;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Menperin Dorong Industri Produksi Truk Tambang

13 Feb 2024
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri otomotif Indonesia untuk memproduksi truk tambang yang sesuai dengan  kondisi tambang di Tanah Air. Dia menerangkan, para pelaku industri bisa memulai hal tersebut dengan membuat rincian perakitan (Assembly) yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kondisi pertambangan di Indonesia. "Kami dorong industri dalam negeri untuk segera menyiapkan produk truk-truk yang sesuai dengan spesifikasi  sesuai dengan spesifikasi tambang. Kami meminta mereka paling tidak bikin assembly line aja dulu," kata Agus. Menperin mengatakan, sektor tersebut terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya dan kebutuhan sumber daya alam yang diperoleh dari pertambangan cukup besar, sehingga alat yang digunakan harus sesuai dan juga buatan dalam negeri. "Ada nilai TKDN-nya, karena kebutuhan yang sudah disampaikan besar sekali. Batu bara tumbuh, komoditas lain di mineral juga tumbuh. Saya juga sepakat itu harus agar industri kita siap," ujar Agus. (Yetede)

Mendorong Inovasi dalam Pertumbuhan Ekonomi

13 Feb 2024

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 sebesar 5,05 %, lebih rendah dari 2022 di 5,31 %. Kenaikan harga, khususnya barang pokok seperti beras, telah menggerus permintaan domestik. Sementara fragmentasi ekonomi-politik global menekan aktivitas ekspor. Begitu pun aktivitas investasi yang mengalami stagnasi di tahun politik ini. Pengeluaran pemerintah menjadi penyangga utama agar siklus perlambatan bisa ditahan (counter cycle). Di situlah perlunya kebijakan fiskal yang solid dan kredibel alias bisa dipertanggung jawabkan. Bank Dunia dalam Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2024 menyoroti suramnya perekonomian global. Pertumbuhan global 2024 diproyeksikan mencapai 2,4 % atau mengalami penurunan selama tiga tahun berturutan atau lebih rendah dibandingkan perkiraan pertumbuhan 2023 sebesar 2,6 %. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 4,9 % pada 2024 dan 2025. Siklus perekonomian kita, meski tak seburuk dinamika global, tetap saja mengalami gejala perlambatan.

Untuk keluar dari jebakan stagnasi ini, Bank Dunia menawarkan jalan keluar melalui akselerasi investasi berkelanjutan. Sejak lama, lembaga ini memberikan perhatian pada investasi dan produktivitas sebagai strategi utama melawan perlambatan ekonomi pasca pandemi. Persoalannya, bagaimana menerjemahkan strategi besar tersebut dalam konteks kebijakan ekonomi kita. Pemilu 2024 bisa menjadi peluang agar konsolidasi kebijakan ekonomi lebih fokus pada peningkatan produktivitas melalui akselerasi investasi berbasis inovasi. Dibanding banyak negara lain, kita punya peluang lebih besar untuk melakukan transformasi struktural agar investasi berbasis inovasi bisa terakselerasi dalam jangka panjang. Pembangunan infrastruktur yang sudah dijalankan hampir sepuluh tahun terakhir menjadi modal penting. Siapa pun pemenang pemilihan presiden perlu melakukan ”destruksi kreatif” dalam kerangka keberlanjutan. (Yoga)

BTN Bidik Laba Naik 11%

13 Feb 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang 2023 berhasil membukukan  laba bersih Rp.3,5 triliun, tumbuh 15,13% dibandingkan  periode 2022 sebesar Rp3,04 triliun. Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan laba bersih 10-11% secara tahunan (year on year/yoy). BTN sebelumnya memasang (yoy). Direktur Utama BTN Nixon LP Napitapulu mengatakan, juga akan didorong oleh penyaluran kredit yang dibidik tumbuh 10-11% (yoy). "Jadi kami tidak bisa  menargetkan lebih, itu juga DPK BTN naik 8,4-8,5%. target kredit itu karena kami mempertimbangkan DPK masih ketat persaingannya, kalau fundingnya naik kami nanti dorong  revisi naik juga, tapi sekarang belum berani targetkan kredit 12%," urai Nixon. Di sisi margin bunga bersih (net interest margin.NIM) BTN diharapkan bisa berada di kisaran 4% ini untuk mendukung profitabilitas perseroan. terkait hal itu, Direktur keuangan BTN Nofry Rpny Poetra mengungkapkan, bahwa menjadi motor pengggerak NIM ada dua, yakni peningkatan bunga dan menurunkan beban bunga. (Yetede)

Gunakan Hak Pilih di TPS

13 Feb 2024
Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum KPU) dan sejumlah  pihak terus mensosialisasikan  kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya, dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu (14/02/2024), untuk memilih anggota legislatif dan presiden-wakil presiden. Hal ini penting karena menggunakan  hak pilih merupakan salah satu cara bagi warga negara untuk menentukan siapa  yang akan memimpin dan mewakili  mereka di pemerintahan dan parlemen. Diyakini, tingkat partisipasi  masyarakat dalam  pemilu kali ini melebii pemilu yang digelar  pada 2019, termasuk dari kalangan milenial dan Gen Z KPU mengungkapkan pesta demokrasi lima tahunan kali ini akan diikuti lebih dari 204 juta pemilih yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, 83.771 desa. Melibatkan 18 partai politik nasional dan 6 partai lokal Aceh. Adapun jumlah pemilih di Pemilu 2024 meningkat sekitar 12 juta  dibandingkan dengan Pemilu 2019. Di dalam negeri, DPT Pemilu 2024 berjumlah 203.055.748 orang, terdiri atau 101.467.243 pemilih laki-laki dan 101.589.505 pemilih perempuan. Sedangkan diluar negeri, DPT Pemilu 2024 berjumlah  1.750.474 orang, terdiri atas  751.260 pemilih laki-laki dan 999.214 pemilih perempuan. (Yetede)

SIDO Perkuat Produk dan Pemasaran

13 Feb 2024
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul optimistis mampu mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih di tahun ini. Sido Muncul menargetkan, kinerja pendapatan maupun laba tahun ini mengalami kenaikan sekitar 15% dari tahun lalu. Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat mengungkapkan, optimisme ini sejalan dengan prospek produk kesehatan, terutama produk jamu dan suplemen yang masih menjanjikan di tahun ini. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat, berapa pun biayanya akan diupayakan untuk mendapatkannya. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat mendorong pelaku bisnis farmasi untuk terus berinovasi dan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Atas dasar itu, Sido Muncul makin terpacu untuk terus melakukan inovasi produk kesehatan berbasis herbal. Menurutnya, SIDO telah memiliki cukup pengalaman dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis herbal. SIDO berencana meluncurkan minimal dua produk baru di tahun ini. Selain memperkuat lini produk herbal, SIDO juga tela menyiapkan startegi untuk  memaksimalkan penjualannya di tahun ini. Salah satu inisiatif yang disiapkan adalah melakukan pemerataan jaringan distribusi, sehingga  mampu menjangkau lebih banyak lagi outlet-outlet yang menjual produk Sido Muncul. Selain itu, SIDO juga berupaya memotong rantai distribusi dengan menggandeng perusahaan  yang memiliki jaringan secara nasional. Selain di pasar domestik, SIDO  juga fokus memperluas pasar ekspor. Saat ini, SIDO telah menjangkau pasar ekspor di  di negara-negara di kawasan Asia, Indo China, Semenanjung Arab, dan Afrika. Dari sisi belanja modal atau  capital expenditure (capex) tahun ini, SIDO mengalokasikan anggaran senilai Rp 102 miliar. Penggunaan dana capex tersebut untuk maintenance maupun penambahan peralatan produksi, termasuk penambahan fasilitas riset dan laboratorium. Sebagai informasi tambahan, hingga akhir September 2023, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,36 triliun. Jumlah itu menurun sekitar 9,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, Direktur Keuangan Sido Muncul, Leonard mengatakan, menurunnya kinerja itu dikarenakan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada penjualan produk-produk SIDO.

Penjualan Aset Buruk Bank Lapis Manis Tahun Lalu

13 Feb 2024
Pendapatan perbankan dari hasil penjualan aset-aset bermasalah atau recovery income sepanjang 2023 meningkat pesat. Ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan non bunga tahun lalu. Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil membukukan pendapatan recovery sebesar Rp 16,8 triliun, meningkat 35% dari tahun 2022 (year on year/yoy). Hingga akhir tahun lalu, bank ini memiliki kredit yang sudah dihapusbukukan sebesar Rp 34 triliun, bertambah Rp 11,6 triliun dari tahun sebelumnya. Adapun total kredit bermasalah (NPL) BRI pada tahun 2023 mencapai Rp 37,3 triliun atau 2,94% dari total kreditnya. Jumlah tersebut naik dari Rp 30,4 triliun pada 2022 dengan rasio 2,67%. Bank Mandiri juga mencatat kenaikan signifikan. Tahun lalu, bank ini mengantongi pendapatan recovery Rp 10,15 triliun, meningkat 59,9% secara tahunan. Total kredit hapus buku bank ini mencapai Rp 17,9 triliun di akhir tahun lalu dan NPL mencapai Rp 11 triliun atak 1,02% dari total kreditnya, turun dari Rp 17,4 triliun tahun 2022. Sementara itu, BNI membukukan pendapatan recovery sebesar Rp 5,03 triliun, meningkat 33,2% secara tahunan. Bank ini masih memiliki kredit hapus buku sebesar Rp 14,39 triliun, nauk 43% dari tahun sebelumnya. Jumlah NPL BNI pada akhir tahun lalu mencapai Rp 14,7 triliun atau dengan rasio 2,1%. Direktur Manajemen Risiko  BNI David Pirzada, kontribusi terbesar dari pendapatan recovery itu berasal dari penjualan secara sukarela maupun secara lelang. Namun, penjualan secara masif atau bulk sales tetap ada. “Segmen yang memungkinan untuk dilakukan penjualan secara bulk adalah kredit konsumer, khususnya untuk jenis agunan berupa rumah tinggal," kata David kepada KONTAN, Senin (12/2). Adapun BTN berhasil mengantongi pendapatan recovery sebesar Rp 882 miliar tahun lalu, meningkat 137,7% dari tahun sebelumnya.  Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan, pendapatan itu diperoleh melalui berbagai skema penjualan. Sebagian besar didapat dari aset di segmen konsumer dan pembayaran klaim dari asuransi jiwasraya. Di sisi lain,bank swasta nasional yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BCA) gencar menjual aset bermasalah melalui berbagai skema seperti lelang, ataupun bekerjasama dengan pemangku kepentingan, dan masih banyak lagi. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengungkapkan bahwa penyelesaian kredit bermasalah sudah sesuai dengan target dan timeline yang ditetapkan, dan dilaksanakan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Sentimen Pemilu Membayangi Lelang SUN Pekan Ini

13 Feb 2024
Pemerintah menerima penawaran masuk sebesar Rp 52,63 triliun pada lelang Surat Utang Negara (SUN), Senin (12/2). Aktivitas lelang SUN pada pekan ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sentimen pemilihan umum (pemilu). Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk pada lelang SUN 12 Februari 2024 mencapai Rp 52,63 triliun. Sementara, nominal yang dimenangkan sebesar Rp 24 triliun. Penawaran masuk (incoming bids) lelang SUN pekan ini lebih rendah daripada lelang sebelumnya sebesar Rp 73,24 triliun. Sementara, penawaran diterima (awarded bids) lelang SUN pekan ini dan pekan sebelumnya berjumlah sama. Ada tujuh seri SUN yang ditawarkan, yakni SPN03240515, SPN12250213, FR0101, FR0100, FR0098, FR0097 serta FR0102. Seri FR0101 menjadi seri dengan jumlah penawaran masuk tertinggi, sekaligus seri dengan penawaran yang paling banyak dimenangkan. Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan, bahwa minat investor pada lelang SUN masih cukup baik dengan total penawaran masuk 2,19 kali dari target. Hal ini didorong data ekonomi yang masih positif. Minat investor masih dominan pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun. Chief Dealer Fixed Income & Derivatives PT Bank Negara Indonesia (BNI), Fudji Rahardjo mengatakan, faktor pemilu memang mempengaruhi minat investor. Terutama investor asing masih wait and see jelang pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Rokok Sampoerna Masih Ngebul

13 Feb 2024
Di tengah tantangan cukai rokok, kinerja emiten produsen rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) berpeluang tetap tumbuh tahun ini. Diversifikasi ke produk rokok tembakau tanpa asap dengan merek IQOS jadi salah satu pendorong kinerja HMSP ke depan. Analis Maybank Sekuritas Willy Goutama menilai, diversifikasi HMSP ke produk IQOS dapat menghasilkan kinerja yang kuat bagi HMSP. Portofolio rokok IQOS juga memiliki nilai ekonomis. Harga per batang IQOS sebesar Rp 1.450, jauh di bawah harga rokok putih HMSP sebesar Rp 2.000 per batang. Willy memperkirakan, kontribusi penjualan IQOS akan konsisten bertumbuh secara bertahap. Pada 2023, penjualan IQOS diperkirakan berkontribusi sebesar 3,8%, lalu di 2024 menjadi 4,9%, dan di tahun 2025 mencapai 6,4% dari total penjualan. Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, kinerja HMSP hingga September 2023 masih solid. Pendapatan HMSP tumbuh 4,67% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 87,29 triliun dan laba bersih melesat 26,3% yoy menjadi Rp 6,21 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto punya pendapat senada. Kinerja HMSP akan didorong oleh pertumbuhan produk SKT. Konsumen kemungkinan masih akan mengincar rokok yang lebih murah. Salah satu penyebabnya adalah upah minimum tahun 2024 yang hanya naik sekitar 4%. "Karena itu, kami memperkirakan adanya peningkatan preferensi untuk SKT dan produk dengan harga terjangkau," tulisnya dalam riset 4 Desember 2023. Menurutnya, pasar SKT semakin bertumbuh. HMSP pun menangkap peluang tersebut untuk memperluas produksi SKT dengan membuka fasilitas baru di Blitar dan Tegal. Nilai investasi pabrik ini mencapai Rp 638 miliar dan dijadwalkan akan beroperasi pada semester I-2024 mendatang. Natalia mengatakan, pertumbuhan kinerja HMSP juga didukung penyesuaian rata-rata harga jual produk yang diprediksi naik 8,7% pada 2024. Kenaikan harga ini dilakukan untuk meneruskan kenaikan cukai 11,8% untuk SKM dan 4,8% untuk SKT. Dus, Natalia memperkirakan pendapatan HMSP tahun ini bisa mencapai Rp 129,40 triliun, naik dari proyeksi 2023 sebesar Rp 118,65 triliun.

Dana IPO Untuk Ekspansi Usaha

13 Feb 2024
Bertambah lagi emiten anyar yang menggelar initial public offering (IPO). Yakni PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Direktur Utama MKAP, Eric Handoko berjanji, setelah menjadi perusahaan terbuka, pihaknya bakal meningkatkan profesionalisme dan transparansi manajemen. Emiten jasa migas dan pertambangan ini membidik dana maksimal sebesar Rp 74,75 miliar dari aksi itu. MKAP akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja. Antara lain biaya operasional, pembayaran kepada pemasok dan  perbaikan alat-alat berat. Dengan upaya ini, Eric menargetkan kinerja MKAP tumbuh 70% dari tahun lalu. Sedangkan perusahaan holding perdagangan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) berpotensi meraup dana segar dari bursa sebanyak Rp 119,63 miliar dari hajatan IPO. Untuk penggunaan dananya, sebanyak Rp 25 miliar akan dipakai untuk melunasi sebagian utang kepada Bank Central Asia (BCA) yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2024. Direktur Utama LIVE, Ellies Kiswoto berharap, dengan menyandang sebagai perusahaan terbuka, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 100% di akhir tahun ini. Salah satu langkah utamanya, dengan memperluas kategori produk yang bisa diperdagangkan. Sayang, dia tidak merinci jenisnya. Per Juli 2023 perseroan ini mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 19,64 miliar. Angka itu naik hingga 214,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,24 miliar. Di sisi lain, LIVE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 134,22 miliar, atau turun 7,92%. Emiten berikutnya adalah  PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Ini adalah emiten bidang desain interior. Di hajatan IPO kemarin, MEJA meraup dana segar Rp 49,44 miliar. Rencananya, dana hasil IPO MEJA akan digunakan untuk beberapa hal. Sekitar 72% atau Rp 32,716 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Dan sisanya untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024.

Cadangan Devisa 2024 Bisa Tembus US$ 155 Miliar

13 Feb 2024
Cadangan devisa berpeluang meningkat pada akhir tahun 2024. Diprediksi, cadangan devisa bisa menyentuh level US$ 155 miliar, jauh lebih tinggi dibanding akhir tahun 2023 yang sebesar US$ 146,4 miliar. Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja memperkirakan, cadangan devisa Indonesia pada tahun ini akan berada di kisaran US$ 145 miliar hingga US$ 155 miliar. Kenaikan tersebut, didorong oleh potensi penguatan permintaan dari negara-negara mitra dagang utama Indonesia yang mendorong ekspor Indonesia. Selain penguatan kinerja ekspor, Enrico juga melihat dampak stabilitas politik pasca pemilu dan kelanjutan program pembangunan infrastruktur serta hilirisasi dari pemerintah akan mendorong investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI). Ini juga sebenarnya sejalan dengan target pertumbuhan investasi pemerintah yang sebesar 18% tahunan atau year on year (yoy) tahun 2024.