Ekonomi
( 40846 )Sutrisno Memajukan Desa dengan Buah Naga
Di sudut Desa Pekunden, Banyumas, Jateng, Sutrisno (57)
merintis budidaya buah naga sejak 2017. Meski diawali dengan cibiran dan
keraguan orang-orang sekitarnya, kini kebun itu menjadi salah satu primadona
wisata desa sekaligus edukasi bagi para pengunjungInilah kebun buah naga yang
dikelola Sutrisno yang turut mengubah wajah Desa Pekunden. Ilmu dan tips
membudidayakan buah naga diperoleh Sutrisno dari sahabatnya, Sugito, yang
merupakan petani buah naga dari Banyuwangi, Jatim. Ia berguru kepada Sugito
selama satu pekan. Pulang dari sana, ia menanam 140 rumpun tanaman buah naga di
Banyumas yang ditopang dengan kayu randu sebagai batang pokok penopang rumpun. Per
rumpun berisi tiga tanaman buah naga. ”Saat itu banyak yang mencibir, mulai dari
teman-teman juga keluarga. Semua membuat (saya) kecil hati, tetapi saya tetap
semangat,” kata Sutrisno saat dijumpai di kebunnya, Minggu (25/2).
Menurut Sutrisno, tanaman buah naga yang dibudidayakan di
Banyuwangi banyak ditanam di dekat pantai dengan ketinggian permukaan tanah 50
mdpl. Adapun di Pekunden, Banyumas, kebunnya memiliki ketinggian sekitar 46
mdpl. Karena itu, dia berkeyakinan buah
naga bisa hidup di desanya. Setelah enam bulan, keyakinan Sutrisno menjadi
kenyataan. Ia berhasil memetik panen perdana buah naga yang ditanamnya.
Selanjutnya kebun itu terus menghasilkan panen yang baik. Hasilnya makin baik
setelah ia memasang 130 lampu untuk merangsang pembungaan tanaman buah naga
pada malam hari. Setiap dua pekan sekali dia bisa memanen 10-20 buah naga dari
satu rumpun. Bobotnya 3-5 ons per buah. ”Berapa pun buah yang dipanen, alhamdulillah
selalu habis (terserap pasar),” kata ayah dari dua anak ini. Selama ini
Sutrisno selalu mengupayakan pemberian pupuk organik, baik dari kotoran hewan
maupun dari limbah jerami yang ada di sekitar kebunnya, untuk tanaman buah
naga.
Keberhasilannya membudidayakan tanaman buah naga tidak ia
nikmati seorang diri. Ia bermurah hati memberikan buah naga kepada para
tetangga saat panen melimpah. ”Alhamdulillah sampai saat ini tidak pernah ada
yang mencuri buah naga di sini. Lingkungan saling menjaga,” kata Sutrisno. Ia
juga mempekerjakan tiga tetangganya sebagai penggarap di kebunnya. Upahnya Rp 60.000,
termasuk makan siang dan rokok, per hari. Mereka bekerja di kebun buah naga itu
pukul 07.00-13.00. Selain itu, ia juga dengan senang hati berbagi pengalaman
dan pengetahuannya dalam budidaya buah naga kepada orang lain, terutama
generasi muda. Ia ingin generasi muda mencintai pertanian demi keberlanjutan
ketahanan pangan di Indonesia. Langkah Sutrisno terus berlanjut. Sejak tiga
tahun terakhir, ia membuka kebunnya untuk kunjungan wisata yang bisa menopang
program desa wisata. Pengunjung bisa berwisata petik buah naga di kebun
Sutrisno sekaligus melihat pembuatan makanan ringan khas Banyumas di desa ini. Dalam
sebulan tidak kurang dari 500 orang berkunjung ke kebun buah naga ini. Pengunjungnya
mulai anak-anak hingga orang dewasa. Tiket per orang dipatok Rp 5.000 untuk kunjungan
edukasi wisata. Dari tiket itu, Rp 3.000 merupakan pemasukan kebun dan Rp 2.000
untuk kelompok sadar wisata. (Yoga)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
April, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Diprediksi Meningkat
Menyasar Pertumbuhan Ekonomi 5,6%
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% hingga 5,6% pada 2025. Meski terbilang tinggi, target pertumbuhan ekonomi yang dirancang tersebut tetap mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko ekonomi global seperti resesi. Adapun target pemerintah untuk menurunkan tingkat kemiskinan pada tahun depan sekitar 6% sampai dengan 7%, serta tingkat pengangguran terbuka di angka 4% sampai dengan 5%. Beberapa target tersebut dibahas dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo di istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Dalam sambutan sidang di awal paripurna Presiden menyoroti tentang situasi dan risiko ketidakpastian ekonomi global yang berpengaruh pada Kerangka ekonomi makro tahun 2025. Kepala Negara mengatakan bahwa perekonomian beberapa negara seperti Inggris dan Jepang sudah masuk kedalam resesi. "Antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian tapi optimisme dan kreadibilitas agar tetap harus kita jaga. Kita tahu semuanya bahwa beberapa negara sudah masuk ke resesi seperti Jepang, Inggris yang baru saja masuk proses resesi itu," kata Presiden Jokowi. (Yetede)
Lelang Dua ORI, Pemerintah Serap Dana Rp 23,92 Triliun
Jalan Tol Joglosemar Pacu Konektivitas di Trans Jawa
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaparkan perkembangan proyek jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYAI Kulon Progo yang dikelola oleh anak usaha milik Jasa Marga yakni PT Jasamarga Jogya Bawen (PT JJB) dan PT Jasa Marga Jogya Solo (PT JMJ). Direktur Utama Jasa Marga Subiyakti Sukur mengungkapkan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen terbagi atas enam seksi, yakni Seksi 1 Yogyakarta-Simpang Susun (SS) Banyurejo, Seksi 2 SS Banyrejo-SS Borobudur, Seksi 3 SS Borobudur-Magelang-SSTemanggung, Seksi 5 SS Temanggung-SS Ambarawa-JC Bawen. Keenam seksi tersebut secara bertahap telah memasuki tahap pembebasan lahan dan konstruksi. "Selain itu, Jalan Tol Yogyakarta-NYAI Kulon Progo merupakan bagian dari Jaringan Jalan Joglosemar (Joglo-Solo-Semarang). Diharapkan dengan tersambungnya jaringan jalan ini dapat menghubungkan berbagai destinasi pariwisata disekitar wilayah Jogya-Solo-Semarang hinga memperlancar arus distribusi barang dan jasa di Pulau Jawa," kata Subekti dalan agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Yogyakarta beberapa waktu lalu. (Yeted)
Bencana Perikanan Industrial
Ekonomi Sulit, Pembeli Pilih Produk Diskon
Untuk menyiasati kenaikan harga barang, konsumen di AS
terpaksa hidup dengan lebih hemat. dengan membeli barang kebutuhan sehari-hari
yang sedang didiskon. Konsumen mencari barang dengan harga lebih murah, tetapi
kualitasnya tetap baik. Mereka juga mengurangi belanja camilan dan jajan di
luar. Inflasi telah mengubah cara banyak warga AS berbelanja. Perubahan itu
dinilai ikut membantu mengendalikan inflasi. Hidup lebih berhemat ini menjadi
cara konsumen AS ”melawan” harga barang konsumsi yang rata-rata naik 19 % dibandingkan sebelum saat pandemi Covid-19. Siasat
itu, antara lain, dilakukan karyawan salah satu bank di Virginia, Stuart Dryden
(37).
Ia berhenti membeli produk-produk mahal dari Kraft Heinz. Ia
memilih produk di toko tempat belanja aneka kebutuhan sehari-hari yang harganya
lebih murah. Penyuka krim keju dan bagel itu mencontohkan, harga 24 irisan keju
tunggal Kraft 7,69 USD. Adapun produk toko dijual 2,99 USD. Perbedaan harga
yang relatif jauh itu juga terjadi pada produk mac-and-cheese dan keju parut. ”Saya
sudah coba, kualitasnya sama saja. Karena sama, saya pilih yang lebih murah
saja,” kata Dryden. Tidak hanya mengganti jenama kebutuhan harian, ia juga memilih
pindah tempat tinggal setelah biaya sewa rusun naik 50 % dari harga lama. Kini,
kontrakannya lebih dekat ke Amazon Fresh dan Albrecht-Discount. Harga produk di
toko-toko itu lebih murah. (Yoga)
Romansa dan Cerita Rupiah di Batas Negara
Rombongan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 tiba di
terminal penumpang Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Nunukan,
Kaltara, Sabtu (24/2) setelah menempuh 10 jam perjalanan dari Dermaga Pangkalan
Utama TNI AL XIII Tarakan. Rombongan ERB 2024 terdiri dari pegawai BI, prajurit
TNI AL, dan anggota Baznas. Misinya, memberi layanan penukaran uang rupiah dan
layanan kesehatan, juga menyalurkan bantuan program sosial kepada masyarakat
yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Harian Kompas
dan beberapa media lain bergabung dalam rombongan ini. Warung Muliyati (48) hanya
berjarak 10 langkah dari Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia (PB-02) Sebatik.
Meski Muliyati mengantongi identitas warga negara Indonesia, warungnya terletak
di luar patok perbatasan atau berdiri di wilayah negeri jiran. Warung yang diba
ngun Muliyati pada Juni 2023 itu kerap disambangi pelancong yang tergugah untuk
melihat batas negara sekaligus mengunjungi Wisata Rumah Dua Negara.
”Di sini, orang bisa membayar pakai dua mata uang, ringgit
dan rupiah, ada juga yang pakai QRIS. Tapi, paling banyak pembayaran pakai rupiah,”
katanya. Peredaran kedua mata uang itu menjadi fenomena yang wajar mengingat
kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan hanya dibatasi garis imajiner yang
memisahkan teritori dua negara. Beberapa meter dari patok perbatasan, sejumlah
prajurit TNI selalu mencatat lalu lalang warga lintas negara. Barang dagangan
di warung Muliyati yang banyak diminati pembeli adalah ragam produk minuman
saset buatan Malaysia. Kehidupan di perbatasan tidak hanya berkait urusan ekonomi
bagi Muliyati, tetapi juga menyangkut urusan keluarga. Muliyati menikah dengan
warga negara Malaysia dan dikaruniai enam anak. ”Saya orang Indonesia, tetapi
menikah dengan orang Malaysia. Anak saya Malaysia semua. Tapi, saya tetap cinta
Indonesia,” imbuhnya.
Sugianto (66) pemilik kebun sawit di Desa Aji Kuning,
Kabupaten Nunukan, menceritakan, tak sedikit orang Malaysia yang tinggal di
perbatasan membeli hasil kebun sawitnya. Kendati demikian, Sugianto yang kerap
singgah di warung Muliyati untuk sekadar menikmati secangkir kopi masih menyimpan
uang rupiah dalam jumlah lebih banyak ketimbang ringgit. Ringgit yang ia terima
akan ditukarkan dengan rupiah di bank atau digunakan untuk membeli kebutuhan
pokok di kota Tawau, Sabah, Malaysia, yang terpisah perairan laut dengan Pulau
Sebatik, karena lebih dekat dan harga barang-barang kebutuhan pokok di Tawau
pun lebih murah ketimbang di kota terdekat di wilayah Indonesia. Harga 10 kg beras,
27 ringgit 60 sen atau Rp 90.000. Sementara beras domestik Rp 130.000 per 10
kg. Harga minyak goreng di Malaysia Rp 16.000 per liter. Sementara minyak
goreng dalam negeri Rp 20.000 per liter. (Yoga)
Dapur Umum Jadi Andalan Mahasiswa AS
Susah sekali menjadi mahasiswa di AS. Tidak hanya terlilit utang
pinjaman kuliah, sekarang banyak mahasiswa yang kesulitan membeli makanan. Saking
tidak punya uang untuk memasak sendiri atau makan di kantin, mereka mengandalkan
dapur umum gratis. Karenanya, Universitas West Virginia menambah dapur umum mereka.
Dilaporkan oleh surat kabar lokal, Dominion Post, Jumat (23/2) di perguruan
tinggi itu kini ada dapur umum di tiga lokasi. Sejak tahun 2010, masalah
kesulitan membeli makanan di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian.
”Dulu, mahasiswa selalu bercanda, makanan pokoknya mi instan.
Sekarang, untuk membeli mi saja tidak bisa,” kata Sydni Vega, Asisten Pengawas Keterlibatan
dan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas West Virginia. Ia bertanggung jawab atas
operasionalisasi dapur umum di sana. Selama periode 2022-2023, ada 1.000
mahasiswa yang bergantung pada dapur umum ini. Menurut angket Universitas West
Virginia, uang kuliah yang terus naik, disertai meningkatnya harga sewa kamar
indekos ataupun asrama mengakibatkan uang mahasiswa terkuras. Selain itu,
mereka juga masih harus membeli peralatan kuliah, seperti alat tulis, komputer,
dan penunjang lain. Makanan bergizi semakin tergeser dari daftar prioritas.
”Kesulitan membeli makanan membuat mahasiswa sakit, tidak
produktif, depresi, serta berdampak buruk pada kehidupan akademis dan sosial mereka,”
demikian tulis laporan angket tersebut. Media CBS edisi Rabu (21/2) menerbitkan
laporan hasil penelitian Universitas Temple bersama Universitas California Davis,
menemukan, di AS, satu dari tiga mahasiswa kelaparan. Mulai dari kampus besar
dan elite sampai kampus kecil, semua mengalami kasus kesulitan membeli makanan.
Setiap hari mahasiswa yang tidak memiliki uang ini mengantre di dapur umum
untuk makan.
Dapur umum
mengandalkan sumbangan dari masyarakat lokal. Sejumlah kampus dan asrama
mengembangkan lahan pertanian sendiri, termasuk pertanian hidroponik. Hasil
panennya disumbangkan ke dapur umum. Kegiatan memasak dan pelayanannya dikelola
unit kerja mahasiswa. ”Setiap hari saya mengantre 90 menit supaya dapat kursi
di dapur umum,” kata Erin Cashin, mahasiswa tingkat akhir di UC Davis. Ia
bahkan mengatur jadwal kuliahnya sedemikian rupa agar bisa memastikan memperoleh
makanan di dapur umum. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









