;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

AKSI KAI : Lokomotif Baru untukAngkut Batu Bara

16 Feb 2024

Direktur Utama Kereta Api Indonesia atau KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kesepakatan perseroan dengan anak perusahaan Caterpillar itu merupakan salah satu upaya pengembangan angkutan barang di Sumatra Selatan. Pengadaan 54 lokomotif baru itu, kata dia, merupakan kelanjutan dari pembelian 91 lokomotif yang sebelumnya dilakukan perusahaan sejak 2011. Nantinya, 54 lokomotif baru berjenis GT38AC atau yang dikenal di Indonesia sebagai CC-205 itu akan didatangkan secara bertahap mulai April 2025 hingga 2026. Menurutnya, kemampuan lokomotif CC-205 yang bisa menarik kereta atau gerbong besar bakal memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan pengurangan emisi karbon. Apalagi, lokomotif itu juga dilengkapi dengan teknologi terbaru, serta fitur-fitur ramah lingkungan. Executive Vice President of Locomotive Progress Rail Jack Zhang mengatakan, pihaknya menyambut baik kesempatan bekerja sama dengan KAI melalui penjualan lokomotif seri GT. Lokomotif yang akan didatangkan KAI itu memang dirancang khusus untuk lingkungan di Asia Tenggara, dan sudah terbukti bisa beroperasi baik dengan menggunakan Biodiesel B-35.

MENJAGA 'KEPUL' MANUFAKTUR

16 Feb 2024

Urusan kinerja neraca dagang, Indonesia memang ‘jagonya’. Buktinya, sudah 45 bulan berturut-turut neraca perdagangan nasional surplus. Teranyar, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2024 surplus US$2,01 miliar, yang diperoleh dari nilai ekspor sebesar US$20,52 miliar minus nilai impor US$18,51 miliar. Kendati demikian, jika ditelusuri lebih jauh sejatinya ada hal yang cukup merisaukan. Salah satunya adalah deru mesin produksi manufaktur yang berisiko makin lirih terdengar. Gelagat itu tampak jika melihat data BPS yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai impor, terutama bahan baku/penolong. Artinya, suplai bahan baku industri manufaktur tak sekencang periode sebelumnya. Dus, hasil produksi salah satu sektor andalan penopang ekspor itu pun berisiko seret. 

Plt. Kepala BPS Amalia A. Widyasanti mengatakan bahwa impor bahan baku/penolong pada Januari 2024 menyusut 2,96% (year-on-year/YoY) menjadi US$13,48 miliar daripada bulan yang sama 2023 senilai US$13,89 miliar. BPS mencatat, bahan baku/penolong menyumbang 72,81% dari total impor pada Januari 2024 yang mencapai US$18,51 miliar. Mengacu data terdahulu, rupanya penurunan impor bahan baku/penolong sudah berlangsung sejak Januari 2023. Bila dihitung Januari 2023-Januari 2024, total nilai impor bahan baku/penolong telah anjlok 10,51% menjadi US$174,63 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan mengungkap sejumlah faktor yang memicu penurunan impor bahan baku/penolong pada awal 2024. Beberapa di antaranya yakni permintaan domestik yang lesu, penurunan harga komoditas impor, serta pola musiman, di mana sebagian perusahaan masih menyimpan sisa stok bahan baku tahun lalu. Kementerian Perdagangan juga segera mengimplementasikan kebijakan dan pengaturan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.36/2023 pada Maret 2024. 

 Sebaliknya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Khamdani menyatakan perlambatan pertumbuhan impor bahan baku/penolong pada Januari 2024 dipicu kebijakan restriksi terhadap impor dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 46/2023 sebagai perubahan PP No. 28/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpandangan peningkatan impor barang konsumsi dan barang modal secara tahunan masing-masing sebesar 11,03% YoY dan 10,16% YoY mengindikasikan permintaan domestik yang kuat. Sebaliknya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berpendapat pemerintah perlu mewaspadai kenaikan impor barang konsumsi terutama dari China. Pada Januari 2024, nilai impor barang konsumsi naik 11,03% secara tahunan menjadi US$1,77 miliar.

Pengelolaan Utang Luar Negeri masih Terkendali

16 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 407,1 miliar pada kuartal IV-2023. Angka ini tumbuh 2,7% secara year on year (yoy), meningkat dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,02% (yoy). Adapun kinerja ULN tersebut masih dapat dikelola (managable) dan cukup prudent. Analisis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menilai pertumbuhan ULN yang tinggi pada akhir  tahun 2023 dapat dipahami, karena penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS cukup tinggi di kuartal III dan IV-2024 untuk menambal devisa yang tersedot untuk  operasi pasar sekunder  demi menahan pelemahan mata uang rupiah. "Langkah tersebut sangat bisa dipahami, karena  tujuannya untuk stabilitas mata uang. Jadi secara keseluruhan, jadi menurut hemat saya, masih cukup aman dan terkendali," jelas Ronny. (Yetede)

Ancaman Neraca Perdagangan Defisit

16 Feb 2024
Sudah 45 bulan berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilainya terus turun. Realisasi surplus neraca perdagangan per Januari 2024 tercatat sebesar US$ 2,05 miliar. Angkanya lebih rendah dari surplus pada Desember 2023 dan Januari 2023, yang masing-masing sebesar US$ 3,29 miliar dan US$ 3,88 miliar. Nilainya kembali seperti awal rekor surplus pada 2020 yang berada di angka US$ 2,10-3,58 miliar.

Surplus sempat mencatatkan rekor hingga US$ 5,73 miliar pada Oktober 2021. Rekornya terpecahkan pada April 2022 dengan surplus mencapai US$ 7,56 miliar. Setelah itu, nilainya turun perlahan. Nilai surplus yang menyusut itu tak mengejutkan bagi sejumlah ahli. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia David Sumual mengatakan kinerja ekspor tak semoncer sebelumnya karena tren penurunan harga komoditas. Indonesia mengandalkan komoditas sebagai penopang utama ekspor, salah satunya batu bara.

Pada periode Januari 2024, misalnya, BPS mencatat ekspor produk pertambangan menurun paling signifikan hingga 23,54 persen secara tahunan. Kondisi ini membuat nilai ekspor Indonesia turun 8,34 persen secara bulanan dan 8,06 persen secara tahunan menjadi US$ 20,52 miliar. (Yetede)

Terjungkal di Kandang Banteng

16 Feb 2024
Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. serta semua ketua umum partai pengusung pasangan calon presiden nomor urut tiga itu berkumpul di gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kemarin siang. Mereka datang secara terpisah ke markas pusat kendali pemenangan Ganjar-Mahfud tersebut. Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, lebih dulu datang. Disusul Ketua Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Partai Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Mardiono. Hampir semua pengurus inti TPN Ganjar-Mahfud hingga level deputi juga datang ke High End. 

“Kami membahas dinamika pemungutan suara,” kata anggota TPN Ganjar-Mahfud, Beka Ulung Hapsara, Kamis, 15 Februari 2024. Dalam pertemuan itu, kata Beka, mereka membahas laporan dugaan kecurangan pemilu di berbagai daerah. Mereka juga mengevaluasi proses pemungutan suara Pemilu 2024, dua hari lalu. “Kami sedang mencermati apa yang sebenarnya terjadi tiga hari sebelum pemungutan suara,” kata Beka. BOesman Sapta Odang (OSO) mengatakan pertemuan itu membahas rencana menindaklanjuti berbagai dugaan pelanggaran pemilu di lapangan, baik ke lembaga penegak hukum, Badan Pengawas Pemilu, maupun Mahkamah Konstitusi. “Kami berkumpul untuk melakukan kebenaran-kebenaran tentang kebijakan pelaksanaan pemilu ini secara jujur dan adil bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” kata OSO, kemarin.

Dua hari lalu, Komisi Pemilihan Umum menggelar pemungutan suara pemilihan presiden serta calon legislator dan senator. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di atas angka 50 persen. Pasangan calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju itu unggul jauh dari dua rivalnya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar-Mahfud. Berdasarkan hasil sementara penghitungan suara calon presiden yang tertera pada situs web KPU hingga pukul 21.30 kemarin, perolehan suara Prabowo-Gibran mencapai 56,76 persen. Lalu disusul perolehan suara Anies-Muhaimin sebanyak 25,39 persen dan Ganjar-Mahfud 17,9 persen. (Yetede)


Terendah di Antara Tetangga

16 Feb 2024
Salah satu indikator kemajuan perekonomian negara adalah kinerja perdagangan, termasuk ekspor dan impor. Namun saat ini rasio perdagangan terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih rendah. Kecilnya rasio perdagangan terhadap PDB tersebut menunjukkan keterbukaan perdagangan Indonesia yang juga rendah. “Perdagangan internasional Indonesia belum sebaik beberapa negara di ASEAN,” kata Kepala Pusat Industri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho kepada Tempo, kemarin. “Dengan kinerja yang rendah, berarti liberalisasi atau keterbukaan perdagangan dengan negara lain juga rendah.”

Rasio perdagangan terhadap PDB dianggap sebagai indikator pengaruh perdagangan internasional terhadap ekonomi suatu negara. Rasio ini dihitung dengan membagi nilai agregat impor dan ekspor dalam kurun waktu tertentu dengan PDB pada kurun waktu yang sama. Menurut laporan Prospek Ekonomi Indonesia yang dirilis Bank Dunia pada Desember 2022, rasio perdagangan terhadap PDB Indonesia turun dari 72 persen pada 2000 menjadi 33 persen pada 2020, terendah di antara negara-negara tetangga. Setelah Asia digulung krisis keuangan, keterbukaan perdagangan Indonesia berkurang lebih dari setengahnya, bertepatan dengan periode deindustrialisasi.

Bersamaan dengan penurunan keterbukaan perdagangan, kontribusi manufaktur terhadap PDB Indonesia juga turun secara signifikan, dari puncaknya sebesar 31 persen tahun 2002 menjadi 19 persen pada 2021.  Adapun pada 2022, rasio perdagangan terhadap PDB Indonesia naik menjadi 45 persen. Namun nilainya masih terendah di antara negara tetangga, seperti Singapura yang mencapai 337 persen dan Malaysia yang sebesar 147 persen. Porsi Indonesia dalam ekspor dunia stagnan dan lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara pembanding di kawasan. (Yetede)

Cuan Bank Masih Terbang

16 Feb 2024
Penetrasi investor asing di industri perbankan Indonesia semakin kencang. Ini bisa dilihat dari geliat investor asal Jepang dan Korea Selatan yang terus masuk ke bisnis perbankan Indonesia. Bahkan, di tahun ini, investor asal Jepang sudah siap menggenjot investasinya. Contohnya Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG). Beberapa tahun terakhir, bank asal negeri Sakura ini banyak berinvestasi di industri keuangan tanah air. Antara lain di PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Executive Officer Country Head of Indonesia MUFG Bank Ltd Kazushige Nakajima berujar, potensi bisnis jasa keuangan di Indonesia masih cerah. Terlebih, net interest margin (NIM) perbankan di Tanah Air cukup tinggi. Nakajima mengakui, sebagai pemegang saham, pihaknya telah merasakan keuntungannya. Nakajima menambahkan, bisnis di sektor perbankan Indonesia memiliki pasar yang lebih menggiurkan dibandingkan investasi MUFG di Thailand. Tapi di sisi lain, MUFG sudah melakukan investasi besar-besaran di Thailand sejak 10 tahun lalu. Direktur Bisnis PT Bank JTrust Indonesia Tbk Widjaja Hendra sepakat, saat ini pihaknya masih wait and see hingga hasil resmi Pemilu diumumkan. Yang pasti, komitmen penambahan modal dari pemegang saham tetap ada. Sebelumnya, Bank JTrust menyebut akan mendapat tambahan modal dari pemegang sahamnya, yakni JTrust Co. Ltd di 2024. Tambahan modal tersebut akan berasal dari penerbitan saham baru. "Ini untuk memperkuat posisi Bank Jtrust di tahun ini," ujar Widjaja. Tahun ini, Bank Jtrust menargetkan pertumbuhan kredit 20% atau sebesar Rp 5 triliun. Adapun, fokus bisnis tetap di segmen korporasi, kredit konsumer dan multifinance. Pengamat sekaligus Direktur Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, sektor keuangan indonesia yang menawarkan suku bunga tinggi menjadi daya tarik bagi investor asing. Menurut dia, kondisi ini akan terus berlangsung selama sektor keuangan tanah air masih stabil dan terus menawarkan return tinggi.

Pemilu Menjadi Pintu Masuk Pulihnya Sektor Ritel

16 Feb 2024
Sentimen positif menaungi emiten sektor ritel di awal tahun 2024  Salah satunya adalah dari hajatan Pemilihan Umum (Pemilu). Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada melihat, kinerja sektor ritel kurang lebih sama seperti sektor konsumer. Yakni sektor tersebut banyak terpengaruh dengan daya beli masyarakat. Saat ini, sektor ritel terlihat secara bertahap terus menunjukan pemulihan. Namun,  bisa jadi belum semua emiten ritel yang sudah pulih. Menurut dia, saat ini kenaikan kinerja berasal dari emiten ritel yang berhubungan dengan penjualan makanan minuman. Satu lagi,  emiten ritel yang menyasar kelas menengah-bawah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta melihat, emiten ritel masih terus melakukan ekspansi bisnis hingga awal tahun 2024 ini. Secara historis, kinerja emiten ritel memang selalu naik di tahun-tahun pemilu. Hal itu akibat tingkat konsumsi selalu tercatat naik. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Nicko Yosafat di risetnya akhir Januari 2024 lalu  mengutip Indef memperkirakan, ada aliran dana Rp 100 triliun selama 2024 akibat pemilu. Belum lagi belanja pemerintah di tahun pemilu ini yang mencapai Rp 60 triliun.

Pilpres Satu Putaran Bisa Memperkuat Otot Rupiah

16 Feb 2024
Hasil perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei mengindikasikan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 berlangsung satu putaran. Hal ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan di dalam negeri. Hasil quick count beberapa lembaga survei memperlihatkan, pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka meraih 57%-59% suara. Mengutip laman pemilu2024.kpu.go.id, data per 15 Februari 2024 pukul 20:30 WIB juga menunjukkan, pasangan Prabowo - Gibran unggul dengan perolehan suara 56,72% dari total suara yang masuk. Dengan keunggulan lebih dari separuh total suara, memperkecil kemungkinan Pemilu 2024 berlangsung dua putaran. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz melihat, pilpres satu putaran membantu meredam ketidakpastian di pasar keuangan Indonesia. "Ini akan membantu menekan ketidakpastian politik dan menjaga stabilitas rupiah," terang dia kepada KONTAN, Kamis (15/2). Kalkulasi Faiz, nilai tukar rupiah mungkin bergerak di kisaran Rp 14.901 per dolar Amerika Serikat (AS) di sepanjang 2024. Bahkan kombinasi situasi politik yang lebih pasti dan fundamental rupiah yang kuat bisa memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan 50 basis poin (bps) pada semester II-2024.

Wajib Pajak Nakal Tak Bisa Lagi Berkelit

16 Feb 2024
Wajib pajak nakal tak bisa lagi berkelit. Melalui sistem pajak canggih bernama core tax system, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) bisa mengetahui keberadaan wajib pajak di mana pun mereka berada. Pasalnya, Ditjen Pajak akan melengkapi sistem pajak yang akan meluncur pada 1 Juli 2024 dengan fitur tag location dalam data wajib pajak. Selain data wajib pajak yang akan semakin akurat, fitur tersebut juga akan memudahkan komunikasi antara otoritas dan wajib pajak. "Jadi nanti ketika kami berkomunikasi dengan wajib pajak melalui surat, kunjungan langsung, akan langsung ketemu," ujar Penyuluh Pajak Ahli Madya Ditjen Pajak Banten Dedi Kusnadi, Senin (20/11). Tim Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengatakan, fitur tag location akan menjadi instrumen yang mengonfirmasi dan memvalidasi basis data yang terbangun. "Sebagai contoh, seorang wajib pajak, tertulis sebagai karyawan biasa tetapi mempunyai aset di lokasi strategis. Bisa disimpulkan awal, wajib pajak tersebut mempunyai penghasilan lainnya yang belum dilaporkan," kata Ajib kepada KONTAN. Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai kehadiran fitur dalam core tax system tersebut akan meningkatkan efektivitas pengawasan wajib pajak sehingga celah tax evasion menjadi semakin kecil. Ia menilai, fitur tag location sudah diterapkan pada objek pajak bumi dan bangunan (PBB) sehingga alamat wajib pajak dapat dengan mudah ditemukan. Apalagi, saat ini wajib pajak juga sering menggunakan aplikasi peta untuk mencari alamat dengan teknologi muktahir. Sementara Pengamat Pajak Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar mengingatkan, fitur tag location dalam sistem pajak canggih tersebut tidak akan efektif lantaran masih bisa diakali oleh wajib pajak.