;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

PT KAI Beli 54 Lokomotif dari AS Senilai US$ 222,4 Juta

16 Feb 2024
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PTKAI bersama Progress Rail (anak usaha Caterpillar) yang berasal dari Amerika Serikat (AS) menandatangani kontrak kerja sama pengadaan sebanyak 54 lokomotif (loko) senilai US$ 222,4 juta. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, penandatanganan kontrak tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan transportasi  untuk masyarakat melalui layanan KAI. "Lokomotif ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dan fitur-fitur yang ramah lingkungan. Sehingga mampu untuk mencapai standar  yang tinggi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan," kata Didiek di Jakarta. Lokomitof asal AS ini akan mendukung emisi karbon  sekaligus kelanjutan dari pembelian sebanyak  91 lokomotif yang diterima KAI sejak 2011. (Yetede)

Bank Danamon Incar Kredit Konsumer Tumbuh 15%

16 Feb 2024
PT Bank Danamon Indonesia Tbk tahun ini mengincar pertumbuhan kredit konsumer sekitar 10-15% secara tahunan (year on year/yoy). Salah satu strategi menggenjot penyaluran kreditnya dengan penyaluran kredit dan pembiayaan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. "Kalau konsumer kami low double digit ya sekitar 10-15% untuk target pertumbuhan kredit tahun ini. Kalau KPR kami bergabung bersama developer untuk meluncurkan produk KPR primary, kemudian ada juga KPR yang secondary, itu andalan kami," ucap Konsumer Funding Business Head Bank Danamon Ivan Jaya. Sementara itu Ivan juga mengungkapkan 50% dari pembiayaan di IIMS digarapkan berasal dari Bank Danamon dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Dari 50% tersebut, pembiayaan akan berasal dari Bank Danamon sekitar 30-40%. Adapun, pada kuartal III-2023 kredit pemilikan mobil di Bank Danamon tumbuh 18% secara yoy. Sementara itu, secara total kredit konsumer tumbuh 33% (yoy) ditopang dari kredit pemilikan rumah (KPR. (Yetede)

Tangan Kreatif Pedagang Sate Kambing Surakarta

16 Feb 2024

Kuliner kambing di Surakarta, Jateng, begitu beragam berkat keuletan para pedagang. Kreasi itu bertahan melintasi zaman dan menjadi wujud kegeniusan orang-orang yang bergelut di ”pawon”. Tri (60), warga asal Banyumas, Jateng, duduk sendiri diterpa asap tipis dari daging kambing yang tengah dipanggang di Warung Sate Mas Wal, Surakarta, Selasa (13/2). Sambil menanti pesanannya matang, ia sesekali menelan ludah. Sorot matanya berbinar saat pelayan datang membawa sepiring nasi dan seporsi ”garmas” (garang masak) pesanannya. Tanpa berlama-lama, ia santap habis olahan daging kambing khas ”Kota Bengawan” itu. Daging kambing dipanggang setengah matang sebelum dimasak dengan kuah santan mirip tongseng. Proses ini memberi cita rasa tersendiri.

Sensasi daging panggang dalam menu berkuah. Itu membedakannya dari tongseng yang dagingnya dimasak langsung. Eko Purnomo (33), pemilik Warung Sate Mas Wal, jarang menemukan menu serupa ketika jajan di warung sate di kota-kota lain. Di warung miliknya, garmas menjadi incaran pelanggannya. Dalam sehari, 80 % konsumen memesan menu tersebut. ”Andalannya di sini yang dimasak pakai wajan. Selain garmas, ada tongseng dan krengseng,” ujarnya. Sebagai penerus usaha, Eko tak hanya melestarikan menu yang biasa disajikan ayahnya. Ia merasa perlu ada menu baru demi menarik lebih banyak pelanggan. Ia antara lain menambah menu seperti gulai goreng dan tengkleng masak.

Kisah soal kreativitas pedagang sate juga bisa ditengok dari Warung Sate Tambaksegaran yang didirikan Lim Hwa Youe pada 1948. Warung itu tergolong legendaris karena membidani lahirnya sate buntel yang bentuknya berbeda dengan sate daging umumnya, karena bahan bakunya dari daging cacah yang dibungkus dengan lemak jaring. ”Awalnya, ada teman-teman eyang yang tidak bisa makan daging kambing karena alot (keras). Lalu, eyang bikin sate buntel yang dagingnya dicacah. Jadi, orang sepuh atau anak-anak kecil bisa makan sate itu,” kata Evi Yuliani, penerus dari generasi ketiga Warung Sate Tambaksegaran. (Yoga) 

Jerman Kini Jadi Negara Ekonomi Terkuat Ketiga

16 Feb 2024

Sama-sama terpangkas pertumbuhannya, perekonomian Jepang lebih buruk daripada Jerman. Dampaknya, Jepang yang menyerap 10 % ekspor Indonesia itu kini disingkirkan Jerman dari tiga besar negara terkaya. Kabinet Jepang pada Kamis (15/2) mengungkap, total PDB Jepang 2023 bernilai 4,21 triliun USD. Adapun PDB Jerman tercatat 4,46 triliun USD. Karena itu, Jerman kini menjadi negara terkaya ketiga setelah AS dan China. PDB Jepang susut dua triwulan berturut-turut sepanjang 2023, turun 3,3 % pada triwulan III-2023 dan 0,4 % pada triwulan IV-2023. Secara teknis, Jepang bisa disebut dalam resesi. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), PDB Jerman terpangkas 0,9 % pada 2023.

Mengacu data IMF, PDB Jepang pada 2012 bernilai 6,2 triliun USD. Sementara pada 2023, hanya 4,2 triliun USD. Dengan kata lain, PDB Jepang hilang 2 triliun USD dalam satu dekade terakhir. Menurut kantor berita Kyodo, pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar AS berkontribusi pada penurunan nilai PDB Jepang tahun 2023. Pada 2012, setiap USD setara 79,82 yen. Tahun lalu, kurs rata-rata USD terhadap yen mencapai 140,5. Dengan demikian, dalam satu dekade terakhir, kurs yen terhadap USD melemah 100 %.

Sejatinya, kondisi ekonomi Jerman juga tak berada dalam kondisi yang baik. Nilai PDB Jerman mengalami kontraksi 0,3 % pada tahun 2023 seiring tingginya angka inflasi sepanjang tahun lalu yang disebabkan harga energi yang tinggi dan lemahnya permintaan dari luar negeri. Tak hanya itu, krisis anggaran yang mendorong penghilangan subsidi besar-besaran untuk sejumlah sektor juga mendorong memburuknya situasi perekonomian Jerman. Situasi ini, menurut Presiden Institut Riset Ekonomi Ifo, Clemens Fuest, sudah bisa dimasukkan dalam kategori resesi ekonomi. Kepala Staf Pemerintah Jerman Wolfgang Schmidt, Selasa (13/2) mengatakan ”Jerman tidak sedang mengalami resesi. Pasar tenaga kerja sangat stabil, upah riil meningkat. Kita akan melihat pertumbuhan tahun ini,” katanya. Perekonomian diperkirakan mulai pulih tahun ini. Bank sentral Jerman, Bundesbank, baru-baru ini memperkirakan pertumbuhan 0,4 %. (Yoga) 

Investasi Pasca-pemilu

16 Feb 2024

Pemungutan suara, 14 Februari 2024, telah berlangsung di sebagian besar TPS. Mengutip Ketua KPU Hasyim Asy’ari, pemungutan suara di mayoritas TPS berjalan lancar. Kelancaran pemilu adalah harapan masyarakat Indonesia. Harapan berikutnya berupa kualitas dan legitimasi pemilu yang terjaga. Jika pemilu tak lancar, serta kualitas dan legitimasinya buruk, masyarakat juga yang akan menanggung akibatnya. Sebab, pemilu yang legitimasinya rendah bisa membuat kondisi politik, ekonomi, dan sosial goyah. Pemilu yang berjalan baik menjadi langkah awal untuk menambah daya tarik Indonesia. Kondisi politik, keamanan, dan sosial yang stabil menjadi daya tarik dan menjadi semacam jaminan bagi investor untuk menempatkan dana mereka di sektor riil. Jaminan diperlukan karena investor tak bisa serta-merta pergi saat terjadi sesuatu. Sebab, mereka menempatkan dana mereka, antara lain dalam bentuk pabrik, mesin-mesin, dan teknologi di negara tujuan investasi.

Di sektor keuangan, investor juga mempertimbangkan stabilitas politik, keamanan, dan sosial serta potensi imbal hasil. Kondisi politik yang labil bisa membuatinvestor di sektor keuangan berbalik seketika atau meninggalkan pasar keuangan secara tiba-tiba. Di pasar saham, proyeksi kinerja emiten yang cemerlang akan membuat investor bertahan. Dana Moneter Internasional (IMF), dalam rilisnya pada Januari 2024, memproyeksikan perekonomian global akan tumbuh 3,1 % pada 2024, lebih tinggi 0,2 % poin dibandingkan proyeksi yang dirilis Oktober 2023. Namun, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tahunan dunia pada 2000-2019, yakni 3,8 %. Risiko perekonomian dunia yang masih lemah ini mesti diantisipasi sebab memengaruhi pebisnis dalam menyusun rencana investasi, termasuk menunda realisasi investasi. Dengan kondisi ini, negara-negara akan berdandan dan mempercantik diri untuk menarik investor datang dan berinvestasi. Fasilitas atau kemudahan bagi investor akan diberikan, termasuk memberikan jaminan peraturan yang konsisten dan kepastian hukum. (Yoga) 

Euforia Pemilu Berefek Sesaat

16 Feb 2024

Hasil hitung cepat pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/2). Akan tetapi, sentimen ini diperkirakan hanya berdampak sesaat. Fundamen perekonomian masih menjadi penentu. IHSG hari Kamis ditutup di level 7.303,28 poin, tumbuh 1,3 % disbanding penutupan perdagangan Selasa (13/2), sebelum libur pemilu. Namun, posisi itu melorot dari indeks di pembukaan perdagangan yang sempat melonjak hingga 7.365,68 poin. Analis pasar Head of Research Mirae Asset, Robertus Hardy, mengatakan, penurunan ini mengindikasikan investor segera melakukan aksi ambil untung daripada membeli atau menahan sahamnya. Robertus berpandangan, pemilu yang berlangsung pada Rabu (14/2) hanya merupakan sentimen jangka pendek bagi IHSG yang menjadi indikator kinerja pasar saham.  

”Kalau dilihat, kenaikan indeks saham hari ini (Kamis) tidak setinggi yang diharapkan,” katanya. Ia membaca, kenaikan IHSG hanya terjadi sesaat karena reli tidak berlanjut pada hari yang sama. Ini terlihat dari nilai IHSG pada saat penutupan yang lebih rendah daripada di awal pembukaan perdagangan. ”Kalau kenaikan harganya cukup kuat, biasanya ditandai dengan kenaikan level penutupan yang lebih tinggi dari saat pembukaan,” ujar Robertus. Sentimen positif pemilu ini ditopang oleh hasil hitung cepat berbagai survei yang menunjukkan indikasi keunggulan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang mendapat dukungan lebih dari 50 % suara berdasarkan hasil hitung cepat, mengungguli dua pasangan calon lain. Robertus mengingatkan, investor perlu mempertimbangkan potensi perlawanan. Ditambah keprihatinan banyak kalangan akan pelanggaran etika yang dianggap menyebabkan kemenangan pasangan calon tertentu. Jika ini berkembang pascapemilu sampai timbul kekacauan publik, IHSG bisa anjlok. (Yoga) 

Iklim Usaha Rentan Tertekan Kegaduhan

16 Feb 2024

Pemilu 2024 pada Rabu (14/2) dipandang sejumlah pelaku usaha berlangsung relatif kondusif. Pengusaha dan pelaku pasar berharap kondisi ini berlanjut karena kegaduhan pascapemilu dapat menekan iklim usaha dan investasi. Meski begitu, sejumlah pihak tetap memberikan catatan mengenai perlunya pemerintahan selanjutnya membenahi tata kelola industri dan kepastian hukum untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menilai, situasi kondusif pascapemilu wajib dipertahankan di tengah transisi kepemimpinan. Pasalnya, iklim usaha sangat rentan terganggu kegaduhan politik.

”Bagi pelaku usaha, investor, dan pelaku pasar, pemilu yang lancar atau tertib tanpa gangguan sosio-politik, kredibel, dan diterima hasilnya oleh semua pihak adalah kondisi ideal yang dibutuhkan untuk memaksimalkan kegiatan usaha,” ujar Shinta, Kamis (15/2). Para pelaku usaha berharap, kalaupun terdapat sengketa pemilu, hal itu dapat diselesaikan melalui proses hukum yang transparan sehingga menciptakan keadilan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat secara umum. Dengan begitu, iklim investasi, perdagangan, dan transaksi lain akan terjaga dan berdampak positif pada pembukaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Pada akhirnya hal itu mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Yoga) 

Tenor KPR Subsidi Akan Diperpendek Jadi 10 Tahun

16 Feb 2024

Pemerintah sedang mengkaji pengurangan tenor atau jangka waktu kredit pemilikan rumah atau KPR bersubsidi. Pengurangan tenor subsidi KPR dari 20 tahun menjadi 10 tahun diharapkan mendorong perguliran dana lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan, jangka waktu KPR bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menurut rencana diperpendek menjadi 10 tahun. Skema baru itu masih dalam pembahasan dan diharapkan dapat diterapkan mulai tahun 2025. ”Masih di simulasi, perkiraan (tenor subsidi KPR) di angka 10 tahun. Kami berharap (kebijakan itu) bisa diimplementasikan mulai tahun depan,” kata Haryo saat dihubungi, Kamis (15/2).

KPR-FLPP saat ini memiliki suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 5 % per tahun dengan jangka waktu atau tenor hingga 20 tahun. Kuota penyaluran KPR-FLPP pada tahun 2024 mencapai 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04 triliun. Menurut Haryo, dengan skema baru itu nantinya KPR-FLPP bisa tetap berjangka waktu 20 tahun. Namun, subsidi KPR hanya berlaku untuk masa 10 tahun dan setelahnya tingkat suku bunga akan ditinjau kembali. Jika nasabah sudah mampu, dikenai suku bunga KPR mengambang (floating rate). Penyaluran kuota FLPP pada tahun 2024 ditargetkan sejumlah 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran FLPP tahun 2023, yakni 229.000 unit. Untuk tahun 2024, batasan maksimum harga jual rumah tapak bersubsidi yang bebas PPN dipatok menjadi Rp 166 juta-Rp 240 juta per unit menurut zonasi. (Yoga) 

Deflasi China Turut Picu Penurunan Kinerja Ekspor RI

16 Feb 2024

China tengah mengalami deflasi dan diperkirakan akan mengakhiri era pertumbuhan ekonomi tinggi. Kondisi itu dipandang turut memicu penurunan kinerja ekspor Indonesia lantaran China merupakan pasar utama ekspor Indonesia. Pada Januari 2024, China mengalami deflasi 0,8 % secara tahunan. Penurunan Indeks Harga Konsumen pada Januari itu merupakan penurunan terbesar dalam 14 tahun terakhir. Harga barang dan jasa di tingkat produsen juga mengalami deflasi sebesar 2,5 % secara tahunan. Meskipun sedikit membaik dari Desember 2023 yang sebesar 2,7 %, Indeks Harga Produsen tersebut masih melanjutkan tren deflasi selama 16 bulan berturut-turut atau sejak Oktober 2022. Deflasi di China turut memicu penurunan kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2024. BPS, Kamis (15/2) merilis, total ekspor migas dan nonmigas Indonesia pada Januari 2024 senilai 20,52 miliar USD, turun 8,34 % secara bulanan dan 8,06 % secara tahunan. Ekspor nonmigas turun paling dalam, sebesar 8,54 % secara bulanan, menjadi 19,13 miliar USD.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pada Januari 2024 nilai ekspor nonmigas Indonesia ke tiga pasar utama, yakni China, AS, dan India, menurun. Porsi ketiga negara tersebut terhadap total ekspor nonmigas RI sebesar 43,64 %. ”Dari ketiga negara itu, nilai ekspor ke China turun cukup signifikan sebesar 23,9 % secara bulanan dan 12,92 % secara tahunan menjadi 4,57 miliar USD. Komoditas yang menyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral, termasuk batubara sebesar 3,85 %; bijihlogam,terak, dan abu 2,21 %.; serta lemak dan minyak hewani/nabati, termasuk minyak sawit (CPO),” ujar Amalia dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. BPS juga mencatat, penurunan kinerja ekspor RI ke China itu menyebabkan defisit neraca perdagangan RI terhadap negara tersebut semakin besar, yaitu defisit 1,38 miliar USD. (Yoga) 

Pasar Respons Positif Hasil Pemilu

16 Feb 2024
Pelaksanaan pemilu pada Rabu (14/2/2024) yang berlangsung aman dan lancar, mendapat respon positif dari pasar. Hal ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) serta aliran modal asing  yang terjadi pada Kamis (15/2/2024). Penguatan tersebut juga terjadi seiring optimisme pelaku pasar usai hasil hitung cepat (quick count)  sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 93,54 poin atau  1,30% ke level 7.303,28. Dengan nilai transaksi Rp16,6 triliun. Hampir seluruh sektor saham  meningkat pada penutupan IHSG hari ini. Saham sektor barang baku naik tajam, karena melonjak 2,2%. Diikuti kenaikan sektor barang konsumsi primer 2,2%, sektor keuangan 1,6%, sektor infrastruktur 1,5%, dan sektor kesehatan 1,2%. Hanya sektor teknologi yang sedikit terpangkas 0,7%.