Nikmat Hasil Kesetiaan Peladang Tangguh Kalbar
Para peladang tangguh dari Kalbar menikmati jalan hidup dan
kesetiaan mereka pada alam. Saat kini harga beras melambung tinggi, mereka
masih dikaruniai cukup persediaan, bahkan hingga tahun depan. ”Kami tidak
terlalu terdampak kenaikan harga beras. Kami punya ladang. Berasnya melimpah,”
kata Igoh (59), warga adat Dayak Iban, di Rumah Panjang Sungai Utik di Kabupaten
Kapuas Hulu, Kalbar, Selasa (20/2). Bahkan, saat stok panen tahun
lalu belum habis, dia akan panen lagi dalam waktu dekat. Menurut Igoh, panennya
diperkirakan 1 ton beras dari sebagian lahan seluas 2 hektar. Jumlah itu akan
mencukupi kebutuhan tiga anggota keluarganya hingga lebih dari setahun. Kondisi
ini, lanjut Igoh, juga dirasakan masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik
lainnya. Saat ini komunitas adat itu berjumlah 281 orang Sebagian tinggal di
rumah tunggal. Namun, ada juga yang masih bermukim di Rumah Panjang khas suku
Dayak. Dibangun pada 1978, rumah sepanjang 168 meter, dimana warga tinggal di
28 bilik. Untuk hidup, mereka memiliki wilayah adat Sungai Utik seluas 10.048
hektar. Seluas 9.480 hektar di antaranya hutan adat.
Di sana, warga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara
mandiri. Tidak hanya beras, juga sayur-mayur dan buah-buah lokal. ”Saya dan
masyarakat di kampung bahkan mengirim beras kepada anak-anak kami yang sedang
bersekolah di luar daerah. Biasanya 5 kg per setiap panen agar mereka juga ikut
menikmati hasil panen,” kata Igoh. Hal serupa terjadi di salah satu wilayah
perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Dusun Sontas, Kecamatan Entikong,
Kabupaten Sanggau. Temenggung (pemimpin adat) Benua Desa Entikong, Kanisius
Kartus (49), Rabu (21/2) mengatakan, dirinya memiliki ladang seluas 2 hektar.
Pekan depan, ia akan panen hingga 300 kg beras. Kartus mengatakan, dari lebih
kurang 1.000 warga adat, 80 % masih berladang. Dengan demikian, kebutuhan pangan
warga tetap terpenuhi. Tahun lalu, panen ladang milik adiknya mencapai 1 ton
beras dan masih ada stok untuk konsumsi. ”Kami bahkan bisa mengirim beras untuk
kerabat di luar daerah melalui taksi (moda transportasi mobil) antar kabupaten,”
ucapnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023