Ekonomi
( 40600 )Tangan Kreatif Pedagang Sate Kambing Surakarta
Kuliner kambing di Surakarta, Jateng, begitu beragam berkat keuletan
para pedagang. Kreasi itu bertahan melintasi zaman dan menjadi wujud kegeniusan
orang-orang yang bergelut di ”pawon”. Tri (60), warga asal Banyumas, Jateng, duduk
sendiri diterpa asap tipis dari daging kambing yang tengah dipanggang di Warung
Sate Mas Wal, Surakarta, Selasa (13/2). Sambil menanti pesanannya matang, ia
sesekali menelan ludah. Sorot matanya berbinar saat pelayan datang membawa
sepiring nasi dan seporsi ”garmas” (garang masak) pesanannya. Tanpa
berlama-lama, ia santap habis olahan daging kambing khas ”Kota Bengawan” itu. Daging
kambing dipanggang setengah matang sebelum dimasak dengan kuah santan mirip
tongseng. Proses ini memberi cita rasa tersendiri.
Sensasi daging panggang dalam menu berkuah. Itu membedakannya
dari tongseng yang dagingnya dimasak langsung. Eko Purnomo (33), pemilik Warung
Sate Mas Wal, jarang menemukan menu serupa ketika jajan di warung sate di
kota-kota lain. Di warung miliknya, garmas menjadi incaran pelanggannya. Dalam
sehari, 80 % konsumen memesan menu tersebut. ”Andalannya di sini yang dimasak pakai
wajan. Selain garmas, ada tongseng dan krengseng,” ujarnya. Sebagai penerus
usaha, Eko tak hanya melestarikan menu yang biasa disajikan ayahnya. Ia merasa
perlu ada menu baru demi menarik lebih banyak pelanggan. Ia antara lain menambah
menu seperti gulai goreng dan tengkleng masak.
Kisah soal kreativitas pedagang sate juga bisa ditengok dari
Warung Sate Tambaksegaran yang didirikan Lim Hwa Youe pada 1948. Warung itu
tergolong legendaris karena membidani lahirnya sate buntel yang bentuknya
berbeda dengan sate daging umumnya, karena bahan bakunya dari daging cacah yang
dibungkus dengan lemak jaring. ”Awalnya, ada teman-teman eyang yang tidak bisa
makan daging kambing karena alot (keras). Lalu, eyang bikin sate buntel yang
dagingnya dicacah. Jadi, orang sepuh atau anak-anak kecil bisa makan sate itu,”
kata Evi Yuliani, penerus dari generasi ketiga Warung Sate Tambaksegaran. (Yoga)
Jerman Kini Jadi Negara Ekonomi Terkuat Ketiga
Sama-sama terpangkas pertumbuhannya, perekonomian Jepang
lebih buruk daripada Jerman. Dampaknya, Jepang yang menyerap 10 % ekspor
Indonesia itu kini disingkirkan Jerman dari tiga besar negara terkaya. Kabinet
Jepang pada Kamis (15/2) mengungkap, total PDB Jepang 2023 bernilai 4,21
triliun USD. Adapun PDB Jerman tercatat 4,46 triliun USD. Karena itu, Jerman
kini menjadi negara terkaya ketiga setelah AS dan China. PDB Jepang susut dua
triwulan berturut-turut sepanjang 2023, turun 3,3 % pada triwulan III-2023 dan
0,4 % pada triwulan IV-2023. Secara teknis, Jepang bisa disebut dalam resesi. Menurut
Dana Moneter Internasional (IMF), PDB Jerman terpangkas 0,9 % pada 2023.
Mengacu data IMF, PDB Jepang pada 2012 bernilai 6,2 triliun USD.
Sementara pada 2023, hanya 4,2 triliun USD. Dengan kata lain, PDB Jepang hilang
2 triliun USD dalam satu dekade terakhir. Menurut kantor berita Kyodo,
pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar AS berkontribusi pada penurunan nilai
PDB Jepang tahun 2023. Pada 2012, setiap USD setara 79,82 yen. Tahun lalu, kurs
rata-rata USD terhadap yen mencapai 140,5. Dengan demikian, dalam satu dekade
terakhir, kurs yen terhadap USD melemah 100 %.
Sejatinya, kondisi ekonomi Jerman juga tak berada dalam
kondisi yang baik. Nilai PDB Jerman mengalami kontraksi 0,3 % pada tahun 2023
seiring tingginya angka inflasi sepanjang tahun lalu yang disebabkan harga energi
yang tinggi dan lemahnya permintaan dari luar negeri. Tak hanya itu, krisis
anggaran yang mendorong penghilangan subsidi besar-besaran untuk sejumlah
sektor juga mendorong memburuknya situasi perekonomian Jerman. Situasi ini, menurut
Presiden Institut Riset Ekonomi Ifo, Clemens Fuest, sudah bisa dimasukkan dalam
kategori resesi ekonomi. Kepala Staf Pemerintah Jerman Wolfgang Schmidt, Selasa
(13/2) mengatakan ”Jerman tidak sedang mengalami resesi. Pasar tenaga kerja
sangat stabil, upah riil meningkat. Kita akan melihat pertumbuhan tahun ini,”
katanya. Perekonomian diperkirakan mulai pulih tahun ini. Bank sentral Jerman,
Bundesbank, baru-baru ini memperkirakan pertumbuhan 0,4 %. (Yoga)
Investasi Pasca-pemilu
Pemungutan suara, 14 Februari 2024, telah berlangsung di sebagian
besar TPS. Mengutip Ketua KPU Hasyim Asy’ari, pemungutan suara di mayoritas TPS
berjalan lancar. Kelancaran pemilu adalah harapan masyarakat Indonesia. Harapan
berikutnya berupa kualitas dan legitimasi pemilu yang terjaga. Jika pemilu tak
lancar, serta kualitas dan legitimasinya buruk, masyarakat juga yang akan
menanggung akibatnya. Sebab, pemilu yang legitimasinya rendah bisa membuat
kondisi politik, ekonomi, dan sosial goyah. Pemilu yang berjalan baik menjadi
langkah awal untuk menambah daya tarik Indonesia. Kondisi politik, keamanan, dan
sosial yang stabil menjadi daya tarik dan menjadi semacam jaminan bagi investor
untuk menempatkan dana mereka di sektor riil. Jaminan diperlukan karena
investor tak bisa serta-merta pergi saat terjadi sesuatu. Sebab, mereka menempatkan
dana mereka, antara lain dalam bentuk pabrik, mesin-mesin, dan teknologi di
negara tujuan investasi.
Di sektor keuangan, investor juga mempertimbangkan stabilitas
politik, keamanan, dan sosial serta potensi imbal hasil. Kondisi politik yang
labil bisa membuatinvestor di sektor keuangan berbalik seketika atau
meninggalkan pasar keuangan secara tiba-tiba. Di pasar saham, proyeksi kinerja emiten
yang cemerlang akan membuat investor bertahan. Dana Moneter Internasional
(IMF), dalam rilisnya pada Januari 2024, memproyeksikan perekonomian global
akan tumbuh 3,1 % pada 2024, lebih tinggi 0,2 % poin dibandingkan proyeksi yang
dirilis Oktober 2023. Namun, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan
tahunan dunia pada 2000-2019, yakni 3,8 %. Risiko perekonomian dunia yang masih
lemah ini mesti diantisipasi sebab memengaruhi pebisnis dalam menyusun rencana investasi,
termasuk menunda realisasi investasi. Dengan kondisi ini, negara-negara akan
berdandan dan mempercantik diri untuk menarik investor datang dan berinvestasi.
Fasilitas atau kemudahan bagi investor akan diberikan, termasuk memberikan
jaminan peraturan yang konsisten dan kepastian hukum. (Yoga)
Euforia Pemilu Berefek Sesaat
Hasil hitung cepat pemilihan presiden dan wakil presiden
menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa
Efek Indonesia, Kamis (15/2). Akan tetapi, sentimen ini diperkirakan hanya berdampak
sesaat. Fundamen perekonomian masih menjadi penentu. IHSG hari Kamis ditutup di
level 7.303,28 poin, tumbuh 1,3 % disbanding penutupan perdagangan Selasa (13/2),
sebelum libur pemilu. Namun, posisi itu melorot dari indeks di pembukaan perdagangan
yang sempat melonjak hingga 7.365,68 poin. Analis pasar Head of Research Mirae
Asset, Robertus Hardy, mengatakan, penurunan ini mengindikasikan investor segera
melakukan aksi ambil untung daripada membeli atau menahan sahamnya. Robertus
berpandangan, pemilu yang berlangsung pada Rabu (14/2) hanya merupakan sentimen
jangka pendek bagi IHSG yang menjadi indikator kinerja pasar saham.
”Kalau dilihat, kenaikan indeks saham hari ini (Kamis) tidak
setinggi yang diharapkan,” katanya. Ia membaca, kenaikan IHSG hanya terjadi
sesaat karena reli tidak berlanjut pada hari yang sama. Ini terlihat dari nilai
IHSG pada saat penutupan yang lebih rendah daripada di awal pembukaan
perdagangan. ”Kalau kenaikan harganya cukup kuat, biasanya ditandai dengan
kenaikan level penutupan yang lebih tinggi dari saat pembukaan,” ujar Robertus.
Sentimen positif pemilu ini ditopang oleh hasil hitung cepat berbagai survei
yang menunjukkan indikasi keunggulan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,
yang mendapat dukungan lebih dari 50 % suara berdasarkan hasil hitung cepat,
mengungguli dua pasangan calon lain. Robertus mengingatkan, investor perlu mempertimbangkan
potensi perlawanan. Ditambah keprihatinan banyak kalangan akan pelanggaran
etika yang dianggap menyebabkan kemenangan pasangan calon tertentu. Jika ini
berkembang pascapemilu sampai timbul kekacauan publik, IHSG bisa anjlok. (Yoga)
Iklim Usaha Rentan Tertekan Kegaduhan
Pemilu 2024 pada Rabu (14/2) dipandang sejumlah pelaku usaha berlangsung
relatif kondusif. Pengusaha dan pelaku pasar berharap kondisi ini berlanjut karena
kegaduhan pascapemilu dapat menekan iklim usaha dan investasi. Meski begitu,
sejumlah pihak tetap memberikan catatan mengenai perlunya pemerintahan selanjutnya
membenahi tata kelola industri dan kepastian hukum untuk meningkatkan daya
saing ekonomi nasional. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta
W Kamdani menilai, situasi kondusif pascapemilu wajib dipertahankan di tengah
transisi kepemimpinan. Pasalnya, iklim usaha sangat rentan terganggu kegaduhan
politik.
”Bagi pelaku usaha, investor, dan pelaku pasar, pemilu yang lancar
atau tertib tanpa gangguan sosio-politik, kredibel, dan diterima hasilnya oleh
semua pihak adalah kondisi ideal yang dibutuhkan untuk memaksimalkan kegiatan
usaha,” ujar Shinta, Kamis (15/2). Para pelaku usaha berharap, kalaupun
terdapat sengketa pemilu, hal itu dapat diselesaikan melalui proses hukum yang transparan
sehingga menciptakan keadilan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat
secara umum. Dengan begitu, iklim investasi, perdagangan, dan transaksi lain
akan terjaga dan berdampak positif pada pembukaan lapangan kerja dan penyerapan
tenaga kerja. Pada akhirnya hal itu mampu menopang pertumbuhan ekonomi
Indonesia. (Yoga)
Tenor KPR Subsidi Akan Diperpendek Jadi 10 Tahun
Pemerintah sedang mengkaji pengurangan tenor atau jangka waktu
kredit pemilikan rumah atau KPR bersubsidi. Pengurangan tenor subsidi KPR dari 20
tahun menjadi 10 tahun diharapkan mendorong perguliran dana lebih cepat dan menjangkau
lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Direktur
Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Haryo Bekti Martoyoedo
mengatakan, jangka waktu KPR bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan
perumahan (FLPP) menurut rencana diperpendek menjadi 10 tahun. Skema baru itu
masih dalam pembahasan dan diharapkan dapat diterapkan mulai tahun 2025. ”Masih
di simulasi, perkiraan (tenor subsidi KPR) di angka 10 tahun. Kami berharap
(kebijakan itu) bisa diimplementasikan mulai tahun depan,” kata Haryo saat
dihubungi, Kamis (15/2).
KPR-FLPP saat ini memiliki suku bunga tetap (fixed rate)
sebesar 5 % per tahun dengan jangka waktu atau tenor hingga 20 tahun. Kuota penyaluran
KPR-FLPP pada tahun 2024 mencapai 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04
triliun. Menurut Haryo, dengan skema baru itu nantinya KPR-FLPP bisa tetap
berjangka waktu 20 tahun. Namun, subsidi KPR hanya berlaku untuk masa 10 tahun
dan setelahnya tingkat suku bunga akan ditinjau kembali. Jika nasabah sudah
mampu, dikenai suku bunga KPR mengambang (floating rate). Penyaluran kuota FLPP
pada tahun 2024 ditargetkan sejumlah 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04
triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran FLPP tahun 2023, yakni
229.000 unit. Untuk tahun 2024, batasan maksimum harga jual rumah tapak
bersubsidi yang bebas PPN dipatok menjadi Rp 166 juta-Rp 240 juta per unit
menurut zonasi. (Yoga)
Deflasi China Turut Picu Penurunan Kinerja Ekspor RI
China tengah mengalami deflasi dan diperkirakan akan
mengakhiri era pertumbuhan ekonomi tinggi. Kondisi itu dipandang turut memicu
penurunan kinerja ekspor Indonesia lantaran China merupakan pasar utama ekspor
Indonesia. Pada Januari 2024, China mengalami deflasi 0,8 % secara tahunan.
Penurunan Indeks Harga Konsumen pada Januari itu merupakan penurunan terbesar
dalam 14 tahun terakhir. Harga barang dan jasa di tingkat produsen juga
mengalami deflasi sebesar 2,5 % secara tahunan. Meskipun sedikit membaik dari Desember
2023 yang sebesar 2,7 %, Indeks Harga Produsen tersebut masih melanjutkan tren
deflasi selama 16 bulan berturut-turut atau sejak Oktober 2022. Deflasi di
China turut memicu penurunan kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2024. BPS,
Kamis (15/2) merilis, total ekspor migas dan nonmigas Indonesia pada Januari
2024 senilai 20,52 miliar USD, turun 8,34 % secara bulanan dan 8,06 % secara
tahunan. Ekspor nonmigas turun paling dalam, sebesar 8,54 % secara bulanan,
menjadi 19,13 miliar USD.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pada
Januari 2024 nilai ekspor nonmigas Indonesia ke tiga pasar utama, yakni China,
AS, dan India, menurun. Porsi ketiga negara tersebut terhadap total ekspor
nonmigas RI sebesar 43,64 %. ”Dari ketiga negara itu, nilai ekspor ke China
turun cukup signifikan sebesar 23,9 % secara bulanan dan 12,92 % secara tahunan
menjadi 4,57 miliar USD. Komoditas yang menyumbang penurunan ekspor tersebut
adalah bahan bakar mineral, termasuk batubara sebesar 3,85 %; bijihlogam,terak,
dan abu 2,21 %.; serta lemak dan minyak hewani/nabati, termasuk minyak sawit
(CPO),” ujar Amalia dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di
Jakarta. BPS juga mencatat, penurunan kinerja ekspor RI ke China itu menyebabkan
defisit neraca perdagangan RI terhadap negara tersebut semakin besar, yaitu
defisit 1,38 miliar USD. (Yoga)
Pasar Respons Positif Hasil Pemilu
Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-13: Deal on Arrival?
Impor Beras Naik 78% di Awal tahun
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan volume impor beras pada Januari 2024 mencapai 433 ribu ton, naik 78% dari bulan sama tahun lalu sebanyak 243 ribu ton. Namun, jumlah itu turun 18 dari bulan sebelumnya sebanyak 531 ribu ton. Sebanyak lima negara pemasok beras dengan sumbangan terbesar pada Januari 2024 adalah Thailand sebanyak 237 ribu ton, Pakistan 129,7 ribu ton, Myanmar 41 ribu ton, Vietnam 32 ribu ton, dan Kamboja 2,5 ribu ton. "Beras-beras ini tidak dilepas ke pasar, tetapi tergantung pada kebijakan, sehingga polanya tidak ada yang bisa kita ketahui secara pasti, tergantung dari kebijakan impor pemerintah," ucap Pelaksana Tugas (plt) Kepala BPS Amali Adininggar Widyasanti. Total impor secara keseluruhan pada Januari 2024 mencapai US$ 18,51 miliar, turun 3,13% dari bulan sebelumnya. (Yeted)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









