Ekonomi
( 40465 )Berkat Taylor Swift, Singapura Panen Cuan
Masyarakat rela merogoh kocek lebih untuk menonton penampilan
idolanya bermusik di atas panggung spektakuler. Kecintaan mereka terhadap musisi
papan atas dunia dimanfaatkan Singapura sebagai peluang bisnis. Alhasil, roda perekonomian
berputar karena besarnya efek pengganda (multiplier effect). Perhelatan
terdekat, konser Taylor Swift bertajuk The Eras Tour akan digelar di Singapura pada
2-4 Maret 2024, berlanjut pada 7-9 Maret 2024, di Stadion Nasional Singapura,
Singapura. Meski konser diselenggarakan beberapa kali, masyarakat harus berebut
mendapatkan tiket saking membeludaknya permintaan. Tiket konser The Eras Tour yang
diburu sejak medio 2023 ludes terjual dalam beberapa jam saja melalui
”pertempuran sengit”. Harganya bervariasi, mulai dari 88 dollar Singapura hingga
1.228 dollar Singapura, setara Rp 1 juta sampai Rp 15 juta dengan kurs Rp
11.634 per dollar Singapura. Harga tiket bergantung pada fasilitas dan tata letak
penonton di stadion.
”Sumpah, susah banget (mendapatkan tiket) karena dua kali
war. Pertama, berkolaborasi dengan United Overseas Bank (UOB), kemudian yang
kedua harus pakai kode akses. Aku dulu kerja sama dengan teman-teman, beruntung
salah satu dari kami dapat (tiket),” ujar Sekar Kinasih, yang akrab disapa
Kinkin (27), di Jakarta, Rabu (21/2). Kinkin rela masuk antrean yang tak pasti
demi mendapatkan tiket The Eras Tour sebab ia telah menjadi Swifties alias
penggemar Swift sejak berusia 12 tahun. Awalnya, Kinkin menganggarkan tiket
pada harga Rp 3 juta. Namun, akhirnya ia mendapat tiket seharga Rp 4 juta. Mau
tak mau, ia pun merogoh kocek lebih dalam untuk menyaksikan idolanya. Alhasil,
tiket pesawat dan akomodasi untuk sehari menghabiskan hingga sekitar Rp 10
juta. Dana yang tak sedikit untuk menonton konser itu ditabungnya selama sembilan
bulan.
Untuk konser Taylor Swift, The Eras Tour, lebih dari 22 juta
orang mendaftar dalam prapenjualan (pre-sale). Sementara antrean daring tembus
1 juta orang. Mereka datang dari beragam tempat, terutama negara-negara
tetangga Singapura, antara lain Indonesia, Thailand, dan Filipina. Pemerintah
Singapura melalui Dewan Pariwisata Singapura (Singapore Tourism Board/STB)
disebut-sebut telah membuat kesepakatan khusus agar konser Swift hanya diadakan
di Singapura, bukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Hasilnya, Swift
mengadakan enam konser yang semua tiketnya terjual habis dengan kapasitas
55.000 kursi di Stadion Nasional Singapura. Ketika konser Swift diumumkan,
kenaikan permintaan hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mulai terlihat.
Operator hotel Accor, yang memiliki lebih dari 30 hotel di Singapura, mengalami
peningkatan pesanan untuk delapan bulan sebelum acara.
Periode ini jadi yang tertinggi dibandingkan dengan bulan-bulan
sebelumnya. Kondisi serupa dialami Pan Pacific Hotels Group dengan pesanan
meningkat hingga 200 % pada 2-9 Maret 2024 ketimbang sepekan sebelum tiket
konser Swift dirilis. Mayoritas pesanan ber- asal dari Australia, Indonesia, Taiwan,
dan Korea Selatan. Dari aspek pesanan tiket pesawat, tiket dari Manila (Filipina)
dan Jakarta (Indonesia) menuju Singapura naik 50-130 % selama konser Swift
berlangsung dibandingkan dengan penerbangan sebulan sebelumnya. Tiket sekali
jalan Jetstar Asia dari Jakarta ke Singapura pada awal Maret 2024 senilai Rp
2,2 juta. Padahal, pemesanan untuk bulan sebelumnya hanya Rp 829.000, dikutip
dari The Straits Times. Tak heran, banyak negara berlomba-lomba berebut musisi
dunia untuk menggelar hajatan besar. Efek domino yang dihasilkan tak main-main.
(Yoga)
Siasat Dagang RI di Tahun Naga Kayu
Tahun 2024 merupakan Tahun Naga Kayu. Naga melambangkan
kekuatan, ketangguhan, kemakmuran, dan keberuntungan, sedangkan kayu
menyimbolkan pertumbuhan dan kelenturan. Akankah makna tahun tersebut mencerminkan
kinerja perdagangan internasional Indonesia tahun ini. Tak mudah bagi Indonesia
mendongkrak kinerja ekspor pada tahun ini. Sejumlah tantangan dan hambatan tengah
menanti. Hal itu tidak hanya menyangkut tren penurunan harga komoditas global,
tetapi juga perlambatan ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama RI. China,
pasar ekspor nomor satu RI, tengah melempem dan era pertumbuhan tinggi
ekonominya diperkirakan bakal berakhir. Jepang, pasar ekspor urutan keempat RI,
juga tengah mengalami resesi.
Adapun Uni Eropa (UE) yang diandalkan menjadi pasar ekspor
sejumlah produk manufaktur dan energi baru terbarukan RI justru membentengi
kawasannya dengan melahirkan sejumlah regulasi di bawah rencana aksi
Kesepakatan Hijau Eropa. Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag
Djatmiko Bris Witjaksono, Rabu (21/2) mengatakan, RI harus menghadapi UE dalam
lima kasus sengketa dagang di Organisasi Perdagangan I nternasional (WTO).
Sengketa itu terkait nikel, baja, biodiesel, biomassa, dan asal lemak. ”Belum
pernah terjadi dalam sejarah Indonesia kita bersengketa dengan satu negara
dalam banyak kasus. Situasi kita dengan UE sangat panas. Padahal, kita juga
bermaksud membuat kemitraan dagang yang lebih komprehensif dengan UE,” ujarnya
dalam Rapat Kerja Kemendag 2024 yang digelar pada 19-21 Februari 2024 secara hibrida
di Semarang, Jateng.
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, Kemendag masih akan menyasar
kawasan-kawasan pasar ekspor nontradisional untuk meningkatkan kinerja ekspor
nonmigas RI. Kawasan-kawasan itu adalah Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan
Amerika Latin. Dalam tiga tahun terakhir (2021-2023), nilai ekspor RI ke sejumlah
negara di Asia Selatan tumbuh 31,75 % menjadi 26,7 miliar USD. Begitu juga ke
sejumlah negara di Timur Tengah, nilai ekspornya tumbuh 25,21 % menjadi 10,34
miliar USD. Zulkifli menambahkan, negara utama penyumbang surplus neraca
perdagangan nonmigas RI bahkan sudah berubah dari AS ke India. Pada 2023,
surplus neraca perdagangan RI terhadap India sebesar 14,51 miliar USD,
sedangkan terhadap AS 14,01 miliar USD. (Yoga)
Kemitraan Indonesia dengan Norwegia Jadi Contoh Dunia
Kerja sama penurunan emisi yang terjalin antara Pemerintah
Indonesia dan Norwegia telah berkontribusi dalam menekan laju deforestasi dan
degradasi hutan di Indonesia. Keberhasilan kerja sama ini mendapat perhatian
dan menjadi contoh bagi dunia, khususnya negara-negara pemilik hutan hujan tropis
lainnya. Dubes Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin mengatakan,
Indonesia merupakan negara terdepan di dunia dalam pengurangan laju deforestasi.
Sejak perjanjian kemitraan ditandatangani pada 2022, Norwegia telah memberikan
kontribusi sebesar 156 juta USD untuk hasil pengurangan emisi dari deforestasi
dan degradasi hutan Indonesia.
”Kerja sama bilateral kedua negara telah terjalin dengan baik.
Dengan hasil gemilang yang dicapai oleh Indonesia dalam mengurangi laju deforestasi,
kini kerja sama ini mendapatkan perhatian dari dunia,” ujarnya saat memberikan
sambutan dalam lokakarya Indonesia FoLU Net Sink 2030, di Jakarta, Kamis (22/2).
Pada September 2022, Pemerintah Indonesia menjalin kembali kemitraan dengan Pemerintah
Norwegia dengan fokus penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan
(REDD+). Kerja sama serupa pernah terjalin, tetapi berakhir pada 2021 karena terkendala
pemenuhan pembayaran berbasis hasil (RBP).
Pada Oktober 2022, Norwegia memenuhi RBP sebesar 56 juta USD
untuk pengurangan emisi dari pengurangan laju deforestasi di Indonesia periode
2016-2017. Hasil inventarisasi menunjukkan penurunan emisi Indonesia dari
deforestasi dan degradasi hutan periode 2016-2017 mencapai 11,2 juta ton setara
karbon dioksida (CO2e). Kemudian pada Desember 2023, Norwegia melanjutkan kontribusi
sebesar 100 juta USD untuk kinerja penurunan deforestasi periode 2017-2018 dan
2018-2019. Penurunan emisi Indonesia selama 2017-2019 tercatat sebesar 20 juta
ton CO2e. Menurut Rut, proses yang terbuka dan partisipatif merupakan bagian
dari prinsip penting pelaksanaan nota kesepahaman kedua negara. Para donor
potensial dan negara-negara hutan tropis lainnya pun tertarik untuk belajar dan
mengetahui cara kerja kemitraan ini. (Yoga)
Kubu Prabowo-Gibran Terus Berupaya Perkuat Koalisi
Kubu calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran
Rakabuming Raka, yang menurut hasil hitung cepat sejumlah lembaga mendapat
suara terbanyak di Pemilihan Presiden 2024, terus berupaya memperkuat koalisi
partai politik pendukung pemerintahannya ke depan. Upaya itu tak langsung
dilakukan dengan mendekati para ketua umum partai politik (parpol) dari kubu
lawan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun, melalui orang-orang di lapis
kedua partai tersebut. Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo saat dihubungi di
Jakarta, Kamis (22/2) mengakui ada upaya melobi dari pihak Prabowo-Gibran ke
partai-partai politik pengusung calon presiden-wakil presiden Anies
Baswedan-Muhaimin Iskandar ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD agar masuk dalam
barisan koalisi parpol pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, Dradjad
melanjutkan, upaya lobi baru ke lapisan kedua dari parpol kubu lawan, seperti
di level sekjen, wakil sekjen, wakil ketua umum, hingga ketua bidang.
”Setelah pengumuman resmi (hasil pemilu), biasanya ketum
(ketua umum) atau elite parpol bertemu secara formal. Sekarang ini, lapis kedua itu
ngobrol-ngobrol, ngopi-ngopi,” kata Dradjad. Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye
Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu enggan menyebutkan parpol yang didekati. Ia
hanya menyebutkan, target lobi adalah partai yang sudah lama bersama di
pemerintahan Joko Widodo. Partai dimaksud berarti PDI-P, PPP, Partai Nasdem,
dan PKB. Di Pilpres 2024, PDI-P dan PPP mengusung Ganjar-Mahfud, sedang Nasdem
dan PKB mengusung Anies-Muhaimin. Adapun parpol pengusung Prabowo-Gibran di
antaranya Partai Gerindra, Golkar, PAN, dan Partai Demokrat. Menurut Dradjad,
lobi di antara pejabat di lapisan kedua partai itu dimaksudkan untuk membuka
jalan sebelum pertemuan di tingkat ketua umum. Dengan demikian, pertemuan antar-ketua
umum bisa segera mengambil kesepakatan. (Yoga)
Kerja Keras agar Mendapat Pekerjaan
Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2023 mencapai 5,32
% atau 7,8 juta orang, turun 0,54 % dibanding pada Agustus 2022. Meski begitu,
angka itu tergolong besar. Sekalipun informasi bertebaran di dunia maya tentang
lowongan pekerjaan, nyatanya para pecari kerja tetap harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Masih ada jutaan
orang yang berjibaku melamar pekerjaan. Mereka harap-harap cemas untuk segera memperoleh
pekerjaan. Pukul 10.31. Pagu Ginting (24) setengah berlari menuju barisan
paling belakang antrean di Mega Career Expo, Smesco Exhibition Hall, Jakarta,
Kamis (22/2). Kedua tangannya cekatan mengeluarkan berkas lamaran kerja dan CV
(riwayat hidup) yang jumlahnya belasan. Satu per satu dimasukkannya ke amplop
berwarna coklat yang jumlahnya sama. ”Sudah setahun (cari kerja). Semoga
keterima,” ujar Pagu sembari menyeka peluh di keningnya.
Setahun yang lalu, Pagu meninggalkan Sumut dengan harapan
berdikari di Jakarta. ”Ternyata (itu) susah. (Saya) sudah memasukkan lamaran (kerja)
lewat Jobstreet, Linkedin, ikut job fair di TMII, enggak ada panggilan sama
sekali,” kata Pagu. Ratusan pencari kerja berdatangan sejak pagi ke Mega Career
Expo, di Smesco Exhibition Hall, yang berlangsung dua hari, yakni 21 dan 22
Februari 2024, dimana Setidaknya ada 40 perusahaan nasional dan multinasional dengan
ketersediaan lebih dari 200 lowongan kerja. Diantara pencari kerja, ada lulusan
SMA dan sederajat, sarjana, lulusan baru, hingga lulusan yang sudah lama
mencari kerja. Mereka mengantre dalam dua baris sambil menyiapkan berkas dan
amplop dengan satu harapan, segera mendapatkan pekerjaan.
Lena (29) celingak-celinguk sambil mengantre. Sebelumnya, dia
pernah mengikuti bursa kerja di Mangga Dua Square, Jakut, Oktober 2023, tetapi
apa daya belum ada panggilan kerja. ”Terakhir kerja tahun 2022. Selama ini
sudah cari sana-sini, cuma belum ada yang kecantol,” ucap Lena. Di kala banyak
pelamar menunggu panggilan, pertimbangan bagian SDM di perusahaan terhadap
calon pekerja ternyata cukup selektif. Mereka terutama mengharapkan kandidat
yang mempunyai keterampilan lunak (soft skill). Kebanyakan kandidat seperti ini
ditemukan dari rekomendasi sejawat ketimbang bursa kerja. (Yoga)
Perbankan Komitmen Berikan Dividen Lebih Besar
Peter Sondakh Lepas 83% Saham di Fortune Indonesia
Neraca Pembayaran Surplus Rupiah Menguat
MNP Tekan Biaya Logistik Indonesia Timur
Kemenkominfo Didik 127 Ribu Talenta Digital
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









