;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

ENERGI BARU TERBARUKAN : TITIK AWAL PEMANFAATAN HIDROGEN

22 Feb 2024

Melimpahnya potensi sumber daya energi baru terbarukan di Tanah Air menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk memuluskan pengembangan ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mengoperasikan Stasiun Pengisian Hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) pertama di Indonesia. Dengan posisi geografis berupa negara kepulauan yang berada pada jalur perdagangan internasional, membuka peluang besar untuk Indonesia menjadi hub hidrogen global. Secara perlahan tapi pasti ekosistem hidrogren di Tanah Air pun terus berkembang. Setelah sukses memproduksi hidrogen hijau, kini PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui subholding PLN Indonesia Power resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) pertama di Indonesia. Kendati adopsi kendaraan hidrogren untuk alat transportasi di Indonesia masih membutuhkan waktu, dengan adanya HRS tersebut setidaknya menjadi pijakan baru untuk memperkuat ekosistem hidrogen di dalam negeri. 

Jisman P. Hutajulu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong agar ekosistem hidrogen nasional dapat terbentuk dengan melibatkan berbagai peran dari semua pemangku kepentingan demi tercapainya keekonomian hidrogen di Indonesia. Bagaimana pun, imbuhnya, pemerintah mengharapkan hidrogen dapat menjadi salah satu kontributor transisi energi di Indonesia. Sasaran utama pengembangan hidrogen di Indonesia adalah tercapainya target penurunan emisi dalam enhanced nationally determined contribution (NDC) dan nol emisi karbon (net zero emission/NZE) melalui proses transisi energi dan dekarbonisasi sistem energi global. Terlebih, hidrogen juga dapat digunakan untuk tujuan dekarbonisasi pada berbagai sektor yang tidak mungkin atau sulit untuk diredakan seperti transportasi long distance, shipping, aviation, steel production, pemanasan industri, dan manufaktur. Sebagai gambaran, hidrogen telah dimanfaatkan di Indonesia dalam sektor industri, terutama sebagai bahan baku pupuk. Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini berkisar 1,75 juta ton per tahun, dengan pemanfaatan didominasi untuk urea (88%), amonia (4%), dan kilang minyak (2%). Di sisi lain, PLN saat ini telah memproduksi 203 ton hidrogen hijau dari 22 unit pembangkit atau green hydrogen plant (GHP) yang tersebar di seluruh Indonesia, dari yang sebelumnya hanya 51 ton hidrogen per tahun. 

 Selain itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa PLN juga tengah mengembangkan hidrogen hijau dari true renewable energy production dengan membangun hydrogen production di pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang. Dari total produksi tersebut, PLN hanya menggunakan 75 ton untuk kebutuhan operasional pembangkit, sementara sisanya 128 ton hidrogen hijau bisa digunakan untuk sektor transportasi.

NERACA PERDAGANGAN : KEMENDAG YAKIN SURPLUS BESAR 2024

22 Feb 2024

Kementerian Perdagangan optimistis neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus sepanjang 2024 pada kisaran US$31,6 miliar sampai dengan US$53,4 miliar ditopang peningkatan ekspor nonmigas. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyampaikan bahwa target surplus neraca perdagangan itu cukup rasional mengingat total surplus pada 2023 tidak mencapai US$40 miliar.“Saya pikir sangat rasional kita mematok angka tersebut dengan asumsi bahwa kita mencapai angka lebih tinggi dari 2023,” katanya seusai menghadiri Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2024 di salah satu hotel di Semarang, Rabu (21/2).Menurutnya, target batas bawah surplus neraca dagang sepanjang 2024 memang lebih rendah dibandingkan dengan perolehan pada 2023. Sebagai informasi, Kemendag pada 2023 mematok surplus neraca dagang pada kisaran US$38,3 miliar—US$38,5 miliar. Dia melanjutkan Kemendag juga mematok target nilai ekspor nonmigas sebesar US$260 miliar sepanjang 2024. Jerry berharap ekspor nasional makin meningkat per tahunnya mengingat Indonesia telah menerapkan program penghiliran guna memberikan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.Pada 2025, Kemendag juga telah menetapkan target surplus neraca dagang sebesar US$21,6 miliar—US$54,4 miliar, dengan nilai ekspor nonmigas pada kisaran US$258,7 miliar—US$265,2 miliar. Menurutnya, kebijakan penghiliran yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan salah satu upaya menyejahterakan masyarakat. Alasannya, kebijakan itu memberikan banyak manfaat positif, mulai dari penciptaan lapangan kerja, hingga memberikan kepastian bahwa produk dalam negeri dapat ekspansi ke kancah internasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan ekspor nonmigas pada Januari 2024 terjadi pada sektor pertambangan dan industri pengolahan. Tercatat, ekspor sektor pertambangan anjlok sebesar 23,93%, sedangkan industri pengolahan turun 4,13% secara bulanan. Anjloknya ekspor tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas utama ekspor, seperti batu bara dan nikel, serta susutnya permintaan global akibat perlambatan ekonomi global. Beberapa produk utama ekspor nonmigas yang mengalami kontraksi terdalam, diantaranya bijih, terak dan abu logam (HS 26) turun 41,26%; logam mulia, perhiasan/permata (HS 71) 35,61%; bubur kayu (HS 47) 21,42%; ampas/sisa industri makanan (HS 23) 21,20%; serta bahan bakar mineral (HS 27) 20,81%.Untuk mencapai target surplus pada 2024 pada kisaran US$31,6 miliar sampai dengan US$53,4 miliar, Plt. Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto mengungkapkan siap merealisasikan penguatan fondasi transformasi dengan tiga agenda atau Tri Karsa Transformasi Perdagangan. Ketiganya yakni Transformasi Struktural, Integrasi Kewilayahan, dan Penerapan Tata Kelola Perdagangan yang baik dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Sementara itu, ekonom makroekonomi dan pasar keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky menilai target surplus neraca perdagangan yang ditetapkan Kemendag cukup realistis. “Dari sisi impor pun kalau memang ada perlambatan dari global nampaknya kita juga akan mengimpor lebih sedikit sehingga kemudian on balance, terdampak dua-duanya ekspor dan impor kita,” jelasnya.Oleh karena itu, dia meminta pemerintah menggenjot ekspor nasional agar lebih kompetitif, alih-alih mengandalkan komoditas ekspor utama seperti nikel, minyak kelapa sawit, dan batu bara.

Lelang SRBI Tarik Dana Asing Rp 88,55 Triliun

22 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) mencatat, lelang instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai hingga Rp 391,82 triliun per 20 Februari 2024 menurut BI, instrumen ini turut meningkatkan masuknya dana asing ke pasar keuangan dalam negeri. "Perkembangan ini tercermin dari kepemilikan nonresiden pada instrumen SRBI yang mencapai Rp 88,55 triliun," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo. Ia menuturkan  SRBI, SVBI, dan SUVBI,  terus dioptimalkan untuk  menggantikan instrumen moneter sebelum reserve repo yang tidak bisa  diperdagangkan dalam  pasar uang dan pasar valas. Respons kebijakan moneter  dan inovasi instrumen untuk meningkatkan efektivitas  kebijakan terus diperkuat  guna  memastikan inflasi  tetap terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil. (Yetede)

Hadi Prioritaskan Jaga Situasi Kondusif Pascapemilu dan BLBI

22 Feb 2024
Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) lain guna menjaga situasi kondusif saat ini. Hadi akan menemui sejumlah tokoh, termasuk salah satunya mantan menko polhukam Mahfud MD untuk bertukar pikiran. Selain itu, Hadi akan menyelesaikan kasus  Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), khususnya untuk memburu aset-aset negara yang dicuri sejumlah obligor. "Tadi saya sempat bicara dengan Pak Kapolri dan Pak panglima TNI terkait situasi keamanan dan politik, semuanya kondusif dan hal itu benar-benar harus kita jaga pasca-pesta demokrasi tanggal 14 Februari 2024. Saya segera melaksanakan konsolidasi dengan lembaga/kementerian terkait untuk tetap menjaga kondisi yang saat ini sangat baik, sangat kondusif ini, agar terus dipertahankan," kata Hadi. (Yetede)

Harga Beras Melambung, Saham Emitennya Kian Membumbung

22 Feb 2024
Tren harga beras nasional yang terus meningkat, membawa berkah bagi saham emiten produsen beras seperti PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada, Tbk (HOKI). Harga beras medium saat ini sudah jauh melambung diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900 per kg. Kenaikan harga bahan pokok itu sejalan dengan harga saham produsen beras yang juga telah melesat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data RTI, saham NASI melesat hingga  10,14% dalam satu pekan terakhir  ke posisi Rp 76. Saham emiten beras  lainnya yakni HOKI juga menguat 6,4% dalam satu minggu terakhir ke level Rp183. Kalangan analis percaya, tren kenaikan tersebut masih akan  berlanjut dan membuka  peluang gain saham NASI dan HOKI. "Taget harga HOKI selanjutnya  berada di resistance Rp204, senada dengan kebutuhan pangan yang cenderung meningkat  mendekati bulan puasa. Sedangkan target harga NASI berpotensi menyentuh angka  Rp 86 dalam waktu dekat, karena terdapatnya akumulasi yang cukup kuat pada saham ini," kata Senior Vice Presiden Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi. (Yetede)

BI tetap Optimistis Kredit Tumbuh 12%

22 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan yang tinggi pada kredit perbankan nasional di Januari 2024 sebesar 11,83% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut menjadi salah satu katalis bank sentral yang optimistis secara keseluruhan tahun ini kredit bisa tumbuh 10-12% (yoy). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keyakinannya memasang target 10-12% disebabkan karena likuiditas dan permodalan bang yang lebih dari cukup, untuk turut menopang peningkatan kredit. Ketersediaan likuiditas perbankan tercermin pada tingginya rasio alat liquid/ dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,79 pada Januari 2024. "Selain itu didukung pula oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia, khususnya bagi bank-bank yang menyalurkan kredit pada  sektor-sketor prioritas," tutur Perry. (Yetede)

Kenaikan Inflasi Volatile Food hanya Temporer

22 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) memandang naiknya inflasi komoditas pangan harga bergejoak (volatile food) pada januari 2024 hanya terjadi secara temporer dan masih terkendali. Hal itu secara keseluruhan tidak akan mengganggu arah kebijakan yang prostability. Adapun faktor terjadinya inflasi pangan adalah faktor El Nino, musiman, dan juga tertundanya musim panen. Dari sisi global, terjadi gangguan atau rantai yang bisa berisiko naiknya harga komoditas pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) komponen inflasi  harga bergejolak sebesar 7,22% dan memberikan andil 1,14% ke inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah beras, bawang putih, tomat, cabe merah, dan daging ayam ras. (Yetede)

Tingkat Kekosongan Perkantoran di CBD Jakarta Masih Tinggi

22 Feb 2024
Knight Frank Indonesia menyatakan tingkat kekosongan ruangan kantor di Jakarta lebih tinggi dari rerata di Asia Paisifik. Hingga akhir 2023, tingkat kekosongan ruang perkantoran di bisnis (central business district/CBD) Jakarta mencapai 20% dari total pasokan. "Di Asia pasifik rerata tingkat kekosongan ruang perkantoran premium sebesar 10%. Tingkat kekosongan ruangan di jakarta lebih tinggi dari rerata  di Asia Pasifik. Hingga akhir 2023, ruang kantor yang kosong ada sekitar 1,8 juta meter persegi," ujar Syarifah Syaukat, senior Advisor Knight Frank Indonesia. Menurut Rina Martianti, associate director Occupier Strategy and  Solutions  Knight Frank Indonesia, kekosongan terjadi karena sebelum pandemi Covid-19, di CBD Jakarta angkanya rerata di atas 20%. (Yetede)

Dualisme Sikap AS Tentang Gencatan Senjata

22 Feb 2024
Jika selama berbulan-bulan sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menginginkan jeda pertempuran, sekarang retorikanya berubah jadi perlunya gencatan senjata sementara di jalur Gaza. Namun dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Selasa (20/2/2024), AS kembali memveto draft resolusi yang disusun Aljazair,  untuk terciptanya gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza. Perubahan retorika Biden itu terjadi seiring rencana Israel yang sedang mempersiapkan serangan darat  ke Rafah di Gaza Selatan. Tapi di DK PBB, AS menolak permintaan gencatan senjata sementara terkait pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas. Seperti diberitakan, AS telah memveto tiga draft resolusi DK PBB soal perang di Gaza. Ada pun dua veto terakhir adalah tentang penolakan penggunaan kalimat. "menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera." Tetapi, AS kini mengajukan  draft resolusi yang disusunnya sendiri, dengan mencantumkan kata "gencatan senjata". (Yetede)

Cuan Terbit dari Hak Penerbit

22 Feb 2024
Angin segar berembus ke arah industri media. Melalui intervensi pemerintah, perusahaan pers berpotensi memperoleh sumber pemasukan baru lewat hak penerbit atau publisher rights.  Pemerintah membantu dengan cara meminta perusahaan platform digital menghargai karya jurnalistik yang mereka sajikan buat pengguna. Selama ini, sejumlah penyelenggara sistem elektronik memanfaatkan berita dari perusahaan pers untuk tujuan komersial. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menyatakan tak ada imbal hasil buat produsen konten dari kegiatan tersebut.  

"Ketika berita disebarkan platform digital, di situ ada ikutan iklan yang pendapatannya hanya diperoleh platform sebesar algoritma yang berputar, tanpa teman-teman yang memiliki berita mendapat pembagian keuntungan," ujarnya kepada Tempo, kemarin, 21 Februari 2024. Produsen berita juga tak pernah mengetahui besaran penerimaan tersebut. Di Indonesia, data Statista menyebutkan belanja iklan digital pada 2022 mencapai US$ 2,28 miliar atau sekitar Rp 34,5 triliun. Adapun tahun lalu nilainya diperkirakan meningkat menjadi US$ 2,55 miliar atau sekitar Rp 38,6 triliun.

Ninik menekankan pentingnya apresiasi terhadap karya jurnalistik secara adil dan transparan. Industri media sedang menghadapi tantangan dari berkembangnya teknologi digital. Bisnis mulai beralih mengandalkan impresi atau capaian traffic. Kondisi ini berkontribusi memicu konten clickbait yang dirancang untuk menarik perhatian pembaca, tapi kurang akurat, kurang lengkap faktanya, atau tidak sesuai dengan aturan jurnalistik. Makin clickbait, makin laku algoritmanya. Ninik yakin aliran pendapatan yang baru bisa mendorong peningkatan kualitas jurnalisme. (Yetede)