Permintaan KPR Tahun Ini Diprediksi Melonjak
Tren permintaan kredit pemilikan rumah atau KPR masih menggeliat
dan diperkirakan meningkat seiring dengan tingginya animo masyarakat untuk
membeli rumah. Berkaca dari tren sebelumnya, penurunan tingkat suku bunga acuan
disinyalir akan menjadi faktor pendorong permintaan KPR pada 2024. Dirut PT
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan,
KPR masih menjadi motor penggerak utama kinerja bisnis bagi BTN. Pada 2023, KPR
tumbuh 10,4 % secara tahunan menjadi Rp 257,92 triliun. Dari total pertumbuhan KPR
tersebut, penyaluran KPR bersubsidi tercatat tumbuh 10,9 % secara tahunan menjadi
Rp 161,74 triliun. Sementara KPR nonsubsidi tercatat tumbuh 9,5 % menjadi Rp
96,17 triliun pada 2023.
”Jadi, total KPR tumbuh untuk pertama kalinya double digit
setelah pandemi Covid-19 dan mudah-mudahan angka ini bisa dipertahankan sekaligus
menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan pada segmen KPR
bersubsidi membuktikan bahwa permintaan rumah di masyarakat bawah masih tumbuh
karena kebu tuhan dasar,” katanya dalam Konferensi Pers Kinerja BTN 2023, di
Jakarta, Senin (12/2). Dari total penyaluran KPR bersubsidi oleh industri perbankan,
BTN memiliki pangsa pasar 83 %. Secara keseluruhan, pangsa pasar penyaluran KPR
oleh BTN mencapai 39,1 % dari total penyaluran KPR oleh industri perbankan. Merujuk
hasil Survei Sosial Ekonomi (Susenas) 2023 oleh BPS, backlog kepemilikan rumah
di Indonesia mencapai 9,9 juta unit. Backlog merupakan kesenjangan antara
jumlah rumah terbangun (supply) dan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat
(demand). BTN optimistis animo masyarakat untuk memiliki rumah akan terus
meningkat. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023