;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Kredit untuk Anak Usaha ENRG

07 Feb 2024
Anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yakni EMP Bentu Limited menerima pinjaman dengan total nilai sampai dengan US$ 150 juta. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/2), kredit ini dari sejumlah pihak. Antara lain Deutsche Bank AG, Singapore Branch, Indies Special Opportunities III Ltd, dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Pinjaman ini berbunga 5,5% + secured overnight financing rate (SOFR) 1 bulan, per tahun. Tanggal pelunasan akhir dari pinjaman ini jatuh pada 3 Desember 2027.

WSKT Berharap Bisa Meraup Kontrak

07 Feb 2024
Emiten badan usaha milik negara (BUMN karya relatif mudah mendapatkan kontrak baru. Termasuk PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Meski salah satu emiten BUMN karya ini berupaya menyehatkan finasialnya, WSKT masih sanggup mencatatkan kontak baru. Sepanjang 2023, WSKT mencatatkan kontrak baru Rp 16,9 triliun. Direktur Keuangan WSKT, Wiwi Suprihatno menjelaskan saat ini pihaknya telah menerapkan komite risiko. Salah satu tugasnya adalah menjaga pemilihan proyek-proyek baru agar lebih menguntungkan dan berkelanjutan. Dari pencapaian nilai kontrak baru 2023 itu, berdasarkan kepemilikan proyek didominasi oleh proyek pemerintah 61,66%. Lalu  proyek BUMN/BUMD sebesar 21,75%, pengembangan anak usaha 16,00% dan swasta 0,60%. Sementara, berdasarkan segmentasi proyek adalah untuk proyek konektivitas infrastruktur sebesar 55,24%, proyek gedung 16,95%, proyek sumber daya air 13,28%, dan anak usaha 14,27%. Agar bisa mencapai target tersebut, WSKT masih berharap dari proyek pemerintah yang  ditargetkan bisa mencapai 50%. Sisanya dari proyek swasta dan lainnya. Selain itu, WSKT masih bakal menyasar proyek dengan skema pembayaran bulanan dan ada uang muka. Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat menilai manajemen WSKT butuh perombakan agar bisa memperbaiki kinerja. Ini terkait adanya dugaan pelanggaran tata kelola perusahaan. Ini  berkaca pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di periode 2015-2019.

Bertumpu pada Pinjaman Mikro

07 Feb 2024

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak kinerja solid di tahun 2023. Strategi yang berfokus pada penyaluran kredit dengan imbal hasil tinggi mendorong laba bersih BBRI. Emiten bank pelat merah itu mencetak pertumbuhan laba bersih 17,5% year on year (yoy) di tahun lalu menjadi Rp 60,1 triliun. Meskipun terdapat dampak kenaikan biaya dana atau cost of fund (CoF), net interest margin (NIM) BBRI meningkat 10 basis poin yoy menjadi 7,95%. Raihan ini didorong oleh perluasan basis aset produktif dan pergeseran komposisi portofolio mikro yang didukung oleh pertumbuhan laa operasional pra-pencadangan (PPOP) sebesar 16,7%. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan, digitalisasi turut mengurangi biaya operasional. Pada 2023 lalu, inisiatif digitalisasi BBRI telah mendorong rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) konsolidasi sebesar 298 bps menjadi 41,9% dari 44,9% pada tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh peningkatan infrastruktur digital dan kapasitas agen perbankan. Karena itu, Andrey menilai wajar saja return on equity (ROE) Bank BRI meningkat. Dia menilai, metrik profitabilitas BBRI berada pada posisi yang baik karena ROE meningkat 232 bps yoy menjadi 19,9% pada tahun 2023. Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan juga bilang, kinerja BBRI tahun 2023 masih mengesankan.

Hal itu terlihat dari capaian laba bersih persis dengan estimasi Ciptadana Sekuritas untuk BBRI dan melampui perkiraan konsensus sebesar 102,5%. Pada tahun 2024 ini, Andrey menilai bahwa BBRI memiliki prospek yang masih menjanjikan. Meskipun ada ketidakpastian mengenai tahun pemilihan umum (pemilu), BBRI optimistis pebisnis UKM akan mendapat manfaat dari peningkatan pengeluaran pemerintah pada saat periode pesta demokrasi tersebut. Analis OCBC Sekuritas Budi Rustanto juga meyakini, NIM BBRI masih bisa berada di kisaran 8% tahun 2024, didorong oleh perbaikan bauran aset produktif dan CoF. Tapi, Budi mengantisipasi, BBRI kemungkinan akan berhati-hati terhadap biaya pendanaan di semester pertama 2024. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai, tahun politik semestinya menjadi berkah untuk penyaluran kredit BBRI. Oleh karena itu, wajar jika BBRI menargetkan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 165 triliun di tahun 2024. "Belanja pemilu yang diharapkan dan insentif pemerintah untuk UMKM, yang diluncurkan selama masa kampanye, harusnya menguntungkan BBRI, kata Agus.

Tetap Tumbuh Cantik di Tengah Tahun Politik

07 Feb 2024
Penyaluran kredit korporasi bank-bank besar sepanjang tahun 2023 cukup ekspansif. Pertumbuhan outstanding kredit korporasi bahkan mampu melampaui pertumbuhan total kredit. Tahun ini, perbankan optimistis penyaluran kredit korporasi tetap tumbuh positif meski ada perhelatan politik. Namun, lajunya diproyeksi lebih landai, karena para pebisnis akan cenderung menunggu dan melihat dulu hasil pemilihan presiden. Optimisme salah satunya datang dari Bank Mandiri. Bank pelat merah ini mengakui konstelasi politik bisa mempengaruhi prilaku pebisnis dalam melakukan investasi. Namun, perseroan ini meyakini akan selalu ada peluang pertumbuhan pada beberapa sektor industri. "Peluang pertumbuhan kredit korporasi akan ada di beberapa sektor, seperti industri makanan minuman dan manufaktur, seiring dengan naiknya permintaan," papar Susana Indah Kris Indriati, Direktur Korporasi Bank Mandiri, Selasa (6/2). Sementara itu, Bank Mandiri menargetkan total kredit bisa tumbuh sekitar 13%-15% tahun ini. Tahun lalu, kredit bank ini tumbuh 16,3% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen korporasi, yang berhasil meningkat agresif sebesar 18,3%. BCA juga optimistis permintaan kredit korporasi tahun ini tetap besar meski ada Pilpres. Ini ditandai oleh total pertumbuhan kredit BCA di kuartal IV yang naik 5,8% dari kuartal sebelumnya. Kenaikan ditopang kredit investasi. Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, menyebut, capaian di kuartal IV ini menjadi penanda bahwa peluang bisnis di tahun politik tetap ada. "Kami melihat peluang bisnis masih besar,"ujarnya. Hera F Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyebut, kontributor terbesar pertumbuhan berasal dari sektor jasa keuangan, transportasi dan logistik. NPL kredit korporasi masih terjaga baik sehingga NPL BCA secara keseluruhan ada di 1,9%.

LTLS Mengincar Pertumbuhan 12%

07 Feb 2024
Emiten saham distributor bahan kimia, PT Lautan Luas Tbk (LTLS), berharap meraih kinerja yang lebih baik sepanjang tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini tak lepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang diproyeksikan tetap tumbuh di tahun ini. Investor Relation Manager Lautan Luas, Eurike Hadijaya mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan dapat meraih pertumbuhan pendapatan hingga 12%. Proyeksi ini naik dari target pertumbuhan pendapatan LTLS tahun 2023 yang dipatok sekitar 10%. Meningkatnya proyeksi ini juga tak lepas dari terbukanya peluang bisnis baru di berbagai sektor industri. Alhasil, kondisi pasar di setiap lini bisnis perseroan masih berpotensi tumbuh. "Kami memproyeksikan kenaikan pendapatan 10%-12% dari tahun sebelumnya. Kami prediksi hasil kinerja yang membaik, seiring dengan perbaikan ekonomi Indonesia," kata Eurike kepada KONTAN, Senin (5/2). Yang jelas, perseroan ini menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar untuk pembangunan gudang di kawasan Jabodetabek. Sebagai informasi, Lautan Luas mengumumkan pengkonsolidasian semua kegiatan industri pengolahan air di dalam grup, beserta pergantian nama dari salah satu anak usahanya. Aksi ini telah dilakukan pada 1 Januari 2024. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang impor dan distribusi bahan kimia untuk industri, bisnis LTLS turut terdampak konflik yang terjadi di Laut Merah. Sebagai gambaran, kinerja  Lautan Luas mengalami penurunan pada kuartal III-2023  jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tercatat, pendapatan perseroan berada pada angka senilai Rp 5,38 triliun, turun 10,16% jika dibandingkan dengan pendapatan hingga akhir September 2022 yang berada di angka Rp 6 triliun. 

RAMUAN CUAN NAGA KAYU

07 Feb 2024

Tahun baru Imlek 2575 yang jatuh pada 10 Februari 2024 menandai lembaran awal tahun bershio Naga Kayu. Meski diwarnai ketidakpastian dan gejolak, ramuan investasi yang fokus pada saham emiten dengan elemen api dan logam diramal bakal membawa cuan.Dari kacamata pakar fengsui, tahun Naga identik dengan berbagai ketidakpastaian dan gejolak. Pakar Fengsui Suhu Hong Xiang Yi menjelaskan tahun Naga menjadi momentum yang baik untuk berspekulasi. "Jadi, artinya yang penting adalah investor harus mengamati dengan baik dan bisa menangkap kesempatan dengan baik," ujar Xiang Yi saat berbincang dengan Bisnis, Selasa, (6/2). Secara sektoral, Xiang Yi memperkirakan saham yang terkait dengan elemen api akan menguat pada tahun Naga Kayu 2024. Selain itu, saham emiten di bidang usaha berelemen logam juga diproyeksi mengilap. Sebaliknya, Xiang Yi menilai saham emiten berelemen air seperti sektor transportasi, logistik, perkapalan, dan penerbangan kurang moncer pada tahun ini. Adapun, elemen kayu dan tanah yang meliputi emiten sektor kertas dan properti diprediksi relatif landai pertumbuhannya. 

Setali tiga uang, Ahli Fengsui Master Ken Koh dalam riset yang dirilis oleh Maybank Investment Banking Group, juga mengungkapkan hal yang relatif sama. Menurutnya, gejolak konflik di Timur Tengah yang berdampak ke pasar diprediksi akan mereda dan berganti dengan potensi pemulihan ekonomi. Dengan pendekatan fengsui, Ken Koh memperkirakan saham-saham di sektor emas, perbankan, pertambangan, dan otomotif, yang memiliki elemen logam, akan mendapat angin positif dan berpotensi mencetak cuan. Selanjutnya, saham emiten dengan elemen api di sektor teknologi, farmasi, hingga media juga dinilai moncer pada Tahun Naga Kayu. Prospek yang lebih baik juga disebut bakal menghampiri saham-saham di elemen tanah seperti properti. Pendapat dua pakar fengsui itu diamini oleh Pengamat Pasar Modal sekaligus Co Founder Pasardana Hans Kwee. Dia menilai pasar saham dan reksa dana akan sangat fl uktuatif pada tahun Naga Kayu. Menurutnya, investor perlu mengatur waktu yang tepat untuk masuk ke tiap instrumen investasi tersebut. Di sektor teknologi dan media, Hans merekomendasikan investor untuk mencermati saham GOTO, SCMA, BMTR, dan MNCN. Sementara itu, saham BSDE, DMAS, dan CTRA dinilai menarik untuk dilirik investor pada tahun Naga Kayu. "Sektor emas bisa pilih saham AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, sedangkan perbankan ada BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan pendekatan investor dalam menentukan saham pilihan perlu diperkaya dengan analisis fundamental, tata kelola perusahaan, laporan keuangan, analisis teknikal dan likuiditas perdagangan.

Upah Buruh Antar Daerah Masih Timpang

07 Feb 2024

Belum semua buruh di pabrik-pabrik pengolahan menikmati kesejahteraan yang setimpal, terindikasi dari perbandingan antara nilai upah minimum provinsi atau UMP dan upah riil yang diterima buruh. Menurut data BPS, pada 2023, buruh manufaktur di Indonesia secara rata-rata nasional menerima upah riil Rp 92.164 lebih sedikit dari UMP. Dilihat dari sebarannya, buruh sektor manufaktur di 21 dari 34 provinsi di Indonesia menerima upah bersih bulanan lebih kecil dari UMP di provinsi tersebut. Jumlah selisih antara UMP dan upah riil yang diterima secara rata-rata di 21 provinsi itu mencapai Rp 500.008. Jumlah buruh industri pengolahan di 21 provinsi ini mencapai 4,48 juta orang atau 23,2 % total buruh manufaktur di Indonesia.

”Seharusnya memang UMP adalah upah safety net. Upah riil buruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan UMP menunjukkan produktivitas buruh lebih tinggi sehingga pengusaha mau membayar lebih dibanding UMP. Sementara buruh yang menerima upah kurang dari UMP mengindikasikan tiga hal, yaitu rendahnya produktivitas, banyaknya pencari kerja, dan sektor industri/formal belum berkembang dengan baik sehingga pengusaha dengan mudah memberikan upah lebih rendah dari UMP karena tetap mendapatkan tenaga kerja yang mau menerima,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto, Selasa (6/2).

Berdasarkan data BPS, provinsi dengan selisih upah paling besar adalah Aceh. Buruh pabrik pengolahan di provinsi tersebut hanya menerima upah bersih bulanan sebesar Rp 1,68 juta. Padahal, UMP 2023 provinsi ujung barat Indonesia tersebut berada di angka Rp 3,41 juta. Provinsi lain dengan kesenjangan UMP dan upah riil yang cukup besar adalah Gorontalo (Rp 1.076.169), NTB (Rp 789.890), dan Sumasel (Rp 725.048). Apabila buruh di keempat provinsi itu dijumlahkan, terdapat sekitar 781.000 buruh industri manufaktur yang menerima upah rata-rata lebih rendah dari UMP provinsi masing-masing. (Yoga)

Iming-iming Upah Besar di Morowali Berujung Nestapa

07 Feb 2024

Sudah lebih setahun Alan Sahril (27) bekerja di salah satu perusahaan tambang di Morowali, Sulteng, untuk membantu meringankan beban orangtua dan menabung untuk bikin usaha kecil-kecilan. Info gaji pekerja tambang Rp 6 juta per bulan di luar lembur membuatnya mantap meninggalkan pekerjaan di Palu dan memilih ke Morowali. Saat ini dia bekerja di divisi penyediaan dan pengangkutan material untuk tungku smelter. ”Yang tidak saya sangka, di sini biaya hidup cukup tinggi. Biaya indekos dan biaya makan cukup menguras kantong. Jika tak pandai mengatur uang, tak ada yang bisa ditabung atau dikirim ke orangtua di Donggala,” kata Alan.

Indekos Rp 1 juta per bulan dengan kamar seberapa besar dan bangunan semi permanen, yakni lantai keramik dan dinding papan, tanpa kasur dan lemari, listrikpun bayar sendiri. Kamar mandi di luar juga digunakan bersama penghuni lain. Untuk makan, dia mendapat jatah dari perusahaan saat bekerja. Di luar itu, dia membeli makanan sendiri. Seporsi nasi dan sepotong kecil ayam harganya Rp 25.000-Rp 40.000. Jika mau yang murah, nasi tempe seharga Rp 10.000-Rp 15.000. ”Intinya bisa makan dan kenyang. Untuk mengirit, saya dan beberapa teman memasak nasi, lalu urunan beli lauk jadi dan makan bersama,” katanya. Untuk mengirit uang listrik,

Alan tak memasang televisi atau perangkat elektronik lain, hanya lampu yang dinyalakan seperlunya. Selebihnya listrik hanya untuk mengisi daya telepon genggam. Bensin, dia lebih banyak membeli eceran Rp 15.000-Rp 20.000 per liter. Lebih dari setahun bekerja, dia mengaku baru punya tabungan belasan juta rupiah. Bani (60), warga Sampoddo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, bercerita bagaimana Anshar, anaknya yang bekerja di Morowali, susah payah mengatur keuangan. ”Bayar kos dan kebutuhan harian mahal. Beberapa kali saya datang menengok dia di Morowali. Dia jarang pulang karena biaya bus Rp 300.000. Maka, saya tak menuntut dia mengirim uang setiap bulan. Saya cukup paham keadaannya,” katanya, Rabu (27/12). (Yoga)

Proposal Pendanaan Riset Dipermudah

07 Feb 2024

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka skema pendanaan riset untuk tahun 2024. Berbeda dengan skema pendanaan pada tahun sebelumnya, pengajuan proposal pendanaan riset tahun ini akan dibuka sepanjang tahun untuk memudahkan periset memperoleh dana riset. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan hal tersebut dalam acara Peluncuran Skema Pendanaan dan Fasilitas Riset dan Inovasi Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (6/2). Pendanaan untuk riset dan inovasi akan terbuka secara luas bukan hanya bagi periset di BRIN, melainkan juga periset di lembaga lain, baik periset di perguruan tinggi, industri, usaha rintisan, maupun lembaga lainnya. Diharapkan pula kolaborasi antara berbagai pihak bisa semakin baik.

”Semua proses (pendanaan riset) akan dibuka secara kompetitif dan lebih mudah untuk administrasi. Karena itu, (penerimaan proposal dana riset) akan dibuka sepanjang tahun. Prinsipnya sama dengan pengiriman jurnal yang bisa dimasukkan kapan saja hingga tak perlu melihat batch, deadline (tenggat), dan sebagainya,” katanya. Proses penerimaan proposal ini diharap mendorong semakin banyak riset dan inovasi yang dihasilkan para periset. Periset bisa mengaplikasikan ide riset dan inovasinya secara lebih bebas tanpa batasan. Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono menambahkan, proposal yang dikirim periset nantinya akan dinilai tim peninjau.

Evaluasi proposal akan dilakukan berbasis rekam jejak. Umpan balik akan diberikan peninjau sehingga periset dapat memperbaiki proposal yang diajukan. Dengan begitu, proposal yang sebelumnya telah ditolak bisa diperbaiki dan diajukan kembali untuk mendapatkan dana riset. Adapun informasi mengenai pendanaan riset tersebut dapat diakses melalui laman pendanaanrisnov.brin.go.id. ”Tahun ini kita sudah minta anggaran pada LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dengan nilai anggaran mendekati Rp 700 miliar. Jadi, kami harap semakin banyak periset yang men-submit proposal. Apalagi, proses submit proposal juga lebih mudah,” kata Agus. (Yoga)

Industri Film Bakal Makin Atraktif

07 Feb 2024

Industri film Tanah Air berangsur-angsur pulih pascapandemi Covid-19. Setelah berhasil menarik 55 juta penonton pada 2023, industri film diperkirakan menyedot makin banyak pencinta perfilman Tanah Air pada 2024. Guna mencapai sukses maksimal, sejumlah tantangan mesti dibereskan. Pengamat sekaligus peneliti film Hikmat Darmawan menilai, pemulihan performa film Indonesia setelah pandemi Covid-19 cukup bagus. Tidak hanya ditopang film-film kuat, seperti Pengabdi Setan 2: Communion dan KKN di Desa Penari, tetapi juga pola penonton di bioskop telah kembali. ”Kalau dari tahun ke tahun, (saya) selalu mengasumsikan potential market penonton bioskop itu, 80 juta penonton. Kita belum bisa ke sana,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/2).

Pada tahun ini, Hikmat memperkirakan, industri film Tanah Air bisa menarik 50-60 juta penonton. Namun, ia belum dapat memastikan apakah angkanya dapat tumbuh lebih banyak lagi karena kapasitas bioskop dalam negeri belum memadai. Mengutip data Badan Perfilman Indonesia, industri film nasional berhasil menarik 51,2 juta penonton pada 2019. Akibat pandemi Covid-19, jumlah penonton anjlok ke 19 juta penonton pada 2020. Setahun setelahnya, angkanya turun ke 4,5 juta penonton. Baru pada 2022, industri perfilman mulai menggeliat dengan sukses menarik lebih dari 24 juta penonton. Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menyebut, 55 juta penonton bioskop yang tercapai pada 2023, memberi sentimen positif bagi investor di pasar modal untuk meningkatkan nilai subsektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

”Ini rekor juga untuk 20 judul film Indonesia yang mencapai rekor 1 juta penonton per film. Daya tarik subsektor ini sangat menarik. Kita harap tenaga kerja di animasi, film, dan video terus bertumbuh,” kata Dessy. Genre film yang popular pada tahun lalu masih berkisar pada horor, melodrama, dan komedi. Namun, genrenya diperkirakan meluas pada 2024. Dirut PT Produksi Film Negara (Persero) Dwi Heriyanto memproyeksikan, bila perfilman Indonesia bisa menarik hingga 60 juta penonton pada 2024, perputaran uang pun akan mengalir deras. Jika harga per tiket Rp 40.000 per orang, omzet sepanjang tahun mencapai Rp 2,4 triliun. Angka ini belum termasuk pendapatan dari kanal media over the top (OTT), layanan berbasis internet yang berperan sebagai distributor konten.

Dalam satu kali produksi film, butuh biaya Rp 5 miliar hingga Rp 20 miliar. Dengan demikian, keuntungan setiap film bervariasi, bergantung pada biaya produksi dan jumlah penonton. ”Menurut saya, kalau mau mengembangkan film-film distribusi channel, di daerah itu masih sangat terbuka karena belum ada bioskop,” kata Dwi. Penyangga bisnis industri film tak melulu dari penjualan tiket film. Justru pendapatan besar dari bioskop berasal dari penjualan makanan dan minuman. Meski tak setiap penonton membeli makanan dan minuman ketika menonton, konsumen rela merogoh kocek berkali lipat dari harga tiket. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari konsumsi tersebut bahkan mencapai empat kali dari harga tiket. (Yoga)