;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

DPK Perbankan Tumbuh Pesat

28 May 2024

Perkembangan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada April 2024 tumbuh pesat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Ini ditopang terutama oleh pertumbuhan DPK korporasi.  Pertumbuhan DPK itu tercermin dari data uang beredar yang disampaikan BI. "Penghimpunan DPK pada April 2024  tercatat sebesar Rp8.376,1 triliun atau tumbuh 8,1% secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,4% yoy,"   kata Asisten Gubernur/Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Adapun perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK (berdasarkan segmentasi) korporasi 15,3% yoy dan perorangan 2,3%. Pada April 2024, (berdasarkan jenis) giro tumbuh sebesar 11,2% yoy setelah bulan sebelumnya tumbuh 8,6 yoy atau sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya tumbuh 5,8% yoy. Berikutnya, simpanan berjangka tumbuh 8,7% yoy, di atas pertumbuhan bulan sebelumnya 7,8% yoy. (Yetede)

Nelayan Kecil Mengeluhkan Limbah

27 May 2024

Pudding terlihat sedang memperbaiki jaring seroknya di Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (26/5/2025). Bermata pencarian utama sebagai nelayan, Pudding mengeluhkan seringnya dia bertemu limbah dari darat yang terbawa ke Teluk Jakarta. Menurut Pudding, kondisi itu membuat ikan menjauh dari jaring yang ia tanam sekitar 2 kilometer dari daratan sehingga hasil tangkapannya menjadi semakin berkurang. (Yoga)

Geliat Pundi-pundi Pariwisata

27 May 2024

Di tengah kondisi ekonomi global yang tak menentu, sumber pertumbuhan alternatif diharapkan berkontribusi optimal, diantaranya  adalah pariwisata. Keindahan Nusantara dan berbagai pergelaran acara skala global diharapkan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman). Melalui kantong para wisman, ekonomi domestik diharapkan lebih menggeliat. Merujuk laporan Mastercard Economic Institute bertajuk ”Travel Trends 2024: Breaking Boundaries”, sektor pariwisata global berkembang pesat seiring meningkatnya pengeluaran konsumen di sektor ini dan lonjakan lalu lintas penumpang. Momen ini diperkirakan berlanjut,karena konsumen di seluruh dunia lebih mengutamakan pengalaman yang tak terlupakan dan mengalokasikan lebih banyak anggaran perjalanan. Setahun terakhir, Jepang jadi destinasi wisata terfavorit wisatawan di seluruh dunia.

Asia Tenggara tak kalah popular, ditandai masuknya Malaysia dan Indonesia ke dalam 10 besar destinasi global teratas selama 12 bulan terakhir. Secara global, para wisatawan juga cenderung menghabiskan waktu di negara dengan iklim yang lebih hangat. Destinasi Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Filipina, mengalami masa kunjungan yang panjang, yaitu lebih dari tujuh hari per kunjungan.  Per Maret 2024, wisatawan di seluruh dunia menghabiskan rata-rata 5,5 hari sekali liburan, lebih lama dibanding periode sebelum pandemi Covid-19 yang hanya 4,5 hari. Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan kunjungan wisatawan terlama, yakni rata-rata 8,9 hari atau lebih tinggi dibanding sebelum pandemi yang 7 hari.

Para wisman tinggal lebih lama karena kenaikan tarif hotel yang lebih rendah dibanding negara lain.    Apabila wisatawan menghabiskan waktu lebih lama, besar kemungkinan mereka membelanjakan uang sehingga positif bagi perekonomian lokal. Secara umum, para wisatawan dari AS dan Eropa memilih Asia Tenggara sebagai destinasi dan menetap lebih lama lantaran iklim yang lebih hangat serta harga yang lebih terjangkau, didukung nilai tukar yang lebih menguntungkan. Mastercard Economic Institute juga menemukan, para wisman lebih memprioritaskan pengalaman serta hiburan malam saat berlibur, terutama mereka yang berasal dari Australia, yang menghabiskan 19 % pengeluarannya untuk kegiatan itu.

Wisatawan asal China juga makin gencar, menghabiskan 10 % anggaran liburan mereka untuk kegiatan tersebut pada 2024, naik dari 7 % pada 2023. Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran wisatawan untuk pengalaman dan hiburan malam mencapai 12 % dari total alokasi pengeluaran selama berwisata, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ke depan, tren pariwisata di seluruh dunia dan Asia Tenggara diproyeksikan terus bertumbuh. Sebagian besar dari mereka cenderung mencari pengalaman tak terlupakan, termasuk destinasi wisata dan kuliner. ”Bagi otoritas pariwisata, sektor ritel, perhotelan, dan food and beverages (makanan dan minuman), biaya itu penting. Nilai tukar mata uang asing dan daya beli jadi komponen penting saat merencanakan perjalanan mereka (wisatawan global),” ujar Chief Economist, Asia Pacific, Mastercard, David Mann, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/5/2024). (Yoga)


Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja Masih Marak

27 May 2024

Jumlah pekerja yang mengalami PHK meningkat. Pemerintah diharapkan menjaga iklim usaha dalam negeri yang kondusif di tengah perekonomian global yang menantang. Laman satudata.kemnaker.go.id menyebut, jumlah pekerja yang mengalami PHK di 34 provinsi sepanjang 2022 mencapai 25.114 orang. Sementara pada Januari-Desember 2023 angkanya melonjak menjadi 359.858 orang. Pada Januari-Maret 2024 jumlah pekerja yang di-PHK mencapai 23.421 orang. Angka PHK periode yang sama tahun 2023 yang berjumlah 20.393 orang. Kemenaker merekap data jumlah pekerja ter-PHK itu dari dinas tenaga kerja di provinsi dan kabupaten/kota. Namun, angka PHK yang diterbitkan tidak menyebut secara detail asal sektor dan penyebab PHK.

Plt Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kemenaker Heru Widianto saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5) di Jakarta hanya menyebut jumlah kasus PHK selama triwulan I-2024 mencapai lebih dari 1.000 kasus. Menaker Ida Fauziyah seusai rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Senin (20/5), menjelaskan, ada sejumlah perusahaan di Indonesia yang tidak mampu bersaing dengan dinamika pasar dan tidak mampu menyesuaikan produknya dengan permintaan konsumen. Akibatnya, perusahaan seperti itu tidak mampu bertahan lalu melakukan PHK. ”Terkait fenomena PHK akhir-akhir ini yang marak di Jabar khususnya, itu memang ada beberapa perusahaan yang tidak mampu bersaing dengan dinamika pasar,” ujar Ida. ”Jika PHK terpaksa diambil, kami mendorong agar hak-hak pekerja ter-PHK dipenuhi sesuai regulasi,” ujarnya. (Yoga)


Pameran Busana di Kota Lama

27 May 2024

Para model atau peragawati tampak dari pintu kaca saat akan memeragakan busana pada acara Heritage Fashion Show di Gedung Monod Huis, Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/5/2024). Peragaan busana bertema batik di salah satu bangunan tua tersebut merupakan upaya menjual pesona Kota Lama untuk mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan batik di tanah air khususnya di kota Semarang. (Yoga)

Suka Duka Pekerja Informal

27 May 2024

Banyak orang bercita-cita meraih karier mapan di sektor formal. Namun, realitas ekonomi tak jarang mengarahkan mereka ke jalur berbeda. Sektor informal, dengan segala dinamikanya, jadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat. Amelya (36) pengusaha penatu di Jaktim, menuturkan, Pandemi Covid-19 membuatnya merelakan karier yang sudah 10 tahun ia rintis di perusahaan agen perjalanan. Sejak September 2023, ia merintis usaha penatu di rumahnya. Kini, ia punya waktu kerja fleksibel. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi. ”Buka usaha ini mulai dari rumah dulu, enggak langsung besar. Harus cari pelanggan dulu, pertama tetangga, dari mulut ke mulut, hingga pelanggan meluas. Tantangannya, kita harus banyak upgrade, seperti pewangi pakaian yang awet agar pelanggan senang. Waktu kerja memang lebih fleksibel, tapi kita perlu usaha lebih keras,” ujarnya.

Senangnya jadi pencukur rambut adalah saat pelanggan ramai, seperti menjelang Lebaran. Bahkan, orang rela menunggu hingga tengah malam. Pendapatan saat Lebaran bahkan lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, bisa bertemu dan kenal banyak orang. Bahkan, dari pelanggan jadi teman.”Awalnya, sehari bisa nggak ada pelanggan sama sekali. Sempat terpikir mau menyerah, tetapi nanti nggak makan. Namun, lama-kelamaan, orang-orang tahu dan kenal, ada saja pelanggan, mah. Bahkan, ramai. Dari situ sadar kalau semua perlu proses,” ujar Mahrus Ali Wafa (33) pemangkas rambut di Bogor, Jabar.

Mhd Fadil Arbi (25) pemasok bahan bangunan dan kontraktor bangunan di Bukittinggi, menceritakan Setelah lulus sarjana di Jakarta, ia melihat teman-temannya sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga ia memutuskan pulang kampung, belajar ke orangtua yang sudah menjalankan usaha kontraktor, lalu mencoba membangun usaha pemasok bahan bangunan karena peluang dan jaringannya terbuka. Pendapatannya naik-turun, tetapi jika dirata-rata, omzetnya bisa di atas upah minimum di Jakarta. ”Dalam jangka panjang, saya hanya akan fokus untuk mengembangkan usaha di kampung halaman dan belum ada pikiran untuk bekerja di sektor formal,” ujarnya. (Yoga)


Kunjungan Wisatawan Mancanegara

27 May 2024

Wisatawan mancanegara dan calon penumpang terlihat mengantre dan memadati area pelaporan Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/5/2024). Sepanjang 2024, Lombok kembali ramai dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, yang turut menggeliatkan perekonomian warga lokal. Pada Maret 2024, Badan Pusat Statistik mencatat ada lebih dari 5.208 wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Lombok. Sebanyak 2.120 orang di antaranya berasal dari Eropa. (Yoga)

Abbas Suswadi Berjaya dengan Kue dan Roti

27 May 2024

Abbas Suswadi (39) perintis Tridara Cake and Bakery. Warga Cirebon, Jabar, teguh di jalan usaha kuliner. Empat plakat penghargaan dan sertifikat terpajang di atas meja kantor Abbas di Desa Kalikoa, Kedawung, Sabtu (18/5). Ia menunjukkan piagam dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Cirebon di Kemenkeu, ”Waktu itu, ada kunjungan Menkeu Sri Mulyani. Bu menteri nanya, mana yang bikin (kue) ini? Jamuan (kue) itu dari saya,” ujar Abbas soal piagam penghargaan pada pertengahan Februari lalu itu. Pertanyaan Sri Mulyani jadi berkah, Abbas lalu mendapat banyak pesanan kue dan roti dari para pejabat. KPPN Cirebon hanya salah satu dari sekian instansi yang sering menikmati produknya.

”Minggu depan ada pesanan dari SMA di Waled untuk acara sekolah. Pesannya 380 snack box dan nasi kotak,” ujarnya. Aneka kue yang ia tawarkan adalah roti cokelat, roti piza, bolen pisang, lemper ayam, hingga martabak. Ada pula berbagai kuliner Cirebon, seperti empal gentong. Pesanan tidak mengalir begitu saja, tetapi butuh waktu lama bahkan bertahun-tahun. Apalagi, Abbas tak punya latar belakang bisnis dan modal besar. Sejak 2008, ia hanyalah pekerja di beberapa perusahaan tambang di Kalimantan. Pada 2021, Abbas yang tinggal seorang diri di Kalimantan terjangkit Covid-19. ”Saya diminta keluarga untuk resign. Apalagi, istri saya di Cirebon dan enggak bisa ikut,” ujarnya.

Ia pun coba meneruskan usaha roti ibu mertuanya, Nur Asih. Bermodalkan uang pensiunnya, Abbas mulai mengembangkan usaha roti sang ibu. Tahun pertama, ia dipaksa belajar bikin roti dan kue. Ia, mem-branding usahanya sebagai Tridara Cake and Bakery. Abbas turut mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Cirebon serta instansi lainnya. Pada Maret 2023, ia mendaftar dalam Rumah BUMN, wadah pengembangan UMKM. Dalam perjalanannya, beberapa pelaku UMKM lainnya mundur. Sebab, ada yang hanya berharap mendapatkan bantuan modal. Ia pun mengetahui cara mengurus administrasi usaha, dari izin produk industri rumah tangga (PIRT), label halal, hingga pembayaran pajak.

Administrasi lengkap membuatnya mudah menerima pesanan dari instansi pemerintah. Kini, sehari, ia menerima minimal pesanan 50 boks kue atau hampir 2.000 boks sebulan. ”Kalau ada pesanan lebih dari 200 boks kue sehari, saya memanggil dua orang (pekerja tambahan). Mereka pengojek online dan pedagang kaki lima. Jadi, total ada tujuh orang yang bekerja,” kata Abbas yang memiliki lima karyawan. Pekerja lainnya merupakan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Abbas juga tak ragu membagikan ilmunya. Ia, beberapa kali melatih anggota Senjapreneur, organisasi kewirausahaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia bahkan menjadikan kantornya sebagai tempat pelatihan bagi pelaku UMKM. Semuanya gratis. Dengan mengenal banyak orang, ia yakin, usahanya berkembang. (Yoga)


Pasar Salam Rawan Terkoreksi

27 May 2024

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi turun terbatas pada pekan ini. Pergerakan pasar saham pekan ini bakal dipengaruhi  rilis data core PCE price index dan pertumbuhan ekonomi  Amerika Serikat. Selama ini, PCE merupakan indikator yang dipegang oleh sentral AS The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga federal funds rate (FFR) yang saat ini mencapai 5,25-5,5%. Pekan lalu, dalam risalah pertemuan FOMC, diketahui The Fed masih ragu menurunkan suku bunga tahun ini. Alasannya, para pejabat The Fed meragukan tren penurunan inflasi belakangan ini akan terus berlanjut. Ini memperkuat pesan penurunan suku bunga, yang sangat diantisipasi oleh pasar, akan ditunda sampai inflasi mendarat di target The Fed sebesar 2%. Akan tetapi, survei CME FedWacth Tool memprediksi FFR dipangkas sekali tahun ini sebesar 25 basis points (bps). (Yetede)

Perbankan Siapkan Model Bisnis Jepang Spin Off UUS

27 May 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) untuk memisahkan diri (spin off) apabila telah memenuhi syarat. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan perbankan syariah yang berdaya saing  hingga berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya telah membuat Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 membawa visi mengembangkan perbankan syariah yang sehat, efisien, berintegritas dan berdaya saing, serta berkontribusi signifikan  terhadap perekonomian nasional untuk mencapai kemaslahatan masyarakat. Salah satu upaya untuk mencapai visi tersebut  antara lain adalah melalui implementasi pemisahan UUS (Spin off) dalam rangka pengembangan dan penguatan perbankan syariah. "Sehingga terdapat akselerasi terhadap penguatan identitas perbankan syariah dan sinergi ekosistem ekonomi syariah, yang pada gilirannya dapat mencapai industri perbankan  syariah yang tumbuh secara sehat, efisien, dan berkelanjutan," jelas Dian. (Yetede)