;

Panen Energi Terbarukan di Uruguay

14 Feb 2024 Kompas
Panen Energi Terbarukan di Uruguay

Saat negara-negara di berbagai belahan dunia tengah berupaya keras meningkatkan energi terbarukan, Uruguay, negara di Amerika Selatan yang luasnya 1,5 kali Pulau Jawa, seakan tinggal memanen energi terbarukan, setidaknya pada sektor ketenaga listrikan. Dengan memanfaatkan sumber energi alam yang  “gratis”, lebih dari 90 % pasokan listrik mereka dari energi terbarukan. Bahkan, pada tahun-tahun tertentu mencapai 98 %. Mengutip laporan Kementerian Industri, Energi, dan Pertambangan Uruguay (MIEM), sepanjang 2022 total pasokan energi secara keseluruhan di negara itu masih didominasi minyak dan produk minyak sebanyak 43 %, lalu disusul biomassa 39 %. Setelah itu ada hidro (air) 9 %, angin 7 %, serta gas alam dan energi surya (solar) masing-masing 1 %. Namun, khusus sektor ketenagalistrikan, energi terbarukan jadi juaranya. Dari total pasokan listrik 2022 sebesar 14.759 gigawatt-jam (GWh), kontribusi hidro mencapai 39 %, angin 32 %, termal biomassa 17 %, termal fosil 9 %, dan surya 3 %. Uruguay bahkan mengekspor listrik 1.416 GWh karena kebutuhan dalam negeri sebesar 13.343 GWh terpenuhi.

Awalnya, pada 2008 terjadi krisis energi di Uruguay akibat lonjakan harga minyak mentah yang mencapai 145 USD per barel pada Juli 2008. Sebagai negara pengimpor minyak, hal itu jadi masalah. Apalagi, permintaan energi naik 8,4 % dari tahun sebelumnya. Tidak hanya energi fosil, tetapi juga impor listrik. Di tengah kondisi itu, Ramón Méndez Galain, seorang ilmuwan dan fisikawan, mencoba mendalami persoalan energi yang kompleks dan punya banyak dimensi. Ia menggagas negara mesti focus pada transisi energi dengan target ambisius, termasuk pengembangan tenaga angin. Oleh Presiden, Galain ditawari posisi sebagai Direktur Nasional Energi Uruguay dan segera mengimplementasikan gagasan-gagasan yang ia miliki. Menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapinya ialah mengubah narasi tentang energi terbarukan. Dengan penguatan narasi secara nasional, Pemerintah Uruguay memengaruhi masyarakat yang skeptis akan energi terbarukan, terutama potensi warga yang kehilangan pekerjaan.

Hasilnya, 50.000 pekerjaan tercipta dan gagasan transisi energi yang adil, tidak ada satu orang pun tertinggal, menjadi kebijakan sentral. Galain, dalam monolognya pada program TED Talks yang disiarkan di Youtube, Oktober 2023, mengatakan, saat hasil dari programnya belum sepenuhnya terlihat, pada 2009 berlangsung pemilihan umum di Uruguay. Untungnya, José Mujica, presiden baru, mempertahankan Galain dan idenya tentang energi terbarukan. Transformasi itu juga butuh model bisnis baru yang berbeda dengan model bisnis pembangkitan pada umumnya, antara lain basis kontrak jangka panjang. Ini didapat dari permodelan optimasi sumber energi terbarukan yang terbaik agar dapat menekan biaya secara keseluruhan. Selain kematangan perencanaan dan inovasi, fleksibilitas menjadi salah satu kunci dalam pengembangan energi terbarukan di Uruguay. Tenaga angin dan surya menjadi yang utama dalam pembangkitan listrik di Uruguay. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :