Ekonomi
( 40465 )INDUSTRI PARIWISATA : Pemilu Bakal Topang 35% Wisnus
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi ajang Pemilihan Umum 2024 mampu menopang pergerakan wisatawan Nusantara sebesar 30%—35% dari total pergerakan turis lokal sepanjang tahun ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan proyeksi itu mengacu peningkatan mobilitas masyarakat selama pesta demokrasi tahun ini. “Jadi, kuartal pertama 2024 ini mungkin kita bisa menyasar 30%—35% dari total pergerakan wisatawan Nusantara,” ujarnya di Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (14/2). Sepanjang tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf) menargetkan kunjungan sebanyak 1,2 miliar—1,5 miliar pergerakan wisnus.
Pemilu 2024 meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.
Pemilihan presiden dan wakil presiden diikuti tiga pasangan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
INVESTASI SEKTORAL : Manufaktur Indonesia Pikat Investor Asing
Sektor manufaktur Indonesia masih dianggap menarik sebagai tujuan investasi oleh para pemilik modal asing. Sejumlah kemudahan dan insentif yang ditawarkan pemerintah berhasil menarik perhatian investor asing untuk datang ke Tanah Air. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, meski bergerak fluktuatif, tren investasi sektor manufaktur nasional tetap berada di dalam tren pertumbuhan. Bahkan, pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Agus membeberkan, terjadi lonjakan tajam nilai investasi di sektor pengolahan non migas, yakni Rp186,79 triliun pada 2014 menjadi Rp565,25 triliun pada 2023. “Secara kumulatif, realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas selama 10 tahun terakhir sebesar Rp3.031,85 triliun,” katanya, Rabu (14/2).
Pada periode 2014—2023, capaian jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Kecuali pada 2020, karena terjadi pandemi Covid-19. Namun, setelah pandemi berakhir, kinerja industri kembali bangkit dan terus tumbuh setiap tahunnya, sehingga jumlah penyerapan tenaga kerja juga ikut naik,” bebernya.
PERTAMBANGAN MINERAL : PROBLEM PELIK KOMODITAS BAUKSIT
Problem yang menjerat industri bauksit tidak kunjung hilang setelah pemerintah melarang ekspor produk mentah komoditas tersebut sejak 10 Juni 2023. Hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan persetujuan terhadap rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB 2024—2026 yang menjadi dasar bagi perusahaan untuk beroperasi.n Perusahaan pertambangan bauksit nasional harus menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu, karena RKAB 2024—2026 yang yang menjadi acuan operasional badan usaha belum kunjung disetujui. Padahal, industri bauksit nasional saat ini sedang menghadapi tekanan dari persoalan smelter yang belum rampung dan larangan ekspor produk mentah sejak tahun lalu. Ronald Sulistyanto, Plh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I), mengatakan bahwa lambannya proses persetujuan RKAB perusahaan pertambangan bauksit berimpak pada produksi komoditas itu yang hampir tidak ada. Padahal, sejumlah pabrik alumina sudah meminta pasokan bahan baku dari penambang bauksit. “Saat ini penambang bauksit tinggal 10—12 perusahaan yang mengajukan RKAB. Itu sedikit sekali, tetapi masih juga belum keluar, sehingga kami tidak bisa bekerja,” katanya kepada Bisnis, dikutip Rabu (14/2). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri mengaku masih melakukan evaluasi terhadap RKAB yang diajukan oleh perusahaan pemegang izin usaha pertambangan atau IUP bauksit. Meski begitu, otoritas energi nasional memperkirakan produksi bauksit pada tahun ini berada pada kisaran 14 juta ton, sesuai dengan estimasi kapasitas input smelter di dalam negeri, yakni 13,88 juta ton. Produksi bauksit itu diproyeksi bakal berasal dari sekitar 15—16 perusahaan tambang bauksit yang sudah terafiliasi dengan smelter di dalam negeri. “Terkait dengan waktu persetujuan masing-masing RKAB itu bergantung kepada kelengkapan dokumen prasyarat yang harus dilengkapi. Proses kajian terus dilakukan, mungkin dalam waktu dekat akan selesai,” kata Direktur Pembinaan Program Minerba Kementerian ESDM Julian Ambassadur Shiddiq kepada Bisnis. Berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini terdapat 80 perusahaan pemegang IUP bauksit. Kendati demikian, hanya 16 perusahaan yang mengajukan RKAB pada 2023 atau saat larangan ekspor bahan mentah mulai diberlakukan.
Di sisi lain, Julian juga memberikan catatan mengenai potensi bauksit nasional yang tidak bisa diproduksi mencapai 13,86 juta ton, karena penambang tidak lagi bisa mengekspor produk mentah, tetapi kapasitas smelter di dalam negeri masih terbatas. Jumlah tersebut setara dengan nilai ekspor US$494,6 juta. Potensi tersebut berasal dari sekitar 80 perusahaan pemegang IUP yang tidak bisa memproduksi bauksit, karena tidak memiliki kontrak untuk menjual produknya ke smelter di dalam negeri. Adapun, keempat smelter yang beroperasi saat ini, di antaranya PT Well Harvest Winning Alumina Refinery di Ketapang, dengan kapasitas produksi SGA mencapai 1 juta ton. Lalu, smelter PT Well Harvest Winning Alumina Refinery hasil ekspansi yang menambah kapasitas produksi SGA perusahaan sebanyak 1 juta ton. Kemudian milik PT Indonesia Chemical Alumina di Tayan, dengan kapasitas produksi chemical grade alumina (CGA) mencapai 300.000 ton. Selanjutnya, milik PT Bintan Alumina Indonesia di Bintan, dengan kapasitas produksi SGA sebesar 2 juta ton. Dalam kesempatan berbeda, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memang mendorong pembentukan konsorsium antarperusahaan tambang bauksit untuk mengakali kesulitan pendanaan dalam membangun fasilitas tersebut. “Kami pernah mengusulkan kepada pemerintah agar dibuat semacam konsorsium bersama antarpelaku usaha dalam mencari pembiayaan dalam pembangunan alumina plant,” kata Ketua Komite Tetap Minerba Kadin Indonesia Arya Rizqi Darsono beberapa waktu lalu. Persoalan smelter bauksit sebenarnya telah lama mendapatkan perhatian pemerintah. Bahkan, Menteri ESDM Arifin Tasrif sempat mengungkapkan kekesalannya karena ada progres smelter yang tidak sesuai dengan laporan yang diberikan kepada pemerintah.
Efek Pemilu, Konsumen Masih Mengerem Belanja
Pembebasan Cukai Etil Alkohol Industri Kosmetik
Indonesia Melaksanakan Pesta Demokrasi!
Asing Masih Pede Masuk ke Saham Lokal
Isu Global Berimbas ke Bahan Baku
Jababeka Membidik Lonjakan Marketing Sales di Tahun 2024
Menakar Efek Keperkasaan Tiktok
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah berupaya memperbaiki kinerja. Kolaborasi dengan Tiktok Shop diproyeksi bisa menjadi pendorong kinerja perusahaan teknologi ini. Sekretaris Perusahaan GoTo R. A. Koesoemohadiani menyampaikan, saat ini GOTO memiliki fundamental dan posisi keuangan yang semakin kuat. Ini sejalan dengan pencapaian GOTO dalam meraih EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV-2023. Lebih lanjut, GOTO juga akan menerima pendapatan jasa e-commerce setiap kuartal dari PT Tokopedia usai bergabungnya Tiktok dan diharapkan dapat berkontribusi pada kinerja GOTO. Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya melihat dampak kolaborasi GOTO dengan TiktopShop masih belum terlihat. Menurutnya, masih butuh waktu untuk melihat hasil dari kolaborasi tersebut. Karenanya, ia memproyeksikan kinerja GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih, kendati akan ada progres perbaikan. Menurut Cheril, rugi bersih GOTO tahun ini masih dari persaingan yang masih ketat dan beban keuangan yang besar. Yang pasti, kolaborasi dengan Tiktok dinilai akan meningkatkan pendapatan perseroan dengan biaya promosi yang lebih efisien. Selain itu juga akan meningkatkan brand awareness GOTO.
Analis Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda juga berpandangan bahwa GOTO masih akan mencatatkan kinerja rugi bersih. Sebab ia menilai masih terdapat sejumlah sentimen negatif yang akan mempengaruhi kinerja perseroan. Nah, menurut Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, apabila kabar merger GOTO dan Grab terealisasi berdampak positif terhadap profitabilitas bisnis on-demand services GOTO, Bisnis ini masih mencatatkan kerugian Rp 1,54 triliun per September 2023. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli memaparkan, secara jangka panjang, melalui kemitraan dengan Tiktok, Tokopedia berpeluang menjadi pemimpin di industri e-commerce dan marketplace di Indonesia. Menurut Momentum Works, Tiktok Shop memiliki pangsa pasar 5% dari total GMV Indonesia pada tahun 2022. Shopee dan Tokopedia adalah pemimpin dengan masing-masing 36% dan 35%. Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target audiens yang berharga bagi Tokopedia dan GOTO untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan. Selain itu GoTo Financial, induk dari GoPay dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Tiktok.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









