;

Siasat Dagang RI di Tahun Naga Kayu

Ekonomi Yoga 23 Feb 2024 Kompas
Siasat Dagang RI di
Tahun Naga Kayu

Tahun 2024 merupakan Tahun Naga Kayu. Naga melambangkan kekuatan, ketangguhan, kemakmuran, dan keberuntungan, sedangkan kayu menyimbolkan pertumbuhan dan kelenturan. Akankah makna tahun tersebut mencerminkan kinerja perdagangan internasional Indonesia tahun ini. Tak mudah bagi Indonesia mendongkrak kinerja ekspor pada tahun ini. Sejumlah tantangan dan hambatan tengah menanti. Hal itu tidak hanya menyangkut tren penurunan harga komoditas global, tetapi juga perlambatan ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama RI. China, pasar ekspor nomor satu RI, tengah melempem dan era pertumbuhan tinggi ekonominya diperkirakan bakal berakhir. Jepang, pasar ekspor urutan keempat RI, juga tengah mengalami resesi.

Adapun Uni Eropa (UE) yang diandalkan menjadi pasar ekspor sejumlah produk manufaktur dan energi baru terbarukan RI justru membentengi kawasannya dengan melahirkan sejumlah regulasi di bawah rencana aksi Kesepakatan Hijau Eropa. Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Rabu (21/2) mengatakan, RI harus menghadapi UE dalam lima kasus sengketa dagang di Organisasi Perdagangan I nternasional (WTO). Sengketa itu terkait nikel, baja, biodiesel, biomassa, dan asal lemak. ”Belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia kita bersengketa dengan satu negara dalam banyak kasus. Situasi kita dengan UE sangat panas. Padahal, kita juga bermaksud membuat kemitraan dagang yang lebih komprehensif dengan UE,” ujarnya dalam Rapat Kerja Kemendag 2024 yang digelar pada 19-21 Februari 2024 secara hibrida di Semarang, Jateng.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, Kemendag masih akan menyasar kawasan-kawasan pasar ekspor nontradisional untuk meningkatkan kinerja ekspor nonmigas RI. Kawasan-kawasan itu adalah Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Dalam tiga tahun terakhir (2021-2023), nilai ekspor RI ke sejumlah negara di Asia Selatan tumbuh 31,75 % menjadi 26,7 miliar USD. Begitu juga ke sejumlah negara di Timur Tengah, nilai ekspornya tumbuh 25,21 % menjadi 10,34 miliar USD. Zulkifli menambahkan, negara utama penyumbang surplus neraca perdagangan nonmigas RI bahkan sudah berubah dari AS ke India. Pada 2023, surplus neraca perdagangan RI terhadap India sebesar 14,51 miliar USD, sedangkan terhadap AS 14,01 miliar USD. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :