Ekonomi
( 40846 )GoTo Andalkan Layanan ”On-Demand” dan Tekfin
Lini bisnis layanan on-demand dan teknologi finansial menjadi
andalan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dalam memperluas jangkauan dan
monetisasi pasar selama 2024. Kedua lini bisnis ini juga dianggap bisa membantu
perseroan mengejar laba. Direktur/Presiden Teknologi Finansial GoTo Hans Patuwo
saat sesi paparan publik, Rabu (28/2) di Jakarta, mengatakan, laporan riset E-Conomy
SEA2023 yang dirilis Google,Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, layanan
on-demand, seperti transportasi dan pengantaran makanan, di Indonesia
diprediksi akan tumbuh sekitar 20 miliar USD pada 2030. Industri layanan
pembayaran digital diperkirakan tumbuh 760 miliar USD dan pembukuan pinjaman
digital tumbuh 40 miliar USD pada 2030. ”Riset itu menggambarkan potensi bisnis
yang besar bagi segmen on-demand dan teknologi finansial,” ujarnya.
Menurut Hans, pada triwulan IV-2023, adjusted EBITDA, atau
laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan, pada
GoTo positif. Nilai adjusted EBITDA GoTo terus membaik dalam tujuh triwulan
terakhir. Untuk memperkuat kinerja, GoTo menyusun strategi guna mencapai
adjusted EBITDA grup positif tahun 2024. Pilar pertamanya adalah meningkatkan
frekuensi pelanggan lamaserta terus memperluas jangkauan pasar, melalui
produk-produk yang menjangkau konsumen dengan karakteristik suka
memprioritaskan harga, seperti GoCar hemat, GoFood hemat, dan aplikasi GoPay. Pilar
keduanya, meningkatkan monetisasi melalui produk teknologi finansial yang mampu
menghasilkan take rate atau komisi lebih tinggi, seperti GoPayLater, GoPay
Pinjam, dan GoPay Tabungan yang bekerja sama dengan Bank Jago. Di luar kedua
pilar itu, perseroan juga berkomitmen disiplin mengelola beban usaha yang
mencakup beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban
operasional tetap, serta insentif dan promosi. (Yoga)
Divestasi Tak Jamin Kenaikan Harga Saham Vale Indonesia
Saham perusahaan tambang nikel PT ValeIndonesia Tbk yang
tercatat di bursa dengan nama INCO naik sesaat pascadivestasi saham, Senin
(26/2). Namun, tren ini dinilai analis tidak akan bertahan lama karena factor eksternal
yang memengaruhi perdagangan komoditas nikel. Pada perdagangan sesi pertama
Rabu (28/2), harga saham INCO menyentuh angka tertinggi Rp 4.120 per lembar, setelah
terus naik pada kisaran Rp 3.800 per lembar sejak dua hari sebelumnya. Namun,
harga itu mulai turun di pengujung perdagangan sesi pertama. ”Menurut saya, ini
karena sentimen divestasi berakhir. Sekarang INCO mencapai fase jenuh jual dan
mulai rebound,” kata pengamat pasar modal sekaligus founder WH-Project, William
Hartanto.
Sentimen itu terjadi setelah Pemerintah Indonesia melalui PT
Mineral Industri Indonesia Persero (Mind Id) resmi mengakuisisi 14 % saham dari
perusahaan pengendali lain, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining
Co Ltd (SMM). Dengan itu, perusahaan induk (holding) industri pertambangan BUMN
itu menjadi pemegang saham mayoritas, sebesar 34 %. Analis Henan Putihrai Sekuritas,
Ezaridho Ibnutama, berpendapat, kenaikan harga saham INCO hanya akan terjadi
sesaat. Bahkan, harga cenderung turun setelah PT Vale Indonesia Tbk menawarkan right
issue atau saham baru kepada investor di Bursa Efek Indonesia dengan harga Rp 3.050
per lembar. Harga tersebut adalah harga divestasi yang disepakati bersama. ”Top-line
(pendapatan) dan bottom-line (laba bersih) INCO akan mengalami kontraksi sampai
tahun depan jika kondisi ekonomi global masih ada banyak ketidakpastian,”
ujarnya. (Yoga)
Pertumbuhan Ekonomi 2023
Sejumlah Bank Gelar Pameran Dorong Kredit Konsumer
Petrindo Jaya Tuntaskan Akuisisi Tambang Batu Bara Indika Rp 3,2 Triliun
Kemenhub Dorong Pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial
Penurunan Kinerja Ekspor Sawit Diprediksi Berlanjut
Lelang SUN, Pemerintah Serap Dana Rp 24 Triliun
Bisnis Rumah Tapak Tetap Stabil
Kemenhub Dukung Pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









