;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Asing Masih Pede Masuk ke Saham Lokal

14 Feb 2024
Pesta rakyat pemilu ikut disambut baik oleh investor asing. Kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif, asing masih rajin memborong saham-saham lokal. Buktinya, nilai beli bersih dalam sepekan menjelang pemilu hari ini sudah mencapai Rp 5 triliun. Dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia bahkan sudah mencapai Rp 15,67 triliun sejak awal tahun ini. Bukan cuma kali ini, pada pemilu-pemilu sebelumnya, dana asing juga masih deras mengalir masuk ke pasar saham. Misalnya saat ada pergantian kepala negara pada pemilu 2014 silam, dana asing masuk Rp 1,8 triliun sepekan sebelum pemilu berlangsung. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengamati, investor asing kemungkinan meyakini bahwa peralihan presiden akan berlangsung cukup baik. Sedangkan Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan melihat, di bulan pelaksanaan pencoblosan, investor asing selalu mencatatkan net buy yang cukup signifikan. "Aktivitas investor asing seusai Pemilu 2024 nanti akan sangat bergantung pada sentimen yang ada seperti global dan makro. Catatan kami, pada Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014 dan 2019, asing memang selalu masuk di tahun pemilu," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (13/2). Artinya, investor asing memandang positif outlook Indonesia ke depan, meskipun ada agenda besar, yaitu pemilu dan pergantian pemerintahan. Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Yanuar Hardy justru menilai, investor akan lebih banyak masuk kembali ke saham setelah ada kejelasan hasil pemilu. Menurutnya, pergerakan IHSG baru akan membaik di semester kedua 2024 karena hasil pemilu semakin terang dan kemungkinan Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, empat perbankan besar menjadi saham yang menjadi sasaran beli asing dalam sepekan menjelang pemilu. Kepala Riset Yuanta Sekuritas Chandra Pasaribu melihat, asing akan cenderung bertahan pasca pemilu dan akan lebih melakukan strategi average up.

Isu Global Berimbas ke Bahan Baku

14 Feb 2024
Laju saham di sektor barang baku (basic materials) masih tertinggal. Indeks barang baku, Selasa (13/2), minus 2,01%. Ini menjadikan indeks sektoral dengan penurunan paling dalam. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Ade Muchlis Ilyasa memandang laju saham di sektor barang baku masih kena adang sejumlah kendala, terutama eksternal. Ade menyoroti ketidakstabilan geopolitik akibat konflik di Ukraina ditambah Timur Tengah. Prospek terhadap kinerja bisnis emiten dan sentimen pada pergerakan sahamnya juga akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Dus, aktivitas ekonomi di negara maju yang memerlukan pasokan barang baku turut menjadi penentu. Dalam hal ini, Ade melihat perlambatan ekonomi China menjadi salah satu pemberat bagi sektor barang baku. Apalagi China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada menimpali, kinerja emiten dan pergerakan saham di sektor barang baku akan dipengaruhi oleh perkembangan industri utama. Dia mencontohkan ketika industri properti melonjak, akan mengangkat kinerja sektor barang baku seperti baja,  semen dan kayu. Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyoroti program hilirisasi tambang yang juga menjadi katalis krusial bagi sektor barang baku. Terutama untuk nikel, dimana pemerintah telah menggenjot hilirisasi pada komoditas ini. Menurut Nico, masih perlu kebijakan lebih lanjut untuk mendorong akselerasi program hilirisasi. Termasuk pada komoditas lainnya, seperti peningkatan nilai tambah batubara. "Masih ada sektor lain yang akan lebih ciamik. Untuk memilih, perhatikan durasi investasi serta profil risiko yang dimiliki," saran Nico. Reza juga menyarankan untuk tetap fokus mencermati kondisi fundamental dan likuiditas sejumlah  saham di sektor barang baku. Sementara ini Reza melihat saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) layak mendapat perhatian.

Jababeka Membidik Lonjakan Marketing Sales di Tahun 2024

14 Feb 2024
Melihat bisnis properti yang tumbuh, emiten saham properti langsung bersiap diri, misalnya PT Jababeka Tbk (KIJA). Emiten ini menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun sepanjang tahun 2024. Menurut keterbukaan informasi KIJA di Bursa Efek indonesia (BEI), Selasa (13/2), sebesar Rp 1,15 triliun dari target tersebut berasal dari proyek di Cikarang. Rincian untuk proyek di Cikarang adalah Rp 750 miliar dari penjualan tanah matang dan bangunan industri. Lalu, Rp 400 miliar dari produk residensial dan komersial termasuk perusahaan patungan dan lainnya. "Sisanya, sebesar Rp 1,35 triliun berasal dari perusahaan patungan  di Kendal,” ujar Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda. Ada tiga proyek utama KIJA yang menyumbang marketing sales di tahun 2023. Pertama, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 913,7 miliar dari lahan seluas 28,0 hektar. Terutama, berasal dari penjualan tanah matang 26,2 hektar (ha) senilai Rp 558,3 miliar. Kedua, proyek di Kendal, Jawa Tengah menyumbang marketing sales Rp 1,24 triliun yang berasal dari penjualan lahan 84,7 hektar. Angka ini meningkat 68% dibandingkan 2022 sebesar Rp737,2 miliar. Ketiga berasal dari proyek Tanjung Lesung dan lainnya. Di proyek tersebut menyumbang marketing sales di 2023 sebesar Rp 57,5 miliar. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar speculative buy targetnya Rp 142 per saham.

Menakar Efek Keperkasaan Tiktok

14 Feb 2024

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah berupaya memperbaiki kinerja. Kolaborasi dengan Tiktok Shop diproyeksi bisa menjadi pendorong kinerja perusahaan teknologi ini. Sekretaris Perusahaan GoTo R. A. Koesoemohadiani menyampaikan, saat ini GOTO memiliki fundamental dan posisi keuangan yang semakin kuat. Ini sejalan dengan pencapaian GOTO dalam meraih EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV-2023. Lebih lanjut, GOTO juga akan menerima pendapatan jasa e-commerce setiap kuartal dari PT Tokopedia usai bergabungnya Tiktok dan diharapkan dapat berkontribusi pada kinerja GOTO. Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya melihat dampak kolaborasi GOTO dengan TiktopShop masih belum terlihat. Menurutnya, masih butuh waktu untuk melihat hasil dari kolaborasi tersebut. Karenanya, ia memproyeksikan kinerja GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih, kendati akan ada progres perbaikan. Menurut Cheril, rugi bersih GOTO tahun ini masih dari persaingan yang masih ketat dan beban keuangan yang besar. Yang pasti, kolaborasi dengan Tiktok dinilai akan meningkatkan pendapatan perseroan dengan biaya promosi yang lebih efisien. Selain itu juga akan meningkatkan brand awareness GOTO.

Analis Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda juga berpandangan bahwa GOTO masih akan mencatatkan kinerja rugi bersih. Sebab ia menilai masih terdapat sejumlah sentimen negatif yang akan mempengaruhi kinerja perseroan. Nah, menurut Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, apabila kabar merger GOTO dan Grab terealisasi berdampak positif terhadap profitabilitas bisnis on-demand services GOTO, Bisnis ini masih mencatatkan kerugian Rp 1,54 triliun per September 2023. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli memaparkan, secara jangka panjang, melalui kemitraan dengan Tiktok, Tokopedia berpeluang menjadi pemimpin di industri e-commerce dan marketplace di Indonesia. Menurut Momentum Works, Tiktok Shop memiliki pangsa pasar 5% dari total GMV Indonesia pada tahun 2022. Shopee dan Tokopedia adalah pemimpin dengan masing-masing 36% dan 35%. Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target audiens yang berharga bagi Tokopedia dan GOTO untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan. Selain itu GoTo Financial, induk dari GoPay dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Tiktok.

Kinerja BPD Tahun 2023 Kurang Menggembirakan

14 Feb 2024

Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) tampak tidak terlalu menggembirakan sepanjang 2023. Sebagian BPD memang masih mencetak kinerja positif, tetapi hanya tumbuh tipis. Adapun BPD besar justru mengalami penurunan laba bersih. Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) tampak tidak terlalu menggembirakan sepanjang 2023. Sebagian BPD memang masih mencetak kinerja positif, tetapi hanya tumbuh tipis. Adapun BPD besar justru mengalami penurunan laba bersih. Salah satu BPD yang masih sukses mencetak kinerja positif yakni Bank Sumsel Babel. Bank ini meraup laba bersih Rp 781 miliar tahun lalu, tumbuh 11% secara tahunan. Capaian ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih 2,67%. Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo mengatakan, capaian kinerja positif ini didorong pertumbuhan kredit sebesar 13,35% dan peningkatan dana murah."Dana pihak ketiga (DPK) hampir tidak tumbuh secara tahunan, sedangkan dana murah tumbuh 10,89%," kata dia, Selasa (13/2). Bank Sumut juga masih tumbuh positif dengan mengantongi laba bersih Rp 740 miliar, meningkat 5,71% secara tahunan. Ini didorong oleh penurunan beban operasional 0,72% menjadi Rp 1,52 triliun.

Sedangkan pendapatan bunga bersihnya susut 0,4% menjadi Rp 2,48 triliun. BPD besar justru mengalami penurunan laba. Bank Jatim Tbk (BJTM) hanya mencetak laba bersih Rp 1,47 triliun, turun 4,66% secara tahunan. Penurunan ini akibat kenaikan biaya provisi. Kerugian penurunan nilai aset keuangan bank ini meningkat 73,8% jadi Rp 671 miliar. Pendapatan bunga bersihnya masih naik 2,1% secara tahunan. Bank BJB Tbk (BJBR) juga mengalami penurunan kinerja. Laba bersihnya secara bank only hanya mencapai Rp 1,8 triliun, turun 18,6% dari tahun 2022. Hal ini seiring penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 11,1% secara tahunan dan kenaikan kerugian penurunan nilai aset keuangan jadi Rp 507 miliar dari Rp 141 miliar pada 2022. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi meyakini BPD akan tetap dapat melanjutkan kinerja yang positif tahun 2024, meski tantangannya besar karena beberapa sektor akan wait and see dalam melakukan transaksi kredit. Ini terutama segmen kredit investasi dan modal kerja korporasi. Adapun Bank DKI juga optimis untuk menyongsong tahun 2024, Sektretaris Bank DKI Arie Rinaldi menyebut pihaknya optimis bisnis akan terus tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing, hal ini seiring dengan dengan pengimplementasian strategi transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Adira Finance Incar Kredit Tumbuh 14%

14 Feb 2024
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menargetkan pembiayaan baru di tahun 2024 akan tumbuh 14% dari pencapaian 2023. Target tersebut mempertimbangkan proyeksi penjualan di industri otomotif yang diharapkan tetap tumbuh, di tengah sentimen pemilihan umum (Pemilu) 2024. "Target kami pembiayaan baru di tahun ini akan naik 12%-14%. Ini dengan catatan, ekonomi tumbuh 5% dan kondisi makro ekonomi aman," kata I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, Selasa (13/2). Di tahun lalu, Adira Finance telah berhasil membukukan kenaikan pembiayaan 31% secara tahunan menjadi Rp 41,6 triliun pada 2023. Ini artinya di tahun ini, Adira Finance bisa membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 46,59 triliun-Rp 47,42 triliun. Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan sepeda motor baru akan mencapai 6,2 juta-6,5 juta unit. Selain itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan pertumbuhan pembiayaan multifinance berkisar 12%-13%. Terakhir, Adira Finance akan memaksimalkan pendanaan. Terbaru, Adira Finance sudah mendapatkan komitmen funding sebesar US$ 300 juta. "Ini sudah kami siapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis. Funding ini di luar pendanaan normal dan funding pertama kali setelah Covid-19. Terakhir funding pada 2019," kata Made

Penerbitan Obligasi Bakal Marak Setelah Pemilu

14 Feb 2024
PT pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 155 triliun tahun ini, tumbuh 19% dari tahun lalu Rp 130 triliun. Penerbitan obligasi korporasi bakal marak selepas pemilihan umum. Pemungutan suara Pemilu 2024 akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Jika pemilihan presiden (pilpres) berlangsung dua putaran, pemcoblosan akan dilakukan Juni 2024. Kapal Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto menjelaskan, angka Rp155,46 triliun merupakan best case scenario atau titik tengah dari proyeksi Pefindo berkisar Rp 148,15-169,05 triliun. Ada banyak faktor yang membuat proyeksi penerbitan obligasi korporasi tahun ini bertumbuh. Dari sisi domestik, Suhindar melihat, jumlah obligasi jatuh tempo tahun 2024 lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. "Kemudian pertumbuhan ekonomi diprediksi masih 5%, ditopang pemilu yang akan terus menjaga konsumsi masyarakat di level solid," ujar Suhindarto. (Yetede)

Laba Himbara Nyaris Tembus Rp140 Triliun

14 Feb 2024
Kuartet bank pelat merah terus mencetak kinerja positif sepanjang 2023. Tercermin dari laba bersih yang dapat didistribusi ke pemilik hampir tembus Rp 140 triliun berhasil dikantongi. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Investor Daily, pertumbuhan bersih empat bank BUMN  ini cukup tinggi berkisar 14-34% secara tahunan (year on year/yoy) jika dirinci, laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) secara konsolidasi mencapai Rp60,1 triliun, tumbuh 17,45% (yoy) diakhir Desember 2023. Berikutnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni melesat 33,74% (yoy) untuk laba bersih konsolidasi yang senilai Rp55,06 triliun sepanjang 2023.  Lalu ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang membukukan laba bersih Rp20,91 triliun atau meningkat 14,2% (yoy) di akhir Desember 2023. Terakhir PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang baru mempublikasikan laporan keuangan dimana laba bersih  mengalami peningkatan 15,13% (yoy) menjadi Rp3,5 triliun sepanjang Januari-Desember 2023. (Yetede)

IHSG Koreksi Wajar, Bakal Kembali Melesat Usai Pemilu

14 Feb 2024
Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali gagah di zona hijau usai gelaran pemilihan umum. Kalangan analis menilai, pelemahan IHSG sebesar 87,93 poin (1,2%) ke posisi 7.209 perdagangan kemarin merupakan  koreksi wajar dan hanya bersifat sementara. Senior Invesment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pelaku pasar tentunya sedang mencermati  hasil dari pemilu yang sedang berlangsung pada rabu (14/2/2024), berikut dengan teknis pemilu yang diharapkan berjalan jujur. "Lantaran apabila berjalan dengan tidak jujur, berpotensi terjadi sengketa pemilu dan akan membuat situasi pereokonomian tidak kondusif," ujar dia kepada Investor Daily. Selain soal pemilu dari dalam negeri, investor menantikan data makroekonomi berupa neraca perdagangan  yang diproyeksikan kembali melanjutkan surplus selama 45 bulan berturut-turut. Sedangkan dari global, pelaku pasar menantikan rilis data US Consumer Price Index yang diproyeksikan bakal dikisaran 2% dan memicu The Fed untuk menerapkan kebijakan yang mendukung dovish agar mempercepat perluasan policy keuangan. (Yetede)

Buntut Tunggakan Utang Rafaksi

14 Feb 2024
Dua tahun berlalu, pembayaran selisih biaya produksi minyak goreng dengan harga jualnya atau rafaksi yang dijanjikan pemerintah ke pengusaha masih belum lunas. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan akan membawa masalah utang rafaksi ini ke ranah hukum.  Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mendey mengatakan persiapan dokumen untuk menggugat pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara sudah rampung. “Pengacara kami bilang habis pemilu,” tuturnya, kemarin. Kontestasi lima tahun sekali ini menyita fokus banyak pihak sehingga mereka memutuskan menunggu hingga perhelatan tersebut usai.

Gugatan ini merupakan langkah terakhir para pengusaha. Roy mengatakan pihaknya sudah menemui sejumlah pejabat untuk menagih rafaksi. Dia sudah bertemu dengan perwakilan Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Roy juga duduk bersama Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan meminta agar isu ini disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Langkahnya tak membuahkan hasil. Roy tak gentar membawa kasus ini ke meja hijau. “Kami mau kejar sebelum pemerintahan ganti supaya bertanggung jawab di masa ini,” katanya.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, juga berharap rafaksi bisa dibayarkan sebelum pemerintahan berganti. “Supaya Pak Jokowi bisa pensiun dengan tenang,” kata Pelaksana tugas Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia tersebut. Sahat bahkan mengusulkan alternatif lain pembayaran rafaksi, yaitu memotong pajak pengusaha. (Yetede)