;

Krisis Pelayaran Niaga Global Belum Berakhir

12 Feb 2024 Kompas
Krisis Pelayaran Niaga Global Belum Berakhir

Sejak triwulan IV-2023, gangguan terhadap pelayaran niaga global meningkat. Ketidakpastian situasi akibat krisis di Laut Merah dan dampak El Nino pada Terusan Panama diperkirakan berlangsung sampai beberapa bulan ke depan. ”Ketidakpastian masih seputar berapa lama dan berapa parah gangguan di Laut Merah,” sebut perusahaan pelayaran Maersk, Kamis (8/2) yang dikutip kantor berita AFP. Para pemimpin Maersk mengatakan, tahun 2023 diakhiri dengan banyaknya serangan terhadap kapal kargo di Laut Merah dan Teluk Aden, termasuk kapal mereka. Mereka khawatir, eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak besar pada pelayaran global. Kelompok Houthi di Yaman sejak November 2023 menyerang kapal-kapal kargo di Laut Merah, yang disebut sebagai dukungan bagi Hamas yang tengah berperang melawan Israel. Houthi terutama menyasar kapal-kapal milik Israel dan sekutu-sekutunya, atau memiliki kaitan dengan Israel. Tak hanya menggunakan roket, Houthi pun meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) saat menyerang targetnya, dari kapal pengangkut peti kemas hingga tanker.

Melansir data Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD), sejak November 2023 hingga Januari 2024 terjadi 34 serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Laut Merah. Jalur itu menjadi jalur berbahaya. Sampai awal 2024, setidaknya 300 kapal niaga mengubah jalur pelayaran meski memerlukan waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Lembaga kemanusiaan di Yaman memperingatkan, membengkaknya biaya pelayaran dan pengiriman akibat serangan di Laut Merah memperburuk krisis kemanusiaan di negara itu. ”Seiring memburuknya situasi keamanan di Laut Merah, WFP (Program Pangan Dunia) menghadapi peningkatan biaya dan penundaan pengiriman. Keamanan pangan diperkirakan memburuk dalam beberapa bulan ke depan,” sebut pernyataan WFP, Kamis (8/2).

Lalu lintas di Terusan Panama juga terganggu. Fenomena El Nino menyebabkan kemarau di Panama lebih panjang. Normalnya musim kemarau berlangsung dari Januari hingga Mei. Danau Gatun yang menjadi sumber air bagi operasionalisasi Terusan Panama mengalami kekeringan parah. Suhu tinggi membuat air waduk menyusut. Padahal, dibutuhkan 50 juta galon air untuk setiap manuver perpindahan kapal melalui Terusan Panama. The New York Times edisi 26 Januari 2024 melaporkan, Otoritas Terusan Panama (PCA) telah mengurangi lalu lintas kapal hingga 40 % dibanding jumlah normal, yang mengakibatkan penurunan pendapatan hingga 100 juta USD per bulan sejak Oktober 2023. Sama seperti di Laut Merah, perusahaan pelayaran yang selama ini menggunakan jasa Terusan Panama terpaksa mengubah rute pelayaran menjadi lebih jauh. Tujuannya supaya barang-barang bisa sampai ke konsumen meski ongkos kirim naik. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :