Ekonomi
( 40846 )Warga Eks Kampung Bayam Diintimidasi
Warga eks Kampung Bayam yang kini tinggal di Kampung Susun
Bayam yang berada di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakut,
kembali diintimidasi dengan beragam berita bohong di media sosial. Mulai dari
kabar warga telah menerima kompensasi hingga menunggangi masalah untuk
keuntungan pribadi. Kelompok Tani Kampung Bayam Madani yang dipimpin Muhammad
Furkon, Minggu (18/2) menuturkan, sejak menempati Kampung Susun Bayam,
intimidasi dan fitnah tak pernah usai. ”Setelah dikriminalisasi, sekarang beragam
berita bohong terus berdatangan agar kami segera hengkang dari rumah susun
ini,” katanya. Salah satu berita bohong yang santer terdengar adalah tudingan
warga Kampung Susun Bayam telah menerima kompensasi dari pembangunan JIS.
Padahal, warga tidak pernah mendapatkan kompensasi sepeser pun. ”Yang diterima
adalah uang kerahiman sebesar Rp 47,5 juta yang ditujukan untuk kelompok tani,
bukan individu,” kata Furkon.
Uang tersebut digunakan untuk membangun hunian sementara di
atas lahan seluas 2.000 meter persegi untuk 50 unit. Hunian sementara berlokasi
di Jalan Tongkol X Pergudangan Krapu, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, di
lahan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas peminjaman PT Jakarta
Propertindo. Furkon menjelaskan, dirinya telah memiliki dasar yang jelas penggunaan
uang tersebut, yakni untuk membangun hunian sementara selama rumah susun
dibangun. Selain itu, dirinya menerima kabar jika ada pihak yang menganggap
warga yang menempati rumah susun saat ini bukanlah warga Kampung Bayam.
Padahal, mereka yang tinggal di rumah susun merupakan warga asli Kampung Bayam.
”Itulah sebabnya, kami tetap bertahan untuk tinggal di sini karena inilah
satu-satunya ruang hidup yang kami punya,” kata Furkon. (Yoga)
Intergarsi Bisnis dan Akuisisi Lambungkan Kinerja Petrindo
Ekspor Terancam Resesi dan Konflik Geopolitik
Potensi Bisnis MRO Diproyeksi Tembus US$ 2 M
6 Program Digitalisasi Berdampak ke Ekonomi
Menanti Rezeki dari Emiten Penebar Dividen
IHSG ke Level Psikologis Baru
Apresiasi Pasar Pemilu Lancar
Performa indeks harga saham gabungan atau IHSG ngegas dalam 2 hari terakhir perdagangan pekan lalu. Pemilihan umum presiden dan legislatif yang berjalan lancar dan aman tentu menjadi katalis yang direspons positif oleh pelaku pasar. Kami tidak sedang berspekulasi bahwa keunggulan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming dalam hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei telah menghadirkan sentimen positif ke bursa saham. Kendati, tak sedikit analis di lini masa meyakini bahwa kemenangan kedua pasangan itu dalam satu putaran pemilihan suara bakal menghadirkan kepastian lebih cepat atas keberlanjutan proyek-proyek ekonomi yang melibatkan dunia usaha ke depan. Di samping, stabilitas politik dan keamanan nasional bakal relatif lebih kondusif. Tak heran, pelaku pasar saham sungguh mengapresiasi situasi politik yang bergulir saat ini. Buktinya, saat banyak bursa global terkoreksi pada akhir pekan lalu, IHSG justru melanjutkan penguatan selepas pemilu yang digelar Rabu (14/2). Indeks-indeks Wall Street, misalnya, berguguran oleh sentimen laporan inflasi Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran pemangkasan suku bunga The Fed tidak akan terjadi secepat yang diperkirakan tahun ini. S&P 500 terperosok 0,48% ke level 5.005,57. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 145,13 poin atau turun 0,37% menjadi 38.627,99. Adapun, Nasdaq Composite juga jatuh 0,82% ke level 15.775,65. Kondisi ini terjadi karena situasi geopolitik yang memicu tingkat permintaan domestik di sejumlah negara menuju ketidakpastian. Banyak negara bahkan telah diproyeksikan mengalami resesi sejak akhir 2023. Setelah Inggris, Jepang ikut terseret ke jurang resesi setelah perekonomiannya menyusut selama dua kuartal berturut-turut. Pekan lalu, investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy senilai Rp8,22 triliun di Bursa Efek Indonesia. Dari pantauan kami, asing mengoleksi saham-saham big cap di sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Derasnya aliran dana asing ke pasar saham pekan lalu mendorong indeks komposit tumbuh 1,39% dalam sepekan ke level 7.335,54.
Siap-Siap, Bakal Banyak BPR Ditutup Tahun Ini
Setumpuk PR dari Pesta Demokrasi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









