Tambak Udang 2.085 Hektar Dibangun di NTT
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemkab Sumba Timur bekerja sama membangun percontohan budidaya udang terintegrasi hulu dan hilir di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Lahan tambak udang seluas 2.085 hektar akan mulai dibangun tahun 2024-2027. Pembangunan proyek tambak udang terintegrasi dilakukan dengan perjanjian kerja sama pinjam pakai barang milik daerah Kabupaten Sumba Timur, berupa lahan seluas 2.085 hektar di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, yang akan dibangun tambak udang terintegrasi dengan anggaran 500 juta USD atau Rp 7,5 triliun. Lahan tambak terintegrasi itu terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona hulu, meliputi pembenihan dan pabrik pakan; zona onfarm, meliputi saluran intake (masuk), tandon utama, tandon kluster, petak pemeliharaan, saluran outlet (keluar), instalasi pengolahan air limbah kluster, dan vegetasi. Selain itu, zona hilir yang mencakup gudang pendingin, pabrik es, dan pabrik styrofoam.
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Kamis (8/2) menjelaskan,
kondisi lahan yang akan dibangun merupakan lahan kosong,terbuka dan berbatu,
serta tidak termanfaatkan. Sementara itu, kondisi rencana lokasi intake
merupakan perairan terbuka dan tidak ada vegetasi mangrove. Kesepakatan
perjanjian kerja sama pinjam pakai barang milik Kabupaten Sumba Timur dan nota
kesepakatan antara Dirjen Perikanan Budi Daya dan Bupati Sumba Timur dilaksanakan
di Gedung KKP, Selasa (6/2). Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Menteri
Trenggono. ”Modeling budidaya udang terintegrasi akan kita bangun di Sumba
Timur, NTT, guna menumbuhkan ekonomi yang terdistribusi ke wilayah Indonesia
timur, tidak hanya di Jawa saja,” kata Trenggono. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023