PEMILU 2024, Pulang Kampung demi Hak Suara
Menjelang hari pemungutan suara hari ini, sejumlah warga di
Kalbar pulang ke kampung halaman demi menyalurkan hak memilihnya. Bagi mereka,
satu suara berharga untuk turut menentukan nasib bangsa. Kondisi itu membuat
suasana di sejumlah ruang publik Kota Pontianak, ibu kota Kalbar, beberapa hari
terakhir tidak seramai biasanya. Selain masih bertepatan dengan libur Imlek,
juga ada juga warga yang pulang ke kampung halaman karena ingin mencoblos. Cindy
Octadilla (25), salah satu warga yang bekerja sebagai guru di salah satu
sekolah swasta di Kota Pontianak, kembali ke kampungnya di Kecamatan Mandor,
Kabupaten Landak, 90 km dari Kota Pontianak, pada Senin (12/2) sore. Ia pulang
kampung bersama tiga saudaranya. ”Kami pulang ke kampong halaman untuk
mencoblos,” kata Cindy, Selasa (13/2). Bagi Cindy, satu suara dari dirinya
sangat penting untuk turut menentukan nasib bangsa ke depan. Sebagai generasi muda,
ia merasa sayang sekali jika tidak mencoblos.
Pada Pemilu 2024, jumlah pemilih muda mendominasi. Secara
nasional, dari total 204,8 juta pemilih dalam Pemilu 2024, sekitar 106,3 juta
atau 52 % berusia 17- 40 tahun. Di Provinsi Kalbar, berdasarkan data KPU
Kalbar, dari 3.958.561 jumlah pemilih di Pemilu 2024, sebanyak 25,37 % atau 1
juta adalah pemilih gen Z (kelahiran 1997-2012), 35,49 % atau 1,4 juta pemilih
dari generasi milenial (kelahiran 1981-1996). Cindy mengaku memantau tahapan
pemilu untuk mengenal para calon presiden dan calon wakil presiden. ” Dengan
menyalurkan hak pilih, ia berharap Indonesia dapat semakin maju. ”Ada anak-anak
yang minder sekolah karena tidak mempunyai handphone. Sebab, waktu pandemi pembelajaran
secara daring. Itu juga motivasi saya pulang untuk memberikan hak suara,”
tuturnya.
Agustinus Yono (46), warga Kabupaten Kapuas Hulu yang harus
mengarungi Sungai Kapuas selama lima jam untuk pulang ke kampung halamannya. Agustinus
bekerja di Desa Tanjung Lokang, Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu.
Sejak beberapa pekan lalu ia pulang ke kota Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas
Hulu. ”Kondisi air sulit diprediksi. Terkadang deras sekali dan kalau kemarau
sulit pula dilintasi. Pada Senin ada 20 rekan baru pulang ke Putussibau untuk
menyalurkan hak suara mereka pada 14 Februari,” Ujarnya. Menurut dia, jangan
sampai hak suara disia-siakan karena akan menentukan nasib bangsa ke depan,
termasuk bagaimana nasib masyarakat. ”Selebihnya, saya berharap pesta demokrasi
ini berlangsung damai,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023