;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Kalangan Muda Bisa Punya Rumah Lewat Skema Syariah

06 Feb 2024
Kalangan muda dari gen Z hingga milenial, termasuk kalangan wirausahawan bisa memiliki rumah lewat kredit  pemilikan rumah (KPR) syariah. Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Hirwandi Gafar mengatakan, pihaknya memiliki pembiayaan KPR BTN Syariah yang cocok bagi gen Z maupun milenial karena memiliki jangka waktu sampai 30 tahun. KPR tersebut, kata dia, dapat diakses oleh calon nasabah dengan semua jenis pekerjaan, mulai dari pekerjaan tetap, profesional, hingga wirausaha. "Para gen Z juga dapat memilih beragam hunian  karena kami memiliki puluhan ribu mitra  pengembang dengan berbagai jenis proyek rumahan. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Unit Usaha Syariah Bank BTN dan HUT ke-74 BTN, kami juga menawarkan diskon biaya  proses yang menarik," tutur Hirwandi. Dia menjelaskan KPR BTN Syariah memiliki beberapa skema yakni skema berjenjang dengan  margin mulai 2,99%. KPR berskema syariah juga menawarkan  pilihan skema fix margin sampai lunas. (Yetede)

Terhambat Pelemahan Daya Beli Masyarakat

06 Feb 2024
TAHUN 2023 menjadi tahun yang sulit bagi Rania Ahmad. Kondisi keuangan karyawan swasta 28 tahun itu tak stabil setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober 2023. "Pesangon ada, tapi tidak seberapa. Tetap saja pada akhirnya menggerus tabungan karena hidup harus tetap berjalan," ujar pegawai perusahaan rintisan (startup) bidang pendidikan yang telah bekerja dua tahun tersebut kepada Tempo, kemarin. 

Meski kini sudah mendapat pekerjaan baru, dia tetap waswas dan cenderung berpikir dua kali sebelum menggunakan uangnya untuk belanja atau konsumsi di luar kebutuhan primer. "Sekarang lebih suka banyak menabung, menahan belanja, apalagi yang tidak urgen. Jadi tidak lagi impulsif jalan-jalan ke mal. Rekreasi juga dikurangi," katanya. Kondisi perekonomian yang serba tak pasti serta sulitnya mencari pekerjaan menjadi pertimbangan utama Rania tetap berhati-hati mengelola keuangannya.

Kondisi serupa dialami Fandi Nugroho, 34 tahun, yang pada tahun lalu harus menutup usaha toko baju miliknya di Semarang, Jawa Tengah, yang telah berdiri lebih dari enam tahun, karena sepi pembeli. Alih-alih berfoya-foya, dia mati-matian berhemat untuk menutup biaya operasional tokonya menggunakan tabungan pribadinya. "Belum selesai dampak pandemi terlewati, sekarang kalah saing oleh jualan online di TikTok Shop," ucapnya.

Ayah dua anak itu tak lagi punya cukup modal untuk melanjutkan usaha. Kini ia memilih beralih profesi menjadi sopir taksi online. "Sekarang yang penting bagaimana keluarga bisa makan dan bisa bayar sekolah anak saja," katanya. Konsumsi masyarakat yang terpukul itu tecermin jelas pada realisasi pertumbuhan ekonomi 2023. Konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi tercatat melambat cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga sepanjang tahun lalu hanya tumbuh 4,82 persen, lebih rendah dibanding pada 2022 yang sebesar 4,94 persen. (Yetede)


Elegi Buruh Terjerat Upah Murah dan Ketidakpastian

06 Feb 2024

Dua buruh pabrik, Rizky (24) dan Dayat (24), duduk di sebuah warung melepas lelah seusai bekerja seharian di sebuah pabrik di Kawasan Industri Medan, Sumut, Rabu (31/1) sore. ”Kami sudah dua tahun bekerja di pabrik ini. Kontraknya berakhir Februari dan belum ada pemberitahuan perpanjangan kontrak. Kalau tidak ada perpanjangan, saya akan batal menikah,” kata Rizky. Rizky menjadi gambaran buruh yang hidup pas-pasan dan dibayang-bayangi PHK atau putus kontrak tanpa kepastian. Di tengah ketidakpastian itu, Rizky harus memikirkan bagaimana menutupi cicilan kredit sepeda motornya Rp 1 juta per bulan, biaya indekos Rp 500.000 per bulan dan kebutuhan makan sehari-hari. Meski bertahun-tahun bekerja sebagai buruh pabrik, tiada uang yang bisa dia tabung dari penghasilan Rp 3,4 juta per bulan.

Dayat mengalami hal serupa. Dia sudah menjadi buruh pabrik di beberapa perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM) selama enam tahun terakhir. Namun, sampai sekarang dia tidak bisa menabung. ”Cicilan sepeda motor kami anggap sebagai tabungan,” kata Dayat. Meski upah buruh naik dari tahun ke tahun, itu tidak sebanding dengan kenaikan harga bahan pokok. Dayat mencontohkan harga beras Rp 9.000 per kg saat pertama bekerja enam tahun lalu. Saatini harganya Rp 15.000 per kg. ”Semua harga kebutuhan serba naik mulai dari sewa rumah hingga BBM. Dulu gaji saya Rp 3 juta dan sekarang naik jadi Rp 3,4 juta. Kenaikan gaji enggak cukup menutupi kenaikan biaya hidup,” kata Dayat.

Di Jatim, sebagian buruh di Kabupaten Sidoarjo mendapat upah rendah yang jauh dari upah minimum kabupaten (UMK). Padahal, UMK di Sidoarjo relatif tinggi karena berada di sentra industri di Jatim. Tak pelak, banyak pekerja jauh dari sejahtera. Beni (28), warga Desa Kloposepuluh, yang bekerja sebagai karyawan di pabrik plastik pada 2020, setelah menganggur dua tahun selepas tamat SMK jurusan mesin. Bekerja empat tahun, statusnya masih karyawan tidak tetap. Gajinya Rp 1,5 juta per bulan, jauh dari UMK Sidoarjo Rp 4.638.582 per bulan. Ia pun mesti berhemat, demi menyiasati standar biaya hidup yang tinggi di Sidoarjo. Alih-alih menabung, Beni justru kerap meminta tambahan uang dari orangtuanya, Suwarni (45), yang juga bekerja sebagai buruh cuci pakaian di perumahan. Padahal, penghasilan Suwarni hanya Rp 1 juta per bulan dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sehari-hari. (Yoga)

Elastisitas Permintaan Minyak

06 Feb 2024

Pasar minyak internasional adalah contoh menarik dari fenomena elastisitas permintaan. Harga minyak Brent turun dari 86 USD per barel pada awal November 2023 menjadi 77 USD per barel pada awal Februari 2024. Namun, fluktuasi per minggu, bahkan harian, tetap tajam akibat berbagai faktor, seperti konflik di Timur Tengah, naik-turunnya persediaan minyak di AS, pertumbuhan China, dan resesi di zona euro. Prediksi Goldman-Sachs, September 2023, bahwa harga Brent mencapai 100 USD dalam 12 bulan tidak terwujud sampai akhir Januari 2024. Faktor pertama yang menghambat harga minyak Brent mendekati 100 USD per barel adalah ketidak kompakan OPEC, terlihat pada penundaan pertemuan OPEC dari 26 November ke 30 November 2023 karena ketidaksepakatan struktur biaya produksi.

Keluarnya Angola dari OPEC adalah refleksi sulitnya mencapai kompromi dalam kartel yang anggotanya punya kepentingan berbeda. Faktor kedua adalah harga minyak yang terlalu tinggi membuat para pesaing dengan struktur biaya produksi lebih kompetitif dapat ikut masuk pasar. Harga Brent turun tajam, dari 83 USD per barel di pekan kedua April 2023 menjadi 73 USD per barel di Juli 2023. Arab Saudi sebagai pemimpin de facto OPEC meresponsnya dengan mengurangi produksi untuk mendongkrak harga, sejak Juni 2023 dan sampai akhir 2023. Akibatnya, harga Brent bergerak naik hingga pada pekan kedua September 2023 sempat mencapai 93 USD per barel.

Harga yang tinggi membuat produsen-produsen yang selama ini mati suri kembali masuk pasar. Saat ini AS memproduksi 13 juta barel per hari yang melebihi produksi setiap negara OPEC sehingga jadi penyeimbang OPEC. Harga minyak berangsur turun ke keseimbangan saat ini. Faktor ketiga adalah agenda ekonomi hijau yang memicu inovasi energi terbarukan. Permintaan minyak makin elastis terhadap perubahan harga jika berbagai alternatif energi hijau nonfosil makin tersedia. Harga minyak dunia yang terjangkau merupakan faktor penting mengapa ramalan resesi di AS dan dunia pada 2023 tidak terwujud.  (Yoga)

Laba Mekar Bonus Bankir Kakap Makin Besar

06 Feb 2024
Sektor perbankan terus menjadi sorotan. Saat kredit ke sektor usaha dinilai belum maksimal, bank-bank tetap mampu mencetak kinerja mekar. Imbasnya, para bankir petinggi bank akan menangguk bonus nan besar. Dari kelompok bank modal inti (KBMI) IV, Bank Mandiri mengalokasikan bonus dan tantiem terbesar di 2023, dibanding bank lain. Berdasarkan laporan keuangan 2023, Bank Mandiri mengalokasikan Rp 766,59 miliar sebagai bonus dan tantiem kepada direksi dan komisaris. Angka ini meningkat sekitar 18,8% dari tahun 2022. Secara rinci, untuk direksi dialokasikan Rp 557,62 miliar. Bank Mandiri punya 12 direksi, sehingga rata-rata direktur akan mengantongi bonus sekitar Rp 38,77 miliar. Angkanya jumbo, bukan?. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, besaran bonus Bank Mandiri sejatinya urusan pemegang saham. Meski begitu, ia tetap berharap agar bonus setiap tahunnya bisa mendaki. "Sesuai tren kinerja, harapannya begitu," ujar Darmawan kepada KONTAN, Senin (5/2). Sementara bila melihat rasio pertumbuhan, maka pertumbuhan gaji dan tantiem bankir Bank Central Asia (BCA) tercatat naik paling tinggi. BCA mengalokasikan bonus dan tantiem kepada direksi dan komisaris sebesar Rp 660 miliar. Angka ini naik 33,8% dari tahun sebelumnya. Sayangnya, bank ini tak merinci besaran bonus untuk dewan direksi maupun komisaris mereka. Sementara Bank Rakyat Indonesia tampil berbeda. Bank spesialis kredit UMKM ini menurunkan alokasi bonus dan tantiem kepada pejabat tingginya. Angkanya menyusut 2,04% dari tahun 2022 menjadi Rp 563,6 miliar. Terakhir, alokasi bonus PT Bank Negara Indonesia (BNI) terkecil di kalangan bank KBMI 4, hanya sebesar Rp 315 miliar. Maklum, laba bank berlogo 46 ini memang paling kecil, yakni Rp 21 miliar. Direktur Utama BNI Royke Tumiliaar tak banyak berkomentar terkait bonus yang diterimanya. Ia menegaskan urusan bonus bagi para manajemen merupakan ranah pemegang saham. Menurut Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah, para bankir ini memang selayaknya mendapatkan bonus untuk kinerjanya. Meski begitu, ia mengingatkan keuntungan yang besar bukan ukuran utamanya. Ekonom Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menyebut, bonus para bankir sejatinya hasil negosiasi antar pemilik dan manajemen. Artinya, sudah ada kesepakatan antar keduanya.

CELAH SEMPIT MANUVER EKONOMI

06 Feb 2024

Warsa 2024 menjadi tahun pertaruhan bagi pemerintah untuk berkelit dari risiko perlambatan ekonomi akibat tekanan internal dan eksternal. Contohnya penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) yang kerap membuat akselerasi bisnis kurang lincah. Maklum, dalam tiga kali pemilu terakhir, laju produk domestik bruto (PDB) selalu mencatatkan penurunan. Terakhir kali ekonomi nasional mampu tumbuh gemilang pada tahun politik adalah ketika Pemilu 2004. Tentu tak mudah bagi pemerintah untuk melawan data historis ini. Terlebih, situasi ekonomi 2024 diliputi beragam tantangan. Mulai dari efek ketidakpastian global yang mereduksi kinerja ekspor, hingga agenda lima tahunan yang mengekang investasi di dalam negeri, lantaran dunia usaha cenderung wait and see. Konsumsi masyarakat pun belum sepenuhnya membaik setelah dihantam oleh tingginya infl asi yang menekan daya beli masyarakat dalam dua tahun terakhir. 

 Buktinya, Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin, Senin (5/2), merilis pertumbuhan konsumsi LNPRT mencapai 9,82% secara tahunan, sedangkan konsumsi rumah tangga hanya 4,82%. Faktanya, laju PDB hanya 5,05%, turun dibandingkan dengan 2022 yang mencapai 5,31%. Realisasi pada tahun lalu juga lebih rendah dibandingkan dengan target pemerintah yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yakni 5,3%. Apalagi, konsumsi rumah tangga yang memiliki porsi 53,18% ke PDB tahun lalu terseok-seok, bahkan menyentuh angka pertumbuhan terendah dalam tiga tahun terakhir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan meski meleset dari target, capaian pada tahun lalu cukup positif di tengah pelemahan ekonomi banyak negara maju. Pemerintah pun optimistis pada tahun ini laju PDB tetap solid dan mampu tumbuh di angka target 5,2%. Sejumlah siasat pun telah disiapkan dan segera dieksekusi. Siasat lain yang akan dipacu adalah merevitalisasi mesin konvensional pendorong ekonomi, yaitu produktivitas dan daya saing industri yang disinergikan dengan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) serta megaproyek lainnya. 

 Jika dicermati, pemerintah sejatinya menyadari betul sulitnya melawan kecenderungan perlambatan ekonomi selama tahun politik. Hal itu tecermin dari optimalisasi yang hanya dilakukan pada tiga sektor penopang PDB. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, mengatakan bansos adalah kebijakan sementara yang kurang signifi kan merangsang konsumsi rumah tangga. "Bansos tidak bisa diharapkan untuk meningkatkan atau menciptakan pertumbuhan daya beli masyarakat secara sustainable," katanya kepada Bisnis. Ekspektasi senada disampaikan Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, yang memperkirakan konsumsi rumah tangga terus melambat seiring dengan perkiraan penurunan pendapatan pada tahun ini. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, menambahkan kunci yang bisa mengakselerasi PDB pada tahun ini adalah kebijakan fi skal dan moneter yang wajib mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menyelamatkan Industri Padat Karya

06 Feb 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 sebesar 5,05%. Pertumbuhan ekonomi secara komulatif itu melambat bila dibandingkan dengan realisasi 2022 sebesar 5,31%. Secara target, realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2023 meleset. Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memproyeksikan ekonomi tumbuh sebesar 5,3%. Pencapaian ini menambah deret panjang proyeksi pertumbuhan ekonomi yang meleset. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi yang digadang-dagang Presiden Joko Widodo belum pernah mencapai target. Apalagi mimpi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7%, seperti yang dijanjikan Jokowi saat kampanye pemilihan presiden. Padahal kurva belanja dan utang pemerintah terus melaju dalam setiap tahunnya. Dalam 9 tahun terakhir, apabila dirata-rata pertumbuhan ekonomi era Jokowi hanya di kisaran 4,5%—5%. Hal itu kontras bila dibandingkan dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencapai 5,5% hingga 6%. Era SBY pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,9% pada 2007. Struktur ekonomi Indonesia pun kian menjauh dari sektor padat karya. Sektor konsumsi masih menjadi penopang pertumbuhan karena adanya doping dari bantuan sosial (bansos) jelang pilpres.

 Adapun realisasi konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia tercatat melambat pada 2023 menjadi 4,82%, dari 2022 sebesar 4,94%. Pelambatan ini terjadi karena konsumsi masyarakat kelas menengah. Angka itu tecermin dari sejumlah indikator, seperti realisasi pajak penjualan bawang mewah melambat, jumlah penumpang angkutan udara turun, dan penjualan mobil penumpang tidak sebesar 2022. Kabar kurang baik dari sisi produksi. Kinerja industri pengolahan nonmigas tercatat mengalami penyusutan secara kumulatif, tumbuh 4,69% pada 2023, melambat dari realisasi tahun sebelumnya 5,01%. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas ditopang oleh sektor logam dasar yang naik 14,17%, barang galian bukan logam tumbuh 14,11%. Disusul industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh 13,67%, industri alat angkutan yang tumbuh 7,63% dan industri pengolahan tembakau 4,8%. Menurut harian ini, sektor industri padat karya perlu diperhatikan pemerintah, karena tren kinerja yang terus merosot. Hal itu membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) makin meningkat pada sektor tekstil, industri sepatu, dan lainnya.

Bisnis Urun Dana Makin Mempesona

06 Feb 2024
Kinerja industri urun dana atau securities crowdfunding (SCF) di Tanah Air kian moncer dalam kurun empat tahun terakhir. Ini tercermin dari terus bertambahnya para stakeholder (SCF) di Tanah Air kian moncer dalam kurun empat tahun terakhir. Ini tercermin dari terus bertambahnya para stakeholder. Sekretaris Jenderal Asosiasi Layanan Urun Dana Utama (Aludi) Patrick Gunadi bilang, jumlah penerbit SCF naik 10 kali lipat dari periode 2019 hingga Desember 2023 menjadi 550 penerbit. Adapun, total dana yang dihimpun SCF meningkat lebih dari 18 kali lipat dari tahun 2019 menjadi lebih dari Rp 1,1 triliun pada 2023. Jumlah pemodal yang terlibat SCF juga melesat dari 2019 hingga 2023 dengan total 168.149 pemodal. "Jumlah penerbit SCF ditargetkan mencapai 825, dengan total dana lebih dari Rp 1,5 triliun," ujar Patrick, Senin (5/2). Pencapaian yang diraih industri selaras dengan realisasi kinerja pelaku usaha. Contohnya PT Dana Aguna Nusantara atau Danamart. Chief Marketing Officer Danamart Roberto Sumabrata menyebutkan, di sepanjang 2023, pihaknya mampu menyalurkan pendanaan mendekati Rp 50 miliar. Tahun ini, Danamart membidik target pertumbuhan kinerja naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. Dus, Danamart akan menawarkan pendanaan equity. Pada 2023, Danamart telah memiliki lebih dari 2.500 pemodal dan membantu lebih dari 100 UKM. Jenis pendanaan yang dirilis Danamart saat ini adalah efek berbasis utang (EBU) dengan imbal hasil di kisaran 15%-18% per tahun. "Kami adalah pemain terbesar di segmen efek berbasis utang," kata Roberto. PT Investasi Digital Nusantara atau Bizhare juga mencatat kinerja apik pada tahun lalu. Hingga November 2023, jumlah pengguna terdaftar Bizhare di atas 200.000, dengan nilai investasi lebih dari Rp 200 miliar. Lalu, total penerbit, yang terdiri dari UMKM dan waralaba, lebih dari 130, dengan omzet Rp 600 miliar. Founder dan CEO Bizhare Heinrich Vincent optimistis, pada 2024, pendanaan bakal tumbuh lebih tinggi dari 2023. Heinrich bilang, imbal hasil obligasi yang diberikan Bizhare 15%-28% per tahun, saham 12%-58% per tahun dan sukuk 15%-28% per tahun.

Perbankan Semakin Sukses Menekan Beban

06 Feb 2024
Perbankan di Tanah Air, terutama bank-bank besar, semakin efisien dalam mengelola operasionalnya. Ini tercermin dari penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada 2023. Beban operasional tetap bisa dijaga meski mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan tercatat meningkat melampaui kenaikan beban operasional tersebut. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tercatat menjadi bank paling efisien di jajaran bank-bank kakap. Berdasarkan laporan kinerja keuangan 2023, BCA mencatat rasio BOPO di level 43,76%. Realisasi ini jauh dibawah bank lain di kelasnya, bahkan menyusut signifikan dari level 46,54% pada 2022. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut, penurunan ini sejalan dengan biaya pencadangan penurunan nilai aset yang lebih rendah. Hera juga memaparkan, untuk melihat efisiensi lebih baik melihat rasio beban operasional terhadap pendapatan bunga bersih (CIR). "Rasio ini tidak dipengaruhi tinggi rendahnya biaya pencadangan. CIR BCA relatif stabil di level 33,8% dan membaik dari level 42% sebelum pandemi," jelas Hera, Senin (5/2). Hera menyebut, penurunan CIR sejalan dengan optimalisasi layanan transaksi perbankan digital dan transaksi non tunai serta berbagai upaya lain. BCA berupaya menjaga CIR tidak terlalu berbeda dengan rasio tahun sebelumnya, dengan menjaga keseimbangan antara income, biaya operasional dan kebutuhan investasi yang berkelanjutan. Bank Mandiri tercatat sebagai bank paling efisien kedua dengan rasio BOPO mencapai 51,88% pada 2023, turun dari 57,35% di tahun sebelumnya.Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, pihaknya membangun fundamental yang solid dengan strategi tepat dalam tiga tahun terakhir. Sementara itu, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyebut, digitalisasi berdampak positif terhadap efisiensi BRI, baik dari sisi bisnis dan operasional. Tahun ini, BRI menargetkan CIR berada di level 41%-42%.

Ramai Penerbit Baru Waran Terstruktur

06 Feb 2024

Produk turunan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terutama waran terstruktur semakin ramai. Terutama setelah kehadiran penerbit alias issuer baru. Senin (5/2) kemarin, CGS-CIMB Sekuritas mencatatkan waran terstrukturnya. Pada penawaran perdana ini, CGS-CIMB Sekuritas menawarkan enam seri dengan underlying saham dari indeks IDX30. Di antaranya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Keenam waran terstruktur memiliki kode BBCAYUCX4A, BMRIYUCX4A, MDKAYUCX4A, UNVRYUCX4A, TLKMYUCX4A dan GOTOYUCX4A dengan jangka waktu sembilan bulan dan akan jatuh tempo pada 5 November 2024. Presiden Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah mengatakan, waran terstruktur bisa menjadi pilihan alternatif investasi di pasar modal Indonesia. "Terutama bagi mereka yang memiliki profil risiko investasi agresif," jelas dia, Senin (5/2). Dalam penerbitan perdana ini, CGS-CIMB Sekuritas menggandeng tiga sekuritas lain, yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), MNC Sekuritas dan KB Valbury Sekuritas sebagai agen penjual.

Kehadiran tiga mitra tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar waran terstruktur dan meningkatkan total nilai harian transaksi waran terstruktur di pasar modal. PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penerbit pertama waran terstruktur di Indonesia turut menyambut baik kehadiran CGS-CIMB Sekuritas di pasar turunan saham. Head Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, Steinly Atmanagara mengatakan, kehadiran penerbit waran terstruktur yang baru di BEI membuktikan bahwa pasar produk turunan saham akan terus berkembang. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, dengan penambahan jumlah penerbit, nilai transaksi di pasar waran terstruktur bisa naik. Saat ini waran terstruktur masih terbatas menggunakan underlying saham di indeks IDX30. Seluruh saham di indeks itu seluruhnya telah diterbitkan oleh RHB Sekuritas Indonesia dan PT Maybank Sekuritas Indonesia. Perluasan indeks ini bakal menambah pilihan bagi investor. RHB Sekuritas menargetkan bisa menerbitkan 120 seri waran terstruktur pada tahun ini. Jika underlying indeks diperluas, target jumlah penerbitan RHB Sekuritas juga akan bertambah.