;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

SELEKSI KETAT SAHAM BERKUALITAS

25 May 2024

Dinamika pasar yang bergerak makin cepat menjadi momentum bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembenahan melalui seleksi ketat saham-saham berkualitas demi menarik minat investor. Sebagai gambaran, berdasarkan data Bloomberg, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga perdagangan terakhir masih terkoreksi tipis 0,69% sepanjang 2024 dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp12,16 triliun. Di tengah kondisi itu, BEI tercatat mengeluarkan 98 peringatan aktivitas tak wajar (unusual market activity/UMA) sehingga diperlukan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efi sien. Dalam aturan barunya, Bursa menerapkan ketentuan seperti catatan performa keuangan dari sisi ekuitas positif, filter dari sisi likuiditas yang tecermin pada nilai kapitalisasi pasar dan porsi saham publik atau free float hingga kinerja tanpa rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut yang berlaku pada Mei 2025. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, alat seleksi saham papan utama ini sudah memberikan investor informasi untuk mendapatkan saham yang lebih berkualitas. 

Emiten di papan utama, misalnya, tidak boleh memiliki ekuitas negatif sehingga investor mendapatkan saham berkualitas dari sisi ekuitas. Lebih lanjut Audi menyatakan, langkah BEI untuk memasukkan 10 emiten penghuni papan utama yang lolos seleksi langsung mendapatkan perhatian dari investor. Bisnis mencatat 10 emiten penghuni baru papan utama a.l. yakni PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR), dan PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM). "Selain itu, dari emiten yang turun ke papan pengembangan beberapa yang masih rutin membagikan dividen, sehingga masih dapat diperhatikan meski untuk momen tertentu saja seperti BNLI (PT Bank Permata Tbk.), HMSP (PT H.M. Sampoerna Tbk.), dan ADMF (PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.)," katanya. 

Angin segar dari kebijakan BEI ini dirasakan oleh PT Trans Power Marine Tbk. Direktur Trans Power Marine Rudi Sutiono menyatakan, sebagai penghuni baru papan utama, perusahaan seperti mendapatkan suntikan tenaga untuk mengakselerasi misi ekspansi. Terpisah, Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus justru menyatakan, penambahan ketentuan seleksi saham bukanlah satu-satunya pertimbangan memilih saham. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto justru menilai, pada dasarnya kinerja fundamental emiten masih menjadi parameter utama bagi investor jangka panjang. Menurutnya, penyesuaian papan merupakan terobosan baru, tetapi tidak menjadi tujuan utama bagi para investor. Terpisah, Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menambahkan kebijakan ini bakal memberikan sentimen jangka pendek terhadap kinerja harga saham emiten terkait, khususnya saham yang turun kelas.

Mendorong Penguatan Pasar Modal

25 May 2024

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperkuat pasar modal dengan menggulirkan sejumlah kebijakan, salah satunya pengetatan klasifikasi emiten di lantai bursa. BEI melakukan penyesuaian menyangkut mekanisme perpindahan papan pencatatan bagi perusahaan tercatat dari papan utama atau papan ekonomi baru ke papan pengembangan. Penyesuaian tersebut bertujuan untuk memberikan klasifikasi yang jelas kepada investor mengenai kondisi emiten berdasarkan kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, serta pemenuhan atas ketentuan peraturan BEI dan akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada Mei dan November. Sebagai informasi, BEI mengklasifikasikan 926 emiten ke dalam pembagian lima papan pencatatan, yaitu papan utama, papan Utama ekonomi baru, papan pengembangan, papan akselerasi, dan papan pemantauan khusus. Melalui tambahan persyaratan perpindahan emiten di papan utama maupun papan pengembangan, maka pada 31 Mei 2024 mendatang, jumlah emiten di papan utama akan berkurang menjadi 248, dari sebelumnya 347 emiten. 

Sementara itu, jumlah emiten di papan pengembangan akan bertambah menjadi 419 emiten, dari sebelumnya 320 emiten. Selain itu, emiten di yang berhak masuk dalam kelas papan utama juga harus memenuhi salah satu dari kriteria rasio harga terhadap laba per saham (price to earning) tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to earning pasar atau rasio harga terhadap nilai buku (price to book value) saham tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to book value pasar atau nilai kapitalisasi saham tidak kurang dari Rp12 triliun. Syarat kedua, jumlah pemegang saham harus lebih dari 750 nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) dan memenuhi persyaratan saham free float dengan sejumlah ketentuan. Syarat ketiga untuk memastikan pemenuhan aspek fundamental emiten di papan utama, mulai Mei 2025 yang akan dating, emiten yang ingin tetap tercatat di papan utama tidak boleh membukukan rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut, atau membukukan compound annual growth rate (laju pertumbuhan majemuk tahunan/CAGR) atas pendapatan usaha paling sedikit 20% selama 3 tahun terakhir.

SURAT BERHARGA NEGARA : ST012 Aset Defensif Investor

25 May 2024

Minat investor ritel terhadap Sukuk Tabungan seri ST012 terus meningkat seiring dengan keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% pada Mei 2024. ST012 sudah terjual sekitar Rp15,30 triliun per Jumat (24/5). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebelumnya menambah kuota penerbitan ST012 dari awalnya Rp10 triliun menjadi Rp16 triliun. Dengan demikian, kuota ST012 tersisa kurang lebih Rp700 miliar, dengan masa penawaran yang dimulai sejak 26 April —29 Mei 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, tingkat kupon ST012 masih cukup menarik bagi investor, terutama bagi mereka yang membutuhkan aset-aset yang relatif terjaga dari volatilitas pasar keuangan. Hal itu pula yang menjadi alasan investor ritel untuk mengoleksi sukuk tersebut. Pemerintah meluncurkan ST012 dalam dua seri, yakni ST012-T2 (tenor 2 tahun) dengan kupon 6,40%, dan Green Sukuk Ritel ST012-T4 (tenor 4 tahun) dengan kupon tertinggi 6,55% per tahun. Mengacu data salah satu mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) per Jumat (24/5) pukul 15.00 WIB, ST012 terpantau laris diborong investor sebanyak Rp15,30 triliun dari kedua seri.

PROYEKSI KUARTALAN : Ekonomi RI Tetap Berdaya Tahan

25 May 2024

Laju perekonomian RI pada kuartal II/2024 dinilai tetap berdaya tahan walaupun masih dibayangi ketidakpastian global. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2024 akan tetap baik, melanjutkan tren pertumbuhan yang kuat pada kuartal I/2024. “Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II/2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers’ Index [PMI] Manufaktur,” katanya, dikutip Jumat (24/5). Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 tercatat sebesar 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 5,04% year-on-year (YoY). Selain itu, Perry menyampaikan bahwa kinerja investasi pun tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur. 

Di sisi lain, kinerja ekspor Indonesia cenderung melambat, mengingat masih lemahnya permintaan dari mitra dagang utama. Namun, dengan berbagai perkembangan tersebut, BI optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2024 akan berada dalam kisaran 4,7%—5,5%. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan bahwa tren belanja pada periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama, 9—12 Mei 2024, cenderung melandai dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya. Berdasarkan Mandiri Spending Index, belanja masyarakat pada periode libur panjang pertengahan Mei 2024 tercatat turun 0,7% dibandingkan dengan rerata belanja pada pekan-pekan sebelumnya. Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menyampaikan bahwa belanja masyarakat biasanya akan memasuki periode normalisasi pascaperiode Idulfi tri dan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Mei 2024.

PEMASARAN INFLUENCER : PELUANG BESAR EKONOMI KREATOR

25 May 2024

Influencer dan para kreator konten kini telah menjadi salah satu pelaku bisnis yang diperhitungkan di era digital serta melahirkan sektor baru sebagai ‘ekonomi kreator’. Bahkan, dari segi angka memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data dari Goldman Sachs, pangsa pasar yang dapat dijangkau oleh ekonomi kreator ini mencapai US$480 miliar atau Rp7,58 kuadriliun pada 2027, meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan tahun ini sebesar US$250 miliar. Potensi yang besar ini tidak lepas dari kekuatan para kreator konten dalam membentuk tren, opini, dan perilaku sosial, terutama para audiens yang merupakan pengguna aktif internet. Mereka bahkan mampu memengaruhi keputusan pembeli hingga persepsi merek yang pada akhirnya mendorong terjadinya proses penjualan. Tak heran bila pengeluaran iklan yang dialokasikan untuk kerja sama dengan influencer secara konsisten terus meningkat selama dekade terakhir. 

Dengan estimasi pengeluaran pemasaran influencer yang berdasarkan data Statista mencapai US$349,83 juta pada 2028. Artinya akan makin banyak bisnis di Indonesia yang memanfaatkan interaksi dengan para influencer untuk terhubung dengan audiens target mereka. Survei yang dilakukan oleh Vero bersama YouGov terhadap 2.000 responden ditemukan sebanyak 94% responden mengatakan bahwa influencer telah memberikan pengaruh dalam membentuk pola perilaku serta keputusan pembelian mereka. Edward Hutasoit, General Manager YouGov, menekankan bahwa efektivitas influencer berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Indonesia tentang kebersamaan dan kepercayaan. Penelitian menyimpulkan bahwa para kreator konten digital dapat berperan sebagai pembimbing yang memberikan saran sesuai dengan keahlian individu mereka. 

Guru Besar Perilaku Konsumen, Institut Pertanian Bogor (IPB University) Ujang Sumarwan mengatakan di era media sosial saat ini, informasi bukan lagi monopoli satu pihak saja tetapi semua orang, termasuk para konten kreator bisa memberikan informasi luas kepada masyarakat. Senada disampaikan oleh Catherine Siswoyo, Senior Advisor Asean Vero yang mengatakan bahwa saat ini masyarakat sudah mulai kritis dan tidak lagi bisa dipengaruhi oleh proses pemasaran yang hardsellingtetapi menginginkan proses pemasaran yang memiliki storytelling. Menurut pakar marketing dan Managing Partner Inventure Yuswohady, uniknya influencer mereka memiliki spesialisasinya sendiri atau segmented, seperti khusus makeup, hijab, bahkan pecinta alam. Dengan bantuan media sosial, konten-konten yang dibuat mampu menarik warganet untuk membentuk komunitas berdasarkan ketertarikan yang sama. Salah satu kreator konten yang banyak diajak bekerja sama oleh para brand adalah Agung Karmalogy yang juga menjadi bagian dari META Creator of Tomorrow. Pria yang memiliki lebih dari 1 juta followers di instagram dan lebih dari 2,5 juta pengikut di TikTok ini mengaku bisa mendapatkan kerja sama sekitar 20 hingga 30 merek setiap bulannya.

KINERJA BANK : Sejak 2005, 134 Bank Telah Bangkrut

25 May 2024

Ada 134 bank bangkrut di Indonesia sejak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdiri pada 2005. Sepanjang tahun ini jumlah bank bangkrut sebanyak 12 bank. Terbaru, dikutip dari Bisnisindonesia.id, bank bangkrut bernama PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) yang kemudian dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bangkrutnya BPR Bank Jepara Artha membuat jumlah bank bangkrut yang dicabut izin usahanya kian bertambah. Sepanjang tahun ini sudah ada 12 bank yang dicabut izin usahanya. Padahal, 2024 baru berjalan 5 bulan. Mengacu data OJK, semua bank bangkrut pada 2024 adalah bank perekonomian rakyat (BPR).

Masyarakat di Dunia Belum Setara Mengakses Air dan Sanitasi

25 May 2024

Akses air bersih dan sanitasi yang tidak merata mengancam kesehatan masyarakat dunia. Pemangku kebijakan perlu menggandeng beragam komunitas demi menjamin setiap warganya dapat menjangkau layanan akses air bersih dan sanitasi tanpa terkecuali. Kegiatan Forum Air Dunia (World Water Forum/WWF) Ke-10 di Nusa Dua, Bali, yang ditutup Jumat (24/5) mengesahkan deklarasi tingkat menteri yang menyatakan akan menerjemahkan komitmen di bidang pengelolaan sumber daya air ke dalam kebijakan dan rencana aksi. Dalam deklarasi itu, disadari dampak perubahan iklim dan pertumbuhan populasi butuh pengelolaan dan pendanaan berkelanjutan demi memenuhi hak masyarakat terhadap akses air yang aman.

Deklarasi tingkat menteri itu melampirkan 113 proyek dan inisiatif dari beragam negara dan organisasi internasional senilai 9,4 miliar USD, yang bertujuan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) no 6 tentang air bersih dan sanitasi yang dinyatakan tersendat (off-track). Saat menutup WWF Ke-10, Wakil Presiden Dewan Air Dunia Eric Tardieu menggarisbawahi ketidaksetaraan di dunia yang perlu menjadi perhatian, tercermin dari masyarakat yang tidak memiliki akses air minum yang aman dan sanitasi serta penduduk yang kesehatannya dipertaruhkan karena hanya bisa mendapatkan air dengan kualitas buruk.

Dokumen ”The United Nations World Water Development Report 2024: Wate for Prosperity and Peace”  menyatakan, per 2022, ada 2,2 miliar penduduk dunia tak memiliki akses terhadap layanan air minum yang aman. Jumlah penduduk dunia yang tak memiliki akses sanitasi mencapai 3,5 miliar jiwa. Tardieu menilai, WWF Ke-10 perlu menjamin keterjangkauan akses air bersih dan sanitasi kepada setiap orang. ”Kami ingin mendorong keterjangkauan itu melaluitata kelola lestari, menggandeng lebih banyak komunitas, dan membangun daya tahan terhadap perubahan lingkungan tanpa meninggalkan siapa pun,” ujarnya. Di sela WWF Ke-10, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menyepakati pendanaan sistem penyediaan air minum wilayah Karian-Serpong berkapasitas 4.600 liter per detik. Targetnya, untuk memberi akses air minum kepada 1,84 juta penduduk di Tangerang dan Tangsel, Banten, serta Jakarta, senilai Rp 2,4 triliun. (Yoga)


Eksportir Belum Tergoda untuk ”Parkir” Devisa

25 May 2024

Insentif keringanan PPh yang ditawarkan pemerintah rupanya tidak menarik bagi eksportir sumber daya alam untuk menempatkan devisa hasil ekspor di sistem keuangan dalam negeri. Alasannya, eksportir memerlukan dana hasil ekspornya untuk segera diputar lagi sebagai modal produksi. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, ajakan bagi eksportir sumber daya alam (SDA) untuk menaruh devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri kurang tepat. Alasannya, banyak pengusaha memerlukan dana dari DHE untuk modal kerja.

”Kalau DHE ditahan atau disimpan dulu, pengusaha harus menutupinya dengan pinjaman bank untuk modal kerja dan operasional,” ujar Eddy, dihubungi Jumat (24/5). Eddy menambahkan, bunga pinjaman bank masih lebih tinggi dari insentif DHE. Saat ini bunga pinjaman bank 7-9 % per tahun. Sementara insentif pajak untuk menyimpan DHE di Indonesia tidak sebesar itu. PP No 22 Tahun 2024 tentang Perlakuan PPh atas Penghasilan dari Penempatan DHE SDA pada Instrumen Moneter dan/atau Instrumen Keuangan Tertentu di Indonesia mengatur skema insentif pajak untuk penempatan DHE di sistem keuangan dalam negeri.

DHE yang disimpan dalam bentuk valuta asing (valas) dengan jangka waktu penempatan lebih dari enam bulan akan memperoleh tarif PPh nol %. Untuk penempatan enam bulan, tarif PPh 2,5 %. Adapun untuk periode penempatan 3 bulan hingga 6 bulan, tarif PPh sebesar 7,5 %. Penempatan 1 bulan hingga 3 bulan dikenakan tarif PPh sebesar 10 %. PP ini juga mengatur DHE yang disimpan dalam mata uang rupiah setelah dikonversi dari valas. DHE yang disimpan dalam bentuk rupiah dengan jangka waktu lebih dari enam bulan dikenakan tarif PPh nol %. Penempatan 3-6 bulan dikenakan tarif PPh sebesar 2,5 %. Adapun penempatan 1-3 bulan dikenakan tarif PPh sebesar 5 %. (Yoga)


Sempat Catatkan Rekor, Harga Emas Melemah

25 May 2024

Harga emas yang menjadi komoditas investasi favorit masyarakat Indonesia terjerembap setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan lalu. Pengamat memprediksi penurunan harga akan terus berlanjut imbas perbaikan data ekonomi di AS. Harga emas di pasar spot pada Jumat (24/5) turun menjadi 2.330 USD per troy ons, mendekati posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Pada Senin (20/5) harga emas batangan mencapai rekor tertinggi, di 2.449,89 USD per troy ons dan menyebabkan kenaikan 14 % sejak awal tahun. Perubahan harga emas ikut tertransmisi ke harga emas dalam negeri. Situs Logam Mulia, milik PT Aneka Tambang Tbk, Jumat, mencatatkan penurunan harga emas batangan satu gram sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 1.325.000, kembali seperti harga di pertengahan Mei.

Ahli strategi komoditas di TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan, penurunan harga terjadi karena aksi jual emas oleh para investor yang khawatir dengan data ekonomi AS terbaru. Pada Kamis (23/5), data awal S&P Global untuk manufaktur, jasa, dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit bulan Mei menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis di AS. Pada saat yang sama, jumlah pengangguran di AS lebih sedikit daripada perkiraan sehingga menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja. Situasi tersebut juga mengindikasikan kecenderungan kenaikan inflasi yang dapat disusul kenaikan suku bunga. Beberapa pejabat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menyampaikan hal tersebut dalam risalah rapat bulanan mereka. Investor emas pun semakin khawatir dengan penurunan suku bunga AS akibat menguatnya aktivitas bisnis di sana. (Yoga)


Disrupsi Rantai Pasok Ubah Preferensi Belanja Konsumen

25 May 2024

Gangguan rantai pasok global, baik akibat konflik geopolitik dan geoekonomi maupun dampak perubahan iklim, telah berujung pada krisis biaya hidup. Krisis itu dialami mata rantai terakhir rantai pasok global, yakni konsumen. Kala isi dompet terbatas, preferensi konsumen bakal menjadi penentu laku atau tidaknya sebuah produk. Hal itu bakal menjadi bumerang bagi para pelaku industri, termasuk UMKM. Situasi itu menjadi perhatian sejumlah kalangan yang terlibat dalam Forum Rantai Pasok Global (GSCF) yang digelar di Bridgetown, Barbados, 21-24 Mei 2024. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan sejumlah solusi bersama untuk mengatasi disrupsi rantai pasok dunia.

Dalam Barbados Today, Kamis (23/5) waktu setempat, Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah (ASB) Barbados menyebutkan, baik dunia usaha maupun konsumen terkena dampak buruk gangguan rantai pasokan. Dunia usaha terbebani kenaikan biaya produksi dan mengalami penurunan pendapatan, bahkan kerugian. Mereka juga terpaksa membeli bahan baku dari pemasok lain dengan harga lebih mahal. Banyak juga yang kehilangan pembeli akibat harga produk olahan naik dan keterlambatan atau penundaan pengiriman. Adapun dampaknya ke konsumen, biaya hidup menjadi lebih tinggi karena harga barang menjadi lebih mahal akibat kenaikan biaya produksi.

Konsumen juga terlambat mendapatkan barang pesanan, bahkan sampai tidak bisa membelinya karena stok habis. Mengutip Survei Konsumen 2023 yang dilakukan o9 Solutions, ASB Barbados menyebutkan, 52 % dari 1.000 konsumen AS mengaku terdampak disrupsi rantai pasokan dalam 12 bulan terakhir. Sebagai respons terhadap gangguan itu, 38 % responden berhenti membeli barang karena kenaikan harga. Selain itu, mereka juga menyesuaikan kebiasaan belanja bulanan dengan memprioritaskan produk yang paling diperlukan (33 %). Fenomena serupa juga dialami konsumen di Indonesia. Salah satunya akibat kenaikan harga bahan pangan pokok, baik yang bersumber dari impor maupun produksi dalam negeri.

Kenaikan harga pangan di dalam negeri juga disebabkan kenaikan biaya produksi dan dampak El Nino. Berdasarkan data Mandiri Spending Indeks, rata-rata penghasilan bersih masyarakat hanya meningkat 15 % selama 2017-2023. Sementara kenaikan harga (indeks harga konsumen) lebih tinggi, yakni 18,5 %. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman, Jumat (24/5) mengaku, pelaku industri makanan-minuman terbebani kenaikan biaya produksi, tapi mereka tidak bisa menaikkan harga produk karena daya beli masyarakat lemah. Karena itu, kami berharap pemerintah memahami kondisi itu dan menunda menaikkan PPN dari 11 % menjadi 12 % pada 2025,” katanya. (Yoga)