Ekonomi
( 40465 )Menuntut Kecerdasan Buatan Menghargai Hak Cipta
Penerbit media ternama AS, The New York Times (NYT),
menggugat perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI dan pendirinya,
Microsoft, atas dugaan pelanggaran hak cipta. NYT menuding keduanya menggunakan
karya jurnalistik NYT untuk ChatGPT. ChatGPT milik OpenAI dan Microsoft lalu
memberikan materi NYT ke orang-orang yang mencari jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan.
(Kompas, 29/12/2023). Gugatan NYT menunjukkan adanya persoalan penghargaan terhadap
hak cipta yang dibawa teknologi kecerdasan buatan (AI). Jika didiamkan,
pelanggaran hak cipta akan mengancam kelangsungan hidup media, baik secara
ekonomi maupun jurnalistik. Teknologi digital tak menghargai hak ekonomi
penerbit. Padahal, penerbit seperti NYT berinvestasi besar-besaran untuk
menghasilkan jurnalisme berkualitas. Perusahaan pengembang AI mengambil begitu
saja karya jurnalistik tanpa izin dan pembayaran. Pengambilan berita atau materi
media arus utama serta mengomersialisasikannya, telah lama dilakukan perusahaan
platform digital.
Perusahaan pengembang AI dan perusahan platform digital menciptakan
ekosistem bisnis media yang timpang yang bisa berdampak pada kualitas jurnalisme.
Perusahaan media atau penerbit kehilangan kapital untuk mengembangkan jurnalisme
berkualitas. Ibarat pepatah, membangun jurnalisme berkualitas di tengah ekosistem
bisnis media yang tak sehat serupa menanam padi di padang pasir. Indonesia
memerlukan regulasi yang spesifik mengatur AI, termasuk pengaturan hak cipta, serupa
di Uni Eropa (UE). Pada April 2023, parlemen Eropa menyetujui proposal regulasi
yang mengatur AI generatif, seperti ChatGPT, mengungkap materi berhak cipta. Persetujuan
ini dianggap membuka jalan bagi UU komprehensif pertama di dunia yang mengatur
teknologi AI. UE kini sudah membuat pengaturan komprehensif terkait AI.
Parlemen Eropa dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk pengesahan rancangan
UU penggunaan AI pada Januari 2024. Aturan ini diharapkan mulai berlaku 2026.
Sebagai pengaturan komprehensif, UU tersebut kiranya juga mengatur pengungkapan
materi berhak cipta.
Adapun kantor berita The Associated Press dan perusahaan
media Axel Springer memilih bekerja sama dengan OpenAI yang bersifat sukarela
dalam bentuk business to business. Sejumlah negara mengatur perusahaan platform
digital wajib bekerja sama dengan perusahaan media atau penerbit. Australia pemberlakuan
news bargaining code sukses ”memaksa” Google dan Facebook membayar perusahaan media
200 juta dollar Australia pada 2022. Kanada yang memberlakukan online news act
berhasil ”memaksa” Google menyepakati membayar penerbit lokal 100 juta dollar
Kanada per tahun. Indonesia memiliki rancangan Peraturan Presiden tentang Tanggung
Platform Digital dan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Rancangan
perpres ini kelak mewajibkan perusahaan platform digital menghargai hak ekonomi
penerbit melalui bagi hasil, lisensi berbayar, dan bentuk kerja sama lain. Karena
mewajibkan perusahaan platform digital memenuhi hak ekonomi penerbit melalui
kerja sama, regulasi ini biasa disebut perpres publisher right (hak penerbit). (Yoga)
Bursa Tetap Tenang di Pekan Pencoblosan
Pemerintah Baru Diwarisi Utang Jumbo Era Jokowi
Galeri Bersemi sampai Tanah Reklamasi
Galeri seni kekinian bersemi di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2,
kawasan yang diharapkan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di
Jakarta dan Banten. Di kawasan hasil reklamasi pantai ini, pelaku usaha seni
berusaha membuka pasar seni yang baru. Indonesia Design District (IDD), ruang
ekspo dan ritel desain serta gaya hidup dibuat semiterbuka, seluas 12,1 hektar,
ada Linda Gallery yang baru mulai berpameran dua bulan lalu, Desember 2023.
Selain itu, ada 200-an gerai yang menawarkan produk gaya hidup urban, termasuk
restoran. Selasa siang (6/2) diadakan pameran tunggal seniman Tulus Warsito
(71). ”Kali ini sudah ada yang laku,” ujar Lisa Sharon, petugas Linda Gallery.
Lukisan dan patung karyaTulus yang dipamerkan dibanderol dengan harga mulai
puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ali Kusno Fusin, pemilik dan pengelola
Linda Gallery, mengatakan, karya seniman senior seperti Tulus sengaja ia pilih
untuk mengisi pameran di galeri yang baru di PIK 2.
4 km dari IDD, tumbuh Orange Groves, ruang seni dan gaya
hidup urban. Di antara banyak gerai yang memanjakan gaya hidup urban di Orange
Groves, ada tiga galeri seni, yakni Ganara Art, galeri kolektif dari Asosiasi
Galeri Seni Rupa Indonesia (AGSI), dan Meramu.id yang baru mulai berpameran
pada 31 Januari 2024. Di pottery house Ganara Art, pengunjung bisa belajar
membuat tembikar dari tanah liat. Karya mereka bisa langsung dibakar di tungku
pembakaran yang ada di halaman luar. ”Kami membuat program seni bagi siapa saja
yang berkunjung. Misalnya, dengan investasiRp 75.000 sampaiRp 100.000, setiap
pengunjung bisa membuat karya seni dengan tanah liat seberat 500 gram dalam waktu
45 menit sampai 1 jam,” ujar pemilik dan pengelola Ganara Art, Tita Djumaryo. Denyut
seni rupa juga terasa di galeri kolektif dari AGSI, tak jauh dari Ganara Art.
Galeri kolektif menggelar pameran yang diikuti sembilan galeri, yakni 1
Artspace, Andi’s Gallery, Artserpong Gallery, CGartspace, Can’s Gallery, D
Gallerie, Edwin’s Gallery, Puri Art Gallery, dan Zen1 Gallery. Pameran berlangsung
hingga 29 Februari 2024.
Munculnya galeri atau ruang aktivitas seni di PIK 2 adalah fenomena
paling mutakhir dalam dinamika industri seni rupa di sekitar Jakarta. Tak banyak
orang mengira galeri-galeri mentereng akan tumbuh di pesisir utara Jakarta dan Banten
yang wajahnya campur aduk: ada pelabuhan, pergudangan, tempat wisata, perumahan
elite, dan permukiman kumuh. Galeri dan ruang seni rupa di PIK 2 tampaknya
mengikuti pola, tumbuh di kawasan yang sedang berkembang menjadi motor
pertumbuhan ekonomi dan dekat ke lokasi-lokasi hunian orang berduit. Para
pemilik dan pengelola ga- leri berharap berkah dari lokasi-lokasi seperti itu. Hal
itu diakui Tita Djumaryo. ”Atmosfer di sini sangat berbeda. PIK 2 menawarkan
tempat liburan yang memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk
pertumbuhan ekonomi dari seni rupa,” ujar Tita. (Yoga)
Utang Biaya Kuliah, Berkah atau Kutuk
Dalam dua dekade ini, biaya kuliah naik lebih dari dua kali
lipat. Terkait kondisi itu, pemerintah dan pengelola perguruan tinggi
menawarkan utang sebagai cara membayar uang kuliah. Namun, di sebagian negara,
utang itu membelit selama puluhan tahun. Dalam risalah edisi Rabu (7/2) Federal
Reserve mencatat, total utang uang kuliah AS mencapai 1,7 triliun USD. Bank sentral
AS itu juga mencatat, total kredit kendaraan bernilai 1,5 triliun USD. Sebagai
pembanding, PDB Indonesia 1,18 triliun USD. Sementara di Inggris, total utang
biaya kuliah mencapai 206 miliar pound sterling. Menurut Education Data Initiative,
rata-rata kenaikan biaya kuliah AS dalam dua dekade terakhir mencapai 179,2 %.
Pada beberapa perguruan tinggi, kenaikannya bisa lebih tinggi. Debitor di
sejumlah negara bolak-balik mengeluhkan jumlah cicilan yang mereka bayar.
Alumni West Chester University di Pennsylvania, Broke Samuelian,
mengaku telah mencicil rutin selama sepuluh tahun. Meski demikian, nilai utang
biaya kuliahnya tetap 25.000 USD. ”Saya cemas utang ini akan terus jadi beban keuangan
saya,” kata perempuan yang belajar forensik dan toksikologi itu. Ia salah satu
dari 43 juta warga AS yang menanggung utang biaya kuliah. Seperti Sa-muelian,
94 % debitor utang itu mengaku terbebani. Bahkan, 64 % debitor mengaku akan
berhenti membayar. Sementara 9 % debitor malah sudah benar-benar berhenti
membayar karena tidak mampu lagi mencicil. Jika tidak membayar, utang semakin
besar karena ada bunga. AS menetapkan bunga 5,5 % per tahun untuk pinjaman
bersubsidi. Untuk utang yang tidak disubsidi, bunganya 7,5 %. Pinjaman yang diajukan
atas nama orangtua mahasiswa dikenai bunga 8,05 %. Tingkat bunga berubah sesuai
kondisi pasar. Bunga itu berlaku untuk pinjaman yang disediakan pemerintah.
Sementara untuk kredit dari bank atau lembaga swasta, bunganya
lebih tinggi lagi. AS memberi peluang perpanjangan tenor hingga 25 tahun. Ahli
pendidikan berpendapat sistem pembayaran pinjaman mahasiswa yang terbaik adalah
sistem yang sederhana berdasarkan pendapatan mahasiswa. Adapun tenor ditetapkan
berjangka panjang dan penagihan secara otomatis. ”Jangka waktu yang lebih
pendek berarti lulusan berpenghasilan rendah akan selalu kesulitan dan berisiko
gagal bayar,” kata Lorraine Dearden, Profesor Statistik Ekonomi dan Sosial
University College London, di The New York Times. Sistem pinjaman pendidikan tak
bisa melupakan tujuannya untuk meningkatkan harkat peminjam. Sistem yang abai pada
sisi manusiawi peminjam justru akan menuai masalah di kemudian hari. Apalagi,
jika utang pendidikan dibiarkan menjadi ajang mencari cuan bagi pinjaman
daring. (Yoga)
Mereka Sewakan Lumbung Pangan
Program lumbung pangan alias food estate di Humbang Hasundutan,
Sumut, berjalan tidak sesuai harapan petani. Lumbung pangan yang semula
diharapkan jadi andalan petani nyatanya tak menghasilkan secara memadai. Hasil
panen minim. Harga jual pun rendah. Apalagi, perusahaan penampung yang ditunjuk
pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja sama. Bahkan, ada sejumlah perusahaan
keluar dari program. Lantaran pesimistis akan program itu, petani tak lagi serius
menggarap. Sebagian lahan jadi terbengkalai. Sebagian lagi disewakan petani. ”Dari
215 hektar (ha) lahan food estate Humbang Hasundutan, 50 ha sudah disewakan
(petani) ke perusahaan. Mereka (para petani) memilih menyewakan tanah lumbung pangan (food estate) karena hasilnya tak
memuaskan,” kata petani lumbung pangan Humbang Hasundutan, Tua Siregar (66),
Jumat (9/2). Tua, salah satu dari 70 petani yang punya lahan di lumbung pangan
Desa Siria-Ria, Kecamatan Pollung. Dia punya 7 ha di area lumbung pangan
pemerintah yang difokuskan untuk bawang merah, bawang putih, kentang, dan
tanaman hortikultura lain.
Pada awal pencanangan program, petani mendapat bantuan bibit,
pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian. Pemerintah juga membangun
jaringan air. Lahan lumbung pangan itu milik petani dan sebagian merupakan
lahan yang dilepaskan pemerintah dari kawasan hutan negara. Pada Januari 2024,
sebagian lahan ditumbuhi rumput dan ilalang. Banyak yang kini ditanami kopi, cabai,
dan tanaman lain. Tua menyebut, program tanaman pangan yang dicanangkan
pemerintah, yakni bawang merah, bawang putih, dan kentang, tidak memberi hasil
memuaskan bagi petani. Saat menanam 7 ha bawang merah, dia hanya mendapat hasil
2 ton, jauh di bawah target 20 ton per ha. Masalah lain yang mereka hadapi,
perusahaan penampung yang ditunjuk pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja
sama, khususnya dalam bagi hasil. Ada perusahaan penampung memanen kentang
petani tanpa pemberitahuan dan menimbang sendiri hasil tanpa disaksikan petani.
Beberapa perusahaan sudah keluar dari food estate. (Yoga)
Magang Kerja, Bikin Traumatis atau Optimistis?
Program magang kerja bisa memberi hasil yang berbeda bagi
peserta yang menjalaninya. Ada yang merasa mendapat tambahan pengetahuan dan
keterampilan. Ada pula yang malah trauma dan akhirnya memutuskan tidak akan menggeluti
bidang di mana ia magang. Aisha Ferkin (22) mahasiswa Antropologi Sosial UI,
yang magang di sebuah organisasi LSM terkaget-kaget saat mendapat tugas turun
ke lapangan untuk mencari data dalam waktu singkat. Akibatnya, ia harus
uber-uberan dengan waktu dan terpaksa mengorbankan waktu libur demi lembur menyelesaikan
tugas. ”Selama kuliah, aku menangkap kalau antrop (antropologi) berkaitan
dengan turun langsung ke masyarakat adat, tinggal bersama mereka, dan
mempelajari kehidupan mereka,” ujarnya pada Rabu (31/1) di Kampus UI, Depok, Jabar.
Awalnya ia mengira, ketika turun lapangan selama magang lima bulan di LSM yang
berfokus pada advokasi masyarakat adat, ia akan punya cukup waktu untuk tinggal
dan mempelajari kelompok masyarakat adat yang jadi sasaran pendataan. Ternyata
ia salah.
Proses pengumpulan data lapangan hanya satu-dua minggu
sehingga tak cukup waktu untuk mengenal kelompok adat lain. Ia kalang kabut
ketika harus mencari data masyarakat adat di Kalimantan. Keterbatasan waktu
membuat pengerjaan tugas kerap tak mulus walau ada teman magang lain dalam satu
kelompok. Mendata masyarakat adat tidak bisa dilakukan secara cepat, mengingat
perlu pendekatan pada sasaran. Waktu luang warga juga tak menentu, tergantung kesibukan
mereka. Selain itu, tak semua warga mau berkompromi. ”Kami harus siap
mengalokasikan waktu libur untuk turlap (turun lapangan). Ketika turlap pun diwarnai
berbagai dinamika. Misalnya, ada kelompok masyarakat menolak advokasi yang kami
lakukan dan memberi data yang kami butuhkan dalam waktu singkat,” ungkap Aisha.
Pengalaman itu membuatnya trauma dan ragu menekuni karier di LSM.
Fatma Bandar (21) justru mendapat pengalaman magang yang
menyenangkan dan mendapat tambahan pengetahuan dan ilmu baru sesuai jurusan
kuliah. Fatma, yang baru lulus dari Ilmu Komunikasi peminatan periklanan UI,
merasakan hal tersebut ketika magang di posisi marketing communication. Praktik
kerja dia lakukan di sebuah industri pendidikan psikologi di Jaksel. ”Pekerjaan
aku copywriting, riset konten, riset audiens, dan desain. Tren selalu
berkembang. Jadi, pengalaman yang aku sukai adalah gimana aku tetap beradaptasi
dengan tren, menganalisis perilaku konsumen yang dinamis, dan lainnya,”
tuturnya, di Depok, Sabtu (27/1). Posisi saat magang memang sejalan dengan
jurusan, tetapi Fatma menyadari bahwa tetap ada Ilmu-ilmu yang baru ia dapat
saat magang. Salah satunya, belajar menyajikan data dan kreativitas dalam
konten dapat hadir secara bersamaan. Berkat magang selama empat bulan, ia
optimistis akan berkarier di bidang periklanan. Apalagi, ia sudah tertarik pada
industri kreatif dan riset sejak SMA. (Yoga)
Amarah Kampus kepada Jokowi
Libur Panjang di Tengah Perlambatan Konsumsi
INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu
Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu
(10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga
Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti
ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol
kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan
elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu
dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai
shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan
energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap
kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.
Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian,
setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali
menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi,
dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang
diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe
haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan
tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan
geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia
memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023
menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan,
sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat
suku bunga tinggi bank sentral global.
Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli
komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar
keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu
alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas
karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed
(bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu
(7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan
permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.
Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif,
menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas
lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak
menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia
berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024.
Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang
telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal
meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136
juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024
nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang.
(Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









