;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Intergarsi Bisnis dan Akuisisi Lambungkan Kinerja Petrindo

19 Feb 2024
Intergrasi bisnis dan serangkaian akuisisi akan melambungkan kinerja emiten energi dan mineral PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Lini bisnis Petrindo yang demikian agresif dan lengkap melebarkan sayap usaha di sektor strategis membuat perseroan siap  menghasikan nilai tambah yang menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan. Integrasi Petrindo tercermin pada produk dan layanan yang diberikan. Lihat saja, sepak terjang salah satu entitas anaknya, PT Tamtama Perkasa (TP). Bisnis TP terkoneksi mulai dari proses penambangan, ketersediaan jalan, proses screening , pelabuhan, hingga fasilitas penimbunan batu bara. Nyaris dari semua fasilitas  dalam ekosistem batu bara dimiliki TP. Kini, perseroan fokus menuntaskan pembangunan intermediaary stockpile (ISP) yang digarap sejak kuartal IV-2023. (Yetede)

Ekspor Terancam Resesi dan Konflik Geopolitik

19 Feb 2024
Ekspor Indonesia terancam oleh resesi ekonomi di sejumlah negara dan konflik geopolitik. Pemerintah diminta menerapkan strategi jitu untuk menyelamatkan ekspor, salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Jepang, mitra dagang nomor empat Indonesia, masuk jurang resesi tahun lalu, setelah ekonomi kontraksi selama dua kuartal beruntun. Pada 2023, ekspor Indonesia ke Jepang mencapai  US$ 18,8 miliar, sedangkan investasi asing langsung (foreign direct invesment/FDI). Perusahaan Jepang di negara ini mencapai US$ 4,63% miliar, berada di posisi keempat. Sementara itu, ekonomi Inggris pun turun 0,3% pada kuartal IV-2023, lebih buruk dari kuartal sebelum kontraksi 0,1%. Tekanan ekspor semakin berat, seiring prahara di Laut Merah yang membuat ekspor Indonesia ke Eropa terganggu. Hingga kini, konflik di kawasan itu tak kunjung mereda, melainkan semakin panas. Berdasarkan riset S&P Global, sekitar 12% pelayaran dunia melewati laut Merah. Kini, beberapa kapal besar memilih menempuh jarak yang lebih jauh mengitari Afrika untuk sampai Eropa demi menghindari Laut Merah. (Yetede)

Potensi Bisnis MRO Diproyeksi Tembus US$ 2 M

19 Feb 2024
Kementerian PPN/Bapennas bersama Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dan PT Dirgantara Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaran Provinsi Bali. Komitmen kesepahaman itu, mengingat besarnya potensi sektor pemeliharaan dan perbaikan pesawat udara atau maintence, repair, overhaul (MRO) dan purnajual serta layanan jasa penerbangan, pendidikan-pelatihan serta kebandarudaraan. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bapennas Amalia Ardininggar Widyasanti mengatakan eksosistem kedirgantaraan ditopang besarnya potensi industri MRO diharapkan mengangkat aktivitas ekonomi baru, khususnya di wilayah bali Utara. "Dengan ekosistem kedirgantaraan terutama pada besarnya potensi industri MRO di bali yang mana sesuai Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgaantaran 2022-2045, potensinya mencapai US$ 2 miliar. Ini akan mendorong aktivitas di Bali Utara. pada akhirnya ini juga mendorong diversifikasi ekonomi Bali yang berkembang dari pariwisata," kata Amalia. (Yetede)

6 Program Digitalisasi Berdampak ke Ekonomi

19 Feb 2024
Sebanyak enam program percepatan transformasi digital nasional strategis kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah berdampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama perekonomian pedesaan , prestasi pendidikan, kemudahan layanan kesehatan, serta indeks untuk UMKM dan startup. Pada era pemerintahan Joko Widodo yang berjalan selama dua periode, yakni  pada 2014-2019 dan 2019-2024, Kemenkominfo menjalankan enam program kerja utama strategis sebagai upaya percepatan transformasi digital nasional. Khusus pada periode kedua (2019-2024), kementerian ini mempercepat realisasi program digitalisasi. Program meliputi penyediaan infrastruktur seluler atau menara telekomunikasi (based tranciever station/BTS) di daerah terjauh, tertinggal, dan terdepan (3T), fasiitas jaringan seluler 4G di daerah non-3T, Beasiswa Talenta Digital, literasi digital, memfasilitasi UMKM masuk ke platform digital, dan pembinaan pelaku usaha rintisan berbasis teknologi. (Yetede)

Menanti Rezeki dari Emiten Penebar Dividen

19 Feb 2024
Musim pembagian dividen segera tiba. Tak cuma emiten perbankan, emiten non perbankan juga menjadi  ladang penebar dividen. Tak ada salahnya bersiap untuk memburu saham pembagi dividen sekaligus dividennya. Salah satu emiten yang loyal membagikan dividen adalah emiten tambang batubara. Namun, melorotnya harga komoditas dunia menekan kinerja sejumlah emiten batubara. Alhasil laba turun dan menekan besaran dividen. Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas, Handiman Soetoyo memperkirakan pembagian dividen tahun buku 2023 akan menciut karena penurunan kinerja dari sektor energi. Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan total dividen pada musim dividen tahun ini mencapai Rp 320,2 triliun. Angka itu lebih rendah 10,4% dibandingkan total dividen  tahun lalu senilai Rp 357,2 triliun. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menilai selain sektor perbankan, investor juga  bisa mencermati sektor telekomunikasi. Khususnya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Kiwoom Sekuritas memproyeksikan T,LKM bisa menghasilkan dividend per share (DPS) Rp 210. Angka tersebut menggunakan asumsi earning per share (EPS) TLKM mencapai Rp 263 dan dividend payout ratio (DPR) 80%. Selain itu ada juga sektor bahan baku. Yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang ia nilai bisa menghasilkan dividen per saham Rp 210 dengan estimasi EPS Rp 263 dan DPR 80% dari laba bersih. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati, dari penghuni indeks High Dividend20, dividen emiten pertambangan dan konsumen masih menarik. Dari sektor konsumen, Nico menilai pembagian dividen dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menarik  dicermati. Kemudian dari sektor pertambangan, investor dapat mencermati pembagian dividen dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Research Analyst Reliance Sekuritas, Ayu Dian mencermati, dari emiten pelat merah, ada potensi pembagian dividen dari PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Meski bukan emiten yang rajin menebar dividen, emiten pelat merah ini sudah mengalokasikan 20% dari laba untuk dividen.

IHSG ke Level Psikologis Baru

19 Feb 2024
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak seusai Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Rabu (14/2). Secara mingguan, IHSG menutup pekan lalu dengan penguatan 1,39%. Pendiri dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menilai, situasi ini sudah sesuai ekspektasi. Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dalam hitung cepat. Hasil ini tak banyak memberikan kejutan, lantaran sesuai hasil survei sebelum penyelenggaraan Pilpres. Menurut Fendi, hajatan politik berlangsung kondusif menjadi angin segar bagi pasar saham. Situasi ini tetap menjaga daya tarik, di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi global. Ini efek sejumlah negara maju seperti Jepang dan Inggris mengalami resesi. "Jika resesi global, arus dana masuknya ke Indonesia Yield of return masih atraktif," terang Fendi, Minggu (18/2). Pendiri WH-Project, William Hartanto mengingatkan agar pelaku pasar tetap berhati-hati. Setelah penguatan IHSG, bisa terjadi koreksi  akibat profit taking. Hingga kuartal I-2024, William meramal IHSG di level 7.400 - 7.600. Sedang sampai akhir tahun 2024 di rentang 7.600 - 7.700. Pekan ini menurut Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya pasar akan memperhatikan arah bunga acuan Bank Indonesia (BI). Prediksi Cheril, BI akan mempertahankan suku bunga acuan 6%, hingga semester I-2024. Dengan kondisi itu, CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo, menaksir, sepekan ke depan IHSG akan bergerak di area 7.220 - 7.335.

Apresiasi Pasar Pemilu Lancar

19 Feb 2024

Performa indeks harga saham gabungan atau IHSG ngegas dalam 2 hari terakhir perdagangan pekan lalu. Pemilihan umum presiden dan legislatif yang berjalan lancar dan aman tentu menjadi katalis yang direspons positif oleh pelaku pasar. Kami tidak sedang berspekulasi bahwa keunggulan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming dalam hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei telah menghadirkan sentimen positif ke bursa saham. Kendati, tak sedikit analis di lini masa meyakini bahwa kemenangan kedua pasangan itu dalam satu putaran pemilihan suara bakal menghadirkan kepastian lebih cepat atas keberlanjutan proyek-proyek ekonomi yang melibatkan dunia usaha ke depan. Di samping, stabilitas politik dan keamanan nasional bakal relatif lebih kondusif. Tak heran, pelaku pasar saham sungguh mengapresiasi situasi politik yang bergulir saat ini. Buktinya, saat banyak bursa global terkoreksi pada akhir pekan lalu, IHSG justru melanjutkan penguatan selepas pemilu yang digelar Rabu (14/2). Indeks-indeks Wall Street, misalnya, berguguran oleh sentimen laporan inflasi Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran pemangkasan suku bunga The Fed tidak akan terjadi secepat yang diperkirakan tahun ini. S&P 500 terperosok 0,48% ke level 5.005,57. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 145,13 poin atau turun 0,37% menjadi 38.627,99. Adapun, Nasdaq Composite juga jatuh 0,82% ke level 15.775,65. Kondisi ini terjadi karena situasi geopolitik yang memicu tingkat permintaan domestik di sejumlah negara menuju ketidakpastian. Banyak negara bahkan telah diproyeksikan mengalami resesi sejak akhir 2023. Setelah Inggris, Jepang ikut terseret ke jurang resesi setelah perekonomiannya menyusut selama dua kuartal berturut-turut. Pekan lalu, investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy senilai Rp8,22 triliun di Bursa Efek Indonesia. Dari pantauan kami, asing mengoleksi saham-saham big cap di sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Derasnya aliran dana asing ke pasar saham pekan lalu mendorong indeks komposit tumbuh 1,39% dalam sepekan ke level 7.335,54.

Siap-Siap, Bakal Banyak BPR Ditutup Tahun Ini

19 Feb 2024
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin gencar melakukan bersih-bersih terhadap Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Di awal tahun ini saja, sudah ada empat BPR tak sehat yang ditutup atau izinnya dicabut. Terbaru, BPR yang dilikuidasi adalah PT Bank Perekonomian Rakyat Bank Pasar Bhakti. Izin bank ini resmi dicabut sejak 16 Februari 2024. Sedangkan tiga BPR yang sudah lebih dulu ditutup adalah BPR Wijaya Kusumadi Madiun, BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto dan BPR Usaha Madani Karya Mulia di Solo. Kepala Eksekutif OJK Bidang Perbankan Dian Ediana Rae mengungkapkan, tak tertutup kemungkinan jumlah BPR yang ditutup tahun ini lebih banyak dari biasanya. Rata-rata BPR dicabut izin usahanya per tahun hanya tujuh. "Mungkin saja lebih banyak. Saya ingin secepatnya membereskan BPR yang masih bermasalah,” ujar Dian ke KONTAN, Jumat (16/2). Dian menegaskan, upaya penyelamatan selalu diupayakan terlebih dahulu sebelum BPR diputuskan ditutup. "Jika ada yang masih bisa diperbaiki, pasti akan diselamatkan," kata dia. Dian bilang, OJK akan memastikan seluruh BPR dalam kondisi sehat, dengan rasio permodalan dan rasio keuangan lainnya sesuai ketentuan. Harapannya, BPR bisa jadi bank andalan rakyat yang bisa dipercaya dan memberi kontribusi ke perekonomian. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Didik Madiyono menambahkan, pencabutan izin usaha BPR tak perlu dikhawatirkan. Mengingat, simpanan nasabah dari BPR yang dicabut izin usahanya segera dilakukan pembayaran klaim penjaminan oleh LPS. Di sisi lain, OJK menargetkan jumlah BPR berkurang menjadi 1.000 pada 2027. Selain menutup bank-bank bermasalah, OJK akan mendorong BPR melakukan konsolidasi, dengan mewajibkan memiliki modal inti minimum Rp 6 miliar paling lambat pada akhir 2024. Bank yang dimiliki satu pemegang saham diminta untuk segera merger.

Setumpuk PR dari Pesta Demokrasi

18 Feb 2024
Pencoblosan selesai. Genderang kemenangan mulai ditalukan pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua berbekal hasil penghitungan capat. Adapun hasil resmi masih menunggu pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum. Berbagai laporan kecurangan penghitungan suara berseliweran di media sosial. Pendukung pasangan capres dan cawapres yang tertinggal menuntut pengusutan terhadap indikasi kecurangan itu. Sejumlah pegiat kemanusiaan turut resah melihat proses pemilihan.

Di tengah riuh pesta demokrasi, kabar duka datang dari TPS di sejumlah daerah. Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyebutkan 35 orang meninggal saat melakukan penghitungan suara. Sebanyak 23 di antaranya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).  Pencoblosan memang telah usai. Namun setumpuk pekerjaan rumah masih harus dituntaskan. (Yetede)

Musim Tanam Mundur Picu Harga Beras Naik

18 Feb 2024

Kenaikan harga beras yang bervariasi masih terjadi di banyak daerah dan dikhawatirkan berlangsung hingga bulan Ramadhan. Musim tanam padi yang terganggu akibat El Nino ditengarai memicu minimnya panen sehingga harga beras naik. Di Pasar Tambak Rejo, Surabaya, Sabtu (17/2) beras dengan kualitas medium rata-rata dipasarkan dengan harga Rp 11.817 per kg, naik 4,25 % atau Rp 482 per kg dibandingkan hari sebelumnya, di Rp 11.335 per kg. Adapun beras dengan kualitas premium mengalami kenaikan harga lebih tinggi. Rata-rata pedagang menjual beras premium Rp 14.959 per kg, naik Rp 1.082 per kg dari hari sebelumnya, di Rp 13.877 per kg, kenaikannya mencapai 7,80 %. Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Sabtu (17/2) mengatakan, kenaikan harga beras dipicu tingginya harga gabah ditingkat petani.

Bahkan, harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp 7.410 per kg, lebih tinggi 48,2 % dibanding harga acuan yang ditetapkan pemerintah, di Rp 5.000 per kg. Kenaikan harga gabah tersebut dipicu menurunnya produksi beras secara nasional karena minimnya panen di musim hujan. itu, Kabid Perdagangan dan Pengendalian Harga Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Sidik Wibowo berpendapat, kenaikan harga beras kali ini disebabkan faktor El Nino yang membuat musim tanam mundur. Fenomena iklim yang ditandai dengan kekeringan tersebut menyebabkan hujan terlambat turun di Cirebon. Akhirnya, masa tanam yang harusnya dimulai Oktober-Desember mundur hingga Januari dan Februari. Selain itu, lahan pertanian di sejumlah kecamatan juga dilanda kekeringan. ”Jadi, produksi beras berkurang. Kalaupun ada gabah, harganya sudah mahal,” ucap Sidik.  (Yoga)