;

Arah Rupiah Masih Sideways

Ekonomi Hairul Rizal 12 Feb 2024 Kontan
Arah Rupiah Masih Sideways
Rupiah diprediksi bergerak sideways di awal pekan ini, seiring minimnya data ekonomi. Pada Rabu lalu (7/2), di pasar spot rupiah menguat 0,60% ke US$ 15.635 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) menguat 0,31% ke Rp 15.685 per dolar AS. Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas melihatf menguatnya rupiah didorong revisi penurunan inflasi AS. Ini menyebabkan ada ekspektasi penurunan fed rate jadi lebih cepat. Terlihat dari kenaikan probabilitas penurunan fed rate di Maret menjadi 19% dari 17%. Lalu di Mei juga meningkat dari 54% menjadi 57%. Pada Senin (12/2), Fikri memperkirakan, rupiah cenderung sideways dengan kecenderungan sedikit menguat seiring penurunan USD Index. Sebab belum ada data ekonomi yang signifikan dapat menggerakan rupiah. "Investor masih menunggu data inflasi AS dan sejumlah data dari dalam negeri pada Selasa," tambahnya. Pengamat komoditas dan mata uang Lukman Leong berpendapat, rupiah justru diperkirakan masih bisa tertekan oleh faktor internal pilpres tahun 2024. Walau demikian, koreksi pada dolar AS setelah revisi ke bawah pada inflasi AS bisa mendukung rupiah.
Tags :
#Mata Uang
Download Aplikasi Labirin :