Ekonomi
( 40465 )Pinjaman Bunga Nol Persen Disiapkan
Pemerintah mewacanakan konsep bantuan pinjaman biaya kuliah
kepada mahasiswa dengan bunga nol %. Pelunasannya bisa dibayarkan kepada negara
secara berkala setelah mahasiswa yang meminjam lulus dan bekerja. Skema ini
menempatkan mahasiswa sebagai investasi SDM demi kemajuan Indonesia. Deputi
Bidang Koordinasi Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan (PMK) Warsito menjelaskan, konsep ini tengah digodok
pihaknya bersama Kemenkeu. Menurut dia, ini bisa jadi salah satu alternatif
mengatasi mahalnya biaya kuliah yang dikeluhkan mahasiswa.
”Pengembalian ketika mahasiswa sudah lulus atau sudah bekerja.
Konsep itu yang akan dicoba solusinya terkait tingginya biaya kuliah, selain
evaluasi besarnya uang kuliah tunggal dan kemampuan perguruan tinggi dalam
pendapatan umum di bidang akademik sehingga biaya kuliah bisa lebih rendah,”
kata Warsito melalui siaran pers, Kamis (8/2). Selain itu, pemerintah juga akan
berkoordinasi dengan lembaga-lembaga filantropi untuk membuat program dana kuliah
bergilir. Namun, program itu tetap mengedepankan prinsip pinjaman tanpa bunga dan dibayar mulai tahun
keempat atau setelah yang bersangkutan lulus dan bekerja. (Yoga)
Jangan Sekadar Bicara Upah Buruh
Sebanyak 43 % responden dari jajak pendapat Kompas pada pertengahan
Januari 2024 menyatakan, buruh kini belum hidup layak, bahkan memburuk, disebabkan
sistem pengupahan yang kurang berpihak kepada buruh. Meski UU Cipta Kerja
disusun dengan dalih untuk upaya penciptaan kerja, formula penghitungan upah
minimum dalam undang-undang itu dinilai tidak berpihak kepada buruh. Argumentasi
kerap diungkapkan baik oleh buruh maupun pengusaha terkait formula pengupahan
itu, hasilnya kehidupan buruh faktanya tidak kian membaik. Ketimpangan pun kian
terlihat.
Harian Kompas pada awal minggu ini melaporkan, pada kabupaten
tujuan investasi di Sulawesi, kesejahteraan buruh tidak lebih baik. Dengan upah
yang diterimanya, tidak mudah bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi
untuk menabung bagi kehidupan di hari tua. Demi meningkatkan kehidupan buruh,
semua pihak idealnya dapat kembali duduk bersama. Dengan kepala dingin, ada baiknya
didiskusikan formula penghitungan upah minimum. Yang tidak kalah pentingnya
adalah buruh dan serikat buruh jangan hanya sekadar bicara upah. Idealnya, ada pendelegasian
peran pada perwakilan buruh atau serikat buruh untuk memikirkan masa depan
buruh, untuk memastikan tetap ada pekerjaan bagi buruh dalam dunia yang berubah
begitu cepat.
Di sisi lain, pemerintah harus memastikan agar angka investasi
jangan sekadar angka. Peningkatan investasi idealnya berbanding lurus dengan
hadirnya kesempatan kerja. Di Cikarang, Jabar, Kompas menjumpai pabrik besar dengan
pekerja yang sangat minim karena mekanisasi. Disrupsi teknologi kini semakin
mewarnai kehidupan. Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
berdampak positif untuk mengefisienkan kerja manusia, tetapi sebaliknya dapat
menyingkirkan pekerja dengan keterampilan dan produktivitas yang rendah. Jika
perdebatan terkait urusan buruh hanya terfokuskan pada pengupahan, ada potensi
justru pekerjaan itu sendiri yang menghilang dalam jangka menengah atau
panjang. (Yoga)
Industrialisasi Jadi Kunci Mendongkrak Upah Buruh
Upah buruh diyakini akan terdongkrak jika industrialisasi dan
pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai rencana Indonesia Emas 2045. Pada 2045,
Indonesia ditargetkan masuk dalam golongan negara berpendapatan tinggi. Untuk
masuk golongan negara berpendapatan tinggi, Bank Dunia menyatakan, pendapatan
per kapita Indonesia harus berada di atas 13.205 USD per tahun. Dengan
demikian, gaji minimal pekerja di Tanah Air harus setara Rp 10 juta per bulan.
Sementara saat ini rata-rata upah minimum provinsi (UMP) buruh tahun 2023 baru mencapai
Rp 2,96 juta per bulan. Simulasi yang dilakukan Litbang Kompas, berdasarkan
rata-rata kenaikan UMP pasca berlakunya UU Cipta Kerja (2024) sebesar 4,1 % per
tahun, maka pada 2045 rata-rata UMP baru Rp 6,957 juta.
Berdasarkan tren UMP sepanjang 1997-2024, rata-rata UMP pada 2045
baru Rp 6,454 juta. Karena itu, untuk meningkatkan upah buruh hingga Rp 10 juta
per bulan pada 2045, industrialisasi perlu dipacu lebih cepat. Wakil Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Roy Jinto Ferianto, Kamis
(8/2) menyampaikan, menuju Indonesia Emas 2045 berkaitan dengan menjadi negara
maju. Salah satu tandanya adalah ada standar upah yang ideal, bukan upah yang
murah. KSPSI pernah memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan visi
Indonesia Emas 2045. Salah satunya tenaga kerja dalam negeri yang harus
diutamakan dibandingkan dengan tenaga kerja asing (TKA).
Untuk mendukung lulusan baru siap kerja, sudah didirikan Balai
Latihan Kerja Komunitas Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (BLKK FSP TSK SPSI) di Majalengka. Ketua Umum
Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengatakan, KASBI
sedang melakukan kajian konsep upah layak. Sejauh ini, dengan kebutuhan riil pekerja
yang relatif hampir sama antar daerah, upah yang diterima bisa berbeda. Presiden
Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi mengatakan,
pihaknya sejauh ini belum mengetahui bagaimana pengembangan pekerja di Tanah
Air hingga 2045, tapi, yang terpenting adalah bagaimana sekitar 8 juta
pengangguran saat ini bisa terserap sehingga angkatan kerja bisa sejahtera. (Yoga)
Tambak Udang 2.085 Hektar Dibangun di NTT
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemkab Sumba Timur bekerja sama membangun percontohan budidaya udang terintegrasi hulu dan hilir di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Lahan tambak udang seluas 2.085 hektar akan mulai dibangun tahun 2024-2027. Pembangunan proyek tambak udang terintegrasi dilakukan dengan perjanjian kerja sama pinjam pakai barang milik daerah Kabupaten Sumba Timur, berupa lahan seluas 2.085 hektar di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, yang akan dibangun tambak udang terintegrasi dengan anggaran 500 juta USD atau Rp 7,5 triliun. Lahan tambak terintegrasi itu terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona hulu, meliputi pembenihan dan pabrik pakan; zona onfarm, meliputi saluran intake (masuk), tandon utama, tandon kluster, petak pemeliharaan, saluran outlet (keluar), instalasi pengolahan air limbah kluster, dan vegetasi. Selain itu, zona hilir yang mencakup gudang pendingin, pabrik es, dan pabrik styrofoam.
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Kamis (8/2) menjelaskan,
kondisi lahan yang akan dibangun merupakan lahan kosong,terbuka dan berbatu,
serta tidak termanfaatkan. Sementara itu, kondisi rencana lokasi intake
merupakan perairan terbuka dan tidak ada vegetasi mangrove. Kesepakatan
perjanjian kerja sama pinjam pakai barang milik Kabupaten Sumba Timur dan nota
kesepakatan antara Dirjen Perikanan Budi Daya dan Bupati Sumba Timur dilaksanakan
di Gedung KKP, Selasa (6/2). Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Menteri
Trenggono. ”Modeling budidaya udang terintegrasi akan kita bangun di Sumba
Timur, NTT, guna menumbuhkan ekonomi yang terdistribusi ke wilayah Indonesia
timur, tidak hanya di Jawa saja,” kata Trenggono. (Yoga)
Paman Sayur dan Lumbung Pangan Kalimantan
10 tahun terakhir, banyak ladang warga Kalteng ditinggalkan
setelah muncul larangan membakar lahan. Imbasnya, warga yang dulu mandiri kini
bergantung kepada ”paman sayur” atau penjual sayur keliling. Kemandirian di
daerah yang dulu merupakan lumbung pangan pun terancam. Rabu (7/2) pagi, Suwanto
(37) sudah memacu kencang sepeda motor tuanya ke rumah Deni Irmanto (32),
petani di Kalampangan, Kota Palangkaraya, Kalteng. Sudah dua tahun Suwanto melakukan
aktivitas serupa. Setiap pagi, dia selalu mengisi keranjang di jok sepeda motornya
dengan semua sayuran yang dipanen Deni, perantau asal Ngawi, Jatim. ”Ada cabai
rawit, bayam, sawi, mentimun, tomat, hingga bawang merah,” katanya. Seperti
Deni, Suwanto juga berasal dari Ngawi. Minim kesempatan kerja di daerah asal, dia
datang menggunakan kapal laut lima tahun lalu ke Palangkaraya, menjadi ”paman” (penjual
keliling) untuk beragam jenis pekerjaan.
Ia pernah menjadi paman pentol (makanan seperti bakso), berkeliling
SD-SD di Palangkaraya menjajakan jualannya demi bayaran Rp 100.000 per hari. Jika
dagangan ludes dalam sehari, dia mendapat bonus 10 %. ”Biasanya jual 500-1.000
pentol per hari. Harganya Rp 1.000-Rp 5.000 per biji, bergantung ukuran,”
ucapnya. Tiga tahun jadi paman pentol, dia mencoba jadi paman lainnya. Merasa
bisa meraup untung lebih besar, pilihannya jatuh menjadi penjual sayur keliling.
Tabungan milik dia dan istrinya, Rp 8 juta digunakan untuk membuat keranjang
sayur. Usahanya membuahkan hasil. ”Sekarang, sehari bisa bawa Rp 500.000,
untung bersihnya lebih dari Rp 200.000,” ujarnya. Keuntungan Suwanto setara
dengan perjalanan jauh yang mesti ia tempuh sejauh 85 km. Sasarannya adalah
pelanggan di desa-desa sekitar Kabupaten Pulang Pisau, bahkan Kabupaten Kapuas.
Di sana, kehadiran Suwanto dan paman pentol lainnya sangat
ditunggu warga. ”Saya pernah sampai ke Kalumpang di Kabupaten Kapuas. Jaraknya
120 km dari Kota Palangkaraya. Semua sayurnya berasal dari Deni,” katanya.
Sanyo (54), warga Kalumpang, Kapuas, salah satu tempat Suwanto berjualan sayur
adalah salah satu peladang yang rindu berladang lagi. Kini, Sanyo merasakan rumitnya
harus membeli semua kebutuhan pangannya, baik beras maupun sayuran. ”Jadi,
karena sekarang sudah tidak ke ladang, tidak ada padi dan tidak ada sayur. Ujungnya,
kami beli di paman sayur. Setiap bulan bisa habis Rp 1 juta. Dulu, uang hanya untuk
menabung,” tutur Sanyo yang kini hanya menjaga kios di desanya sambil berharap
tas anyaman rotan istrinya laku. Penghasilannya tak menentu, ditambah kini ia
sakit-sakitan. ”Ada yang bekerja di perkebunan sawit hingga tambang ilegal.
Semua karena larangan membakar,” katanya. (Yoga)
China Kelola Warga Senior
China tengah berupaya mengelola penduduk yang berusia tua. Pemerintah
China selama empat tahun belakangan berulang kali mengutarakan gagasan bahwa
usia pensiun pekerja di negara itu akan ditambah, walau disambut negatif masyarakat,
baik tua maupun muda. Data terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi China di tengah
terus menurunnya angka kelahiran memungkinan penaikan usia pensiun semakin
tidak terelakkan. Laporan terkini itu diterbitkan oleh Economist Intelligence Unit(EIU),
divisi analisis dan riset majalah The Economist, Rabu (31/1). Mereka menganalisis
penurunan angka kelahiran dengan beban ekonomi, termasuk beban pensiun yang akan
ditanggung oleh China per tahun 2035 (Kompas.id, 7/2/2024). China mau tak mau
harus segera menaikkan umur pensiun agar sistem pensiun di negara itu tetap
berkelanjutan.
Dengan umur pensiun saat ini, laki-laki 60 tahun dan
perempuan 55 tahun, akan memunculkan beban fiskal. Sebab, dana pensiun di
negara itu ditanggung tiga pihak, yaitu negara, perusahaan, dan karyawan atau
pegawai. Pada saat yang sama, China ingin mengelola warga senior sehingga tetap
produktif dan bekerja ditengah angka kelahiran yang menurun. Proporsi kelompok
senior yang besar diharapkan bisa tetap bekerja di berbagai bidang. Bila usia
pensiun dinaikkan, akan mengurangi beban fiskal 20 %. Melihat langkah yang
ditempuh China, akan ada beberapa akibat. Beban pada fiskal akan
berkurang,tetapi akan menghasilkan tekanan baru, yaitu kelompok senior yang
seharusnya menikmati dana pensiunnya terpaksa harus menanti beberapa tahun lagi
untuk mengakses dana pensiun.
Mereka harus tetap bekerja. Otomatis akan memunculkan masalah
kesejahteraan atau kualitas hidup warga senior. Dampak lainnya adalah tekanan
dari warga berusia muda. Kaum muda berpendapat bahwa peningkatan jumlah pekerja
yang lebih tua akan mengurangi kesempatan kerja mereka. Kemarahan mereka terpantau
dalam berbagai unggahan media sosial di negara itu. China sudah membuat
percontohan perpanjangan usia pensiun di Provinsi Jiangsu. Secara sukarela
orang boleh mengusulkan untuk menunda usia pensiun. Provinsi lain menunggu uji
coba di Jiangsu. (Yoga)
Antisipasi Kerawanan Pemilu di Luar Negeri
Pemungutan suara di mayoritas tempat pemungutan suara luar
negeri (TPSLN) telah dimulai sejak Kamis (8/2) dan akan berlangsung hingga 14
Februari mendatang. Potensi kerawanan, seperti membeludaknya pemilih saat pemungutan
suara hingga adanya pemilih yang tak terdaftar dalam daftar pemilih, perlu
diantisipasi oleh penyelenggara pemilu. Mengacu Keputusan KPU No 122 Tahun 2024
tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara di TPSLN pada Perwakilan RI di Luar
Negeri untuk Pemilu 2024, pemungutan suara di 125 dari 128 perwakilan RI di
luar negeri berlangsung pada 8-14 Februari 2024. Sementara di tiga perwakilan
RI lainnya telah memulai lebih dulu, yakni Hanoi dan Ho Chi Minh di Vietnam
pada 5 Februari dan di Panama pada 6 Februari 2024. TPSLN biasanya didirikan di
kantor perwakilan kedutaan, konjen, wisma duta, dan sekolah Indonesia.
Selain dengan metode pemungutan suara di TPSLN, pemungutan
suara di luar negeri juga dilakukan dengan dua metode lainnya, yaitu metode pos
dan metode kotak suara keliling (KSK). Untuk metode pos, surat suara sudah
dikirimkan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) ke pemilih, 2-11 Januari 2024.
Sementara metode KSK telah dimulai pada 4 Februari. Berdasarkan data KPU, total
ada 1,75 juta pemilih luar negeri yang masuk daftar pemilih tetap. Terkait
pemungutan suara di luar negeri, Migrant Care, organisasi masyarakat sipil yang
fokus pada advokasi isu pekerja migran Indonesia, mengingatkan, penyelenggara
pemilu untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya pekerja migran yang tak masuk
daftar pemilih.
”Ini terjadi karena kualitas DPTLN (daftar pemilih tetap luar
negeri) tidak akurat. Misalnya, jumlah pekerja migran kita 6,5 juta, tetapi
DPTLN hanya 1,7 juta. Akibatnya, banyak pekerja migran atau warga negara Indonesia
di luar negeri, yang harusnya punya hak pilih, tak masuk DPTLN,” kata Direktur
Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Kamis (8/2). Masalah lain yang perlu diantisipasi
karena lazim ditemui di Timur Tengah adalah para pekerja rumah tangga yang
kerap tidak mendapat izin majikan untuk menggunakan hak pilihnya. Anggota Dewan
Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini,
mengingatkan, pemungutan suara dengan metode KSK dan pos kerap menjadi sumber kecurangan
akibat status dan alamat pemilih yang tak bisa dipastikan validitasnya secara pasti.
Belum lagi adanya makelar suara yang sering beroperasi memanfaatkan kelemahan
metode KSK dan pos. (Yoga)
Uji Materi Diharapkan Hasilkan Win-Win Solution
Harita Nickel Gelar Private Placement dan Rights Issue Jumbo
Pembiayaan Berkelanjutan BRI Capai Rp 777 Triliun
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









