;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Derita Tak Berkesudahan di Nusa Tenggara Timur

13 Feb 2024

Hampir tiga bulan terakhir nasib nelayan di NTT tak menentu karena cuaca buruk. Mereka hanya bisa mencari ikan di laut dangkal. Petani pun demikian. Akibat El Nino, mayoritas lahan pertanian gagal panen. Nestapa nelayan dan petani kian berat di tengah terus naiknya harga kebutuhan pokok. Syarief Laode (38), nelayan dari Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (11/2) siang, baru pulang mencari ikan di Teluk Kupang. Hasil tangkapannya tak seberapa, tetapi cukup menghidupi ekonomi keluarganya hari itu. Syarief menyandarkan perahu motor berbobot 3 gros ton (GT) itu di dekat Pasar Oesapa. Pedagang ikan di pasar menghampiri kapalnya. ”50 ekor kepiting laut diborong pedagang, yang juga langganan, dengan harga Rp 50.000. Sementara ikan dibeli Rp 20.000. Total dapat Rp 70.000 hari ini.

Beberapa jenis ikan yang tidak diambil pedagang, saya bawa untuk konsumsi di rumah. Saya berangkat pukul 04.00 Wita. Kebetulan cuaca relative aman di sekitar Teluk Kupang,” kata Syarief. Jika cuaca normal, Syarief menjual ikan langsung kepada pedagang ikan di Desa Tablolong. Harga ikan itu pun relatif murah. Ikan kembung, satu ember berisi 150 ekor dijual Rp 100.000. Ikan itu oleh pedagang dijual di pasar tradisional dengan harga Rp 20.000 per 10 ekor. Syarief mengaku terkadang menjual sampai tujuh ember sekali melaut. Okto Nifu (46) petani lahan kering di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, mengatakan, lahan jagung seluas 3.000 meter persegi miliknya terancam gagal panen. Jagung hampir berbuah, tetapi nyaris habis diserang ulat grayak yang muncul setelah panas selama satu pekan.

Petani hanya pasrah menerima keadaan hama tersebut. ”Kalau jagung sudah diserang hama, kami hanya berharap pada singkong, kacang, dan jenis tanaman lain di ladang itu,” kata Nifu. Petani lahan kering lain di Desa Kadahang, Kabupaten Sumba Timur, Agus Napu (51), mengatakan, jagungnya mulai diserang belalang yang muncul tiap musim tanam tiba. Belalang muncul dalam jumlah jutaan ekor dan menghabiskan tanaman dalam hitungan jam. Di tengah kondisi sulit yang dialami nelayan dan petani, harga kebutuhan pokok terus bergerak naik. Harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, dan daging terus naik. Bagi nelayan dan petani kecil, harga beras saat ini semakin tak terjangkau. Derita nelayan dan petani di NTT seperti tak berkesudahan. (Yoga)

Transaksi Benih Lobster lewat BLU Berpotensi Konflik

13 Feb 2024

Pemerintah sedang menggodok aturan mekanisme pemasaran benih bening lobster. Badan Layanan Umum (BLU) KKP disiapkan untuk menyerap, menjual, hingga mengendalikan pemasaran benih bening lobster ke luar negeri. Mekanisme ekspor benih itu masih menuai kontroversi. Mekanisme penjualan benih bening lobster ke luar negeri, antara lain, dipaparkan dalam konsultasi publik ketiga terkait harga patokan terendah benih bening lobster (Puerulus) yang digelar KKP, di Lombok, Senin (12/2). Hingga awal Februari 2024, tercatat lima perusahaan asal Vietnam siap masuk dan berinvestasi budidaya lobster di Indonesia sekaligus mengirim benih bening lobster ke luar negeri. Untuk mendapatkan benih bening lobster asal Indonesia, investor asing, harus merupakan pembudidaya terdaftar di negara asal dan membentuk PT berbadan hukum Indonesia.

Di samping itu, bekerja sama dengan BLU Perikanan Budidaya (BLU PB) membeli benih bening lobster dari BLU PB, melakukan alih teknologi budidaya lobster, dan sanggup melepas liar lobster. Negara asal investor juga memiliki perjanjian dengan Pemerintah Indonesia. KKP menyiapkan harga patokan terendah benih bening lobster ditingkat nelayan, Rp 8.500 per ekor. Harga patokan itu mempertimbangkan biaya variabel produksi, biaya tetap produksi, dan margin keuntungan. Nelayan penangkap benih bening lobster wajib terdaftar di BLU PB. Tiga BLU PB yang ditunjuk KKP adalah BLU di Jepara, Situbondo, dan Karawang, Founder dan CEO Ocean Solutions Indonesia Zulficar Mochtar, saat dihubungi di Jakarta, berpendapat, mekanisme penjualan benih ke luar negeri berpotensi melahirkan konflik ditingkat nelayan yang berebut mencari rekomendasi dan benih bening lobster untuk tujuan ekspor. Akibatnya, tujuan awal pemerintah untuk mengembangkan budidaya lobster di dalam negeri berpotensi terabaikan.

Peran BLU PB yang ditunjuk sebagai satu-satunya pengekspor benih bening lobster rawan menimbulkan konflik kepentingan. Di sisi lain, banyak instrumen, petunjuk teknis, dan SDM harus disiapkan untuk mengendalikan dan mengimplementasikan ekspor benih. ”Tanpa pengalaman sebelumnya, (peran BLU) bisa bermasalah,” ujarnya. Ia mengingatkan, rekomendasi dan kuota tangkapan benih bening lobster untuk tujuan ekspor belum ditunjang data yang kuat. Hingga kini, kajian stok benih bening lobster belum pernah dimutakhirkan. Skema ekspor benih bening lobster hanya akan memberikan keuntungan terbesar ke pemain kunci dan dominan lobster, yakni Vietnam, yang selama ini mengandalkan pasokan benih bening lobster dari Indonesia. Sebaliknya, hilirisasi atau bdidaya lobster di dalam negeri semakin sulit terwujud. (Yoga)

Permintaan KPR Tahun Ini Diprediksi Melonjak

13 Feb 2024

Tren permintaan kredit pemilikan rumah atau KPR masih menggeliat dan diperkirakan meningkat seiring dengan tingginya animo masyarakat untuk membeli rumah. Berkaca dari tren sebelumnya, penurunan tingkat suku bunga acuan disinyalir akan menjadi faktor pendorong permintaan KPR pada 2024. Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, KPR masih menjadi motor penggerak utama kinerja bisnis bagi BTN. Pada 2023, KPR tumbuh 10,4 % secara tahunan menjadi Rp 257,92 triliun. Dari total pertumbuhan KPR tersebut, penyaluran KPR bersubsidi tercatat tumbuh 10,9 % secara tahunan menjadi Rp 161,74 triliun. Sementara KPR nonsubsidi tercatat tumbuh 9,5 % menjadi Rp 96,17 triliun pada 2023.

”Jadi, total KPR tumbuh untuk pertama kalinya double digit setelah pandemi Covid-19 dan mudah-mudahan angka ini bisa dipertahankan sekaligus menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan pada segmen KPR bersubsidi membuktikan bahwa permintaan rumah di masyarakat bawah masih tumbuh karena kebu tuhan dasar,” katanya dalam Konferensi Pers Kinerja BTN 2023, di Jakarta, Senin (12/2). Dari total penyaluran KPR bersubsidi oleh industri perbankan, BTN memiliki pangsa pasar 83 %. Secara keseluruhan, pangsa pasar penyaluran KPR oleh BTN mencapai 39,1 % dari total penyaluran KPR oleh industri perbankan. Merujuk hasil Survei Sosial Ekonomi (Susenas) 2023 oleh BPS, backlog kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 9,9 juta unit. Backlog merupakan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun (supply) dan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat (demand). BTN optimistis animo masyarakat untuk memiliki rumah akan terus meningkat. (Yoga)

Potret Rentan Ekonomi Musiman

13 Feb 2024

Dalam 11 tahun terakhir, perekonomian Indonesia tumbuh stagnan pada kisaran 5 %. Kinerja ekonomi lebih banyak bergantung pada siklus bisnis dan faktor pola musiman sesaat, seperti pergerakan harga komoditas dunia, hari raya besar keagamaan, dan musim liburan. Dengan ketergantungan yang cukup tinggi pada pola musiman itu, arah pertumbuhan ekonomi di setiap triwulan (tiga bulanan) biasanya sudah bisa ditebak. Jika divisualisasikan, sepanjang tahun, pola pertumbuhan ekonomi seperti kurva melengkung yang naik sesaat lalu turun secara beruntun. Sesuai polanya, ekonomi akan selalu menyentuh pertumbuhan tertinggi di setiap triwulan II (April-Juni). Pada periode itu, ada momen Ramadhan, Idul Fitri, dan musim liburan sekolah. Daya beli masyarakat pun sedang naik-naiknya setelah menerima THR. Pada periode ini, konsumsi rumah tangga sebagai motor utama ekonomi negara biasanya akan tumbuh lebih tinggi. 

Sebaliknya, pada triwulan lainnya, pertumbuhan ekonomi cenderung moderat, bahkan tumbuh minus. Triwulan I (Januari-Maret), misalnya, menggambarkan periode low season dengan mobilitas masyarakat tidak setinggi triwulan IV saat ada momen liburan akhir tahun. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) ketergantungan ekonomi Indonesia yang cukup kuat terhadap momen musiman sesaat itu salah satunya tampak dari pertumbuhan ekonomi 2023, seiring melemahnya harga komoditas dunia dan tidak adanya musim liburan, ekonomi pada triwulan III-2023 hanya tumbuh 4,94 % secara tahunan dan 1,6 % secara triwulanan. Padahal, sebelumnya, pada triwulan II-2023, ekonomi tumbuh 5,17 % secara tahunan dan 3,86 % secara triwulanan, yang ditopang faktor musiman, seperti Ramadhan, Idul Fitri, Paskah, Idul Adha, Waisak, dan masa libur panjang sekolah.

Peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengatakan, perekonomian Indonesia yang cenderung tumbuh tinggi hanya selama periode harga komoditas tinggi atau peristiwa musiman menunjukkan potret kondisi ekonomi yang rentan. Kerentanan ekonomi ini, adalah isu yang belum terselesaikan oleh pemerintahan Jokowi dan perlu dihadapi oleh pemerintahan berikutnya. Indonesia butuh sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih stabil dan kokoh agar tidak terlalu mudah terbuai siklus harga komoditas dan faktor musiman sesaat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menambahkan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada faktor dan siklus sesaat, jalan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 semakin sulit. Sebab, untuk mencapai titik itu, pertumbuhan ekonomi saat ini seharusnya sudah bisa menembus 6 %. Menurut Faisal, Indonesia butuh industrialisasi yang bukan hanya hilirisasi. (Yoga)

Benang Kusut Ekonomi Biaya Tinggi di Indonesia

13 Feb 2024

Berbagai langkah reformasi struktural dan pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan pemerintah dalam Sembilan tahunterakhir tidak mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan di kisaran 5 %. Ekonomi Indonesia masih saja berbiaya tinggi yang berakar dari praktik korupsi dan biaya logistik yang tinggi. Setidaknya sudah 11 tahun terakhir ini perekonomian Indonesia stagnan di kisaran 5 %. Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama periode pertama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (tahun 2014-2019) adalah 5,03 %. Sementara rata-rata pertumbuhan ekonomi di periode kedua Jokowi-Ma’ruf Amin adalah 5,18 %. Data terakhir BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 % secara tahunan (year on year) menurun dari pertumbuhan ekonomi tahun 2022 yang sebesar 5,31 %. Saat itu ekonomi mampu tumbuh tinggi karena terkerek kenaikan harga komoditas dunia (commodity boom).

Menurut ekonom senior Raden Pardede, Senin (12/2) dalam beberapa tahun terakhir, investasi yang semestinya menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang solid belum mampu mendongkrak perekonomian Indonesia hingga lepas dari jerat 5 %. Meskipun dari segi nilai realisasi investasi naik nyaris empat kali lipat dalam satu decade terakhir dari Rp 398,3 triliun (tahun 2013) menjadi Rp 1.418,9 triliun (tahun 2023) pertumbuhan ekonomi masih ”jalan di tempat” di kisaran 5 % setiap tahun. UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau omnibus law dengan upaya memangkas birokrasi dan peraturan semestinya bisa mengatasi berbagai kendala dalam berinvestasi dan menciptakan iklim berusaha yang lebih efisien, namun UU itu belum mampu mengatasi berbagai kendala berinvestasi itu.

Saat ini, investasi di Indonesia masih terhitung tidak efisien, seperti terlihat dari indikator incremental capital to output ratio (ICOR) Indonesia yang masih relatif tinggi. Per Maret 2023, menurut catatan Kemenko Bidang Perekonomian, ICOR Indonesia masih di angka 7,6. Itu menghasilkan ekonomi berbiaya tinggi yang jadi kendala berinvestasi. ICOR dapat menjadi salah satu parameter untuk mengukur tingkat efisiensi investasi di suatu negara. Semakin tinggi nilai ICOR-nya, semakin tidak efisien suatu negara untuk investasi. Padahal, investasi seharusnya bisa menjadi penggerak ekonomi yang lebih solid dibandingkan dengan konsumsi rumah tangga yang saat ini masih jadi penopang utama perekonomian Indonesia. Sebagai perbandingan, sejumlah negara maju saat ini memiliki ICOR di bawah 3 %. (Yoga)

Libur Panjang Beri Cuan ke Pariwisata

13 Feb 2024
Momen libur panjang pada 7-11 Februari karena adanya liburan  Isra Mi'raj dan Imlek memberikan keuntungan untuk sektor pariwisata. Selain meningkatkan okupansi hotel, sejumlah tempat wisata favorite ramai dikunjungi oleh Wisatawan Nusantar (Wisnus). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)Sandiaga Uno mengatakan, libur panjang tersebut diprediksi  berpotensi cuan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraft) di Indonesia. Dia menerangkan, masyarakat pariwisata bersama keluarga, hampir semua destinasi favorit penuh dan ada lonjakan pemesanan transportasi dan akomodasi, penjualan produk kuliner, usaha restoran dan kafe, penjuaklan cinderamata, pusat jajanan dan oleh-oleh. "Menurut laporan PHRI, tingkat okuponsi  hotel naik wisata seperti Sumatera Barat, Pekanbaru dan sepanjang pantai Utara dan Selatan Pulau Jawa, Bandung, Yogyakarta, Jawa Timur, termasuk Banyuwangi sampai ke Bali," ucap Sandiaga. (Yetede)

Menperin Dorong Industri Produksi Truk Tambang

13 Feb 2024
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri otomotif Indonesia untuk memproduksi truk tambang yang sesuai dengan  kondisi tambang di Tanah Air. Dia menerangkan, para pelaku industri bisa memulai hal tersebut dengan membuat rincian perakitan (Assembly) yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kondisi pertambangan di Indonesia. "Kami dorong industri dalam negeri untuk segera menyiapkan produk truk-truk yang sesuai dengan spesifikasi  sesuai dengan spesifikasi tambang. Kami meminta mereka paling tidak bikin assembly line aja dulu," kata Agus. Menperin mengatakan, sektor tersebut terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya dan kebutuhan sumber daya alam yang diperoleh dari pertambangan cukup besar, sehingga alat yang digunakan harus sesuai dan juga buatan dalam negeri. "Ada nilai TKDN-nya, karena kebutuhan yang sudah disampaikan besar sekali. Batu bara tumbuh, komoditas lain di mineral juga tumbuh. Saya juga sepakat itu harus agar industri kita siap," ujar Agus. (Yetede)

Mendorong Inovasi dalam Pertumbuhan Ekonomi

13 Feb 2024

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 sebesar 5,05 %, lebih rendah dari 2022 di 5,31 %. Kenaikan harga, khususnya barang pokok seperti beras, telah menggerus permintaan domestik. Sementara fragmentasi ekonomi-politik global menekan aktivitas ekspor. Begitu pun aktivitas investasi yang mengalami stagnasi di tahun politik ini. Pengeluaran pemerintah menjadi penyangga utama agar siklus perlambatan bisa ditahan (counter cycle). Di situlah perlunya kebijakan fiskal yang solid dan kredibel alias bisa dipertanggung jawabkan. Bank Dunia dalam Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2024 menyoroti suramnya perekonomian global. Pertumbuhan global 2024 diproyeksikan mencapai 2,4 % atau mengalami penurunan selama tiga tahun berturutan atau lebih rendah dibandingkan perkiraan pertumbuhan 2023 sebesar 2,6 %. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 4,9 % pada 2024 dan 2025. Siklus perekonomian kita, meski tak seburuk dinamika global, tetap saja mengalami gejala perlambatan.

Untuk keluar dari jebakan stagnasi ini, Bank Dunia menawarkan jalan keluar melalui akselerasi investasi berkelanjutan. Sejak lama, lembaga ini memberikan perhatian pada investasi dan produktivitas sebagai strategi utama melawan perlambatan ekonomi pasca pandemi. Persoalannya, bagaimana menerjemahkan strategi besar tersebut dalam konteks kebijakan ekonomi kita. Pemilu 2024 bisa menjadi peluang agar konsolidasi kebijakan ekonomi lebih fokus pada peningkatan produktivitas melalui akselerasi investasi berbasis inovasi. Dibanding banyak negara lain, kita punya peluang lebih besar untuk melakukan transformasi struktural agar investasi berbasis inovasi bisa terakselerasi dalam jangka panjang. Pembangunan infrastruktur yang sudah dijalankan hampir sepuluh tahun terakhir menjadi modal penting. Siapa pun pemenang pemilihan presiden perlu melakukan ”destruksi kreatif” dalam kerangka keberlanjutan. (Yoga)

BTN Bidik Laba Naik 11%

13 Feb 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang 2023 berhasil membukukan  laba bersih Rp.3,5 triliun, tumbuh 15,13% dibandingkan  periode 2022 sebesar Rp3,04 triliun. Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan laba bersih 10-11% secara tahunan (year on year/yoy). BTN sebelumnya memasang (yoy). Direktur Utama BTN Nixon LP Napitapulu mengatakan, juga akan didorong oleh penyaluran kredit yang dibidik tumbuh 10-11% (yoy). "Jadi kami tidak bisa  menargetkan lebih, itu juga DPK BTN naik 8,4-8,5%. target kredit itu karena kami mempertimbangkan DPK masih ketat persaingannya, kalau fundingnya naik kami nanti dorong  revisi naik juga, tapi sekarang belum berani targetkan kredit 12%," urai Nixon. Di sisi margin bunga bersih (net interest margin.NIM) BTN diharapkan bisa berada di kisaran 4% ini untuk mendukung profitabilitas perseroan. terkait hal itu, Direktur keuangan BTN Nofry Rpny Poetra mengungkapkan, bahwa menjadi motor pengggerak NIM ada dua, yakni peningkatan bunga dan menurunkan beban bunga. (Yetede)

Gunakan Hak Pilih di TPS

13 Feb 2024
Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum KPU) dan sejumlah  pihak terus mensosialisasikan  kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya, dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu (14/02/2024), untuk memilih anggota legislatif dan presiden-wakil presiden. Hal ini penting karena menggunakan  hak pilih merupakan salah satu cara bagi warga negara untuk menentukan siapa  yang akan memimpin dan mewakili  mereka di pemerintahan dan parlemen. Diyakini, tingkat partisipasi  masyarakat dalam  pemilu kali ini melebii pemilu yang digelar  pada 2019, termasuk dari kalangan milenial dan Gen Z KPU mengungkapkan pesta demokrasi lima tahunan kali ini akan diikuti lebih dari 204 juta pemilih yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, 83.771 desa. Melibatkan 18 partai politik nasional dan 6 partai lokal Aceh. Adapun jumlah pemilih di Pemilu 2024 meningkat sekitar 12 juta  dibandingkan dengan Pemilu 2019. Di dalam negeri, DPT Pemilu 2024 berjumlah 203.055.748 orang, terdiri atau 101.467.243 pemilih laki-laki dan 101.589.505 pemilih perempuan. Sedangkan diluar negeri, DPT Pemilu 2024 berjumlah  1.750.474 orang, terdiri atas  751.260 pemilih laki-laki dan 999.214 pemilih perempuan. (Yetede)