Krisis Pelayaran Niaga Global Belum Berakhir
Sejak triwulan IV-2023, gangguan terhadap pelayaran niaga
global meningkat. Ketidakpastian situasi akibat krisis di Laut Merah dan dampak
El Nino pada Terusan Panama diperkirakan berlangsung sampai beberapa bulan ke depan.
”Ketidakpastian masih seputar berapa lama dan berapa parah gangguan di Laut
Merah,” sebut perusahaan pelayaran Maersk, Kamis (8/2) yang dikutip kantor berita
AFP. Para pemimpin Maersk mengatakan, tahun 2023 diakhiri dengan banyaknya
serangan terhadap kapal kargo di Laut Merah dan Teluk Aden, termasuk kapal
mereka. Mereka khawatir, eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak besar pada
pelayaran global. Kelompok Houthi di Yaman sejak November 2023 menyerang
kapal-kapal kargo di Laut Merah, yang disebut sebagai dukungan bagi Hamas yang
tengah berperang melawan Israel. Houthi terutama menyasar kapal-kapal milik
Israel dan sekutu-sekutunya, atau memiliki kaitan dengan Israel. Tak hanya
menggunakan roket, Houthi pun meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone)
saat menyerang targetnya, dari kapal pengangkut peti kemas hingga tanker.
Melansir data Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB
(UNCTAD), sejak November 2023 hingga Januari 2024 terjadi 34 serangan terhadap kapal-kapal
komersial yang melintas di Laut Merah. Jalur itu menjadi jalur berbahaya.
Sampai awal 2024, setidaknya 300 kapal niaga mengubah jalur pelayaran meski memerlukan
waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Lembaga kemanusiaan di Yaman memperingatkan,
membengkaknya biaya pelayaran dan pengiriman akibat serangan di Laut Merah
memperburuk krisis kemanusiaan di negara itu. ”Seiring memburuknya situasi
keamanan di Laut Merah, WFP (Program Pangan Dunia) menghadapi peningkatan biaya
dan penundaan pengiriman. Keamanan pangan diperkirakan memburuk dalam beberapa
bulan ke depan,” sebut pernyataan WFP, Kamis (8/2).
Lalu lintas di Terusan Panama juga terganggu. Fenomena El
Nino menyebabkan kemarau di Panama lebih panjang. Normalnya musim kemarau berlangsung
dari Januari hingga Mei. Danau Gatun yang menjadi sumber air bagi operasionalisasi
Terusan Panama mengalami kekeringan parah. Suhu tinggi membuat air waduk
menyusut. Padahal, dibutuhkan 50 juta galon air untuk setiap manuver
perpindahan kapal melalui Terusan Panama. The New York Times edisi 26 Januari
2024 melaporkan, Otoritas Terusan Panama (PCA) telah mengurangi lalu lintas
kapal hingga 40 % dibanding jumlah normal, yang mengakibatkan penurunan pendapatan
hingga 100 juta USD per bulan sejak Oktober 2023. Sama seperti di Laut Merah, perusahaan
pelayaran yang selama ini menggunakan jasa Terusan Panama terpaksa mengubah
rute pelayaran menjadi lebih jauh. Tujuannya supaya barang-barang bisa sampai
ke konsumen meski ongkos kirim naik. (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Fregat, Kapal Tempur Canggih Karya Anak Bangsa
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023