berbeda dengan model bisnis pembangkitan
pada umumnya, antara lain basis kontrak jangka panjang. Ini didapat dari permodelan
optimasi sumber energi terbarukan yang terbaik agar dapat menekan biaya secara
keseluruhan. Selain kematangan perencanaan dan inovasi, fleksibilitas menjadi salah
satu kunci dalam pengembangan energi terbarukan di Uruguay. Tenaga angin dan
surya menjadi yang utama dalam pembangkitan listrik di Uruguay. (Yoga)
Penanaman Padi Diakselerasi
Pemerintah menyiapkan empat solusi untuk mempercepat
penanaman tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, demi meningkatkan
produksi. Solusi yang dimaksud adalah pompanisasi, optimalisasi lahan rawa,
insentif benih gratis, dan penambahan pupuk. Mentan Amran Sulaiman mengemukakan
hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/2). ”Tadi, kami
dipanggil Presiden. Beliau menanyakan perkembangan tanaman, khususnya padi dan
jagung,” ujar Amran. Menurut Amran, peningkatan produksi beras harus didorong
lebih cepat karena harga beras dunia dan Indonesia meningkat. Terkait hal itu,
dirumuskan empat solusi untuk mendorong upaya akselerasi.
”Kami laporkan ke Bapak Presiden, (pertama) bagaimana kita
mengairi sawah-sawah di Pulau Jawa dan luar Jawa yang di wilayah itu ada sungai
(besar), seperti Sungai Bengawan Solo. Kita bisa pompa airnya naik ke sawah,
digunakan oleh petani,” ujar Amran. Solusi kedua adalah optimalisasi lahan rawa
yang sebelumnya hanya ditanami satu kali agar bisa ditanami dua dan tiga kali.
”Ketiga adalah kita memberikan insentif benih gratis kepada petani yang mau melakukan
perluasan tanam, contoh padi gogo,” kata Amran. Solusi keempat adalah tambahan
pupuk agar bisa diperoleh petani dengan tepat waktu dan tepat volume. ”Pupuk
tambahan dari Bapak Presiden nilainya Rp 14 triliun, bagaimana ini
direalisasikan dengan cepat,” ujarnya.
Amran menegaskan, produksi mutlak ditingkatkan untuk menurunkan
harga beras. Hal ini bukan hanya menyangkut harga beras Indonesia, melainkan
juga harga beras dunia. ”Kita standing crop sekarang, yang kita tanam sejak
Desember (dan) Januari, lebih kurang 4 juta hektar. Dikali saja dengan produksi,
mudah-mudahan bisa produksi 5-8 ton per hektar,” ujarnya terkait target panen hingga
Maret 2024. Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menambahkan, ketersediaan
pupuk menjadi faktor utama dalam upaya peningkatan produksi beras. ”Oleh karena
itu, kita sudah siapkan stok pupuk 2 juta ton, dimana 1,1 juta ton sudah berada di kabupaten-kabupaten, siap
untuk disalurkan,” katanya. Volume pupuk subsidi ini, menurut Rahmad, mencapai
4,7 juta ton. (Yoga)
PEMILU 2024, Pulang Kampung demi Hak Suara
Menjelang hari pemungutan suara hari ini, sejumlah warga di
Kalbar pulang ke kampung halaman demi menyalurkan hak memilihnya. Bagi mereka,
satu suara berharga untuk turut menentukan nasib bangsa. Kondisi itu membuat
suasana di sejumlah ruang publik Kota Pontianak, ibu kota Kalbar, beberapa hari
terakhir tidak seramai biasanya. Selain masih bertepatan dengan libur Imlek,
juga ada juga warga yang pulang ke kampung halaman karena ingin mencoblos. Cindy
Octadilla (25), salah satu warga yang bekerja sebagai guru di salah satu
sekolah swasta di Kota Pontianak, kembali ke kampungnya di Kecamatan Mandor,
Kabupaten Landak, 90 km dari Kota Pontianak, pada Senin (12/2) sore. Ia pulang
kampung bersama tiga saudaranya. ”Kami pulang ke kampong halaman untuk
mencoblos,” kata Cindy, Selasa (13/2). Bagi Cindy, satu suara dari dirinya
sangat penting untuk turut menentukan nasib bangsa ke depan. Sebagai generasi muda,
ia merasa sayang sekali jika tidak mencoblos.
Pada Pemilu 2024, jumlah pemilih muda mendominasi. Secara
nasional, dari total 204,8 juta pemilih dalam Pemilu 2024, sekitar 106,3 juta
atau 52 % berusia 17- 40 tahun. Di Provinsi Kalbar, berdasarkan data KPU
Kalbar, dari 3.958.561 jumlah pemilih di Pemilu 2024, sebanyak 25,37 % atau 1
juta adalah pemilih gen Z (kelahiran 1997-2012), 35,49 % atau 1,4 juta pemilih
dari generasi milenial (kelahiran 1981-1996). Cindy mengaku memantau tahapan
pemilu untuk mengenal para calon presiden dan calon wakil presiden. ” Dengan
menyalurkan hak pilih, ia berharap Indonesia dapat semakin maju. ”Ada anak-anak
yang minder sekolah karena tidak mempunyai handphone. Sebab, waktu pandemi pembelajaran
secara daring. Itu juga motivasi saya pulang untuk memberikan hak suara,”
tuturnya.
Agustinus Yono (46), warga Kabupaten Kapuas Hulu yang harus
mengarungi Sungai Kapuas selama lima jam untuk pulang ke kampung halamannya. Agustinus
bekerja di Desa Tanjung Lokang, Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu.
Sejak beberapa pekan lalu ia pulang ke kota Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas
Hulu. ”Kondisi air sulit diprediksi. Terkadang deras sekali dan kalau kemarau
sulit pula dilintasi. Pada Senin ada 20 rekan baru pulang ke Putussibau untuk
menyalurkan hak suara mereka pada 14 Februari,” Ujarnya. Menurut dia, jangan
sampai hak suara disia-siakan karena akan menentukan nasib bangsa ke depan,
termasuk bagaimana nasib masyarakat. ”Selebihnya, saya berharap pesta demokrasi
ini berlangsung damai,” ujarnya. (Yoga)
BRI Akan Bagikan Dividen 70-80% dari Laba
Mengolah Sampah APK Menjadi Cuan
Muhammad Aldino (28) memilih sejumlah baliho kampanye dari tumpukan
bahan serupa di halaman tempat kerajinan barang bekas miliknya di Jagakarsa,
Jaksel, kemudian didaur ulang. Di dalam studio berukuran 12 x 6 meter itu, ia
dan sejumlah rekannya menghasilkan berbagai barang, seperti tas, kursi, meja,
dan papan, berbahan limbah alat peraga kampanye (APK). Kelompok perekayasa barang
Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) menginisiasi program daur ulang
limbah APK bersama merek lokal ramah lingkungan Stuffo. Aldino adalah salah
satu anggota dalam tim kolaborasi tersebut. Sampah APK itu didapat dari
kegiatan pembersihan atribut pemilu pada masa tenang sejak Minggu (11/2).
Selain mendapat dari warga dan petugas, kelompok tersebut
turun ke lapangan untuk membantu proses pencabutan di beberapa wilayah Jaksel. ”Kami
mengolah limbah spanduk atau banner menjadi berbagai barang yang bermanfaat dan
bernilai jual. Untuk olahan, bisa menjadi kursi, lantai portabel, meja, papan multipleks,
hingga bata. Harga bervariasi, mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 1 jutaan (per
barang),” kata Aldino saat ditemui, Senin (12/2). Aldino menyebutkan, papan multipleks
terbuat dari beberapa lapis banner. Karakteristik dan ketebalan multipleks yang
mirip dengan papan kayu membuat hasil olahannya menjadi pengganti kayu.
Riset mengenai multipleks itu dimulai tiga bulan lalu, saat ada
pemilik percetakan elektronik datang ke studionya menawarkan sisa banner untuk diolah.
Sebab, banyak banner yang sering dibakar di tempat pembuangan sampah. Setelah
berkali-kali mencoba, Aldino dan rekannya berhasil menemukan formula untuk
mengolah banner berbahan flexi frontlite asal Korea dan China itu. Bahan
tersebut banyak digunakan karena murah. Mereka juga membuat tas dari flexi asal
Jerman karena bahannya tebal. Namun, tidak cocok jika menggunakan flexi Korea
dan China karena bahannya cepat robek. Adapun hasil cacahan banner berbahan flexi
juga bisa diolah menjadi bata. Hasil olahan limbah itu dijual di lokapasar
(marketplace) situs web, sejumlah toko, dan berdasarkan pemesanan. Pengerjaan
olahan paling cepat tiga jam dan paling lama empat hari, tergantung dari tingkat
kesulitannya. (Yoga)
Derita Tak Berkesudahan di Nusa Tenggara Timur
Hampir tiga bulan terakhir nasib nelayan di NTT tak menentu
karena cuaca buruk. Mereka hanya bisa mencari ikan di laut dangkal. Petani pun
demikian. Akibat El Nino, mayoritas lahan pertanian gagal panen. Nestapa
nelayan dan petani kian berat di tengah terus naiknya harga kebutuhan pokok. Syarief
Laode (38), nelayan dari Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (11/2)
siang, baru pulang mencari ikan di Teluk Kupang. Hasil tangkapannya tak
seberapa, tetapi cukup menghidupi ekonomi keluarganya hari itu. Syarief
menyandarkan perahu motor berbobot 3 gros ton (GT) itu di dekat Pasar Oesapa.
Pedagang ikan di pasar menghampiri kapalnya. ”50 ekor kepiting laut diborong
pedagang, yang juga langganan, dengan harga Rp 50.000. Sementara ikan dibeli Rp
20.000. Total dapat Rp 70.000 hari ini.
Beberapa jenis ikan yang tidak diambil pedagang, saya bawa untuk
konsumsi di rumah. Saya berangkat pukul 04.00 Wita. Kebetulan cuaca relative aman
di sekitar Teluk Kupang,” kata Syarief. Jika cuaca normal, Syarief menjual ikan
langsung kepada pedagang ikan di Desa Tablolong. Harga ikan itu pun relatif murah.
Ikan kembung, satu ember berisi 150 ekor dijual Rp 100.000. Ikan itu oleh
pedagang dijual di pasar tradisional dengan harga Rp 20.000 per 10 ekor. Syarief
mengaku terkadang menjual sampai tujuh ember sekali melaut. Okto Nifu (46) petani
lahan kering di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, mengatakan, lahan jagung seluas
3.000 meter persegi miliknya terancam gagal panen. Jagung hampir berbuah,
tetapi nyaris habis diserang ulat grayak yang muncul setelah panas selama satu
pekan.
Petani hanya pasrah menerima keadaan hama tersebut. ”Kalau
jagung sudah diserang hama, kami hanya berharap pada singkong, kacang, dan
jenis tanaman lain di ladang itu,” kata Nifu. Petani lahan kering lain di Desa
Kadahang, Kabupaten Sumba Timur, Agus Napu (51), mengatakan, jagungnya mulai
diserang belalang yang muncul tiap musim tanam tiba. Belalang muncul dalam
jumlah jutaan ekor dan menghabiskan tanaman dalam hitungan jam. Di tengah
kondisi sulit yang dialami nelayan dan petani, harga kebutuhan pokok terus bergerak
naik. Harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, dan daging terus
naik. Bagi nelayan dan petani kecil, harga beras saat ini semakin tak
terjangkau. Derita nelayan dan petani di NTT seperti tak berkesudahan. (Yoga)
Transaksi Benih Lobster lewat BLU Berpotensi Konflik
Pemerintah sedang menggodok aturan mekanisme pemasaran benih bening
lobster. Badan Layanan Umum (BLU) KKP disiapkan untuk menyerap, menjual, hingga
mengendalikan pemasaran benih bening lobster ke luar negeri. Mekanisme ekspor
benih itu masih menuai kontroversi. Mekanisme penjualan benih bening lobster ke
luar negeri, antara lain, dipaparkan dalam konsultasi publik ketiga terkait
harga patokan terendah benih bening lobster (Puerulus) yang digelar KKP, di
Lombok, Senin (12/2). Hingga awal Februari 2024, tercatat lima perusahaan asal
Vietnam siap masuk dan berinvestasi budidaya lobster di Indonesia sekaligus mengirim
benih bening lobster ke luar negeri. Untuk mendapatkan benih bening lobster
asal Indonesia, investor asing, harus merupakan pembudidaya terdaftar di negara
asal dan membentuk PT berbadan hukum Indonesia.
Di samping itu, bekerja sama dengan BLU Perikanan Budidaya
(BLU PB) membeli benih bening lobster dari BLU PB, melakukan alih teknologi
budidaya lobster, dan sanggup melepas liar lobster. Negara asal investor juga
memiliki perjanjian dengan Pemerintah Indonesia. KKP menyiapkan harga patokan
terendah benih bening lobster ditingkat nelayan, Rp 8.500 per ekor. Harga
patokan itu mempertimbangkan biaya variabel produksi, biaya tetap produksi, dan
margin keuntungan. Nelayan penangkap benih bening lobster wajib terdaftar di BLU
PB. Tiga BLU PB yang ditunjuk KKP adalah BLU di Jepara, Situbondo, dan
Karawang, Founder dan CEO Ocean Solutions Indonesia Zulficar Mochtar, saat
dihubungi di Jakarta, berpendapat, mekanisme penjualan benih ke luar negeri
berpotensi melahirkan konflik ditingkat nelayan yang berebut mencari
rekomendasi dan benih bening lobster untuk tujuan ekspor. Akibatnya, tujuan
awal pemerintah untuk mengembangkan budidaya lobster di dalam negeri berpotensi
terabaikan.
Peran BLU PB yang ditunjuk sebagai satu-satunya pengekspor
benih bening lobster rawan menimbulkan konflik kepentingan. Di sisi lain,
banyak instrumen, petunjuk teknis, dan SDM harus disiapkan untuk mengendalikan
dan mengimplementasikan ekspor benih. ”Tanpa pengalaman sebelumnya, (peran BLU)
bisa bermasalah,” ujarnya. Ia mengingatkan, rekomendasi dan kuota tangkapan
benih bening lobster untuk tujuan ekspor belum ditunjang data yang kuat. Hingga
kini, kajian stok benih bening lobster belum pernah dimutakhirkan. Skema ekspor
benih bening lobster hanya akan memberikan keuntungan terbesar ke pemain kunci
dan dominan lobster, yakni Vietnam, yang selama ini mengandalkan pasokan benih
bening lobster dari Indonesia. Sebaliknya, hilirisasi atau bdidaya lobster di
dalam negeri semakin sulit terwujud. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









