;

Dana IPO Untuk Ekspansi Usaha

Ekonomi Hairul Rizal 13 Feb 2024 Kontan
Dana IPO Untuk Ekspansi Usaha
Bertambah lagi emiten anyar yang menggelar initial public offering (IPO). Yakni PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Direktur Utama MKAP, Eric Handoko berjanji, setelah menjadi perusahaan terbuka, pihaknya bakal meningkatkan profesionalisme dan transparansi manajemen. Emiten jasa migas dan pertambangan ini membidik dana maksimal sebesar Rp 74,75 miliar dari aksi itu. MKAP akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja. Antara lain biaya operasional, pembayaran kepada pemasok dan  perbaikan alat-alat berat. Dengan upaya ini, Eric menargetkan kinerja MKAP tumbuh 70% dari tahun lalu. Sedangkan perusahaan holding perdagangan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) berpotensi meraup dana segar dari bursa sebanyak Rp 119,63 miliar dari hajatan IPO. Untuk penggunaan dananya, sebanyak Rp 25 miliar akan dipakai untuk melunasi sebagian utang kepada Bank Central Asia (BCA) yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2024. Direktur Utama LIVE, Ellies Kiswoto berharap, dengan menyandang sebagai perusahaan terbuka, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 100% di akhir tahun ini. Salah satu langkah utamanya, dengan memperluas kategori produk yang bisa diperdagangkan. Sayang, dia tidak merinci jenisnya. Per Juli 2023 perseroan ini mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 19,64 miliar. Angka itu naik hingga 214,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,24 miliar. Di sisi lain, LIVE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 134,22 miliar, atau turun 7,92%. Emiten berikutnya adalah  PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Ini adalah emiten bidang desain interior. Di hajatan IPO kemarin, MEJA meraup dana segar Rp 49,44 miliar. Rencananya, dana hasil IPO MEJA akan digunakan untuk beberapa hal. Sekitar 72% atau Rp 32,716 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Dan sisanya untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024.
Download Aplikasi Labirin :