Kerja Keras agar Mendapat Pekerjaan
Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2023 mencapai 5,32
% atau 7,8 juta orang, turun 0,54 % dibanding pada Agustus 2022. Meski begitu,
angka itu tergolong besar. Sekalipun informasi bertebaran di dunia maya tentang
lowongan pekerjaan, nyatanya para pecari kerja tetap harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Masih ada jutaan
orang yang berjibaku melamar pekerjaan. Mereka harap-harap cemas untuk segera memperoleh
pekerjaan. Pukul 10.31. Pagu Ginting (24) setengah berlari menuju barisan
paling belakang antrean di Mega Career Expo, Smesco Exhibition Hall, Jakarta,
Kamis (22/2). Kedua tangannya cekatan mengeluarkan berkas lamaran kerja dan CV
(riwayat hidup) yang jumlahnya belasan. Satu per satu dimasukkannya ke amplop
berwarna coklat yang jumlahnya sama. ”Sudah setahun (cari kerja). Semoga
keterima,” ujar Pagu sembari menyeka peluh di keningnya.
Setahun yang lalu, Pagu meninggalkan Sumut dengan harapan
berdikari di Jakarta. ”Ternyata (itu) susah. (Saya) sudah memasukkan lamaran (kerja)
lewat Jobstreet, Linkedin, ikut job fair di TMII, enggak ada panggilan sama
sekali,” kata Pagu. Ratusan pencari kerja berdatangan sejak pagi ke Mega Career
Expo, di Smesco Exhibition Hall, yang berlangsung dua hari, yakni 21 dan 22
Februari 2024, dimana Setidaknya ada 40 perusahaan nasional dan multinasional dengan
ketersediaan lebih dari 200 lowongan kerja. Diantara pencari kerja, ada lulusan
SMA dan sederajat, sarjana, lulusan baru, hingga lulusan yang sudah lama
mencari kerja. Mereka mengantre dalam dua baris sambil menyiapkan berkas dan
amplop dengan satu harapan, segera mendapatkan pekerjaan.
Lena (29) celingak-celinguk sambil mengantre. Sebelumnya, dia
pernah mengikuti bursa kerja di Mangga Dua Square, Jakut, Oktober 2023, tetapi
apa daya belum ada panggilan kerja. ”Terakhir kerja tahun 2022. Selama ini
sudah cari sana-sini, cuma belum ada yang kecantol,” ucap Lena. Di kala banyak
pelamar menunggu panggilan, pertimbangan bagian SDM di perusahaan terhadap
calon pekerja ternyata cukup selektif. Mereka terutama mengharapkan kandidat
yang mempunyai keterampilan lunak (soft skill). Kebanyakan kandidat seperti ini
ditemukan dari rekomendasi sejawat ketimbang bursa kerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023