Ekonomi
( 40733 )Menanti Rezeki dari Emiten Penebar Dividen
IHSG ke Level Psikologis Baru
Apresiasi Pasar Pemilu Lancar
Performa indeks harga saham gabungan atau IHSG ngegas dalam 2 hari terakhir perdagangan pekan lalu. Pemilihan umum presiden dan legislatif yang berjalan lancar dan aman tentu menjadi katalis yang direspons positif oleh pelaku pasar. Kami tidak sedang berspekulasi bahwa keunggulan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming dalam hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei telah menghadirkan sentimen positif ke bursa saham. Kendati, tak sedikit analis di lini masa meyakini bahwa kemenangan kedua pasangan itu dalam satu putaran pemilihan suara bakal menghadirkan kepastian lebih cepat atas keberlanjutan proyek-proyek ekonomi yang melibatkan dunia usaha ke depan. Di samping, stabilitas politik dan keamanan nasional bakal relatif lebih kondusif. Tak heran, pelaku pasar saham sungguh mengapresiasi situasi politik yang bergulir saat ini. Buktinya, saat banyak bursa global terkoreksi pada akhir pekan lalu, IHSG justru melanjutkan penguatan selepas pemilu yang digelar Rabu (14/2). Indeks-indeks Wall Street, misalnya, berguguran oleh sentimen laporan inflasi Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran pemangkasan suku bunga The Fed tidak akan terjadi secepat yang diperkirakan tahun ini. S&P 500 terperosok 0,48% ke level 5.005,57. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 145,13 poin atau turun 0,37% menjadi 38.627,99. Adapun, Nasdaq Composite juga jatuh 0,82% ke level 15.775,65. Kondisi ini terjadi karena situasi geopolitik yang memicu tingkat permintaan domestik di sejumlah negara menuju ketidakpastian. Banyak negara bahkan telah diproyeksikan mengalami resesi sejak akhir 2023. Setelah Inggris, Jepang ikut terseret ke jurang resesi setelah perekonomiannya menyusut selama dua kuartal berturut-turut. Pekan lalu, investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy senilai Rp8,22 triliun di Bursa Efek Indonesia. Dari pantauan kami, asing mengoleksi saham-saham big cap di sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Derasnya aliran dana asing ke pasar saham pekan lalu mendorong indeks komposit tumbuh 1,39% dalam sepekan ke level 7.335,54.
Siap-Siap, Bakal Banyak BPR Ditutup Tahun Ini
Setumpuk PR dari Pesta Demokrasi
Musim Tanam Mundur Picu Harga Beras Naik
Kenaikan harga beras yang bervariasi masih terjadi di banyak
daerah dan dikhawatirkan berlangsung hingga bulan Ramadhan. Musim tanam padi
yang terganggu akibat El Nino ditengarai memicu minimnya panen sehingga harga
beras naik. Di Pasar Tambak Rejo, Surabaya, Sabtu (17/2) beras dengan kualitas
medium rata-rata dipasarkan dengan harga Rp 11.817 per kg, naik 4,25 % atau Rp
482 per kg dibandingkan hari sebelumnya, di Rp 11.335 per kg. Adapun beras
dengan kualitas premium mengalami kenaikan harga lebih tinggi. Rata-rata
pedagang menjual beras premium Rp 14.959 per kg, naik Rp 1.082 per kg dari hari
sebelumnya, di Rp 13.877 per kg, kenaikannya mencapai 7,80 %. Pj Gubernur Jatim
Adhy Karyono, Sabtu (17/2) mengatakan, kenaikan harga beras dipicu tingginya
harga gabah ditingkat petani.
Bahkan, harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp 7.410
per kg, lebih tinggi 48,2 % dibanding harga acuan yang ditetapkan pemerintah,
di Rp 5.000 per kg. Kenaikan harga gabah tersebut dipicu menurunnya produksi
beras secara nasional karena minimnya panen di musim hujan. itu, Kabid
Perdagangan dan Pengendalian Harga Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Kabupaten Cirebon Sidik Wibowo berpendapat, kenaikan harga beras kali ini
disebabkan faktor El Nino yang membuat musim tanam mundur. Fenomena iklim yang
ditandai dengan kekeringan tersebut menyebabkan hujan terlambat turun di
Cirebon. Akhirnya, masa tanam yang harusnya dimulai Oktober-Desember mundur
hingga Januari dan Februari. Selain itu, lahan pertanian di sejumlah kecamatan
juga dilanda kekeringan. ”Jadi, produksi beras berkurang. Kalaupun ada gabah,
harganya sudah mahal,” ucap Sidik. (Yoga)
Memetik Manfaat sebagai Petugas Survei
Kesuksesan hitung cepat Litbang Kompas tak luput dari peran
penting lebih dari 2.000 petugas lapangan dan war room (ruangan hitung cepat)
yang hampir seluruhnya mahasiswa. Selain mendapat uang saku, mereka mendapat
banyak manfaat dari keterlibatan mereka dalam hitung cepat dan survei. Grace
Efata (24), tenaga lepas hitung cepat Litbang Kompas asal Bekasi, mendapat banyak
pengalaman berharga saat menjadi bagian dari tim survei Litbang Kompas. Ia
telah terlibat dalam berbagai proyek, termasuk survei debat capres-cawapres yang
lalu, survei dari klien, serta Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) Kompas.
Grace pertama kali mengetahui kesempatan menjadi tenaga lepas
survei Litbang Kompas melalui sebuah blog. Penulis blog berbagi pengalaman menjadi
petugas survei hitung cepat Litbang Kompas pada Pemilu 2019, yang menumbuhkan
rasa penasaran Grace. Ia pun mendaftar sebagai tenaga lepas hitung cepat dan diterima.
”Motivasi aku ikut pekerjaan sampingan ini sebenarnya memperluas jaringan kerja,
pengalaman juga tentunya,” ujar Grace, Senin (12/2). Bagi Grace, pengalaman ini
juga meningkatkan keterampilan dalam percakapan.
Maulana Yusuf Iskandar (24) sebelumnya pernah terlibat dalam
survei Litbang Kompas. Ia mendapatkan informasi awal dari temannya. Maulana
terlibat dalam pekerjaan lepas sebagai petugas survei untuk mendapatkan penghasilan
tambahan. Jika ada panggilan, dengan senang hati ia akan mendaftarkan diri
lagi. Uang saku yang ia terima bervariasi tergantung dari kerumitan survei, antara
Rp 300.000 dan Rp 600.000 untuk satu proyek, yang menurut Maulana dan petugas
survei lainnya cukup sepadan. Apalagi, mereka juga mendapatkan pengalaman dan
pengetahuan baru yang tidak bisa dinilai dengan uang. Selain itu, mereka bisa
merasakan kebersamaan dengan petugas survei lainnya dari kampus-kampus berbeda.
(Yoga)
Pengin ”Nyoblos”, tapi Takut Dompet ”Boncos ”
Pencoblosan pemilu baru saja usai, tapi tak semua warga
menikmatinya dengan menggunakan hak pilih atau nyoblos. Uang terbatas dan
ketiadaan waktu menghalangi sebagian warga Indonesia mendatangi tempat
pemungutan suara (TPS) guna memilih calon pemimpin dan wakil mereka. Seperti Lusinem
(52) asisten rumah tangga di Ciputat, Tangsel, Banten, beserta suami dan dua
anaknya. Ketika sebagian besar orang berbondong-bondong ke TPS, Lusinem sibuk
mengurus pekerjaan rumah tangga di kontrakannya di Ciputat, Rabu (14/2) pagi.
Setelah itu, ia bergegas ke rumah majikannya dan tenggelam dalam
pekerjaan rumah tangga hingga matahari meninggi dan pemungutan suara di TPS
rampung. ”Saya memutuskan tidak ikut pemilu tahun ini. Enggak punya uang untuk
pulang kampung,” ucap Lusinem yang ber-KTP Gombong, Jateng. Suami dan dua anak
laki-lakinya juga ber-KTP Gombong. Seperti Lusinem, mereka juga tak menggunakan
hak pilihnya tahun ini karena alasan yang sama.
Ia mengikuti perkembangan politik melalui media sosial dan
tahu, warga yang punya hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya di daerah
lain di luar daerah asalnya. ”Tapi mengurusnya, kan, repot dan makan waktu.
Lha, saya, kan, kerja, bapaknya (suami) juga kerja. Kapan bisa ngurus
begituan,” ujarnya. ”Saya sih pengen
nyoblos tapi takut dompetnya boncos. Sebentar lagi Lebaran, mending duitnya ditabung
untuk mudik nanti,” kata Lusinem. Jika saat pemilu Rabu lalu ia pulang bersama
suami dan kedua anaknya, perlu ongkos besar, naik bus dari Jakarta ke Gombong, keluar
uang Rp 600.000 pergi-pulang. Belum ongkos ojek, makan, beli oleh-oleh, dan
bagi-bagi sedikit uang kepada keluarga di kampung. Habisnya bisa jutaan rupiah.
”Kalaupun saya ikut nyoblos, toh, enggak akan ada perubahan langsung pada nasib
orang kecil seperti saya. Siapa pun yang menang, saya tetap (kerja) jadi
pembantu rumah tangga. Bapaknya (suami) tetap jadi kuli proyek. Enggak mungkin
jadi pembantu presiden,” katanya, diikuti tawa. (Yoga)
Prabowo Mulai Melakukan Konsolidasi
Seperti janji di pidato kemenangannya yang akan merangkul
semua unsur dan kekuatan, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mulai
melakukan konsolidasi awal dengan menemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jatim, Sabtu (17/2). Golkar, salah satu
partai pengusung Prabowo, pun menyatakan pertemuan itu untuk memperkuat
persaudaraan, termasuk membahas hal-hal ke depan demi melanjutkan pembangunan.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga menilai pertemuan itu sebagai hal positif. Namun,
konsolidasi awal ini dinilai belum sampai pada pembicaraan pembagian jabatan di
kabinet, tetapi baru pada fase transisi pembentukan pemerintahan baru. Apalagi
mengingat perolehan suara Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo tak memperoleh
efek ekor jas atau dampak dari pencalonan Prabowo di Pilpres 2024 sehingga membutuhkan
dukungan dari parpol lain untuk memastikan stabilitas politik.
Seusai pertemuan, Prabowo menyampaikan, pertemuannya dengan
Yudhoyono bertujuan untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan yang
diberikan terhadapnya. Ia mengaku dukungan Yudhoyono sangat luar biasa baginya.
Pertemuan itu juga sekaligus sebagai konsolidasi awal untuk memberikan posisi
terhormat dan strategis kepada kader-kader terbaik Demokrat di pemerintahannya
nanti. ”Pada intinya saya datang ke sini untuk sowan dan ucapkan terima kasih
dan lapor kepada senior saya (di militer),” kata Prabowo kepada wartawan. Ketua
Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief menyampaikan, pertemuan itu terkait
hasil pilpres dan pemilu. Apalagi kemenangan Prabowo di Pacitan mencapai 70 %.
Hasil perolehan suara sementara yang dipublikasi Sistem Informasi Rekapitulasi
Pemilu (Sirekap) KPU menunjukkan Prabowo-Gibran unggul di Kabupaten Pacitan
69,65 %. (Yoga)
Tips Memanfaatkan Layanan Perbankan Digital
Perkembangan teknologi informasi berpengaruh pada berbagai
aspek kehidupan, yang juga memengaruhi preferensi, kebutuhan, dan cara konsumen
untuk mengakses produk dan layanan jasa keuangan. Konsumen juga membutuhkan
layanan yang cepat, tepat, dan aman ketika mengakses produk dan layanan jasa
keuangan (layanan yang tidak dibatasi ruang dan waktu). Untuk menjawab berbagai
kebutuhan dan tuntutan tersebut, lembaga jasa keuangan pun terus berinovasi.
Salah satu lembaga jasa keuangan ini ialah industri perbankan. Perbankan gencar
melakukan berbagai inovasi dengan mengembangkan layanan digital, dimana
konsumen dapat mengakses layanan perbankan di mana pun dan kapan pun
dibutuhkan. Transaksi dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor fisik bank. Melalui
layanan digital, bank dapat melayani nasabah dalam melakukan transaksi
keuangan, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pengelolaan akun, dan
investasi secara daring, yang menjadikan bank lebih efisien.
Untuk mengatur dan mengawasi perkembangan layanan perbankan
digital di Indonesia, OJK mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No 21 Tahun 2023
tentang Layanan Digital oleh Bank Umum. Regulasi ini dirancang untuk mengatur
dan memastikan bank-bank yang memiliki layanan digital beroperasi sesuai standar
yang ditetapkan untuk menjamin keamanan layanan dan melindungi hak-hak
konsumen, serta memastikan bahwa inovasi dalam layanan perbankan digital tetap
dalam koridor yang aman dan bertanggung jawab. Sebagai konsumen yang
menggunakan bank dengan layanan digital, perlu diperhatikan, antara lain: 1.
Cek legalitas bank yang akan digunakan Pastikan hanya menggunakan layanan
digital dari bank yang telah mendapatkan izin dari OJK.
2. Utamakan keamanan data pribadi. Data pribadi yang bocor
berpotensi digunakan oknum tak bertanggung jawab untuk kejahatan yang akan
merugikan korban, baik secara finansial, waktu, maupun emosional. Pastikan
untuk tidak membagikan username, personal identification number (PIN), kata sandi,
KTP, atau data pribadi lainnya kepada siapa pun. Pastikan juga alamat situs yang
digunakan untuk layanan internet banking adalah situs resmi bank. Selalu unduh
aplikasi perbankan dari sumber tepercaya, seperti Google Play Store untuk
Android atau App Store untuk IOS. 3. Pahami produk dan layanan digital sebelum
memanfaatkan layanan digital perbankan, antara lain, pelajarilah manfaat, biaya
transaksi dan administrasi yang dibebankan, syarat dan ketentuan yang berlaku,
serta potensi risiko keamanan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









