;

Penjualan Aset Buruk Bank Lapis Manis Tahun Lalu

Ekonomi Hairul Rizal 13 Feb 2024 Kontan
Penjualan Aset Buruk Bank Lapis Manis Tahun Lalu
Pendapatan perbankan dari hasil penjualan aset-aset bermasalah atau recovery income sepanjang 2023 meningkat pesat. Ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan non bunga tahun lalu. Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil membukukan pendapatan recovery sebesar Rp 16,8 triliun, meningkat 35% dari tahun 2022 (year on year/yoy). Hingga akhir tahun lalu, bank ini memiliki kredit yang sudah dihapusbukukan sebesar Rp 34 triliun, bertambah Rp 11,6 triliun dari tahun sebelumnya. Adapun total kredit bermasalah (NPL) BRI pada tahun 2023 mencapai Rp 37,3 triliun atau 2,94% dari total kreditnya. Jumlah tersebut naik dari Rp 30,4 triliun pada 2022 dengan rasio 2,67%. Bank Mandiri juga mencatat kenaikan signifikan. Tahun lalu, bank ini mengantongi pendapatan recovery Rp 10,15 triliun, meningkat 59,9% secara tahunan. Total kredit hapus buku bank ini mencapai Rp 17,9 triliun di akhir tahun lalu dan NPL mencapai Rp 11 triliun atak 1,02% dari total kreditnya, turun dari Rp 17,4 triliun tahun 2022. Sementara itu, BNI membukukan pendapatan recovery sebesar Rp 5,03 triliun, meningkat 33,2% secara tahunan. Bank ini masih memiliki kredit hapus buku sebesar Rp 14,39 triliun, nauk 43% dari tahun sebelumnya. Jumlah NPL BNI pada akhir tahun lalu mencapai Rp 14,7 triliun atau dengan rasio 2,1%. Direktur Manajemen Risiko  BNI David Pirzada, kontribusi terbesar dari pendapatan recovery itu berasal dari penjualan secara sukarela maupun secara lelang. Namun, penjualan secara masif atau bulk sales tetap ada. “Segmen yang memungkinan untuk dilakukan penjualan secara bulk adalah kredit konsumer, khususnya untuk jenis agunan berupa rumah tinggal," kata David kepada KONTAN, Senin (12/2). Adapun BTN berhasil mengantongi pendapatan recovery sebesar Rp 882 miliar tahun lalu, meningkat 137,7% dari tahun sebelumnya.  Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan, pendapatan itu diperoleh melalui berbagai skema penjualan. Sebagian besar didapat dari aset di segmen konsumer dan pembayaran klaim dari asuransi jiwasraya. Di sisi lain,bank swasta nasional yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BCA) gencar menjual aset bermasalah melalui berbagai skema seperti lelang, ataupun bekerjasama dengan pemangku kepentingan, dan masih banyak lagi. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengungkapkan bahwa penyelesaian kredit bermasalah sudah sesuai dengan target dan timeline yang ditetapkan, dan dilaksanakan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :