Ekonomi
( 40465 )Rumitnya Rute Transjakarta
Sejumlah calon penumpang tengah menunggu datangnya bus
Transjakarta di Halte GBK 2, Jakapus, Senin (5/2). Beberapa calon penumpang
hanya duduk sembari memainkan gawai, sedangkan dua penumpang lain sibuk melihat
peta di dinding halte. Hampir setahun menggunakan layanan Transjakarta, warga
Jakpus, Ayu Utami (28), masih kebingungan mengenai rute Transjakarta. Jika tidak
melihat peta di dinding halte atau di gawainya, ia tidak paham. ”Banyak sekali
rute yang dioperasikan Transjakarta, tetapi saya masih bingung. Harus melihat
dengan jeli rute yang dituju lewat halte mana saja,” ujarnya. Ayu hanya
menghafal nama halte terakhir yang dituju. Biasanya, ia akan bertanya ke petugas.
Tidak adanya petugas pramusapa di halte dinilai menyusahkan penumpang awam sepertinya.
”Transjakarta juga sering melakukan perubahan rute. Jadi, saya harus menghafal
ulang,” kata Ayu.
Warga Ciputat, Tangsel, yang juga pembaca Kompas, Renville
Almatsier, menyebut, kurangnya petunjuk rute bus di halte Transjakarta bagi calon
pengguna jasa. ”Untuk mempermudah pengguna transportasi, perlu leaflet khusus
rute perjalanan Transjakarta yang dicetak, secara lengkap memuat rute
perjalanan KRL, MRT, dan LRT yang terintegrasi,” katanya. Di luar negeri, di
tiap halte ada informasi mengenai nomor-nomor bus yang melalui halte
bersangkutan. Bahkan, di London dan Tokyo, penumpang dapat membeli kartu pos
khusus bergambar jaringan lalu lintas kereta yang dibedakan warnanya sesuai
jalur masing-masing. Sementara di Singapura, informasi jaringan transportasi
kota dititipkan pada brosur pusat belanja.
Warga Depok, Rini Fitrasari (26), sangat menyesali sejumlah
kendala pada layanan Transjakarta. Sejak adanya penyesuaian rute Terminal
Depok-Halte BKN, ia harus membayar dua kali lipat, yang menyebabkan Rini beralih
ke transportasi publik lain. ”Biasanya untuk ke tujuan mana pun, dari Depok
hanya perlu transit di BKN dan tidak perlu membayar lagi. Tapi ini harus keluar
dari halten dulu dan tap-in lagi. Jadi, memakan biaya dua kali lipat. Belum
lagi tidak ada petunjuk yang jelas di pemberhentian tersebut,” ujarnya.
Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia
(MTI), David Tjahja, mengatakan, ”Halte yang ganti nama juga membuat bingung
penumpang. Banyak juga peta belum diganti jika ada perubahan. Jadi, agak menyulitkan.
Terutama bagi orang baru,”. David mengatakan, peta Transjakarta harus ada di semua
halte karena tidak semua pengguna layanan mengakses internet. Apalagi, banyak
turis atau warga luar kota di Jakarta. Peta yang tertera di halte juga harus
sesuai dengan rute yang dioperasikan saat ini, lengkap dengan nomor bus. Tidak
hanya bus, pada layanan Mikrotrans, kode dan informasi terkait rute juga masih
sulit dihafalkan. (Yoga)
Ekonomi Masih Solid dan Tangguh
The Fed Hati-Hati Turunkan Suku Bunga
Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM BRI: Tahun 2024 Prospek Masih Bagus, UMKM Tetap Ekspansif
Pascadebat, TKN Prabowo-Gibran Optimistis Pilpres Sekali Putaran
Persaingan Ketat, Biaya Dana Perbankan Masih Menanjak
Hengtong Tender Offer Saham Voksel di Harga Akuisisi
Pertumbuhan Manufaktur Melambat
Pertumbuhan Manufaktur Melambat
Bakti Hadirkan Layanan Internet di TPS Wilayah 3T
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









