;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Harga Beras Melambung, Saham Emitennya Kian Membumbung

22 Feb 2024
Tren harga beras nasional yang terus meningkat, membawa berkah bagi saham emiten produsen beras seperti PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada, Tbk (HOKI). Harga beras medium saat ini sudah jauh melambung diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900 per kg. Kenaikan harga bahan pokok itu sejalan dengan harga saham produsen beras yang juga telah melesat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data RTI, saham NASI melesat hingga  10,14% dalam satu pekan terakhir  ke posisi Rp 76. Saham emiten beras  lainnya yakni HOKI juga menguat 6,4% dalam satu minggu terakhir ke level Rp183. Kalangan analis percaya, tren kenaikan tersebut masih akan  berlanjut dan membuka  peluang gain saham NASI dan HOKI. "Taget harga HOKI selanjutnya  berada di resistance Rp204, senada dengan kebutuhan pangan yang cenderung meningkat  mendekati bulan puasa. Sedangkan target harga NASI berpotensi menyentuh angka  Rp 86 dalam waktu dekat, karena terdapatnya akumulasi yang cukup kuat pada saham ini," kata Senior Vice Presiden Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi. (Yetede)

BI tetap Optimistis Kredit Tumbuh 12%

22 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan yang tinggi pada kredit perbankan nasional di Januari 2024 sebesar 11,83% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut menjadi salah satu katalis bank sentral yang optimistis secara keseluruhan tahun ini kredit bisa tumbuh 10-12% (yoy). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keyakinannya memasang target 10-12% disebabkan karena likuiditas dan permodalan bang yang lebih dari cukup, untuk turut menopang peningkatan kredit. Ketersediaan likuiditas perbankan tercermin pada tingginya rasio alat liquid/ dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,79 pada Januari 2024. "Selain itu didukung pula oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia, khususnya bagi bank-bank yang menyalurkan kredit pada  sektor-sketor prioritas," tutur Perry. (Yetede)

Kenaikan Inflasi Volatile Food hanya Temporer

22 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) memandang naiknya inflasi komoditas pangan harga bergejoak (volatile food) pada januari 2024 hanya terjadi secara temporer dan masih terkendali. Hal itu secara keseluruhan tidak akan mengganggu arah kebijakan yang prostability. Adapun faktor terjadinya inflasi pangan adalah faktor El Nino, musiman, dan juga tertundanya musim panen. Dari sisi global, terjadi gangguan atau rantai yang bisa berisiko naiknya harga komoditas pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) komponen inflasi  harga bergejolak sebesar 7,22% dan memberikan andil 1,14% ke inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah beras, bawang putih, tomat, cabe merah, dan daging ayam ras. (Yetede)

Tingkat Kekosongan Perkantoran di CBD Jakarta Masih Tinggi

22 Feb 2024
Knight Frank Indonesia menyatakan tingkat kekosongan ruangan kantor di Jakarta lebih tinggi dari rerata di Asia Paisifik. Hingga akhir 2023, tingkat kekosongan ruang perkantoran di bisnis (central business district/CBD) Jakarta mencapai 20% dari total pasokan. "Di Asia pasifik rerata tingkat kekosongan ruang perkantoran premium sebesar 10%. Tingkat kekosongan ruangan di jakarta lebih tinggi dari rerata  di Asia Pasifik. Hingga akhir 2023, ruang kantor yang kosong ada sekitar 1,8 juta meter persegi," ujar Syarifah Syaukat, senior Advisor Knight Frank Indonesia. Menurut Rina Martianti, associate director Occupier Strategy and  Solutions  Knight Frank Indonesia, kekosongan terjadi karena sebelum pandemi Covid-19, di CBD Jakarta angkanya rerata di atas 20%. (Yetede)

Dualisme Sikap AS Tentang Gencatan Senjata

22 Feb 2024
Jika selama berbulan-bulan sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menginginkan jeda pertempuran, sekarang retorikanya berubah jadi perlunya gencatan senjata sementara di jalur Gaza. Namun dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Selasa (20/2/2024), AS kembali memveto draft resolusi yang disusun Aljazair,  untuk terciptanya gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza. Perubahan retorika Biden itu terjadi seiring rencana Israel yang sedang mempersiapkan serangan darat  ke Rafah di Gaza Selatan. Tapi di DK PBB, AS menolak permintaan gencatan senjata sementara terkait pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas. Seperti diberitakan, AS telah memveto tiga draft resolusi DK PBB soal perang di Gaza. Ada pun dua veto terakhir adalah tentang penolakan penggunaan kalimat. "menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera." Tetapi, AS kini mengajukan  draft resolusi yang disusunnya sendiri, dengan mencantumkan kata "gencatan senjata". (Yetede)

Cuan Terbit dari Hak Penerbit

22 Feb 2024
Angin segar berembus ke arah industri media. Melalui intervensi pemerintah, perusahaan pers berpotensi memperoleh sumber pemasukan baru lewat hak penerbit atau publisher rights.  Pemerintah membantu dengan cara meminta perusahaan platform digital menghargai karya jurnalistik yang mereka sajikan buat pengguna. Selama ini, sejumlah penyelenggara sistem elektronik memanfaatkan berita dari perusahaan pers untuk tujuan komersial. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menyatakan tak ada imbal hasil buat produsen konten dari kegiatan tersebut.  

"Ketika berita disebarkan platform digital, di situ ada ikutan iklan yang pendapatannya hanya diperoleh platform sebesar algoritma yang berputar, tanpa teman-teman yang memiliki berita mendapat pembagian keuntungan," ujarnya kepada Tempo, kemarin, 21 Februari 2024. Produsen berita juga tak pernah mengetahui besaran penerimaan tersebut. Di Indonesia, data Statista menyebutkan belanja iklan digital pada 2022 mencapai US$ 2,28 miliar atau sekitar Rp 34,5 triliun. Adapun tahun lalu nilainya diperkirakan meningkat menjadi US$ 2,55 miliar atau sekitar Rp 38,6 triliun.

Ninik menekankan pentingnya apresiasi terhadap karya jurnalistik secara adil dan transparan. Industri media sedang menghadapi tantangan dari berkembangnya teknologi digital. Bisnis mulai beralih mengandalkan impresi atau capaian traffic. Kondisi ini berkontribusi memicu konten clickbait yang dirancang untuk menarik perhatian pembaca, tapi kurang akurat, kurang lengkap faktanya, atau tidak sesuai dengan aturan jurnalistik. Makin clickbait, makin laku algoritmanya. Ninik yakin aliran pendapatan yang baru bisa mendorong peningkatan kualitas jurnalisme. (Yetede)

Menanti Tuah Guyuran Subsidi Pajak Baru

22 Feb 2024

Pemerintah kembali mengguyur subsidi fiskal untuk mendorong industri mobil listrik dan properti pada tahun ini. Namun di tengah pelemahan daya beli kelas menengah, subsidi fiskal ini dinilai hanya menahan risiko perlambatan ekonomi, alias tak bisa mengungkit pertumbuhan signifikan. Kementerian Keuangan baru saja merilis tiga aturan baru insentif pajak untuk industri kendaraan listrik, juga properti. Pertama, pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian mobil listrik yang diproduksi lokal yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 8/2024. Kedua, insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP atas impor mobil listrik completely built up (CBU) dan penyerahan mobil listrik completely knocked-down (CKD) yang diatur melalui  PMK Nomor 9/2024. Insentif PPnBM DTP atas impor  CBU dan CKD diberikan 100% dari jumlah PPnBM yang terutang. Ketiga, insentif PPN DTP untuk pembelian rumah Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar yang diatur melalui PMK Nomor 7/2024. Selama ini, sokongan industri otomotif terhadap produk domestik bruto (PDB) tak terlalu besar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri alat angkutan hanya berkontribusi 1,49% terhadap PDB.

Sementara perdagangan mobil, sepeda motor dan reparasinya menyumbang 2,24% ke PDB. Adapun real estate berkontribusi 2,42% terhadap PDB dan sektor konstruksi menyumbang 9,29% ke PDB. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita melihat pemberian insentif PPN DTP untuk mobil listrik tak signifikan mengerek penjualan lantaran terbatasnya infrastruktur pendukung mobil listrik. Ia juga menilai, pemberian insentif untuk impor CBU tak tepat. "Karena sama dengan mensubsidi orang kaya," terang dia, Rabu (21/2). Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri juga berpendapat, insentif ini tidak bisa diharapkan menggerakkan ekonomi lantaran daya beli masyarakat yang masih lemah. Sementara kunci untuk mendorong perekonomian dalam negeri adalah memacu daya beli masyarakat. Direktur Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal menilai, insentif mobil listrik yang diberikan oleh pemerintah belum akan kelihatan dampaknya dalam waktu singkat, atau setidaknya dalam waktu 10 tahun. Alhasil, belum akan berdampak signifikan terhadap perekomian. 

Fajar Mulia, Mengubah Sampah Jadi Berkah

22 Feb 2024

Sudah lama Fajar Mulia (42) gerah melihat sampah bertumpuk di mana-mana. Ia tergerak menyedekahkan waktu untuk mengatasi persoalan sampah dan mengubahnya menjadi berkah. Berkeliling di perumahan Althia Park, Bintaro, Tangsel, Banten, pada Minggu (18/2) kita bisa menangkap kegairahan warga mengolah sampah rumah tangga. Sekitar 70 % dari 122 rumah tangga di kompleks itu telah memilah sendiri sampah dalam lima kategori: kardus/kertas, plastik, kemasan makanan, beling, dan logam. Sampah yang masih punya nilai ekonomi itu mereka setorkan ke tiga titik penampungan di kompleks tersebut. Setelah penuh, sampah diangkut ke depo bank sampah di sisi belakang kompleks.

Sebulan sekali sampah itu ditimbang dan dijual kepada pengepul. Sampah sisa makanan (organik) yang tidak bisa disetor ke bank sampah diolah jadi kompos dan eco-enzyme. Di kompleks itu, ada 11 titik komposer kolektif dan 60-an komposer individu milik warga. Kompos dipakai mereka untuk media tanam taman pribadi dan kebun milik bersama. Ekoenzim dipakai untuk activator pembuatan kompos, pupuk, dan sarana edukasi. Warga juga memanfaatkan ekoenzim untuk bahan pembuatan sabun, pembersih lantai, dan produk ramah lingkungan lainnya.

”Semuanya masih kecil-kecilan, baru skala rumah tangga. Tetapi, yang penting, kesadaran warga untuk mengolah sampah sudah muncul,” ujar Fajar Mulia, inisiator gerakan pengolahan sampah yang ditunjuk warga sebagai Ketua Bank Sampah Althia Bahagia. Sejak gerakan swakelola sampah dilakukan warga pada akhir 2018 hingga akhir 2023, sampah bernilai ekonomi yang berhasil dipilah dan dijual jumlahnya lebih dari 18 ton. Adapun sampah organik yang berhasil diubah menjadi kompos dan ekoenzim sekitar 50 % dari sampah warga. Sampah yang dibuang warga tinggal sampah yang benar-benar tak bisa diolah, seperti sampah B3. Menurut Fajar, hasil penjualan sampah setiap tahun Rp 6 juta-Rp 9 juta. Jika diakumulasikan pada 2018-2023, totalnya Rp 41 juta. Uang itu dimasukkan ke kas RT dan digunakan untuk membiayai kegiatan kompleks. (Yoga) 

Pelaku UMKM Siasati Tingginya Harga Beras

22 Feb 2024

Pelaku UMKM makanan di sejumlah daerah menyiasati tingginya harga beras dalam dua pekan terakhir. Mereka berupaya agar harga jual ke konsumen tidak naik meskipun itu berdampak pada berkurangnya keuntungan. Di kawasan Surabaya, Jatim, para penjual lontong bersiasat dengan cara mencampur beras premium dan beras medium. ”Saya biasanya pakai beras premium, tetapi karena harga sedang tinggi, saya campur dengan beras medium yang dibeli dari tetangga,” ujar Sugiyanto, warga kampung lontong Sawahan, Surabaya, Rabu (21/2). Dalam sehari, Sugiyanto mengolah maksimal 5 kg beras menjadi lontong. Dengan pencampuran beras medium dan premium, ongkos produksi lontong bisa ditekan. Penganan ini bisa dijual kepada pelanggan dengan harga Rp 1.500-Rp 2.000 per lontong. Jika memakai beras premium seutuhnya, harga jual lontong naik sampai dua kali lipat. ”Dampaknya, bisa tidak laku dan bikin rugi,” katanya.

Suminto, penjual lontong balap di gerobak keliling di Gubeng, Surabaya, mengatakan, saat harga beras tinggi, ukuran lontong yang diterimanya dari pembuat lontong biasanya mengecil dan berbahan beras campuran. Namun, baginya itu tak menjadi masalah karena penjual lontong telah memberitahukan hal tersebut. ”Yang paling penting,lontongnya segar atau dibuat pagi tadi. Saya juga membatasi beli lontong sekaligus mengurangi bikin sayurnya (taoge),” katanya. Menurut Suminto, dengan membatasi produksi, pedagang makanan sebenarnya akan terdampak berupa berkurangnya keuntungan. Padahal, bagi pedagang mikro dan kecil, keuntungan penjualan makanan merupakan sandaran utama keberlangsungan hidup ekonomi keluarga. Suminto dapat menjual 50 porsi lontong balap dengan keuntungan maksimal Rp 100.000 sehari. ”Tiga hari ini, produksi lontong balap turun, ya, keuntungan juga turun sampai Rp 20.000 sehari,” ujarnya. (Yoga)

 

Nikmat Hasil Kesetiaan Peladang Tangguh Kalbar

22 Feb 2024

Para peladang tangguh dari Kalbar menikmati jalan hidup dan kesetiaan mereka pada alam. Saat kini harga beras melambung tinggi, mereka masih dikaruniai cukup persediaan, bahkan hingga tahun depan. ”Kami tidak terlalu terdampak kenaikan harga beras. Kami punya ladang. Berasnya melimpah,” kata Igoh (59), warga adat Dayak Iban, di Rumah Panjang Sungai Utik di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, Selasa (20/2). Bahkan, saat stok panen tahun lalu belum habis, dia akan panen lagi dalam waktu dekat. Menurut Igoh, panennya diperkirakan 1 ton beras dari sebagian lahan seluas 2 hektar. Jumlah itu akan mencukupi kebutuhan tiga anggota keluarganya hingga lebih dari setahun. Kondisi ini, lanjut Igoh, juga dirasakan masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik lainnya. Saat ini komunitas adat itu berjumlah 281 orang Sebagian tinggal di rumah tunggal. Namun, ada juga yang masih bermukim di Rumah Panjang khas suku Dayak. Dibangun pada 1978, rumah sepanjang 168 meter, dimana warga tinggal di 28 bilik. Untuk hidup, mereka memiliki wilayah adat Sungai Utik seluas 10.048 hektar. Seluas 9.480 hektar di antaranya hutan adat.

Di sana, warga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Tidak hanya beras, juga sayur-mayur dan buah-buah lokal. ”Saya dan masyarakat di kampung bahkan mengirim beras kepada anak-anak kami yang sedang bersekolah di luar daerah. Biasanya 5 kg per setiap panen agar mereka juga ikut menikmati hasil panen,” kata Igoh. Hal serupa terjadi di salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Dusun Sontas, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Temenggung (pemimpin adat) Benua Desa Entikong, Kanisius Kartus (49), Rabu (21/2) mengatakan, dirinya memiliki ladang seluas 2 hektar. Pekan depan, ia akan panen hingga 300 kg beras. Kartus mengatakan, dari lebih kurang 1.000 warga adat, 80 % masih berladang. Dengan demikian, kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi. Tahun lalu, panen ladang milik adiknya mencapai 1 ton beras dan masih ada stok untuk konsumsi. ”Kami bahkan bisa mengirim beras untuk kerabat di luar daerah melalui taksi (moda transportasi mobil) antar kabupaten,” ucapnya. (Yoga)