Laba Mekar Bonus Bankir Kakap Makin Besar
Sektor perbankan terus menjadi sorotan. Saat kredit ke sektor usaha dinilai belum maksimal, bank-bank tetap mampu mencetak kinerja mekar. Imbasnya, para bankir petinggi bank akan menangguk bonus nan besar. Dari kelompok bank modal inti (KBMI) IV, Bank Mandiri mengalokasikan bonus dan tantiem terbesar di 2023, dibanding bank lain. Berdasarkan laporan keuangan 2023, Bank Mandiri mengalokasikan Rp 766,59 miliar sebagai bonus dan tantiem kepada direksi dan komisaris. Angka ini meningkat sekitar 18,8% dari tahun 2022. Secara rinci, untuk direksi dialokasikan Rp 557,62 miliar. Bank Mandiri punya 12 direksi, sehingga rata-rata direktur akan mengantongi bonus sekitar Rp 38,77 miliar. Angkanya jumbo, bukan?. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, besaran bonus Bank Mandiri sejatinya urusan pemegang saham. Meski begitu, ia tetap berharap agar bonus setiap tahunnya bisa mendaki. "Sesuai tren kinerja, harapannya begitu," ujar Darmawan kepada KONTAN, Senin (5/2). Sementara bila melihat rasio pertumbuhan, maka pertumbuhan gaji dan tantiem bankir Bank Central Asia (BCA) tercatat naik paling tinggi. BCA mengalokasikan bonus dan tantiem kepada direksi dan komisaris sebesar Rp 660 miliar. Angka ini naik 33,8% dari tahun sebelumnya. Sayangnya, bank ini tak merinci besaran bonus untuk dewan direksi maupun komisaris mereka. Sementara Bank Rakyat Indonesia tampil berbeda. Bank spesialis kredit UMKM ini menurunkan alokasi bonus dan tantiem kepada pejabat tingginya. Angkanya menyusut 2,04% dari tahun 2022 menjadi Rp 563,6 miliar. Terakhir, alokasi bonus PT Bank Negara Indonesia (BNI) terkecil di kalangan bank KBMI 4, hanya sebesar Rp 315 miliar. Maklum, laba bank berlogo 46 ini memang paling kecil, yakni Rp 21 miliar. Direktur Utama BNI Royke Tumiliaar tak banyak berkomentar terkait bonus yang diterimanya. Ia menegaskan urusan bonus bagi para manajemen merupakan ranah pemegang saham. Menurut Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah, para bankir ini memang selayaknya mendapatkan bonus untuk kinerjanya. Meski begitu, ia mengingatkan keuntungan yang besar bukan ukuran utamanya. Ekonom Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menyebut, bonus para bankir sejatinya hasil negosiasi antar pemilik dan manajemen. Artinya, sudah ada kesepakatan antar keduanya.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023