;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

SMK dan Industri Tak Kunjung Selaras

07 Feb 2024

Sekolah menengah kejuruan atau SMK belum mampu menyediakan lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja. Berdasarkan pengalaman pelaku industri, sangat sedikit lulusan pendidikan vokasi yang mempunyai kematangan sikap dan mental untuk siap menghadapi budaya kerja secara profesional. Imbas dari ketidaksinkronan antara kompetensi yang dihasilkan dan kebutuhan industri tersebut, lulusan SMK menjadi kontributor utama pengangguran terbuka di Indonesia. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2023, jumlah lulusan SMK yang menganggur 1,6 juta orang atau 20 % dari total penganggur yang mencapai 7,99 juta orang. Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Darwoto mengatakan, penyerapan lulusan SMK masih minim karena masalah link and match atau keselarasan yang rendah antara kualifikasi pasokan tenaga kerja yang dicetak SMK dan kebutuhan industri.

”Penyerapan tenaga kerja oleh dunia usaha saat ini dilakukan hanya kepada mereka yang dinilai sudah siap  kerja. Namun, sayangnya, tidak semua lulusan SMK punya kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/2). Menurut Darwoto, payung hukum Perpres No 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi sudah menjadi koridor yang baik untuk menyelaraskan pasokan tenaga kerja yang dicetak pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Namun, pada tataran implementasi peraturan, koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha masih kerap menemui hambatan. Terdapat tiga kompetensi penting yang harus dikuasai oleh calon tenaga kerja, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan perilaku (attitude). Sayangnya, Darwoto melanjutkan, kebanyakan penyelenggara pendidikan vokasi terlalu berfokus pada pembentukan skill calon tenaga kerja. Padahal, knowledge dan attitude juga merupakan bekal penting untuk kematangan cara bekerja di industri. Karenanya, Apindo kini bekerja sama dengan pemerintah, menjalin kolaborasi antara pemerintah dan para pengusaha untuk menyiapkan lulusan-lulusan yang terhubung dan selaras dengan dunia kerja. (Yoga)

Harga Pangan Dunia Cenderung Turun

07 Feb 2024

Harga sejumlah komoditas pangan dunia, kecuali beras, terus turun seiring membaiknya prospek pasokan global. Namun, sejumlah risiko masih ada, seperti dampak perubahan cuaca, pembatasan perdagangan, dan hambatan distribusi. Hal ini terungkap dalam hasil pemantauan pasar Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bersama lembaga pengelola Sistem Informasi Pasar Pertanian (AMIS) G20 pada 5 Februari 2024 serta analisis pangan Bank Dunia pada akhir Januari 2024. Ketiga lembaga dunia itu menyebutkan, pasar komoditas pangan pada awal tahun relatif tenang atau tidak terlalu bergejolak. Harga gandum, jagung, dan kedelai berada di titik terendah dibandingkan dua tahun terakhir.

Harga gandum,, per Januari 2024 rata-rata 283,9 USD per ton, lebih rendah dibandingkan harga rerata gandum pada 2022 dan 2023, masing-masing senilai 430 USD per ton dan 340,4 USD per ton. Demikian juga kedelai. Per Januari 2024, harga rata-rata kedelai 547 USD per ton, turun dibandingkan harga rerata kedelai pada 2022 dan 2024 yang masing-masing 675 USD per ton dan 598 USD per ton. Tren penurunan harga gandum dan kedelai pada tahun ini tidak terlepas dari sentimen positif pasar atas pembaruan proyeksi produksi kedua komoditas itu. Produksi gandum yang semula diperkirakan 787,1 juta ton direvisi menjadi 788,5 juta ton lantaran panen gandum di Kanada meningkat. Kedelai, produksinya berubah tipis dari 395,2 juta ton menjadi 395,5 juta ton. Gangguan produksi kedelai di Brasil mampu dikompensasi oleh sedikit peningkatan produksi di Argentina dan AS. 

Khusus beras, harganya cenderung tinggi. Per Januari 2024, harga rerata beras Thailand dengan kadar pecah 5 % mencapai 660 USD per ton. Harga tersebut jauh di atas harga rerata beras pada 2022 dan 2023 yang masing-masing 436,8 USD per ton dan 553,7 USD per ton. Kenaikan harga beras dunia terjadi lantaran produksi beras dunia turun akibat dampak El Nino. FAO dan AMIS memangkas proyeksi produksi beras 2023/2024 dari 524,9 juta ton menjadi 524,6 juta ton. Kenaikan harga beras juga dipicu pengetatan kebijakan ekspor beras India yang membatasi ekspor beras putih non-basmati, mengenakan bea masuk beras pratanak sebesar 20 %, dan menetapkan harga ekspor minimum beras basmati 950 USD per ton. (Yoga)

Pantai-pantai yang Mengubah Gunungkidul

07 Feb 2024

Hingga setahun lalu, Digo (20) masih buram menatap masa depannya setelah lulus SMK. Pemuda di pelosok Gunungkidul, DI Yogyakarta, itu bahkan telah bersiap merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan. Namun, kehadiran sebuah sanggraloka mengubah jalan hidupnya. ”Alhamdulillah, saya tidak perlu jauh-jauh mencari kerja. Bekerja dekat dengan rumah jelas lebih enak,” ujar warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (24/1). Digo bekerja sebagai koordinator public area di Jungwok Blue Ocean, sanggraloka tepi laut yang beroperasi sejak Mei 2023 di Desa Jepitu, Girisubo yang bertetangga dengan desa tempat tinggal Digo.

Dengan gaji Rp 2,05 juta, sesuai upah minimum kabupaten, Digo bisa menghidupi dirinya yang masih lajang, juga membantu perekonomian orangtuanya yang bekerja sebagai petani di wilayah ujung timur Gunungkidul tersebut. Digo hanyalah satu dari ribuan warga yang menikmati dampak langsung dari pesatnya pertumbuhan sanggraloka, hotel, dan vila di Gunungkidul 10 tahun terakhir, seiring kian populernya kabupaten itu di mata wisatawan, terutama perihal kemolekan pantai-pantainya. Gunungkidul kini menjadi primadona pariwisata di DIY. Pintu-pintu ekonomi baru pun terbuka lebar bagi warga di daerah yang sebelumnya lekat dengan imaji kemiskinan, kekeringan, dan keterpencilan tersebut.

Selain diserap industri akomodasi dan amenitas pariwisata, seperti Digo, banyak warga yang mendulang rezeki wisata dari usaha sendiri seperti Bahono Putro (56), warga Desa Jepitu, yang berjualan baju di Pantai Jungwok lima tahun terakhir. ”Tadinya saya sopir travel. Coba-coba jualan baju pantai karena melihat banyak wisatawan. Ternyata penghasilannya lumayan,” ujarnya. Bahono bisa mengantongi omzet Rp1juta-Rp 1,5 juta setiap akhir pekan. Pada musim liburan, seperti Lebaran, omzetnya melambung hingga Rp 5 juta per hari. ”Penghasilan bersih saya sekarang setidaknya Rp 3 juta sebulan. Waktu jadi sopir travel, bawa pulang separuh jumlah itu saja susah,” katanya. Selain Girisubo, rezeki pariwisata juga dirasakan wilayah lain yang berbatasan dengan laut. Di Kecamatan Tepus, hotel, vila, rumah makan, hingga kios suvenir dan oleh-oleh dengan mudah ditemui. Hal itu, terlihat di sepanjang Pantai Indrayanti hingga Pantai Sundak Timur di Desa Tepus, salah satu yang menikmati booming pariwisata pantai Gunungkidul sejak awal. (Yoga)

Minyak Sawit yang Menghidupi Pakistan

07 Feb 2024

Pada tahun 2022, Pakistan, yang menggantungkan 95 % kebutuhan minyak nabatinya dari impor, panik atas kebijakan mendadak Indonesia yang menghentikan keran ekspor sawit karena 90 % sumber pasokan minyak sawit Pakistan berasal dari Indonesia. ”Saya ingat betul, stok (minyak sawit) tinggal 21.000 ton. Hanya cukup untuk seminggu,” kata Rasheed Jan Mohammed, CEO Konferensi Minyak Nabati Pakistan (PEOC) 2024, dalam pertemuan jejaring bisnis yang digelar Konjen RI dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Kamis (11/1) di Karachi, Pakistan. Pertemuan digelar sebelum penyelenggaraan PEOC 2024 pada Sabtu (13/1) di Karachi.

Pakistan mengolah sebagian besar minyak sawit asal Indonesia menjadi bermacam produk makanan, termasuk minyak goreng dan tentunya minyak vanaspati ghee (minyak nabati dengan tekstur semipadat). Kuliner di Pakistan yang serba berminyak menjadikan minyak sawit sebagai kebutuhan pokok, seperti juga di Indonesia. ”Minyak sawit bagi Pakistan seperti darah yang mengaliri tubuh. Sangat berdampak pada rasa di dapur dan di meja makan,” kata June Kuncoro Hadiningrat, Konjen RI di Karachi. Bersamaan dengan kebijakan larangan ekspor sawit Indonesia tersebut, di Pakistan terjadi ketidakstabilan politik akibat PM Pakistan saat itu, Imran Khan, digulingkan dalam mosi tidak percaya parlemen.

Agar krisis itu tak menjadi petaka, Jan Mohamed bersama pejabat negaranya bergegas ke Jakarta untuk melobi agar larangan ekspor minyak sawit Indonesia dibuka kembali dan dikabulkan dikabulkan Pemerintah Indonesia. ”Ketika sudah diperbolehkan ekspor, kapal kami yang harusnya membawa sawit ke negara lain langsung diminta dialihkan ke Pakistan,” ujar pelaku industri sawit dari Indonesia yang berpartisipasi dalam PEOC 2024 yang berlangsung Sabtu (13/1). Bagi Indonesia, Pakistan nomor tiga terbesar negara tujuan ekspor sawit, hampir 3 juta ton setiap tahun. Dari sisi perdagangan kedua negara, sawit menguasai neraca perdagangan Indonesia. Dari 4,3 miliar USD ekspor Indonesia ke Pakistan, sebesar 3,1 miliar USD berasal dari komoditas sawit. (Yoga)

Logam Mulia Seri Imlek

07 Feb 2024
Logam mulia bertema Imlek yang diluncurkan untuk menyemarakkan hari raya Imlek dipamerkan di Butik Logam Mulia Antam di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2024). Logam mulia dengan tema khusus seperti Imlek ini diminati masyarakat, bukan hanya sebagai instrumen investasi, melainkan juga barang koleksi, karena jumlahnya yang terbatas. Emas Antam ini dilengkapi teknologi QR code sebagai salah satu fitur keamanan. (Yoga)

Manajemen Pupuk Indonesia Harus Dievaluasi

07 Feb 2024
Karut-marut masalah pupuk bersubsidi terutama saat musim tanam berulang kali terjadi, dan menjadi problem yang dibuat pelik. Masalah pupuk juga persoalan klasik  yang tidak pernah bisa diatasi. Karenanya, pemerintah harus lebih tegas dalam mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk mengawasi kinerja direksi PT Pupuk Indonesia. Pemerintah dan aparat penegak hukum semestinya harus melakukan pemeriksaan atas karut-marut yang terjadi selama ini karena tanpa sikap  yang tegas maka kejadian  ini akan terus berulang kembali. Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Messie menilai bahwa kebijakan pupuk bersubsidi sama seperti halnya BBM bersubsidi, sangat membantu warga menengah kebawah. Adapun adanya penyimpangan dan karut-marut pupuk subsidi di lapangan, dia menduga pemainnya adalah distributor  yang nakal ada permainan diantara birokrasi dan stakeholder atau penguasa yang disebut kleptokrasi. (Yetede)

Poltracking: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jatim Tembus 60%

07 Feb 2024
Calon presiden (capres) dan Wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas 60,1% dalam simulasi surat suara tiga pasangan calon (paslon) yang dilakukan Poltracking Indonseia di Jawa Timur (Jatim). Setelah itu diikuti oleh pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan elektabilias 17,2% dan pasanan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas 14,9%.  "Pergerakan elektoral Prabowo di Jatim konsiten mengalami tren kenaikan sejak Juni 2023. Kenaikan signifikan terjadi dari rentang  September 2023 ke Januari 2024 (19,5%) ketika Prabowo dipastikan berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR. Berdasarkan wilayah aglomerasi-kultural, wilayah Matraman yang awalnya menjadi wilayah basis ganjar Pranowo bergeser ke Prabowo-Gibran. (Yetede)

Barito Renewables Siapkan Capex Rp3,15 T

07 Feb 2024
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2024 sebesar US$ 150-200 juta atau setara dengan Rp 2,36-3,15 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan pengeboran, maintance, dan menunjang bisnis anak usaha. "Sumber dana capex berasal dari kas operasional dan pembiayaan pihak ketiga," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BREN Merly kepada Investor Daily di Jakarta. Merujuk pada laporan keuangan BREN per 30 September 2023, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 320,18 juta atau setara Rp 5 triliun. Sedangkan kas bersih yang diperoleh BREN dari aktivitas operasi hingga kuartal III-2023 mencapai US$ 223,40 juta atau Rp 3,52 triliun. (Yetede)

BSI Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 18%

07 Feb 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) optimistis tahun ini masih bisa mencetak pertumbuhan kinerja yang positif, tak terkecuali pada segmen wholesale yang diharapkan bisa tumbuh sekitar 16-18%. Perseroan akan menggarap value chain dari nasabah wholesale untuk mendukung kinerja, juga difokuskan pada bisnis yang berkelanjutan. "Kami berharap bisa tumbuh wholesale seperti 2022 itu 16% dan di 2023 tumbuh 18%. Kami harap tumbuh dua digit dan kami juga berkoordinasi  dengan induk kami supaya tidak  kelebihan perhitungan masuk ke grup company," urai Direktur Wholesale Transaction banking BSI Zaidan Novari. Dia menyebutkan, pihaknya akan fokus pada bisnis yang sustain dan stabil. Oleh karena itu, BSI mengincar nasabah turunan dari wholesale dengan menawarkan harga yang kompetitif dengan bank lain. (Yetede)

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,5%

07 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Indonesia pada tahun ini tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5%, bisa lebih tinggi dari proyeksi pemerintah sebesar 5,2%. Pendorong pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain adalah pembangunan Proyek Strategi Nasional (PSN), termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini didukung oleh permintaan domestk utamanya berlanjut pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu." jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 mencapai 5,05% secara year on year (yoy). Perekonomian Indonesia tersebut  berdasarkan kemauan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 12.301,4 triliun pada 2023. (Yetede)